Semenjak ditemukan oleh David Adison, Vivian Adison diadopsi oleh Charles Adison dan Marta Adison.
Charles adalah mantan Wali kota di sebuah kota bagian di Inggris, putri pertamanya sudah menikah sedangkan Vivian Adison, sedang menikmati karirnya sebagai agen rahasia untuk membantu pemerintahan Inggris.
Charles dan Marta sangat mendukung Vivian dan tidak melarangnya melakukan apa yang dia mau.
Kemampuan yang Vivian dapatkan adalah hasil latihan yang dia lakukan semenjak dia berusia tujuh tahun dan tentu saja David yang melatih Vivian sewaktu dia menjadi tentara.
David melatih cucunya bukan tanpa alasan, pengalaman yang tidak menyenangkan harus dialami oleh Vivian, dia ditangkap oleh sekelompok penjahat yang menyandera anak-anak sewaktu disekolah.
Vivian dibawa pergi dan malang baginya, dia mendapat pelecehen seksual. Walau tidak sampai diperkosa tapi hal itu membuatnya trauma dan benci dengan laki-laki.
Sejak kejadian itu Vivian takut bertemu dengan dengan laki-laki, sebab itulah David melatih cucunya bela diri supaya Vivian bisa menjaga dirinya.
Disaat usianya semakin dewasa, Vivian sudah bisa mengendalikan emosinya. Seorang pria bahkan hadir dalam hidupnya dan membuat trauma yang dia alami berangsur sembuh tapi sayang, dia harus berpisah dengan cinta pertamanya yang pergi dengan alasan pekerjaan.
Pria itu berjanji akan kembali lagi dan meminta Vivian untuk menunggu tapi sudah lima tahun, cinta pertamanya tidak pernah kembali lagi.
Vivian setia menunggu karena rasa cintanya Yang besar pada pria itu dan lagi pula, dia tidak suka disentuh pria manapun jadi dia menolak setiap ada pria yang tertarik dengannya dan menunggu cinta pertamanya kembali.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Vivian kembali kerumahnya karena dia sudah sangat ingin mandi.
Tubuhnya terasa lengket dan dia merasa sudah tidak betah. Tugas yang dia jalani berjalan dengan lancar dan dia sangat bangga.
Vivian menghentikan langkahnya saat merasa curiga rumahnya yang sepi, kemana orang-orang?
Dengan pelan dan hati-hati, Vivian berjalan masuk dan pada saat itu? Sebuah benda melesat kearahnya dengan cepat.
Vivian bersalto kedepan untuk menghindari benda itu tapi tidak lama kemudian, lagi-lagi benda yang sama melesat kearahnya dan kali ini dia terus bersalto kedepan untuk menghindari benda yang terus menghujaninya.
"Jleb...Jleb....Jleb!" benda itu menancap ke dinding.
Benda yang menghujaninya adalah anak panah yang berukuran pendek dan terbuat dari Aluminum. Vivian tampak waspada karena dia punya firasat dia akan mendapatkan kejutan lagi dan benar saja, suara tembakan mulai terdengar.
"Dor..dor...dor...dor!"
Rentetan peluru karet yang keluar dari senapan otomatis mengarah kearahnya sedangkan Vivian menggeleng dan sekarang dia bersalto kebelakang, dia bahkan berlari keatas tembok dengan cepat untuk menghindari peluru-peluru yang sedang mengejarnya.
Dia terus berlari sampai mencapai meja, Vivian membalikkan meja untuk menjadi tamengnya dan bersembunyi sedangkan peluru yang ditembakkan terus menghujaninya.
Vivian menarik nafasnya dan diam saja, cukup lama dia bersembunyi dibalik meja sampai suara tembakkan berhenti.
Setelah merasa aman, dia mengintip dari balik meja, biasanya sudah selesai tapi dia tidak boleh lengah karena bisa saja ada senjata lain yang melayang kearahnya lagi.
Beberapa menit telah berlalu dan tidak terjadi apa-apa, Vivian keluar dari persembunyiannya dan berjalan dengan santai hendak menuju kamarnya tapi pada saat itu, sebuah pisau melayang ke arahnya.
Dengan cekatan Vivian menghindari pisau itu tapi pisau lain kembali melayang kearahnya.
Vivian segera bersalto kebelakang untuk menghindar dan menendang gagang pisau hingga benda tajam itu menancap kedinding.
"Ya ampun kakek! Apa kau mau membunuhku?!" tanyanya dengan sedikit berteriak.
Pada saat itu seorang pria tua sambil memegang tongkat keluar dan berjalan mendekatinya.
"Kenapa? Kau seorang Agen dan kau harus waspada terhadap senjata musuh yang bisa melukaimu kapan saja!" ucap kakeknya.
"Aku tahu kakek tapi lihatlah, rumahnya jadi hancur dan berantakan."
David mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya ke udara dan pada saat itu, para pelayan keluar untuk membereskan kekacaun akibat senjata yang menghujani Vivian.
"Bagaimana tugasmu hari ini?" David berjalan masuk, sedangkan Vivian mengikutinya.
"Tentu saja berhasil kakek."
"Jangan terlalu berpuas diri dan sebaiknya banyaklah berlatih."
"Aku tahu kakek, terima kasih atas nasehatnya."
Mereka berjalan menuju meja makan dan duduk bersama, Vivian mengambil buah apel yang ada di atas meja dan menggigitnya.
"Vivian, kakakmu sudah menikah dan punya anak, apa kau belum mau menikah?" tanya kakeknya.
Vivian menghentikan menggigit buat apelnya dan menatap kakeknya sejenak tapi kemudian, dia kembali mengigit buah apelnya.
"Aku masih menikmati karirku kakek," jawabnya berasalan. Jangan sampai kakeknya tahu jika dia masih menunggu cinta pertamanya.
"Baiklah, setidaknya kau sudah harus memikirkannya mulai sekarang."
"Kakek jangan khawatir, aku akan memikirkannya tapi saat ini aku ingin menikmati karirku. Besok aku akan mendapat misi penting jadi aku akan fokus dengan misi yang harus aku jalani terlebih dahulu."
"Bagus, kau harus membantu Negara memberantas para penjahat yang merugikan dan jangan lupa pesanku, jangan pernah terlibat perasaan dengan pria yang menggeluti dunia hitam."
"Aiyaye kapten!" Vivian mengangkat tangannya dan meletakkan telapak tangan di dahi.
"Apa yang daddy ucapkan?" Charles dan istrinya berjalan menghampiri mereka.
"Daddy, mommy," Vivian bangkit berdiri dan menghampiri kedua orang tuanya.
"Sayang, bagaimana dengan tugasmu?" Marta memeluk Vivian yang sudah dia anggap sebagai putrinya dan mengusap dahinya.
"Tentu saja berjalan dengan lancar mom," jawab Vivian.
"Wah, mommy sangat bangga padamu," ucap Marta bangga.
"Apa maksudmu Charles? Aku hanya menasehati cucuku! Dia seorang agen jangan sampai dia terlibat percintaan dengan orang-orang yang menggeluti dunia hitam."
"Daddy terlalu berlebihan, jodoh tidak ada yang tahu. Bisa saja jodoh Vivian tidak ada di negara ini dad, bisa saja jauh disebrang sana," jawab Charles.
"Hal itu tidak akan terjadi Charles, aku akan menjodohkan Vivian dengan cucu sahabatku yang sesama tentara."
"Boleh juga tapi jika dia tidak mau maka aku akan menjodohkannya dengan anak rekan bisnisku," ucap Charles pula.
Vivian tercengang, apa-apaan kakek dan ayahnya. Tentara? Anak pengusaha? Dia tidak berminat sama sekali.
Kakek dan ayahnya terus berdebat mengenai pria yang akan mereka jodohkan kepada Vivian, sedangkan Vivian mulai tidak tahan lagi. Jangan sampai ayah dan kakeknya melakukan rencana mereka, jika sampai hal itu terjadi dia takut ayah dan kekeknya akan malu. Lebih baik dia mengatakan yang sebenarnya kepada ayah dan kakeknya jika dia sedang menunggu cinta pertamanya dan tidak akan menikah dengan siapapun selain dia.
"Kakek, daddy, maaf tapi aku tidak mau dijodohkan. Kalian sudah sangat baik padaku selama ini tapi untuk satu hal ini aku tidak bisa menuruti permintaan kalian jadi maaf. Aku tidak mau menikah dengan pria manapun dan kalian pasti tahu alasannya. Aku benci dengan lelaki yang ada di dunia ini dan aku masih menunggunya, satu-satunya orang Yang mengubah duniaku saat aku trauma jadi jangan memintaku untuk menikah!"
"Vivian apa kau masih takut dengan laki-laki dan apa kau masih menunggunya?" tanya Ibunya.
"Seharusnya mommy tahu, aku benci dengan mereka sejak kejadian itu dan hanya dia yang ada dihatiku!"
"Tapi Vivian, bagaimana jika dia tidak akan kembali lagi? Kami tidak bisa menjagamu selamanya karena ada dimasa kontrak kami sudah selesai dan kami akan mati! Pada saat itu, siapa yang akan menjagamu? Siapa yang akan merawatmu jika kau sakit? Kau tahu bukan kakakmu sudah berkeluarga dan tidak bisa selalu bersama denganmu, kau juga harus memikirkan hal ini, bagaimana jika dia tidak akan kembali dan sudah menikah?" ucap ibunya.
"Mom Please!" Vivian memutar langkahnya.
"Aku tahu kalian sangat menghawatirkan aku tapi kejadian yang aku alami beberapa tahun lalu telah membuat aku seperti ini sehingga aku tidak mudah percaya dengan laki-laki tapi aku percaya dia pasti akan kembali."
"Aku tidak perlu lelaki lain dalam hidupku dan kalian tidak perlu khawatir, jika memang dia tidak kembali dan pada saat aku memutuskan untuk pensiun maka aku akan membuka sebuah panti asuhan. Aku sudah mulai menabung jadi jangan paksa aku untuk menikah!"
Setelah berkata demikian Vivian masuk kedalam kamarnya sedangkan kedua orang tua juga kakeknya hanya bisa menggeleng.
Memang kejadian yang menimpa Vivian memberikan trauma yang besar dan telah membuatnya membenci laki-laki.
Tapi mereka tidak menyangka jika sampai sekarang Vivian masih trauma akan hal itu, mereka berharap semoga ada seseorang yang bisa mengubah pandangan Vivian jika tidak semua lelaki adalah ba*ingan dan mereka juga berharap Vivian berhenti menunggu orang yang tidak pernah kembali lagi untuk mencarinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
DN CINTA PERTAMA VIVIAN KYKNYA PENJAHAT BESAR, DN MUSUH DARI MATTHEW..
2024-05-28
1
Ida Lailamajenun
astoge nih kakek bikin sport jantung euuyy kirain serangan mendadak dari musuh tau nya kakek David yg bikin ulah🤦🤦mentang" cucu nya agen becanda nya pkai senjata 😀😀😀
2023-03-10
1
Alexandra Juliana
Betul sakali..Jodohnya ada di California dr klrg Smith 😁😁
2022-09-03
1