25 tahun kemudian.
Bandar Udara Heathrow, London Inggris.
Sebuah pesawat mulai lepas landas dari bandara Heathrow menuju Venezuela. Didalam pesawat terdapat ratusan penumpang dan diantara para penumpang tersebut terdapat seorang agen cantik yang ditugaskan untuk menangkap seorang buronan yang akan melarikan diri ke Venezuela.
Agen cantik itu adalah Vivian Adison dan dia adalah agen muda terbaik yang bekerja disebuah organisasi yang dinaungi oleh pemerintah Inggris.
Vivian bergabung pada usia dua puluh satu tahun dan sudah empat tahun dia menjadi agen rahasia yang membantu pemerintahan Inggris untuk menangkap buronan yang rata-rata adalah para penjahat kelas kakap.
Identitasnya dirahasiakan karena identitas setiap anggota yang ada didalam organisasi selalu dirahasiakan dan dia dipanggil Angel oleh para rekannya. Keberhasilannya dalam menangkap buronan tidak pernah diragukan dan kali ini, misinya menangkap seorang bandar narkoba yang hendak melarikan diri ke Venezuela dengan menyamar.
Vivian berpura-pura menjadi penumpang biasa dan menyamar, dia berbaur dengan penumpang lainnya tapi mata elangnya, setia mengawasi target yang berada tidak jauh darinya.
Seorang pria berwarna negara Amerika dan berkulit hitam manjadi targetnya kali ini, dia harus menangkap pria itu dan misinya tidak boleh gagal.
Saat pesawat sudah terbang dengan stabil dan pada saat tanda sabuk pengaman sudah dimatikan, para penumpang ada yang bangkit berdiri untuk melakukan urusan mereka dan ada juga yang memilih untuk tidur.
Vivian melepas sabuk pengamannya dan mulai mendekati targetnya, dia harus mulai bertindak sebelum pesawat terbang lebih tinggi.
Dia berjalan mendekati target sambil membawa segelas minuman ditangannya dan pada saat dia sudah berada didepan targer, Vivian pura-pura tersandung dan jatuh diatas pangkuan pria berkulit hitam yang menjadi targetnya sedangkan minuman yang dia bawa tumpah mengenai bajunya.
"Oh my God, sorry sir." ucap Vivian pura-pura sedangkan pria itu memegangi bahunya.
"Dont worry." jawab pria itu tapi matanya tertuju kearah belahan dada Vivian yang basah karena minuman dan pada saat itu juga, pria berkulit hitam itu menelan salivanya dengan kasar apalagi, Vivian berpura-pura mengelap dadanya yang basah.
Itu dia lakukan untuk memancing targetnya dan sepertinya, umpan yang dia lemparkan mulai ditangkap.
Vivian bangkit berdiri dan kembali meminta maaf kepada pria itu dan kembali mengelap-ngelap dadanya yang basah.
"Aku benar-benar minta maaf tuan." ucapnya lagi dan dia pura-pura merasa bersalah.
"Tidak masalah, jangan dipikirkan." jawab pria itu.
"Oh bajuku basah, sebaiknya aku kekamar mandi." ucap Vivian dengan pelan dan pria itu dapat mendengarnya.
"Sekali lagi aku minta maaf." ucap Vivian dan dia segera melangkah pergi menuju toilet sedangkan pria berkulit hitam itu, bangkit berdiri dan mulai mengikuti langkah Vivian.
Vivian menyungginggkan bibirnya dan terus melangkah sampai dia tiba didepan toilet. Dengan perlahan Vivian membuka pintu toilet dan pada saat dia hendak menutup pintu itu, pria berkulit hitam yang mengikutinya langsung menerobos masuk kedalam.
"Tuan?"
"Stts!" pria itu meletakkan jarinya di bibir Vivian sedangkan sebuah seringai menghiasi wajah Vivian karena umpannya benar-benar ditangkap dengan baik.
"Tu...tuan, aku tidak sengaja dan benar-benar minta maaf." Vivian tampak gugup.
"Girl, siapa namamu?" pria itu mengangkat dagu Vivian.
"A..Angel." jawab Vivian berpura-pura gugup sedangkan tangannya mulai mengambil sesuatu yang ada dikantong celananya.
"Angel, mari bermain denganku." ucap pria itu dan dia hendak mencium bibir Vivian tapi pada saat itu, Vivian menyemprotkan sesuatu kewajah pria itu.
"Ugh, kau!" pria itu berusaha melangkah mundur tapi toilet pesawat sangat sempit hingga ruang geraknya terbatas.
Vivian kembali menyemprotkan cairan yang dia bawa dan dalam sekejap mata saja, pria berkulit hitam itu pingsan. Setelah targetnya pingsan, Vivian menyimpan kembali alat semprotnya kedalam saku celana dan setelah itu, dia melepaskan rambut palsu yang dia pakai dan membuangnya ke tong sampah.
Dengan perlahan, Vivian membuka pintu toilet dan mengintip keluar dan setelah itu, dia melihat jam dipergelangan tangannya. Pesawat baru saja terbang beberapa menit dan dia harus bergegas.
Vivian mengambil sebuah alat dimana sebuah titik merah menyala dari alat yang dia ambil. Itu adalah titik kordinat dimana dia akan mendarat nanti dan sedikit lagi dia tiba ditempat itu jadi dia harus segera bergegas.
Setelah melihatnya, dia kembali mengintip keluar dan pada saat itu, seorang pramugari lewat didepan toilet. Vivian meminta bantuan pramugari itu untuk memapah buronannya ketempat duduknya dan tentu saja dia membohongi si pramugari jika pria itu sahabatnya yang pingsan karena tidak pernah naik pesawat.
Pria itu dipapah kekursi Vivian dan didudukkan disana, setelah pramugari itu pergi, Vivian mengambil jaket dan memakainya dan setelah itu, dia juga mengambil perlengkapan lainnya dan memakainya. Tidak lupa, dia juga memakaikan sebuah ransel pada siburonan dan setelah siap dengan semuanya, Vivian memakai sebuah kaca mata dan dia langsung bangkit berdiri dan pada saat itu, semua mata tertuju kearahnya karena penampilannya.
Vivian menghampiri pintu darurat karena dia duduk didekat pintu itu tapi pada saat melihatnya, seorang pramugari berteriak untuk menghentikannya.
"Hei nona apa yang ingin kau lakukan?"
Vivian hanya tersenyum, dia segera membuka pintu darurat dan setelah itu dia berteriak, "Adios."
Angin kencang langsung berhembus dan para penumpang mulai berteriak, Vivian menarik tubuh targetnya dan melemparkan tubuh pria berkulit hitam itu keluar dan setelah itu dia sendiri melompat kebawah sana.
Seluruh isi pesawat jadi heboh dan benda-benda mulai beterbangan, seseorang yang tidak jauh dari pintu darurat langsung menutup pintu pesawat kembali yang pastinya, pesawat itu berputar kembali ke bandara Heathrow, London karena kejadian itu.
Sedangkan diatas sana, Vivian membuka kedua tangan dan kakinya karena jaket yang dia pakai adalah sebuah parasut yang berbentuk seperti kantung Tupai untuk terbang. Dia berusaha mengejar tubuh pria berkulit hitam yang terus jatuh kebawah.
Terkadang Vivian memiringkan tubuhnya kekiri dan terkadang kekanan agar lajunya seimbang mengikuti hembusan angin. Dia mulai berusaha meraih tubuh pria berkulit hitam itu dan setelah mendapatkan tubuh pria itu dengan susah payah, pria itu sadar dari pingsannya dan berteriak kaget karena dia berada di udara dan hendak jatuh kebawah. Vivian memukul tengkuk pria itu dengan sekuat tenaga hingga pria itu pingsan kembali dan mendesis dalam hati, "Cih, buronan yang merepotkan!"
Dia memegangi tubuh pria itu dan pada saat sudah tiba dikordinat yang ditentukan, yaitu diatas laut dan jarak mereka hanya beberapa ribu kaki saja, Vivian membuka parasut yang terpasang ditubuh pria itu dan pada saat itu juga, tubuh sang buronan melambung keatas karena parasut sudah mengembang.
Hal itu juga Vivian lakukan, dia membuka parasutnya dan pada saat itu, tubuhnya juga melambung keatas. Di atas laut, para rekannya sudah menunggunya di atas sebuah kapal. Tidak hanya itu, beberapa Jetsky juga ada di sana dimana para rekannya mengendarai benda itu sambil memutari kapal besar yang siap membawa buronan.
Vivian mendarat di atas kapal sedangkan tubuh buronan terhempas keatas laut. Para rekannya yang mengendarai Jetsky mulai menghampiri buronan dan menarik tubuh pria berkulit hitam itu mendekati kapal.
Tubuh sang buronan dinaikkan keatas kapal sedangkan Vivian sedang membuka parasut yang dipakainya.
"Good job Angel." puji rekannya sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajah Vivian.
"Oke, berikan aku sebuah Jetsky." pintanya.
"Untuk apa?" tanya pimpinannya.
"Tentu untuk menikmati laut." jawab Vivian.
"Hei kau, berikan Jetsky mu untuknya." perintah pimpinannya kepada salah satu anak buahnya.
Kunci Jetsky diberikan untuk Vivian dan gadis itu segera naik keatas benda itu, sebelum menyalakan benda itu, atasannya berteriak dari atas kapal.
"Angel, besok datang kekantor Karena ada tugas penting untukmu."
Vivian menyalakan Jetsky dan melambaikan tangannya dan setelah itu, dia membawa benda itu meliuk di atas ombak bahkan melompat di atas deburan ombak yang kencang. Dia sangat puas misinya berhasil dan besok, misi apapun yang diberikan untuknya, dia yakin bisa melakukannya tapi dia tidak tahu, misi yang dia hadapi besok tidak mudah dan akan menjadi sebuah tantangan untuknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Ida Lailamajenun
berasa nonton film layar lebar baca nya seruu👍👍othor ni emg gak pernah gagal klu bikin cerita yg dor dor bgn..
2023-03-10
2
Alexandra Juliana
Vivian..cocok utk (salah satu) si kembar..tangguh, pintar, tahan banting, jadi akan pas klo masuk k klrg Smith..Semoga si kembar satunya lg mendapatkan jodoh yg seimbang..secara sejak mrk bocah mainannya adalah sesuatu yg berbahaya...
2022-09-03
0
lestari saja💕
ketegangan yg manis yg bikin tahan napas😎
2022-08-05
0