Di rumah, Michael masih mengawasi kakaknya dari layar komputernya. Walaupun sambungan ponsel mereka sudah mati tapi dia ingin melihat keadaan kakaknya.
Dia bahkan melihat seseorang tiba-tiba datang untuk menolong kakaknya, Michael begitu serius menyaksikannya bahkan saat orang yang menolong kakaknya membuka helm yang dia pakai dan mendekati kakaknya, Michael langsung mengambil gambar dan memperbesar gambar itu untuk melihat wajah wanita yang sedang membantu kakaknya dengan jelas.
Seperti kakaknya, dia juga berkata 'Wow'! Apa wanita itu salah satu pacar kakaknya? Entah kenapa dia jadi penasaran dan ingin tahu.
Michael masih serius didepan komputer menyaksikan aksi kakaknya dan wanita itu, jujur saja dia sangat kagum melihat aksi wanita itu saat menghabisi musuh dengan kakaknya.
Dia menyaksikan semuanya sampai selesai dan setelah kakaknya pergi. Michael mulai memainkan jarinya ditombol keyboard komputer karena dia harus menghapus jejak keberadaan kakaknya disana.
Saat seseorang memeriksa Cctv yang ada dijalan itu, mereka hanya akan mendapati jika ada dua kelompok yang sedang bertikai disana.
Tidak sulit baginya dan setengah jam kemudian, semua sudah selesai dia kerjakan. Michael segera keluar dari kamar karena ibunya pasti sedang menghawatirkan kakaknya saat ini dan benar saja, diluar sana ibunya masih tampak khawatir.
Saat melihat Putra bungsunya, Kate langsung bangkit berdiri dan menghampirinya.
"Michael, bagaimana dengan keadaan kakakmu?"
"Mommy tidak perlu khawatir, kak Matthew sedang diperjalanan pulang."
"Baiklah, sekarang aku merasa tenang," jawab ibunya.
"Mommy terlalu berlebihan, kak Matthew sudah biasa melakukan hal yang lebih berbahaya dari pada ini."
"Benarkah?"
"Yes."
"Baiklah, sepertinya memang mommy yang terlalu berlebihan!"
"Mom, sepertinya sebentar lagi mommy akan punya menantu," ucap Michael asal.
"Oh ya? Apa kau akan menikah?"
"Bukan aku, tapi kakak."
"Ck, tidak mungkin! Sampai sekarang kakakmu tidak terlihat serius dengan siapapun. Coba kau hitung pacar kakakmu jika kau bisa!"
Michael terkekeh dan berjalan menuju dapur sedangkan Kate mengikuti putranya. Diluar sana Matthew sudah sampai, dia segera berlari kedalam rumah karena dia ingin meminta adiknya melakukan sesuatu.
"Mom, aku pulang!"
"Siapa yang menyerangmu boy?"
Albert keluar dari kamar dan berjalan kearah dapur sedangkan Matthew mengikutinya.
"Entahlah dad."
"Kenapa tidak kau tangkap salah satu dari mereka untuk diintrogasi?"
"Sory dad, kali ini aku tidak mau melakukannya karena ada yang lebih menarik."
"Oh ya? Boleh daddy tahu hal menarik apa yang telah mengalihkan perhatianmu hingga kau tidak berminat untuk menangkap orang itu dan mengintrogasinya serta menjadikannya kelinci percobaan untuk alat berbahaya yang kalian buat?" Ini pertama kali putranya tidak menangkap orang yang berani menggangunya untuk dia introgasi dan tentunya menjadikan mereka sebagai alat uji coba untuk alat berbahaya yang mereka buat.
Matthew tersenyum saat mengingat wajah Vivian, walaupun dia belum tahu namanya tapi akan dia cari tahu. Dia bahkan menyimpan uang yang diberikan oleh Vivian dengan baik dan dia sangat yakin dia akan bertemu dengannya lagi.
Saat melihat kepulangan putranya, Kate bangkit berdiri dan menghampirinya.
"Matthew, bagaimana dengan keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja, mommy tidak perlu khawatir."
"Oh my God Matt, tanganmu terluka!" ucap Kate saat melihat darah kering berada dikemeja yang dipakai oleh putranya.
"Hanya terserempet peluru mom, tidak perlu khawatir."
"Tapi jika dibiarkan akan infeksi jadi pergi sana mandi, mommy akan mengobati lukamu."
"Oke," Matthew memeluk ibunya dan mencium pipinya.
"I love you mom."
"Wah, ada apa ini?" Kate juga memeluk putranya.
"Aku jadi ingat seseorang saat melihat mommy."
"Oh ya? Siapa? Apa kau sudah menemukan seseorang yang benar-benar menarik?"
"Ya, begitulah," jawab Matthew sambil tersenyum.
"Apa wanita yang membantu kakak tadi?" tanya Michael.
"Kau melihatnya?"
"Ya, apa dia pacar kakak?"
"Tidak, dia hanya orang yang kebetulan lewat."
"Kakak serius?"
"Yes tapi dia benar-benar menarik dan Mich, setelah aku mandi ikut denganku, aku ingin memintamu melakukan sesuatu untukku."
"Ya, aku tahu apa yang kakak mau!" jawab Michael.
"Bagus!" Matthew segera masuk kedalam kamarnya karena dia mau mandi.
Selama mandi pikirannya dipenuhi oleh wajah gadis yang menolongnya tadi. Tidak saja paras wajahnya yang cantik tapi aksinya dalam menghabisi musuh benar-benar membuatnya terpesona.
Dia sangat penasaran dan rasanya sudah tidak sabar untuk mengetahui siapa sebenarnya gadis itu dan apa profesinya hingga dia bisa begitu hebat seperti tadi?
Apa gadis itu seorang bodyguard? Atau jangan-jangan seorang pembunuh bayaran? Siapapun gadis itu dan apapun profesinya yang pasti saat mereka bertemu lagi tidak akan dia lepaskan apalagi gadis itu sudah membuatnya penasaran seperti ini.
Diluar sana Jacob dan Alice baru saja kembali bersama dengan Ainsley, mereka baru saja pergi mengunjungi Valerie.
Mereka segera masuk kedalam dan bergabung dengan yang lain yang berada didalam dapur.
"Kemana Matthew?" tanya Jacob.
"Kakak sedang mandi kakek," jawab Michael.
"Apa dia baru kembali?"
"Ya," jawab Michael singkat.
"Hei ngomong-ngomong kapan kalian akan menikah?" tanya Jacob.
"Entahlah, kami belum menemukan orang yang cocok," jawab Michael.
"Ck, bagaimana jika kita membuat taruhan?"
"Taruhan apa kakek?" tanya Matthew seraya menghampiri mereka.
"Jika dalam waktu satu tahun kalian bisa menikah maka aku akan mengabulkan apapun permintaan kalian," ucap Jacob tanpa mengingat taruhan lamanya dengan Albert dan pada saat itu juga Albert teringat dengan taruhan yang dia buat dengan ayahnya.
"Dad."
"What?" Jacob melihat kearah Albert yang duduk tidak jauh darinya.
"Apa daddy masih ingat dengan taruhan kita dulu?" tanya Albert.
"Tentu saja, memangnya kenapa?"
"Bagus jika daddy masih ingat dan daddy juga harus tahu bahwa akulah yang menang taruhan waktu itu."
"So?" tanya Jacob lagi tanpa tahu apa maksud putranya.
"Sekarang saatnya aku meminta hadiahku."
"Sudah begitu lama tapi baru sekarang kau meminta hadiahmu?"
"Aku baru menginginkan hadiah itu sekarang."
"Baiklah, jadi apa yang kau inginkan boy? Rumah baru? Mobil baru? Atau mommy baru?" tanya Jacob bercanda tapi pada saat itu, Alice sudah berdiri disampingnya dan menarik telinganya.
"Apa maksudmu mommy baru hah?" tanya Alice kesal.
"Oh Honey aku hanya bercanda!"
"Bercanda kau bilang?!" Alice semakin menarik telinga suaminya sedangkan Jacob berusaha menahan tangan istrinya.
"Albert sayang, bolehkah hadiah taruhan itu kau berikan pada mommy?" tanya Alice pada putranya.
"Tentu mom, kau boleh mengambil hadiahnya dan bisa meminta daddy melakukan apapun," jawab Albert sambil tersenyum.
"Hei apa maksud kalian?" entah kenapa perasaannya jadi tidak enak, istrinya pasti akan memintanya melakukan hal yang aneh.
"Jac sudah lama aku ingin memintamu melakukan hal ini."
"What's that honey?"
"I want to see you belly dancing!"
"What?" Jacob sangat kaget mendengarnya tapi semua yang ada disana berkata, " Yes!"
"Honey, are you crazy?!"
"No!" jawab Alice.
"Kalian bawa dia dan kami akan mempersiapkan kostum untuknya menari perut nanti!" perintah Alice kepada putra dan kedua cucunya.
"Hei jangan menindas situa bangka ini!" ucap Jacob saat kedua cucu dan putranya berjalan mendekatinya.
"Rasakan dad, ini karena kau suka membuat taruhan!" ucap Albert sambil tertawa.
"Hei aku membuat taruhan supaya kalian cepat menikah!"
"Ya, aku tahu dan sekarang waktunya hadiahku dad."
"Jac, jika kau berani kabur maka aku akan mencari daddy baru untuk Albert dan Valerie!" teriak Alice.
"Dia sudah tua memangnya ada yang mau!" ucap Jacob tapi dia tidak bisa melakukan apapun.
Malam itu dirumah kediaman keluarga Smith terdengar ramai, gelak tawa terdengar saat Jacob harus memenuhi permintaan istrinya. Walaupun memalukan tapi terasa menyenangkan. Dia bahkan menarik Alice dan menari bersama, ini hal menyenangkan bagi mereka walaupun mereka sudah tua.
Semua bertepuk tangan untuk mereka dan karena hal itu membuat Matthew lupa untuk menyelidiki Vivian tapi hal itu bisa dia lakukan besok.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
💕Bernadet Wulandari💕
keluarga Smith emang pada koplak ya😂😂😂
2025-01-24
0
Bunda Tyo'Aura-Dara
cari mati 😂😂
2024-01-01
1
Novano Asih
ee ada Jacob,jd kangen aksinya😊😊
2023-08-08
0