Saat itu Vivian sedang sibuk memasang Cctv disetiap sudut yang ada dirumahnya, hal itu dia lakukan supaya dia tahu siapa yang datang kerumahnya dan jika ada penyusup dia bisa langsung tahu.
Dia juga akan memasang beberapa alat pendeteksi diluar rumahnya, jika ada pergerakan dalam jarak lima meter saja maka sebuah alat sensor akan berbunyi.
Sebuah komputer sedang menyala di atas meja karena hari ini dia sedang menunggu email penting dari rekannya, hari ini dia akan mendapat daftar nama-nama orang berbahaya yang ada di kota itu.
Dia akan memulai penyelidikannya dari daftar nama-nama yang dia dapatkan hari ini dan mencari tahu siapa sebenarnya orang berinisial M yang menantangnya.
Vivian sedang berada berdiri di tangga dengan sebuah obeng ditangannya saat ponsel yang dia simpan di atas meja berbunyi. Dia segera melompat turun dan berjalan kearah meja sambil menyeka keringatnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi saat itu, setelah mendapatkan nama-nama orang yang dikirimkan maka dia akan mulai menyelidiki mereka satu persatu.
Vivian segera mengambil ponselnya dan menjawabnya, "Hallo."
"Vivi, bagaimana dengan keadaanmu disana?"
"Oh kakek, aku baik-baik saja," jawab Vivian sambil menarik sebuah kursi dan duduk disana.
"Bagaimana dengan tugasmu?" tanya kakeknya lagi.
"Aku sedang menyelidikinya kakek."
"Menyelidiki? Jadi kau belum tahu siapa target yang harus kau tangkap?"
"Kakek, tidak mudah mencari satu orang berinisial M dari antara miliaran penduduk yang ada di California."
"Nah cucuku, kakek akan mulai mencari calon suami untukmu karena kakek yang akan memenangkan taruhan diantara kita dan ingat, jangan sampai kau salah tangkap orang."
"Tidak akan kakek," jawab Vivian sambil terkekeh.
Pada saat itu, sebuah email sudah masuk. Vivian segera membuka email itu dan dari layar komputernya, keluar beberapa nama orang-orang berinsial M dan mereka adalah orang berbahaya yang ada di California.
"Kakek, nanti aku akan menghubungimu lagi, aku mau bekerja."
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik."
"Tentu kakek, sampaikan salamku untuk mommy dan daddy dan jaga diri kalian baik-baik."
"Pasti," jawab kakeknya.
Setelah selesai berbicara dengan kakeknya, Vivian meletakkan ponselnya dan matanya mulai fokus pada layar komputer untuk membaca beberapa tulisan yang ada disana dan yang paling pertama dia baca adalah orang yang paling berbahaya dan tidak boleh diganggu di California.
Disana tertulis dua nama yaitu Matthew Smith dan Michael Smith.
Vivian langsung duduk dengan tegak, inisial awal nama mereka menggunakan huruf M, apakah mungkin?
Dia segera mencari tahu mengenai dua nama itu, nama belakang mereka sama, apa mereka bersaudara?
Yang pertama dia cari tahu adalah nama Matthew Smith, dia ingin lihat seperti apa orangnya dan semoga saja dialah buronan yang sedang dia cari.
Tanda searching dilayar komputer terus berputar, lima belas menit kemudian Vivian tampak gusar, kenapa belum ketemu?
Dia rasa ini akan memakan waktu yang cukup lama jadi dia pikir akan menunggu sambil menikmati segelas kopi, Vivian pergi kedapur tapi sayang, tidak ada apa-apa karena dia belum belanja.
Dengan terpaksa dia kembali lagi dan berdiri didepan komputer sambil berdecak kesal, "Kualitas internet disini sungguh buruk!" gerutunya.
Karena bosan menunggu, Vivian meraih jaket dan kunci motornya, lebih baik dia pergi membeli segelas kopi. Dia harap saat dia kembali pencariannya tentang orang itu sudah selesai tapi dia tidak tahu bahwa dia tidak akan pernah menemukan apa-apa karena Michael sedang mengacaukan pencarianya dan sebentar lagi akan memberikan virus dikomputernya.
Beberapa waktu yang lalu, Michael sedang berada di kantor bersama dengan Matthew. Seperti biasa mereka selalu mengerjakan pekerjaan berdua.
Saat Mereka sedang membahas sesuatu, Laptop yang Michael tinggalkan diatas meja berbunyi. Itu menandakan jika ada orang yang hendak meretas sistem perusahaan mereka atau ada hal lainnya.
Michael segera mengambil laptopnya dan melihat apa yang terjadi, dia mendapati bahwa ada seseorang yang sedang mencari data diri kakaknya.
"Kak, ada yang sedang mencari tahu tentang dirimu!"
"Oh ya? Siapa?" tanya Matthew sambil memainkan jari jemarinya di atas selembar foto.
"Entahlah, aku akan mengacaukannya dan mencari lokasinya," jawab Michael.
Michael segera memainkan jarinya dikeyboard laptopnya dan mulai mengacaukan pencarian Vivian, dia juga mencari lokasi orang yang sedang mencari data kakaknya dan sebuah lokasi muncul dilayar laptopnya.
"Ketemu!" ucapnya dan pada saat itu Matthew berjalan mendekatinya.
"Cari tahu siapa yang ingin mencari dataku!" ucap Matthew.
"Sory kak, no cctv," jawab Michael karena dia tidak bisa melihat siapa yang ada didalam rumah, itu karena memang Vivian baru memasang beberapa Cctv dan belum menyalakannya.
"Ck, apa perlu aku pergi melihat siapa yang begitu berani mencari tahu dataku?"
"Kakak tidak perlu khawatir, setelah ini dia tidak akan pernah melakukannya lagi."
Michael kembali memainkan jarinya di keyboard laptop dan mengirimkan virus kekomputer milik Vivian dan pada saat itu, layar komputer Vivian langsung gelap.
"Aku juga akan memberikan kejutan untuknya!" ucap Michael sambil mengirimkan sesuatu kekomputer Vivian.
"Semoga dia tidak gagal jantung saat mencoba menyalakan komputernya!" ucap Michael lagi sambil tersenyum puas.
"Jadi Mich, apa kau belum bisa menemukan data wanita itu?" tanya Matthew dan dia segera duduk didepan adiknya.
"Sory kak, datanya tidak ada dan aku rasa wanita itu bukan orang biasa."
"Oh ya? Jika memang begitu maka ini akan semakin menarik."
"Kakak sepertinya begitu penasaran dengannya."
"Tentu saja, dia sungguh berbeda!" ucap Matthew sambil tersenyum.
Dia tidak menyangka jika akan sedikit mengalami kesulitan untuk mencari tahu nama wanita itu dan hal ini semakin menarik karena dia benar-benar penasaran bahkan sosok Vivian tidak bisa dia lupakan.
Dia harap bisa bertemu dengan
gadis itu lagi dan jika sampai itu terjadi akan dia paksa gadis itu mengatakan namanya.
"Kak, apa kau tidak mau mengirim surat tantangan untuknya lagi?" tanya Michael.
"Hng, dia hanya pengecut dan aku rasa dia tidak akan berani walaupun kita menantangnya berkali-kali!"
"Coba saja kak, siapa tahu dia mendapat keberanian untuk datang!"
Matthew tampak berpikir sejenak, mereka sudah mengirimkan sekali surat tantangan dan memang sepertinya tidak ada salahnya mengirimkan surat tantangan kembali agar orang itu datang.
"Baiklah, aku akan meminta seseorang mengirimkannya!" ucapnya.
Matthew bangkit berdiri dan menghubungi asisten pribadinya untuk menjalankan perintahnya.
Sedangkan saat itu Vivian menghentikan motornya disebuah Cafe, dia pikir ingin membeli segelas kopi dan membawanya pulang tapi dia berubah pikiran.
Vivian memesan beberapa kue dan segelas kopi di Cafe itu, dia ingin menikmati waktunya sebentar.
Tanpa dia tahu jika ada seseorang yang mengawasinya dan orang itu tidak jauh darinya, ini sungguh kebetulan dan seseorang lainnya sedang mencari kesempatan untuk memberikan sebuah surat untuknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
TERNYATA MMG MATT YG MNANTANG VIVIAN..
2024-05-29
1
Zieya🖤
apa berarti Mr M yang dicari Vivian bukan dari keluarga Smith....
Apa Mr M yang lain, dan the duo M dari keluarha Smith akan membantunya....
Harap².....
2024-02-13
1
Alfia Amira
ini brrti misskom antara pengirim surat Ama Matthew 🤣🤣🤣
2023-07-19
0