Tinggal ditempat baru tidaklah mudah, dua hari yang lalu Vivian baru tiba di Amerika.
Seperti yang diucapkan oleh atasannya, seseorang akan membantunya selama dia berada di Amerika.
Begitu pesawat yang membawanya mendarat di Fresno Yosemite International Airport, seorang petugas sudah menunggunya.
Selama di Amerika, Vivian tidak perlu menghawatirkan akan tinggal dimana karena pemerintahan Amerika telah menyiapkan sebuah rumah untuk dia tempati selama dia menjalankan tugasnya di Amerika.
Dia bahkan diberi kendaraan untuk bepergian dan boleh memilih kendaraan apa yang akan dia gunakan. Karena Vivian orang yang suka dengan tantangan jadi dia lebih memilih sebuah motor sport yang akan membawanya kemana-mana, lagi pula kendaraan itu lebih praktis baginya.
Hari itu dia baru saja kembali setelah bertemu dengan seseorang untuk membahas kasus yang akan dia tangani selama dia berada disana.
Saat dia hendak pulang, jalanan begitu macet dan dia tidak bisa lewat karena terjadi kecelakaan dan beberapa mobil terbakar dijalanan. Vivian menunggu beberapa saat dan mulai tampak tidak sabar, dia segera memutar motornya dan mencari jalan lain untuk kembali kerumah.
Tapi siapa yang menduga saat dia melewati jalan dimana tidak banyak orang lewat, dia harus melihat seorang pria sedang melawan puluhan orang sendirian.
Vivian menghentikan laju motornya dan melihat kejadian itu sejenak, ini tidak adil, seorang pria menggunakan sebilah pedang untuk melawan puluhan orang yang membawa senjata api. Walaupun pria itu telah membunuh seseorang dari mereka dan memotong tangan beberapa dari mereka tapi tetap saja dia merasa jika dia perlu membantu pria itu jadi tanpa pikir panjang Vivian menarik dua pistolnya dari balik jaket kulit yang dia pakai dan langsung menembak tiga orang dari mereka saat mereka hendak menyerang pria itu lagi.
Dia bahkan membawa motornya mendekati mereka dan menabrak salah seorang dari mereka hingga terpental.
Vivian menghentikan motornya dan tidak menjawab saat seseorang berteriak kepadanya, mesin motornya bahkan masih menyala dan belum dimatikan.
Matthew masih melihatnya dengan seksama, dilihat bagaimanapun orang yang ada diatas motor itu adalah seorang wanita, itu sangat jelas dari bentuk tubuhnya tapi siapa wanita itu?
Tidak mungkin bukan jika wanita itu adalah ibunya yang datang untuk membantunya?
Matthew benar-benar penasaran, siapa wanita yang begitu berani masuk kedalam perkelahian mereka?
"Hei siapa kau! Kenapa kau menyerang anak buahku?!" teriak pemimpin kelompok itu marah.
Vivian belum juga menjawab dan memutar gas motornya hingga suara benda itu memekakkan telinga.
"Kurang ajar, kau sungguh cari mati!" umpat pemimpin kelompok itu, pria itu mengarahkan senjata apinya kearah Vivian dan pada saat itu, Vivian menjalankan motornya kearah pria itu.
Si pemimpin kelompok menembakkan senjata apinya dan pada saat itu, Vivian memutar stir motornya dan untuk menghindari peluru, Vivian memiringkan motor yang dia bawa kesamping sampai tubuhnya hampir menyentuh aspal jalan.
Asap motor mulai mengepul dan pada saat yang bersamaan Vivian membawa motornya mendekati pemimpin kelompok itu kembali dan menendangnya hingga pria itu terpental jauh.
"Wow!" ucap Matthew kagum.
Matanya tidak lepas dari Vivian yang membawa motornya mendekat kearahnya dan sungguh dia penasaran dengan sosok wanita yang ada dibalik helm.
Suara ban motor berdecit di atas aspal saat Vivian mengerem benda itu dengan mendadak ketika dia sudah berada disamping Matthew.
Vivian segera mematikan mesin motornya dan turun dari benda itu, dia segera membuka helm yang dia pakai dan menyibakkan rambutnya yang tergerai panjang.
"Wow!" gumam Matthew lagi saat melihat sosok wanita cantik yang baru saja membantunya.
Vivian meletakkan helmnya dan segera menghampiri Matthew, sedangkan Matthew diam saja saat Vivian melihat keadaannya.
"Hei, apa kau baik-baik saja?" tanya Vivian.
"Hm, ya," jawab Matthew singkat.
"Kenapa kau melawan mereka dengan pedang? Bagaimana jika sampai kau tertembak?"
"Aku hanya punya pedang," jawab Matthew pura-pura.
"Oke baiklah, ambil ini!" Vivian menarik dua senjata apinya dan melemparkan benda itu kearah Matthew.
"Kau bisa menggunakannya bukan?"
Matthew menjatuhkan pedangnya untuk menangkap pistol yang diberikan oleh Vivian, ini sungguh menarik.
"Kenapa mereka menyerangmu?" tanya Vivian sambil melirik kearah Matthew.
"Entahlah," Jawab Matthew seraya mengangkat kedua bahunya.
"Apa kau punya hutang dengan mereka?" tanya Vivian lagi dan sekarang dia melihat penampilan Matthew dengan teliti.
"Anggap saja begitu," jawab Matthew sambil tersenyum.
"Jangan meminjam uang untuk gaya hidup berlebihan, jika kau memang tidak mampu maka jangan meminjam uang untuk mendapatkan apa yang kau mau. Boleh aku tebak? Apa kau meminjam uang untuk membeli mobil itu?" tanya Vivian sambil menunjuk mobil sport milik Matthew menggunakan jempolnya.
"Aku hanya seorang supir dan itu mobil bosku!" jawab Matthew berdusta.
"Baiklah, hari ini aku akan membantumu tapi lain kali jangan meminjam uang dengan siapapun hanya untuk gaya hidup yang berlebih."
Matthew hanya tersenyum, gadis ini benar-benar menarik.
Pemimpin kelompok itu bangkit berdiri dan mengumpat marah, dia semakin kesal saat melihat orang yang menendangnya adalah seorang wanita.
Saat melihatnya, Vivian menarik dua senjata api lainnya, dia segera mengangkat benda itu dan siap menghabisi orang-orang yang ada didepan sana.
"Are you ready for action?" tanya Vivian.
"Yes!" jawab Matthew pula sambil tersenyum, entah mengapa sedari tadi, senyum terus mengembang diwajahnya.
"Tembak!" teriak Pemimpin kelompok itu dan para anak buahnya mulai bersiap-siap untuk menembak.
"Dor..dor..dor..!" Baku tembak kembali terjadi, Matthew dan Vivian berjalan maju dan terus menembaki orang-orang yang ada didepan mereka.
Untuk menghindari peluru Vivian bersalto kebelakang dan berlutut di atas aspal menggunakan satu kakinya dan setelah itu dia kembali menembak.
"Wow!" ucap Matthew lagi dan ini untuk ketiga kalinya dia mengatakan hal itu, sepertinya gadis itu lebih hebat dari ibunya.
"Hei, jangan lengah!" teriak Vivian karena saat itu ada yang ingin menembak Matthew.
Matthew mengangkat dua pistolnya dan segera menembaki orang-orang yang tersisa dan berjalan semakin mendekati pemimpin kelompok yang sedang bersembunyi dibalik mobil sedangkan Vivian menembaki orang-orang yang hendak menembaki Matthew.
"Keluar, atau kepalamu yang aku penggal!" ucap Matthew.
Pemimpin kelompok itu diam saja, dia sungguh salah perhitungan. Anak buahnya sudah habis dan sepertinya dia tidak bisa melarikan diri dari sana.
"Aku hitung sampai tiga, jika tidak mobil ini akan menjadi batu nisanmu!"
"Aku keluar!" teriak pemimpin kelompok itu dan pada saat dia menampakkan diri, sebuah peluru melesat kearahnya dan langsung melubangi kepalanya.
Matthew berdecak setelah menembak pria itu, padahal dia ingin menangkapnya untuk diintrogasi tapi dia tidak boleh melewatkan hal paling menarik yang ada didepan mata.
Matthew segera mendekati Vivian yang sedang berjalan kearah motornya.
"Boleh aku tahu namamu?" tanya Matthew seraya mengembalikan pistol Vivian.
Vivian hanya tersenyum, mengambil pistolnya dan menyimpannya tanpa menjawab pertanyaan Matthew.
"Kenapa tidak menjawab?" sungguh dia sangat penasaran.
"Sebaiknya jangan sembarangan meminjam uang lagi!" ucap Vivian seraya naik keatas motornya dan memakai helmnya.
"Ya, tapi beri tahu aku namamu!"
Vivian membuka penutup helmnya karena dia teringat sesuatu dan segera mengambil sesuatu dari kantong jaketnya.
"Ini uang untukmu dan pergilah obati lenganmu yang terluka!" ucap Vivian seraya memberikan uang seratus dolar kepada Matthew.
"What?!"
"Tidak perlu kau kembalikan!" Vivian tersenyum dan Matthew mengambil uang itu dengan terpaksa.
"Hei, who are you?" tanya Matthew lagi tapi sayang Vivian tidak mau menjawab.
Vivian menyalakan motornya dan segera pergi sedangkan Matthew tampak gusar melihat kepergian Vivian. Tidak lama kemudian Matthew tersenyum saat melihat uang seratus dolar yang ada ditangannya.
Akhirnya ada seseorang yang membuatnya penasaran dan jika sampai mereka bertemu lagi, maka tidak akan dia lepaskan.
#Matthew dan Michael # Satu visual jadi satu ya😀
#Vivian#
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Zieya🖤
aku bayangkan Matthew angau kerna jatuh cinta pandang pertama ditengah² baku tembak....
Matthew kerasukan virus² CINTA 😂😂😂😂😂
2024-02-13
1
Entnjik Kentjik
keren matthew
2023-12-27
0
Stephanie Kilanmasse
😍😍😍
2023-09-20
0