California, Amerika serikat.
Disebuah gedung pencakar langit yang ada di kota itu, dua pemuda tampak serius menatap layar sebuah komputer.
Yang seorang sedang duduk dan sibuk dengan keyboard komputer sedangkan yang seorang lagi sedang berdiri disamping pemuda yang sedang sibuk memainkan jarinya ditombol keyboard komputer.
Mereka adalah si kembar Matthew dan Michael. Michael adalah seorang hacker hebat dan selalu membantu kakaknya jika ingin mengetahui keberadaan musuh-musuh mereka.
Tidak ada satu sistem perusahaanpun yang tidak bisa dia susupi jika dia mau, bahkan Cctv yang ada diujung jalanpun dapat dia kuasai.
Selain bisa membuat benda berbahaya Mereka punya bakat yang berbeda, Michael lebih suka menyerang lawan mereka dengan mengirimkan virus langsung kesistem pertahanan lawan sedangkan Matthew lebih suka dengan tantangan.
Setiap ada lawan yang menantang mereka, Michael akan mencari lokasi lawan dan Matthew yang akan membereskannya tapi bukan berarti Michael tidak bisa membereskan siapapun, jika ada yang mengganggunya maka akan dia penggal tanpa ampun.
"Bagaimana Mich, apa kau sudah mengirimkan virusnya?" tanya Matthew pada adiknya.
"Tunggu sebentar kak, kau seperti sedang terburu-buru," jawab adiknya.
"Aku harus pergi karena ada janji dengan seseorang."
"Dengan siapa kali ini? Kiara, Lira, Ana atau Clarisa?"
"Tidak dengan mereka," jawab Matthew sambil terkekeh.
"Sudah aku duga!" jawab adiknya.
Matthew kembali terkekeh dan kembali fokus pada layar komputer dimana banyak terdapat kode-kode rumit dilayar komputer.
"Oke, lihat ini," ucap Michael sambil menekan sebuah tombol yang terdapat disebuah layar komputer.
"Tidak lama lagi mereka akan kelabakan," ucapnya seraya tersenyum puas.
"Bagus!" ucap Matthew pula.
Memang saat itu disebuah gedung pencakar langit lainnya, semua orang yang ada disana terlihat sibuk karena sebuah Virus menyerang sistem mereka sehingga semua komputer mengalami gangguan dan eror.
Para ahli dikerahkan untuk memperbaiki sistem dan pada saat layar komputer dinyalakan, Sebuah gambar tengkorak yang sedang tertawa muncul dilayar dan beberapa detik kemudian, komputer mereka eror kembali dan itu akibat Virus yang dikirimkan oleh Michael.
Begitulah caranya menghadapi lawan sebelum duel dilapangan dan pada saat yang bersamaan, Michael dan Matthew sangat puas karena telah menyerang musuh secara diam-diam, yang mereka serang sudah pasti orang yang berani menantang dan membuat mereka tidak senang.
Itu hanya sebagian kecil dari apa yang mereka lakukan, jika orang itu masih menyinggung mereka maka mereka tidak akan ragu menangkap orang itu dan menjadikannya kelinci percobaan untuk benda-benda berbahaya yang mereka buat.
Setelah adiknya mengirimkan Virus kesistem lawan, Matthew mengambil jasnya karena dia sudah harus pergi.
"Mich, aku sudah harus pergi," ucapnya seraya memakai jasnya.
"Kak, apa kau mau menginap dirumah teman kencanmu?" tanya adiknya.
"Tidak, kenapa?"
"Jika kau mau menginap maka aku akan mencarikan sebuah alasan bagus untuk membohongi mommy agar kau tidak dipukul oleh mommy saat kau pulang!"
Matthew terkekeh mendengar ucapan adiknya, ibunya memang tidak suka jika mereka tidak pulang dan menginap diluar tanpa alasan yang tidak jelas.
"Jangan khawatir, aku hanya mau menemui seorang rekan bisnis." jawab Matthew dan sebelum dia pergi, Michael mengatakan sesuatu.
"Baiklah tapi kak, akhir-akhir ini ada yang mengikutimu, jadi berhati-hatilah!"
"Aku tahu!" jawab Matthew dan dia segera pergi menuju kesebuah restoran.
Saat Matthew telah tiba, seorang Wanita cantik bergaun merah bangkit berdiri dan tersenyum. Wanita itu adalah putri seorang pembisnis yang ingin menjalin kerja sama dengannya. Tujuan wanita itu adalah mendekati Matthew untuk mengambil hatinya supaya pria itu mau bekerja sama dengan ayahnya.
"Tuan Smith, akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggumu dari tadi," ucap wanita itu basa basi.
"Maaf jika aku terlambat nona Ella," ucap Matthew seraya duduk didepan wanita itu.
"Tidak apa-apa, kau mau datang saja sudah membuatku senang," jawab Ella sambil tersenyum dengan manis.
"Oke tidak perlu basa basi, kau bilang ingin membicarakan bisnis jadi langsung keintinya saja karena aku tidak punya banyak waktu!" ucap Matthew.
"Kenapa begitu terburu-buru tuan Smith, kita saja belum makan?" tanya Ella dengan senyum nakalnya.
"Baiklah, mari kita membahas bisnis setelah kita menikmati makanan!" jawab Matthew.
Ella segera mengangkat tangannya dan pada saat itu, beberapa pegawai restoran datang dan mencatat pesanan mereka.
Setelah hidangan telah datang mereka berdua menikmati hidangan yang ada dan setelah itu, Ella bangkit berdiri dan duduk disebelah Matthew.
"Tuan Smith, sebenarnya tujuanku kemari?" Ella memberikan sesuatu ketangan Matthew dan mengedipkan sebelah matanya dengan nakal.
Matthew melihat benda yang diberikan oleh Ella dan tersenyum dengan sinis.
"Bagaimana jiga kita membicarakan bisnis dikamar hotel!" ajak Ella.
"Cih, kau sungguh memuakkan dan membuang waktuku!" umpat Matthew kesal seraya mendorong tubuh Ella.
"Tuan Smith," Ella tidak percaya ajakannya ditolak. Bukankah menurut kabar pria itu seorang playboy?
Matthew bangkit berdiri dan menatap Ella dengan tajam dan berkata, "Jika kau sangat ingin maka aku akan memerintahkan seorang anak buahku untuk menemanimu dihotel dan kau bisa membicarakan bisnis dengannya."
Ella melihat beberapa anak buah Matthew dan asisten pribadi pria itu yang berdiri tidak jauh dari mereka, "Apa? Bukan begitu tuan Smith!" sangkal Ella dengan cepat.
"Aku sungguh muak dengan kalian jadi jangan lakukan hal seperti ini lagi jika tidak aku akan menghancurkan perusahaan ayahmu!" ucapnya seraya berjalan pergi.
"Ma..maaf, aku minta maaf!" ucap Ella. Dalam hatinya mengumpat marah karena gagal, sepertinya dia harus mencari cara lain.
Pada saat itu, asisten pribadinya menghampirinya dan berkata, "Master, nona Clarina mengirimkan kartu undangan untuk anda dan dia bilang, kau harus datang diacara pesta ulang tahunnya nanti."
Clarina adalah sahabatnya sejak kecil dan Clarina sudah menyukainya sejak lama tapi bagi Matthew, mereka tidak lebih dari sekedar teman biasa.
"Baiklah, pergi bayar makanannya!" perintahnya.
Matthew segera pergi tanpa memperdulikan Ella dan entah mengapa akhir-akhir ini dia merasa bosan, mungkin sebaiknya dia berhenti bermain-main dengan mereka.
Mereka ibarat baju yang dia pakai dan bisa dia buang kapan saja dan kebanyakan dari mereka juga mendekatinya dengan tujuan tertentu.
Selama ini untuk mendapatkan wanita yang dia mau tidaklah sulit jadi dia tidak merasa tertantang sama sekali untuk masalah seperti ini.
Apa tidak ada satu wanita saja yang bisa membuatnya penasaran setengah mati? Jika ada maka akan dia kejar sampai dapat tapi sampai sekarang, rasanya mustahil bertemu dengan wanita seperti itu.
Matthew berjalan keluar restoran dan memerintahkan anak buah juga asisten pribadinya untuk pergi karena dia sedang ingin sendiri.
Dia bahkan membawa mobilnya sendiri dan menuju kesebuah bar, selama diperjalanan sebuah mobil mengikutinya dari belakang. Mereka adalah anak buah dari salah satu musuh yang tidak menyukainya dan malam ini mereka mendapat perintah untuk membawa kepala Matthew Smtih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
mrsdohkyungsoo
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-04-16
1
Bunda Tyo'Aura-Dara
weehh kurang banywk.. dasar playboy nya Smith 🤣🤣
2024-01-01
0
soso
Gk Ngerti lagi sebagussss ini ceritanya sampe baca mengulang berkali-kali pun gk pernah bosen😍😍😍😍🔥🔥🔥🔥❤️❤️❤️❤️❤️
2023-03-30
0