Beberapa mobil mulai mengikuti mobil Matthew, yang tadinya hanya satu kini bertambah menjadi tiga.
Mereka tidak boleh lengah dan salah melangkah karena target mereka bukan orang sembarangan, jumlah yang banyak lebih memberi peluang besar untuk mereka menang.
Matthew mulai menyadari jika ada yang mengikutinya dan membawa mobilnya dengan cepat melewati mobil yang ada disekitarnya.
Sepertinya dia harus membawa orang-orang itu ketempat sepi karena mereka masih berada ditengah-tengah kota, jangan sampai ada warga tidak bersalah yang menjadi korban.
Matthew segera mengambil ponselnya untuk menghubungi adiknya dan setelah itu, dia memasang headset ditelinganya.
"Mich, aku sedang diikuti!"
"Bukankah sudah aku katakan, ada yang sedang mengikuti kak Matthew akhir-akhir ini." jawab Michael dan pada saat itu dia sedang bersama dengan ibu dan ayahnya.
Begitu mendengar ucapan putranya, Kate sangat kaget dan tampak khawatir, siapa yang sedang mengikuti putra sulungnya?
"Aku tahu adikku jadi sekarang segera carikan lokasi yang sepi supaya aku bisa menghabisi mereka tanpa melukai orang yang tidak bersalah!" pintanya.
"Baik kak, tunggu sebentar!" jawab Michael seraya bangkit berdiri.
"Mich, siapa yang mengikuti kakakmu?" tanya ibunya.
"Entahlah mom, sepertinya segerombolan orang yang tidak suka dengan kak Matthew."
"Oh Tuhan, dimana dia sekarang?"
"Mommy tidak perlu khawatir, aku akan membantunya," ucap Michael.
Kate mengangguk sedangkan Michael berjalan pergi, Keta benar-benar menghawatirkan keadaan putra sulungnya dan dia tampak begitu gelisah.
Albert menarik tangan Kate hingga istrinya bersandar pada bahunya dan mengusap rambutnya.
"Apa yang kau khawatirkan darling? Kenapa kau terlihat gelisah?"
"Albert, aku khawatir dengan keadaan Matthew. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya?"
"Matthew sudah besar jadi jangan menghawatirkannya seolah-oleh dia masih anak tujuh tahun!"
"Tapi?"
"Percayalah darling, dia putra kita. Apapun yang terjadi diluar sana pasti dapat dia atasi!"
"Oke baiklah, kau benar," jawab Kate. Walaupun perasaan khawatir itu masih ada tapi apa yang dikatakan oleh suaminya memang benar, Matthew pasti bisa mengatasi apa yang sedang dia hadapi dan lagi pula ini bukan yang pertama kalinya putranya menghadapi situasi seperti itu.
Saat itu Michael sudah berada didalam sebuah ruangan, didalam ruangan itu terdapat puluhan komputer dengan teknologi canggih dan disanalah mereka membuat benda-benda berbahaya bahkan diatas meja, tampak beberapa bom yang belum selesai mereka rakit. Begitu masuk kedalam Michael langsung duduk didepan komputer.
Setelah mengetahui lokasi dimana kakaknya berada, Michael segera mencari lokasi sepi yang tidak begitu jauh dari lokasi kakaknya dengan cara meretas Cctv-Cctv yang terpasang dijalanan.
"Kak Matt, disebelah barat ada sebuah bangunan dan tidak banyak orang yang lewat, kakak bisa membawa mereka kesana dan menghabisi mereka."
"Baiklah Mich," Sesuai dengan petunjuk yang adiknya berikan, Matthew membawa orang-orang yang mengejarnya kesebelah barat.
Disana dia akan menghabisi orang-orang itu tanpa harus mengorbankan orang yang tidak bersalah.
Dia bukan orang yang akan membunuh orang sembarangan jadi pada saat sudah tiba disana, siapapun yang berani mengikutinya pasti akan mati.
Kejar-kejaran terus terjadi sedangkan musuh yang ada didalam mobil sudah tampak gusar, Apa Matthew Smith tidak berani melawan mereka?
"Hancurkan mobilnya!" perintah salah seorang pria yang adalah pemimpin kelompok itu.
Seorang anak buahnya menggangguk dan langsung bengkit berdiri sambil mengangkat sebuah Bazoka dan meletakkan benda itu di atas bahunya.
Dari kap mobil yang terbuka, pria itu mulai membidik mobil Matthew yang berjalan dengan cepat didepannya.
"Kak Matt, bersiaplah, kau akan ditembak!" ucap Michael dengan santai.
"Aku melihatnya, sepertinya mereka sudah tidak sabar untuk bertemu dengan leluhur mereka!" jawab Matthew pula sambil melihat musuh yang hendak menembakkan Bazoka dari kaca spion mobilnya.
"Awas kak Matt, jangan sampai kau yang kena." ucap adiknya bercanda sambil melihat layar komputer.
"Tidak akan!" Matthew membawa mobilnya dengan cepat melewati mobil yang ada didepannya.
Orang-orang yang mengejarnya semakin bertambah kesal dan pada saat itu, sang pemimpin kelompok berteriak, "Tembak!"
Anak buahnya langsung menembakkan Bazoka kearah mobil Matthew.
Matthew mengumpat marah dan memutar stir mobilnya untuk menghindar tapi naas bagi mobil yang ada didepannya, peluru yang ditembakkan langsung menghantam mobil itu dan?
"Duaar!" ledakkan terjadi, mobil terbakar dan terpental keatas jalanan.
Mobil yang melintas mulai berhenti bahkan beberapa dari mobil tersebut saling menambrak satu sama lain.
Para mobil penjahat melewati mobil yang terbakar dan kembali menembakkan Bazoka-nya kearah mobil Matthew dan lagi-lagi Matthew memutar stir mobilnya untuk menghindar.
Matthew kembali mengumpat marah karena lagi-lagi Sebuah mobil harus meledak dan terbakar, darahnya mulai mendidih karena para ba*ingan itu telah membuat orang-orang yang tidak bersalah menjadi korban.
Saat mobilnya melintasi beberapa bangunan, Matthew menghentikan mobilnya karena disana lumayan sepi. Jika dia membawa orang-orang yang mengejarnya kesebalah barat, kemungkinan korban akan semakin banyak.
"Kak, kenapa kau berhenti disana?" tanya Michael.
"Jika aku tidak berhenti maka akan memakan banyak korban lagi!" jawab Matthew seraya melepaskan headset yang dipakainya. Lebih baik dia menyudahi aksi kejar mengejar mereka dan menghabisi mereka semua.
Ketika melihat mobil yang dibawa oleh Matthew telah berhenti, orang-orang yang mengejarnya juga menghentikan mobiil mereka dan segera mengambil senjata mereka.
Sebuah seringai menghiasi wajah Matthew, dia segera membuka pintu mobilnya dan menendangnya. Matthew berdiri disamping mobilnya dengan sebilah pedang dan benda itu dia letakkan diatas bahunya.
Orang-orang yang mengejarnya juga keluar dari mobil mereka, mereka berjumlah hampir dua puluh orang dan segera mengarahkan senjata mereka kearah Matthew yang sedang berdiri menantang mereka.
"Matthew Smith, tamat riwayatmu hari ini!" ucap pemimpin kelompok tersebut.
"Oh ya? Sebelum riwayatku tamat, jawab bertanyaanku! Siapa yang mengutus kalian?"
"Kau tidak perlu tahu, cukup mati ditangan kami!" jawab pemimpin kelompok itu.
"Hahahahaha!" Matthew tertawa terbahak-bahak karena ucapan pria itu seperti sebuah lelucon.
Sang pemimpin Kelompok mulai kesal dan dia segera memerintahkan anak buahnya untuk menembak, "Tembak!"
Mereka mulai menembaki Matthew sedangkan Matthew menghindari peluru yang mengarah kearahnya dan terkadang menangkis peluru menggunakan pedangnya.
Matthew mendekati lawan dan menyabetkan pedangnya kearah musuh, dia tidak perduli dengan luka dilengannya akibat terserempet peluru dan terus menebaskan pedangnya hingga mengenai beberapa dari mereka.
Beberapa potong tangan tergeletak di atas aspal jalan dan seseorang mati dengan menggenaskan karena pedang Matthew menebas perutnya.
Matthew menarik pedangnya yang berlumuran darah dan mendekati musuh yang hendak menembaknya kembali tapi pada saat itu?
"Dor, dor, dor!" tiba-tiba saja terdengar suara tembakan dari tempat lain dan tiga orang musuh yang ada didepannya langsung mati terkapar di atas aspal.
Semua orang langsung melihat kearah datangnya tembakan, tidak jauh dari mereka tampak seseorang sedang berada di atas sebuah motor sport dan ditangannya sedang memegang dua buah pistol dan dialah yang menembak tadi.
Orang itu segera menyimpan pistolnya dan memacu motornya dengan cepat mendekati mereka bahkan dia menabrak seseorang yang ada disana hingga tubuhnya terpental.
"Sialan, siapa kau?!" teriak pemimpin kelompok itu marah karena anak buahnya diserang. Ini sungguh diluar perhitungan, mereka tidak menyangka ada yang membantu Matthew Smith.
Orang itu tidak menjawab dan menghentikan motornya ditengah-tengah antara Matthew dan orang-orang yang ingin menghabisinya.
Matthew diam saja melihat orang yang masih duduk di atas motor, who is that?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Zieya🖤
Angel suda mari.....
😊
2024-02-13
1
soso
Calon Bini Matt 😂🤣
2023-03-30
0
Ida Lailamajenun
baca klg Smith udh hampir habis novelnya tinggal 3lagi Ama yg ini.cuma lupa anak" siapa nih twin M nih🤦🤦
2023-03-10
0