Sebuah mobil berhenti didepan sebuah gedung pencakar langit dimana sebuah lambang bertuliskan Smith Corp menghiasi gedung itu.
Dari dalam mobil keluar seorang wanita cantik berambut coklat dengan gaun berwarna hitam, sambil meneteng tas mahalnya, wanita itu masuk kedalam dan terlihat sedikit angkuh.
Dia adalah Clarina teman Matthew dan Michael dari kecil dan dia adalah putri seorang wali kota yang ada dikota itu.
Tujuannya datang kesana tentu saja untuk bertemu dengan Matthew orang yang dia sukai sejak mereka masih kecil.
Karena Clarina sudah sering datang dan sudah sering terlihat bersama dengan Matthew dan Michael jadi tidak ada yang akan menahannya apalagi dia adalah putri wali kota.
Clarina berjalan menuju lift dan masuk kedalam, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Matthew.
Hari ulang tahunnya sebentar lagi akan tiba jadi dia harap Matthew tidak melupakannya dan mau datang kepesta ulang tahunnya nanti.
Dia juga berharap Matthew menyiapkan sebuah hadiah spesial untuknya nanti.
Ketika lift yang membawanya menuju lantai atas sudah berhenti, Clarina segera keluar dan berjalan dengan cepat menuju ruangan Matthew.
Tanpa ragu Clarina membuka pintu yang terbuat dari kayu dan langsung masuk kedalam.
"Matt, aku datang," ucapnya seraya berjalan mendekati pria yang dia sangka Matthew.
Michael diam saja, untuk apa Clarina datang? Kakaknya pasti tidak suka melihat Clarina disana.
"Matt, kenapa kau diam saja?" Clarina meletakkan tasnya dan segera duduk didepan Michael.
"Kakak tidak ada!" jawab Michael dengan malas.
"Oh ternyata kau Michael, aku kira Matthew."
"Clarina, kita sudah berteman selama puluhan tahun tapi sampai sekarang kau belum bisa membedakan aku dengan kakakku."
"Ck, kalian itu terlalu mirip bagaimana aku bisa membedakan kalian? Aku juga tidak setiap hari bersama dengan kalian!"
"Membedakan kami saja tidak bisa bagaimana mungkin kakak mau denganmu!" ucap Michael dengan sinis.
"Kau berisik! Dimana Matthew? Kalian akan datang dipesta ulang tahunku nanti bukan?" tanya Clarina pula.
"Sory aku tidak bisa datang!"
"Lho, kenapa?"
"Aku sudah ada janji!" jawab Michael dan pada saat itu, Matthew telah kembali dan masuk kedalam ruangan.
Clarina langsung bangkit berdiri dan tampak begitu senang, dia segera mendekati Matthew sedangkan Matthew berjalan melewatinya begitu saja.
"Matt, apa kau tidak melihat aku disini?!" tanya Clarina dengan kesal.
"Aku lihat, memangnya kau arwah gentayangan yang tidak kelihatan!" jawab Matthew asal.
"Lalu kenapa kau mengabaikan aku?" tanya Clarina lagi dan dia tidak terima Matthew mengabaikannya seperti itu.
"Ck, kita sudah berteman sejak lama memangnya aku harus melakukan apa saat kau datang?"
"Kak, mungkin dia mau kau menari untuk menyambut kedatangannya," ucap Michael.
"Jika begitu aku akan meminta kakek yang melakukannya!" jawab Matthew.
"Hahahaha!" Michael tertawa sedangkan Clarina tampak cemberut dan pura-pura kesal sambil membuang wajahnya.
"Kalian berdua selalu menyebalkan sejak dulu!" ucapnya seraya duduk kembali dan pura-pura marah.
"Sudahlah, untuk apa kau datang?" tanya Matthew.
"Matt, kau tidak lupa pesta ulang tahunku bukan?"
"Oh," ucap Matthew singkat seraya duduk disofa. Matthew mengambil selembar foto yang ada di atas meja dan melihatnya dengan serius dan hal itu membuat Clarina penasaran. Foto siapa?
Matthew meletakkan foto itu kembali dan menghenghela nafasnya, jujur saja dia lupa dengan ulang tahun Clarina karena pikirannya dipenuhi dengan sosok wanita misterius yang membantunya.
Sungguh rasanya dia sangat ingin bertemu dengan wanita itu lagi tapi sayang, dia tidak tahu namanya sehingga membuatnya sedikit mengalami kesulitan untuk mencari tahu tentangnya.
Jika saja ada sedikit petunjuk? Dia harap dia diberi kesempatan satu kali lagi untuk bertemu dengannya. Cukup satu kali maka tidak akan dia biarkan wanita itu lari.
Clarina bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Matthew, kenapa Matthew cuma menjawab, oh?
"Matt, kau tidak lupa dengan ulang tahunku bukan?" tanyanya lagi.
"Tidak, aku hanya belum menyiapkan hadiah untukmu," jawab Matthew dan memang dia belum menyiapkan hadiah untuk Clarina.
"Kak, sepertinya kau jadi lupa dengan banyak hal setelah bertemu dengan wanita itu," ucap Michael.
"Sepertinya, dia benar-benar sudah membuatku penasaran seperti ini!" jawab Matthew.
"Akhirnya kak, ada juga seorang wanita yang bisa membuatmu seperti ini," ucap Michael lagi sedangkan Matthew tersenyum. Sungguh dia tidak bisa melepaskan wajah Vivian dari ingatannya.
Clarina diam saja mendengarnya, wanita? Wanita mana yang dimaksud oleh mereka berdua?
Apa Matthew menyukai seseorang? Dia tahu sejak dulu Matthew hanya menganggapnya sahabat tapi dia tetap berusaha dan berharap hubungan persahabatan mereka berubah dan Matthew bisa menjadikannya orang paling spesial dihatinya.
Clarina ingin bertanya tapi dia urungkan dan hanya bisa memendamnya dalam hati, dia ingin lihat wanita seperti apa yang akan jadi saingannya nanti dan dia harap, status wanita itu tidak lebih tinggi darinya sehingga dia bisa menang dengan mudah.
"Matt, tidak masalah kau belum menyiapkan hadiah untukku, tapi kau harus datang dihari ulang tahunku!"
"Kita teman, aku pasti akan datang dan ayo pergi membeli hadiah, kau boleh membeli apapun yang kau mau!" Matthew bangkit berdiri.
"Benarkah?" Clarina langsung terlihat senang.
"Ya, apa aku sedang bercanda?"
"Kak, tolong belikan hadiah dariku untuknya!" pinta Michael.
"Baiklah," Matthew berjalan keluar sedangkan Clarina mengikutinya.
Setelah kepergian kakaknya, Michael kembali melihat layar komputernya karena sedari tadi dia sedang mencari tahu siapa orang yang ingin mencari data kakaknya.
Dia bahkan menyembunyikan semua data tentang mereka supaya tidak ada satu orangpun yang bisa mencari tahu tentang mereka tapi dia belum berhasil melihat orang yang sedang mencari tahu data kakaknya karena Vivian belum menyalakan semua cctv yang baru dia pasang.
Vivian berada dihalaman dan sibuk memasang sebuah alat pendeteksi, dia akan menyalakan cctv setelah alat pendeteksinya sudah terpasang.
Tidak hanya satu, dia akan memasang beberapa mengeliligi rumahnya. Dia belum tahu siapa musuhnya jadi dia harus waspada, bisa saja musuh mengetahui keberadaannya dan menyerangnya secara tiba-tiba. Jangan sampai hal itu terjadi jika tidak dia akan mati sia-sia tanpa bisa Kembali ke Inggris.
Vivian sedang sibuk menyambung beberapa kabel dan pada saat itu, seseorang melemparkan sebuah surat untuknya. Orang itu langsung pergi tanpa berkata apa-apa sedangkan Vivian mengambil surat yang dilemparkan dan membukanya.
..."Aku tunggu dipesta, M!"...
Vivian mengeluarkan sesuatu dari dalam amplop yang ternyata, itu adalah sebuah surat undangan. Dia segera membuka amplop itu untuk melihat tanggal dan waktunya dan setelah itu Vivian meremas surat undangan itu sambil berkata, "Matthew Smith, jika memang kau yang memberikan undangan ini maka bersiaplah, tunggu aku datang! Akan aku balas kau!" ucapnya dengan sinis karena dia masih dendam apalagi gara-gara virus yang menyerang komputernya, sampai sekarang dia belum bisa menyalakan benda itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Ida Lailamajenun
wanita" nya klg Smith pada wanita tangguh smua..
2023-03-14
1
Alexandra Juliana
Sadis banget ucapanmu Matt...😄😄
2022-09-05
0
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
tari perut ala jam-jam 🤣
2022-03-08
0