Part 18

"Kenapa? apa kakak butuh sesuatu?" tanya Nathan bersedekap di depan pintu kamar Daren.

"He...hehehe." Fany cengegesan sembari mengelengkan kepalanya. Gadis itu begitu kesal pada suaminya, sudah di bilangin Nathan mungkin saja ada di luar namun tetap saja menyuruhnya keluar kamarnya. Dia mencubit perut suaminya membuat pria itu meringis kesakitan.

Daren yang mendapat serangan hanya bisa menutupi rasa sakitnya dengan melemparkan senyumnya pada Nathan. Melepaskan cubitan istrinya dari perutnya dan meremas tangan gadis itu kuat-kuat di belakangnya.

"Tidak, tidurlah sudah malam !" Fany kembali menutup pintu dan menatap tajam Daren yang sedang berkacak pinggang di hadapannya.

"Puas lu ! sudah gue bilang Nathan ada di luar." gerutu Fany mendaratkan tubuhnya di sofa.

"Gue belum puas sebelum lu keluar dari kamar gue!" Daren menarik paksa agar gadis itu bangun dari duduknya dan menariknya kepintu.

Fany menepis tangan suaminya dan mendudukkan tubuhnya di karpet depan tempat tidur pria itu. "Lu mau Nathan tahu semuanya?" ancamnya bersedekap dan menyandarkan tubunya di kaki ranjang.

"Nga lah !" jawab Daren cepat. "Tapi gue nga mau tidur sama lu." lanjutnya yang tidak ingin Fany naik ke ranjangnya.

"Lu tenang aja, gue akan tidur di lantai." jawab Fany.

"Lu bahkan tidak termasuk kriteria tidur di lantai kamar gue !" kesal Daren melihat gadis muda di hadapannya sangat keras kepala melebihi dirinya. Ia menghela nafas kasar dan melangkah mendekati gadis itu. Pria itu sekali lagi menyeret istrinya dengan kasar agar keluar dari kamarnya.

"Gue nga mau !" Fany berusaha melepaskan cengraman suaminya dari tangannya dan berlari naik ke ranjang. Ia sangat kesal mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya saat malam pertama mereka, dan gadis itu akan membalas suaminya dengan membuatnya kesal. Lagi pula Ia tidak ingin adik laki-lakinya tahu bahwa dia sengsara dengan pernikahnnya.

"Lu benar-benar ya ! turun nga dari kasur gue !" garam Daren menarik kaki Fany agar turun dari tempat tidurnya.

"Nga mau !" Fany berusaha bertahan di atas ranjang dengan memegangi sprei hingga sprei ranjang suaminya tak beraturan. "Lu sendiri yang bilang gue tidak ada kriteria tidur di lantai, jadi gue akan tidur di ranjang bersama lu." Fany menyeringai walau pria itu tidak melihat itu karena Ia sedang tengkurap berusaha bertahan di atas ranjang, karena suaminya terus menarik kakinya.

"Dasar bocah !" geram Daren berusah menarik Fany agar turun dari ranjangnya.

Merasa akan Kalah, Fany membalikkan tubuhnya dan menarik handuk yang menutupi bagian tubuh suaminya. Ia menyembunyikan tubuhnya di dalam selimut setelah pria itu melepaskan tarikan pada kakinya. Gadis itu meruntuki kebodohannya yang baru saja melakukan hal bodoh dengan menarik handuk suaminya.

Daren buru-buru mengambil handuk dan menutupi tubuhnya kembali dan menuju ruang ganti untuk memakai piyama tidur.

"Dasar gadis aneh, lihat saja nanti kau akan menyesal bermain-main denganku !" rahang Daren mengeras, ingin rasanya Ia menampar dan memukul istrinya, namun jiwa dan hatinya menolak untuk melecahkan seorang wanita.

"Akh !" Daren meninju dindin tembok ruang gantinya, meluapkan segala emosi yang tidak bisa ia lampiaskan pada istrinya. Setelah menengkan diri, ia keluar dari ruang ganti baju dan mendapati istrinya tengah bersandar di kepala ranjang memainkan ponselnya. Tanpa berkata apapun, pria itu naik ke atas ranjang di mana istrinya sudah membatasi nya dengan bantal guling.

Daren ikut bersandar di kepala ranjang dan memejamkan matanya. "Sepertinya lu sangat terobsesi dengan gue, sampai-sampai lu melakukan hal licik hanya untuk tidur dengan gue. Apa susahnya coba lu tinggal bilang mau tidur sama gue." celotehnya, pria itu mengangap kelakuan istrinya sekarang hanya untuk menarik perhatinnya. Toh di adalah Idol yang di gemari banyak wanita jadi tidak mungkin jika seorang Fany gadis kecil di sampingnya tidak jatuh hati padanya.

Fany memutar bola mata jengah mendegar ocehan pria dia sampingnya yang terlalu kepedean menurutnya. Ia memang mengakui pernah mengagumi Daren tapi itu sebelum ia bertemu langsung dengannya. Sekarang gadis itu malah ilfil melihat sosok Daren yang sebenarnya sangat berbeda dengan apa yang Ia lihat di dunia maya.

Fany meletakkan ponselnya di atas nakas. "Lu nga usah kepedean jadi orang." balasnya malas berdebat dengan Daren.

Daren membuka matanya dan menoleh kearah istrinya. "Tolong ambillin naskah gue !" perintahnya dingin.

Fany menuruti permintaan suaminya, mengambil naskah di atas nakas dan memberikannya pada pria itu. "Kanapa malam itu lu repot-repot merobek naskah itu jika ujung-ujungnya lu cari juga." gerutunya yang tidak mengerti dengan jalan pikiran pria di sampingnya.

"Diam lu ! tidur sana nga usah ngurusin urusan orang." balas Daren ketus membaca setiap dialog yang akan di perankannya dalam drama frish love.

"Gue nga bisa tidur jika lampu menyala." keluh Fany.

Daren hanya membuang nafas panjang, bagaimana ia bisa mematikan lampu kamar jika dia sedang membaca naskah.

"Gue heran kenapa lu menolak jadi pemerang pendamping di drama itu? bukankah pemerang pendamping didalam cerita itu sangat menantang, tidak menonton seperti pemeran utama yang jalan hidupnya lurus-lurus saja. Kalau gue sih lebih suka pemerang pendampingnya, pria yang dari kecil hidup di lingkungan tanpa cinta dan kasih sayang, membuatnya kuat menjalani hidup yang penuh rintangan ." celoteh Fany seakan sudah mendalami peran yang akan di mainkan suaminya.

"Siapa yang nyuruh lu membacanya ?" tanya Daren sinis. Ia geleng-geleng kepala melihat istrinya di sampingnya sudah terlelap dengan mudahnya masih menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Pria itu merasa heran dengan gadis di sampingnya, katanya tidak bisa tidur dengan lampu menyala namun nyatanya tidurnya sangat lelap.

Tidak lama kemudian Daren menyusul Fany kedalam mimpi setelah lelah membaca naskah dengan posisi yang sama. Pria itu kembali terjaga saat mendegar suara tangisan di dalam kamarnya. Ia menatap heran pada gadis di sampingnya, gadis yang selalu terlihat ceria dan kuat sedang menangis dalam tidurnya.

"Bu...ibu...jangan tinggalkan Fany." hanya itu yang terus keluar dari mulut Fany.

"Hei gadis kecil bangun." panggil Daren tanpa menyentuh istrinya. Namun gadis itu tetap mengigau.

"Bangunlah ! tidak ada yang akan meninggalkanmu." Daren mengoyang-goyangkan lengan istrinya namun gadis itu tak juga bangun dan terus mengigau.

Fany menarik lengan kekar Daren dan memeluknya dengan sangat erat. "jangan tinggalkan Fany bu." Gadis itu menetesakn air matanya membasahi lengan suaminya.

"Gue bukan ibu lu, jadi cepat bangun !" kesal Daren merasa risih dengan pelukan Fany di lengannya.

"Bu jangan tinggalin Fany."

Daren menghela nafas panjang. "Iya gue ibu lu, dan gue tidak akan meninggalkan lu, jadi berhenti menangis." bujuknya mengelus puncuk kepala istrinya. Ia kasihan melihat gadis itu begitu hancur sampai-sampai sedihnya terbawa mimpi.

"Fany janji tidak akan jadi anak nakal." lirih Fany.

"Iya gue tahu, tidurlah." bujuk Daren.

-

-

-

-

-

TBC

Terima kasih para Readers karena bersedia mengikuti cerita author.

jangan lupa meninggalkan jejak dengan cara like, komen, dan votenya. Oh iya jangan lupa tambahkan sebagai cerita favorit para readers agar mendapatkan notifikasi setiap up.

Terpopuler

Comments

maemunah

maemunah

hemhemhem

2021-07-12

2

Mega Risma

Mega Risma

lanjut kan thorr

2021-04-06

3

Sayekti

Sayekti

next

2021-04-05

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Sekilas Info
102 Novel baru Author
103 Novel Baru Author
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Sekilas Info
102
Novel baru Author
103
Novel Baru Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!