Part 6

Fany dan teman-temannya sedang makan siang di ruang istirahat. Fany menundukkan kepalanya saat mendegar ocehan Kirana di sampingnya yang terus mencari tahu calon istri Daren.

"Wah betapa beruntungnya wanita itu bisa menikah dengan Daren." ucap Kirana semakin gencar mencari informasi tantang berita hangat beberapa hari belakangan ini. "Eh, coba lihat calon istri Daren mirip Fany loh!" lanjut Kirana memperlihatkan pada teman-temannya yang lain.

Teman-teman Fany belum ada yang tahu bahwa Fany lah calon tunangan Daren, karena memang dalam foto tersebut wajah Fany tidak terlalu jelas.

Fany yang mendegar perkataan Kirana tiba-tiba gemetar dan menjatuhkan sendok yang di pegangnya kelantai. Fany menundukkan kepalanya berniat mengambil sendok di lantai.

"Fany lihatlah dia sangat mirip denganmu!" seru Kirana.

"Ah jangan ngaco deh, mana mungkin gue jadi tunangan Daren." ucap Fany tanpa Ia sadari.

"Tidak ada yang bilang lo itu tunangan Daren" ucap Nara datar. "Tunangan Daren juga nga cantik-cantik amat, lebih cantik gue di mana-mana." lanjut Nara. Nara jatuh cinta pada Daren pada pandangan pertama. Nara pernah bertemu langsung dengan Daren saat mengikuti casting drama Firs love. Namun Ia tidak lolos karena suatu hal.

"Apa yang di katakan Nara benar, mana mungkin orang seperti kita dapat mengapai Daren." timpal Kirana.

"Lo benar, gue sudah selesai." Fany beranjak dari duduknya dan meninggalkan teman-temannya.

Fany masuk ke dalam toilet untuk menenangkan jantung. Jantungnya hampir saja copot seperti orang yang tertangkap basah mencuri.

"Fany lo kenapa?" Kirana menyusul Fany masuk ke dalam kamar mandi karena melihat tingkah aneh Fany.

"Ran, jika lo tiba-tiba di ajak nikah sama Daren apa lo mau?" tanya Fany memengang kedua lengan Kirana.

"Tentu saja gue mau, siapa coba yang mampu menolak pesona seorang Daren yang seorang bintang." jawab Kirana.

"Tapi lo kan tidak kenal sama dia, lo nga tau bagaimana dia." Fany menguncang tubuh Kirana tanpa sadar.

"Itu bisa di urus setelah kita menikah." Kirana melepaskan tangan Fany dari lengannya. "Sudahlah jangan menghayal terlalu tinggi" ucap Kirana.

"Lo benar." ucap Fany buru-buru keluar dari toilet meninggalkan Kirana.

"Aneh" gumam Kirana.

Fany masuk kedalam ruangan bosnya karena waktunya yang diberikan bosnya hampir habis. Fany meremas jari-jarinya setelah berhadapan dengan bosnya.

"Maaf bos saja belum bisa mendapatkan maaf dari nona Keysa tapi saya akan berusaha mendapatkannya, tolong jangan pecat saya" lirih Fany menundukkan kepalanya.

Bos Fany mengembangkan senyumnya melihat raut ketakutan di wajah Fany. "Saya hanya terbawa emosi kemarin, bekerjalah dengan baik." ucap bos Fany.

"Bos tidak memecat saya kan?" Fany memastikan.

"Kamu karyawan terbaik saya, mana mungkin saya memecatmu." jawab bos Fany.

"Terimakasih bos." Fany memberikan bow dan berlalu pergi sesuai perintah bosnnya.

Paparazi yang selalu membuntuti kemanapun Daren berada, kini beralih mencari informasi tentang tunangan Daren. Paparazi tersebut mengambil beberapa foto butik tempat Fany bekerja, dan juga mengambil beberapa foto Fany keluar masuk kedalam butik tersebut.

"Tunggu saja tanggal mainnya Daren, gue akan membalaskan dendam adikku." ucap paparazi tersebut memandangi foto-foto dan berbagai informasi tentang Daren.

.

.

.

.

.

.

.

Fany pulang ke kostnya setelah makan malam bersama bos dan teman-temannya. Fany dan teman-temannya lembur karena banyak pesanan masuk.

Setelah sampai di kostnya, Fany membersihkan dirinya dan memakai pakaian rapi kembali. Fany akan menemui seseorang malam ini

Dua puluh menit telah berlalu, akhirnya Fany sampai di sebuah rumah tua di pinggir kota. Fany melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tua itu, dan di sambut hangat oleh wanita paruh baya.

"Akhirnya Kamu datang juga nak, ayo duduk!" wanita paruh baya tersebut mempersilahkan Fany duduk.

"Ada apa nyonya memangil saya malam-malam begini?" tanya Fany.

"Begini nak, soal rumah ini kapan kamu melunasinya?" tanya wanita paruh bawa tersebut.

"Kenapa nyonya menanyakan itu? bukankah kita sudah sepakat dan saya juga sudah menandatangani kontrak, saya akan mencicilnya hingga rumah ini lunas." jawab Fany.

"Tapi nak, ada orang lain yang ingin membeli rumah ini, jika kamu tidak segera membayarnya, saya akan menjualnya pada orang itu, lagi pula orang itu menawarkan harga lebih besar darimu." jelas wanita paruh baya itu.

"Tapi saya sudah menandantangani kontrak itu nyonya." Fany berusaha mempertahankan rumah tua tersebut.

"Di dalam kontak itu di jelaskan jika ada orang lain yang ingin membeli rumah ini dengan harga lebih tinggi, makan perjanjian yang kita buat batal, lagi pula sudah dua tahun lamanya kamu belum melunasi rumah ini." jelas wanita paruh baya itu.

Tak terasa air mata Fany jatuh begitu saja. "Nyonya aku mohon beri aku kesempatan untuk membayar rumah ini. Hanya ini satu-satunya kenanganku dengan ibu dan ayahku." Fany mengengam erat tangan wanita paruh baya di hadapannya.

"Saya mengerti perasaanmu nak." wanita paruh baya tersebut mengusap lembut punggung Fany. "Saya memberimu waktu sampai jam 12 siang untuk melunasi rumah ini." lanjut wanita paruh baya itu.

"Bagaiman aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat nyonya? bisa berikan aku waktu lebih lama lagi." Fany kembali memohon pada wanita itu.

"Saya akan menunggumu jam 12 siang besok." ucap wanita itu meninggalkan Fany.

Fany mengusap air matanya dan berjalan keluar dari rumah orang tuanya. Fany memandangi rumah tua dari luar. Fany kembali mengingat kebersamaanya bersama keluarganya hidup bahagia bersama orang tuanya dan juga adiknya. Namun suatu kecelakaan mengakibatkan ayahnya meninggal dunia, meninggalkan utang yang begitu besar.

Ibu Fany terpaksa menjual rumah besar di hadapanya untuk menutupi utang-utang ayahnya. Ibu Fany yang tidak sanggup lagi hidup dalam kesangsaraan memutuskan untuk meninggalkan Fany sendirian, ibu Fany pergi bersama dengan anak bungsunya. Dengan alasan akan mencari pekerjaan, namun sampai detik ini ibunya tidak pernah kembali apa lagi mengirimkan kabarnya.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Elina datang ke apartemen Daren jam delapan  pagi, namun sang empunya apartemen belum bangun juga. Elina masuk kedalam kamar Daren dan membuka tirai kamar agar matahari masuk kedalaman kamar Daren.

Daren mengeliat saat merasakan tubuhnya hangat karena sengatan matahari pagi. Daren mendegus kesal bangun dari tidurnya tanpa membuka matanya. "Siapa yang menyuruhmu membangunkanku hah!" teriak Daren.

"Kamu membentakku hah!" Elina menjewer telingga Daren.

"Sakit Elina." Daren mengusap telinganya yang memerah akibat manajernya.

"Siapa suruh kau berani membentakku." ucap Elina tanpa rasa bersalah sama sekali.

"Aku kira kau itu Deon" ucap Daren datar.

"Pantas saja Deon tidak ingin membangunkanmu dan malah menyuruhku, ternyata begini kelakuanmu jika di bangunkan Deon." Elina bekacak pinggang seperti emak-emak memarahi anaknya karena bangun kesiangan. "Sana cepat mandi aku ingin membicarakan sesuatu denganmu!" perintah Elina dan berlalu keluar dari kamar Daren.

-

-

-

-

-

TBC

Jangan lupa dukung Author dengan memberikan like, komen, dan vote nya. jangan lupa juga tambahkan sebagai cerita favorit kalian agar mendapat notifikasi setiap up.

Terpopuler

Comments

🍂Daun 🍁 Kering🍂

🍂Daun 🍁 Kering🍂

Bow itu apa Kak???

2022-04-30

1

NaNa

NaNa

kalo udah nikah ma fany ,, pasti nanti bkl cmbru liat kdekatn dgn erlina

2022-01-15

0

Istri Sahnya eunwoo

Istri Sahnya eunwoo

lanjut

2021-08-13

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Sekilas Info
102 Novel baru Author
103 Novel Baru Author
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Sekilas Info
102
Novel baru Author
103
Novel Baru Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!