Part 8

"Warna kesukaan Daren?" lanjut Andra.

"Merah!" jawab Fany sedikit berteriak karena sudah sangat kesal dengan sikap memaksa Andra.

"Ukuran sepatu?"

"43!" jawab Fany asal.

"Hewan peliharaan?"

"Kucing!"

"Sudahlah semua jawabanmu tidak ada yang benar, sekarang apa susahnya jika kau mengaku bahwa kau hanya pacar pura-pura Daren!" Andra terus memaksa Fany mengakui kebohongannya, karena memang Fany tidak dapat menebak pertanyaan Andra dengan tepat.

"Lo itu sengaja cari masalah ya!" Fany tidak bisa lagi menahan emosinya yang terus di pojokkan. "Ya gue akui, gue bukan tunangan Daren puas lo!" ucap Fany berjalan menuruni anak tangga. Fany melangkahkan kakinya keluar dari butik tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya. Fany menghentikan langkahnya saat seseorang menarik tangannya dan mengamit pinggangnya.

"Warna kesukaan saya adalah merah, ukuran sepatu saya benar 43, hewan peliharaan saya kucing, dan wanita yang saya cintai adalah Fany." ucap Daren menatap Fany dengan senyuman yang begitu memabukkan bagi penikmatnya. "Apa anda sekarang sudah puas? lain kali jika anda ingin mengetahui tentang saya tanyakan langsung ke saya jangan mengganggu calon istri saya!" lanjut Daren dan menarik Fany keluar dari butik. Daren menarik Fany masuk kedalam mobil sport hitamnya dan melaju meninggalkan butik tersebut.

"Sial gue gagal lagi!" batin Andra berjalan meninggalkan butik tersebut tanpa mengatakan sepatah katapun pada pemiliknya.

"Cubit saya bos!" ucap Kirana memandangi kepergian Daren dan Fany tanpa berkedip.

Nara mencubit pipi Kirana dengan keras karena sangat kesal mendapati kenyataan bahwa ternyata Fany adalah calon istri Daren.

"Auw!" pekik Kirana mengelus pipinya. "Ternyata gue tidak bermimpi, ya allah kenapa gue nyia-nyiain kesempatan berfoto dengan Daren, padahal dia tadi ada di hapadanku." ucap Kirana masih tak percaya dengan apa yang Dia lihat. Idola yang sangat di idam-idamkannya sudah di depan mata. "Oh jantung gue hampir copot bos" lanjut Kirana memegang dadanya.

"Kirana kembali bekerja, jangan nge halu terus." bentak bosnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Daren menghentikan mobil sportnya di tempat yang lumayan sepi.

"Ah syukurlah lu datang tepat waktu." ucap Fany mengelus dadanya. "Ngomong-ngomong ngapain lu ke butik tempat gue bekerja? kalau lu mau ngomongin tentang pernikahan Kita, jawaban Gue tetap tidak!" lanjut Fany mempertegas kata-katanya.

Daren diam saja, bahkan melirik Fany pun tidak.

"Sepertinya paparazi tersebut sudah pergi, sebaiknya Gue kembali ke butik." Fany melepas seatbelt mobil hendak turun dari mobil mewah Daren.

Daren dengan cepat mencegah Fany turun dari mobilnya. Daren mengengam tangan Fany dengan eret, membuat Fany membulatkan matanya dan menatap Daren dengan tatapan penasaran.

"Mulai hari ini, warna kesukaan gue adalah merah, ukuran sepatu gue 43, dan hewan peliharaan gue adalah kucing. Gue akan melakukan apa yang kamu katakan dan akan memakai apa yang lo sukai. Lo pernah bilang tidak ingin hidup dengan Pria asing kan? maka  izinkan gue masuk kedalam hidup lu  agar gue tidak menjadi  asing bagi lu!" ucap Daren tanpa menatap Fany dan hanya fokus kedepan.

"Apa sih maksudlu, nga jelas tahu!" Fany berusaha melepaskan gengaman Daren namun ngengaman Daren sangatlah erat.

Daren kini beralih menatap mata Fany. "Fany menikahlah denganku!" ucap Daren.

Fany yang mendegar pernyataan Daren hanya diam saja, dan tak beniat menjawab. "Fany gue serius ngomong sama lu, ayo kita menikah!" ajak Daren.

"Jam berapa sekarang?" tanya Fany.

"Jangan mengalihkan pembicaraan Fany!" geram Daren.

"Gue bilang jam berapa sekarang!" ulang Fany.

"Jam 9, memangnya ada apa sih?" kesal Daren karen Fany belum juga menjawab pertanyaannya. Daren merasa tidak mempunyai harga diri sama sekali di depan Fany, bahkan Fany tidak memperlakukannya layaknya seorang bintang, seperti wanita pada umumnya yang akan histeris jika satu mobil apa lagi melamarnya.

"Antar gue ke alamat ini sekarang!" Fany memperlihatkan alamat tempat dimana Fany akan pergi. Fany baru ingat perjanjiannya dengan nyonya yang menghuni rumahnya.

"Jawab dulu petanyaan gue Fany!" ujar Daren.

"Kita bahas di perjalanan saja, sekarang ayo berangkat tunggu apa lagi!" perintah Fany.

Daren mendegus kesal dan melajukan mobilnya menuju alamat yang di tunjukkan Fany padanya. "Jika bukan karena Elina, gue nga bakalan ngerendahin diri di depan wanita ini." gurutu Daren dalam hati.

Tiga puluh menit telah berlalu, akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah tua yang terbilang besar. Daren sangat kesal pada Fany karena selama perjalan hanya sibuk dengan ponselnya, dan tidak membahas pertanyaan Daren sama sekali. "Hei kenapa dari tadi Lu hanya sibuk dengan ponselmu saja? Lu mau ngebohongin Gue hah!" kesal Daren. Daren merasa di permainkan oleh gadis muda di hadapannya ini. Daren merebut ponsel Fany.

"Apa-apaan sih!" Fany kembali merebut ponselnya.

"Harusnya lu itu beruntung bisa bicara dengan gue, apa lagi gue ngajak lu nikah. Banyak wanita di luar sana yang pengen nikah sama gue tapi gua nga mau!" ucap Daren mengingatkan Fany. "Apa susahnya lu bilang ia!" lanjut Daren

"Lah emang Gue maksa Lu buat nikah sama Gue? kan nga, sana nikah sama wanita yang pengen nikah sama lu !" ucap Fany acuh dan turun dari mobil Daren. "Gue mah ogah nikah sama lu."

"Hei lo kira gue sopir lu apa!" teriak Daren kesal saat Fany pergi begitu saja.

Fany yang mendengar teriakan Daren kembali ke mobil sport hitam yang masih terparkir rapi. Fany menundukkan  kepalanya agar bisa melihat sang empunya mobil, yang kebetulan kacanya tidak di naikkan. Fany mengambil beberapa uang recehan di kantong celanya dan melemparkannya masuk kedalam mobil Daren. "Gue hanya punya uang segitu, terimakasih atas tumpangannya." ucap Fany dan berlalu pergi meninggalkan Daren yang masih kesal di dalam mobilnya.

Sepuluh menit telah berlalu, Fany kembali dan langsung masuk kedalam mobil Daren. Ya Daren sengaja menunggu Fany, Daren belum nyerah untuk meminta Fany menjadi istrinya demi Elina.

Daren menyandarkan punggungnya ke kursi mobil dan memejamkan matanya. "Sudah selesai urusannya?" tanya Daren tanpa membuka matanya.

"Gue akan nikah sama lu" ucap Fany. Fany terpaksa menerima lamaran Daren, mungkin dengan menerima lamaran Daren Ia bisa membayar rumah orang tuanya.

"Hah, jika gue tahu lu mau nikah sama gue segampang ini. Gue nga bakalan susah-susah merangkai kata-kata yang menjijikkan untuk melamarmu" ucap Daren. Ya Daren sengaja menunggu Fany, karena Ia tahu Fany akan membutuhkan dirinya. Daren tidak sengaja melihat chat Fany dengan temannya yang meminta pinjaman uang, tapi Daren tidak tahu uang itu untuk apa.

"Gue akan nikah sama lu dengan satu syarat"

-

-

-

-

-

TBC

Jangan lupa dukung Author dengan memberikan like, komen, dan vote nya. jangan lupa juga tambahkan sebagai cerita favorit kalian agar mendapat notifikasi setiap up.

Terpopuler

Comments

🍂Daun 🍁 Kering🍂

🍂Daun 🍁 Kering🍂

Iya Kak bukan ia 😁

2022-04-30

0

Istri Sahnya eunwoo

Istri Sahnya eunwoo

lanjut

2021-08-13

0

maemunah

maemunah

hanya di sini artis di tolak🤪

2021-07-12

4

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Sekilas Info
102 Novel baru Author
103 Novel Baru Author
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Sekilas Info
102
Novel baru Author
103
Novel Baru Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!