Part 17

Fany kembali kekamarnya mengistirahatkan  tubuh dan fikirannya, berusaha terlihat baik-baik saja dan kuat walau hatinya sangat rapu.

Pukul 22 : 30 Daren mengendap endap keluar kamar, menuju ruang tamu mencari sesuatu. Memeriksa dan melempar setiap bantal sofa, namun yang di cari belum juga di temukannya. Lelah mencari di ruang tamu, Ia menuju dapur dan memeriksa tong sampah. Pria itu menumpahkan isi tong sampah dan mengaduk-aduknya namun juga tidak menemukan yang di carinya. 

"Sial, kenapa tidak ada !" gerutunya. Pria itu keluar dari apartemennya, berfikir bahwa yang di carinya mungkin sudah di buang ke pembuangan terakhir di sekitar apartemennya.

Nathan yang hendak keluar kamar mengambil air minum mengurungkan niatnya saat melihat Daren sedang mengaduk-aduk isi tong sampah di dapur. Ia memperhatikan gerak-gerik kakak iparnya yang sedikit mencurigakan baginya di balik pintu kamarnya.

Dia melangkahkan kakinya menuju kamar utama di mana kamar kakak iparnya terletak. Pria itu mengetok-ngetok pintu berniat membangunkan Fany. "Apa kak Fany sudah tidur." tanya sedikit berteriak sembari mengetuk pintu kamar kakaknya, karena yang dia tahu pasangan suami istri akan tidur satu kamar.

Fany samar-samar mendegar suara ketukan pintu, namun bukan berasal dari pintu kamarnya, melainkan pintu sebelah. Seketikan gadis itu membulatkan  matanya dan buru-buru keluar kamar saat mendengar panggilan Nathan. Dia tidak ingin adiknya mengetahui hubungan sebenarnya dengan Daren. Gadis itu mengendap-endap keluar kamar, dan melangkahkan kakinya menjauhi kamarnya menuju tangga seolah-olah baru saja dari dapur.

Ia menepuk pundak Nathan. "Ada apa Than?" tanyanya.

Nathan membalikkan tubuhnya dan megerutkan keningnya mendapati kakanya di luar kamar, padahal sedari tadi Dia berdiri di depan kamar Daren. "Kak Fany kok ada di luar? bukannya kak Fany tidur di kamar kak Daren?" Nathan penuh selidik.

"Itu...gue...dari toilet, iya dari toilet." jawab Fany salah tingkah dan sedikit gugup.

"Lha bukannya di kamar ada toilet ?" Nathan masih dengan tatapan menyelidiknya.

"Toiletnya lagi macet jadi gue pake toilet di dapur." jawab Fany cengegesan mencoba menetralkan kegugupanya. "Lu ngapain di depan kamar Daren?" Nathan mengerutkan keningnya. "Eh maksud gue di depan kamar gue." gadis itu meralat kata-katanya saat melihat adiknya mengerutkan keningnya.

"Itu aku tadi liat kak Daren sepertinya  mencari sesuatu, tapi kak Daren terlihat mencurigakan." Nathan mengutarakan maksudnya.

"Oh itu." Fany mengut-mangut. "Yaudah sana tidur udah tengah malam !" ucapnya mendorong tubuh kekar adiknya yang terlihat seperti kakaknya saja. Dia sangat mengatuk tapi tidak mungkin jika dia kembali kemarnya sebelum Nathan masuk ke dalam kamarnya juga.

"Aku nga mau masuk sebelum kak Fany masuk juga." 

"Gue mau nunguin kakak kamu dulu, sana cepat tidur!" Fany kembali mendorong tubuh kekar Nathan masuk kedalam kamarnya.

"Yaudah." akhirnya Nathan menyerah membuat Fany bernafas lega. 

Gadis itu benar-benar membuktikan perkatannya menunggui Daren pulang, karena dia tahu apa yang sedang di cari suaminya itu. Gadis itu melangkah mendekati pintu saat mendengar kode pintu apartemen terbuka dan menampilkan  Pria tampan walau baru bangun tidur dan rambut acak-acakan karena dari tempat sampah.

"Inikan yang lu cari." Fany senyum penuh kemenangan melihat rambut Daren acak-acakan, Ia dapat membayangkan bagaimana seorang idol mengacak-acak tempat sampah tengah malam begini. Fany menyerahkan naskah yang di cari suaminya, yang sengaja ia simpan saat membereskan rumah pria angkuh itu sebelum mereka menikah.

"Bilang kek dari tadi." gerutu Daren. jika saja ia tahu bahwa Naskah yang dicarinya ada pada Fany, mana mungkin ia rela mengaduk-aduk tempat sampah seperti orang gila, mana tempat sampahnya bau lagi.

"Lah emang lu nanya sama gue? kan nga? lagian kan lu sendiri yang ngerobek tuh naskah, untung gue nga buang." ledek Fany masih dengan kekehan kecilnya.

"Lu benar-benar ya!" kesal Daren merebut naskah yang sedari tadi di perlihatkan Fany padanya. Ia melangkahkan kaki lebarnya menuju kamarnya dan.

Brak !!!

Daren membanting pintu cukup keras membuat Fany tersentak kaget. Gadis itu hanya bisa geleng-geleng kepala dan mengelus dadanya. "Bisa-bisa gua jantungan." gerutunya melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Namun langkahnya terhenti saat melihat Nathan bersedekap di depan kamarnya.

"Kak Fany bertengkar dengan kak Daren?" Nathan bertanya dengan tatapan menyelidikinya, sedari tadi dia sudah curiga dengan kelakuan pengantin baru di hadapannya. Malam ini adalah malam pertama mereka tapi mereka malah berkeliaran tengah malam.

"Nga, gue nga bertengkar." kilah Fany di sertai gelengan kepalanya. "Biasa, kak Daren kalau sudah mendalami karakter ya gitu." lanjutnya.

"Lu kan tahu sendiri kakak iparmu idol dan juga aktor." 

"Oh," Nathan ber oh ho riah dan masih berdiri di depan kamar kakaknya.

"Nih anak kek satpam aja." gurutu Fany membatin  ia sangat kesal tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa. "Ngapain masih disitu sana tidur." usirnya mengibas-ibaskan tangannya.

"Kak Fany juga ngapain disitu? sana tidur !" Nathan membalikkan kata-kata kakaknya. "Aku nga bakalan masuk kamar, sebelum kak Fany masuk." lanjutnya

Fany menghela nafas panjang, melihat sikap keras kepala Nathan yang tidak jauh beda dengannya. Gadis itu membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju pintu kamar Daren. Dengan ragu dan perasaan was-was akan mendapatkan bentakan dari suaminya. Ia memegang gagang pintu namun belum juga membukanya.

Fany melepaskan gagang pintu dan berbalik berharap Nathan sudah masuk kedalam kamarnya. Namun dugaannya salah, adiknya ternyata masih berdiri di depan kamarnya dengan senyuman dan tatapan yang tidak pernah lepas darinya. Gadis itu terpaksa masuk kedalam kamar Daren. 

Fany mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan, namun tidak mendapatkan sang empunya kamar. Dia memutar tubuhnya dan tersentak mendapati suaminya baru saja keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk menutupi bagian bawahnya. Gadis itu mengalihkan pandangan ke arah lain saat tak sengaja melihat dada bidang pria di hadapannya dan juga perut roti sobeknya.

Daren bersedekap kesal mendapati Fany di dalam kamarnya. "Lu ngapain di kamar gue! gue sudah bilang Lu hanya bisa menginjakkan kaki lu di dapur dan kamar lu saja !" bentaknya dengan suara setengah berteriak.

Tanpa pikir panjang dan malu, Fany segera menutup mulut Daren sebelum mengeluarkan sumpah serapah dengan nada tinggi, Ia tidak ingin Nathan mendegarnya. "Kecilkan suara lu, Nathan ada di luar !" bisiknya di telinga suaminya.

Daren menghempaskan  tangan Fany dengan kasar. Ia menyeret gadis muda itu menuju pintu dan menyuruhnya keluar. "Keluar !" kesalnya namun setengah berbisik, Ia juga takut Nathan mengetahui yang sebenarnya. Bisa hancur repotasinya jika seseorang mengetahuinya yang hanya mempermainkan sebuah pernikahan tanpa memikirkan perasaan seseorang yang mungkin saja sengsara dan terluka karenanya.

Fany menghalangi tangan Daren yang hendak membuka pintu, Ia takut adiknya masih ada diluar. Namun melihat tatapan membunuh suaminya, gadis itu menyerah dan membuka pintu kamar pria angkuh itu.

Fany mengembangkan senyumnya setelah membuka pintu kamar Daren.

"Kenapa

-

-

-

-

-

TBC

Terima kasih para Reader karena bersedia mengikuti cerita author.

jangan lupa meninggalkan jejak dengan cara like, komen, dan votenya. Oh iya jangan lupa tambahkan sebagai cerita favorit para readers agar mendapatkan notifikasi setiap up.

Hay kakak-kakak tercinta, author potato juga ikut lomba You Are A WRITER season 5 loh.

Jika kakak-kakak tercinta suka dengan cerita author, jangan biarkan votenya kendor ya🙏😊.

Karena dengan vote, komen, dan like kalian insya allah auhtor berkesempatan maju kedepan.

Salam manis dari auhtor potato😊😊😊🥰.

Terpopuler

Comments

maemunah

maemunah

pengantin gilan sih ini

2021-07-12

1

Mega Risma

Mega Risma

semnagat semangat up Thor ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

2021-04-03

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Sekilas Info
102 Novel baru Author
103 Novel Baru Author
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Sekilas Info
102
Novel baru Author
103
Novel Baru Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!