Daren pulang ke apartemennya bersama dengan Elina. Daren terus memperhatikan wajah tampannya di pantulan kamera ponselnya. "Kenapa dia menolak menikah denganku? padahal aku sangat tampan, terkenal lagi?" ucap Daren narsis. Daren merapikan rambutnya dan mengembangkan senyumnya.
Elina hanya geleng-geleng kepala melihat kenarsisan Daren. "Tidak ada yang akan menikah denganmu jika melihat rumahmu seperti ini." ucap Elina membereskan bantal sofa yang berserakan di lantai, belum lagi pakaian dan sisa-sisa makanan di atas meja. "Apa kamu nyaman hidup di apartemen mewah tapi seperti pembuangan sampah? ada baiknya kamu segera menikah agar ada yang mengurusmu." lanjut Elina mendaratkan tubuhnya di sofa.
Daren mendegus kesal mendengar omelan Elina. Daren ikut mendaratkan tubuhnya di sofa tak jauh dari Elina. Daren mengambil cemilan di atas meja dan memakannya. "Kamu kan tahu aku tidak suka orang asing masuk kerumahku." ucap Daren datar.
"Sebentar lagi, Fany bukan orang asing dalam hidup setelah kalian menikah." ucap Elina sibuk dengan tabletnya.
"Apa kamu serius dengan perkataanmu?" tanya Daren memastikan.
"Tentu saja." jawab Elina singkat. "Seingatku kamu pernah mengatakan ingin menikah di pinggir pantai saat wawancara. Bagaimana kalau resepsinya kita buat di pantai saja sesuai dengan jawabanmu dulu agar semua percaya." usul Elina masih dengan tabletnya. Elina mulai mengatur pernikahan Daren.
"Kamu salah, aku tidak pernah mengatakan itu saat wawancara." Daren menundukkan kepalanya. Elina kembali mengingatkannya pada masa lalunya.
Daren kembali mengingat kenangan menyakitkan dua tahun yang lalu.
Falshback on
Hari dimana yang di tunggu-tunggu Elina dan Daren. Hari ini Daren akan memulai debutnya sebagai penyanyi solo di bawah naungan CR Entertaimen. Elina menyiapkan segala kebutuhan Daren.
"Hari ini kamu harus terlihat keren?" Elina merapikan jas yang di pakai Daren. "Semoga kamu berhasil." lanjut Elina dengan senyumnya.
"Terimakasih atas dukungannya. Tapi kamu jangan lupa aku memang terlahir keren dan juga tampan." ucap Daren narsis. "Setelah aku debut aku akan membelikanmu hadiah. Hadiah apa yang kamu inginkan?" tanya Daren.
"Kamu harus menemaniku belanja dan membelikan banyak pakain untukku" jawab Elina dengan senyuman indahnya.
"Kamu tenang saja, aku akan membelikanmu gaun yang banyak." ucap Daren dengan bangga.
"Tapi sebelum itu, aku ingin kau mengenalkan pujaan hatimu padaku, aku penasaran seperti apa dia sehingga bisa membuat Darenku ini jatuh cinta." ucap Elina membereskan semua perlengkapannya karena sebentar lagi Daren akan tampil.
"Kamu akan tahu setelah aku debut, tunggu saja. jika aku menikah dengannya aku ingin mengadakan resepsi pernikahan di pinggir pantai itu pasti sangat menyenangkan." Daren mengedipkan matanya.
"Aku akan menunggu itu" ucap Elina. "Ayo sekarang giliranmu." lanjut Elina menarik Daren keluar ruangan dan mendorongnya naik kaatas panggung.
Suara merdu Daren mampu menghipnotis siapapun pendengarnya. Lagu pertama yang ia ciptakan sunggu membuat pendegarnya baper. Setelah menyanyikan lagu yang Ia ciptakan. Daren menyanyikan salah satu lagu souqy yang berjudul "SAHABTKU CINTAKU"
Wahai sahabat aku yang baik
Bolehkah aku bila jadi pacarmu
Karena aku tlah jatuh
Jatuh hati padamu
Sejak aku bersahabat denganmu
Rasa ini tak bisa ku pendam
Memang ku bukan seseorang yang memendam
Ku begini adanya hanya seorang manusia
Yang ingin mencinta dan dicinta
Padamu
Telah ku putuskan
Cinta dan ketulusan
Terakhir ku labuhkan di hatimu
Yang penting aku sudah katakan
Sebuah perasaan
Yang tumbuh di hatiku ini
Tertanam yang ku mulai
Mungkin dari sebuah kisah persahabatan
Iya atau tidak jawabanmu
Ku serahkan semua
Ikutilah kata hatimu
Ku tak akan memaksa
Namun aku sungguh sangat mencintaimu.
Padamu telah ku putuskan
Cinta dan ketulusan
Terakhir ku labuhkan di hatimu
Yang penting aku sudah katakan Sebuah perasaan
Yang tumbuh di hatiku ini
Tertanam yang ku mulai
Mungkin dari sebuah kisah persahabatan.
Iya atau tidak jawabanmu
Ku serahkan semu
Ikutilah kata hatimu
Ku tak akan memaksa
Namun aku sungguh sangat mencintaimu
Mencintaimu Sahabatku cintaku.
Suara tepuk tangan dan seruan dari para pengemar Daren membuat panggung begitu meriah. Daren memberikan bow pada semua pengemarnya dan turun dari panggung menghampiri Elina.
"Bagaimana penampilanku keren kan?" tanya Daren menunggu reaksi Elina. Daren berharap Elina dapat mengerti tentang perasaanya lewat lagu yang sengaja di bawakannya di akhir acara.
"Kamu sangat hebat Daren, Aku bangga padamu!" Elina memeluk Daren. Elina sangat senang akhirnya sahabatnya bisa debut dan menjadi seorang bintang.
Satu minggu berturut-turut nama Daren melejit menjadi trending satu di media sosial. Semua orang membicarakan ketampanan dan juga bakatnya sebagai penyanyi.
Daren baru bisa merayakan kemenangannya malam ini bersama Elina, karena belakangan ini Ia dan Elina sangat sibuk. Daren turun tangan sendiri mengatur perayaan kemenangannya. Daren memboking salah satu kafe hanya untuk merayakan kemangannya bersama Elina saja. Alunan musik membuat suasan semakin romantis malam ini.
Daren bersujud di hadapan seorang wanita. "Sudah banyak tahun kita lewati menjadi seorang sahabat. Berbagi suka dan duka bersama. Kamu adalah alasanku tersenyum. Kamu adalah semangatku mencapai kesuksesan. Segala yang kulakukan adalah tentang Kamu. Jangan buat aku hancur dengan menolakku malam ini. Jadilah istriku, jadilah matahari di dalam rumahku selamanya!" Daren mengeluarkan cincin berlian di dalam saku jas nya dan mengarahkannya pada wanita di hadapannya.
Daren bangun dari sujudnya dan merapikan jasnya kembali. "Sempurna! Saya ingin kalian melakukannya seperti tadi! kembalilah ke tempat kalian masing-masing sebentar lagi Elina akan datang." ucap Daren memerintahkan semua pelayan untuk kembali ke tempatnya. Ya Daren tadi berlatih agar tidak gugup di depan Elina.
Dareng mengembangkan senyumnya saat melihat Elina datang. Namun senyumnya surut saat melihat seorang pria berjalan di belakangnya. Hati Daren begitu sakit saat melihat Elina merangkul lengan kekar pria di sebelahnya dengan manja dan penuh senyuman. Daren kembali menerbitkan senyumnya walau hatinya sedang terluka.
"Daren perkenalkan dia Aby tunanganku." Elina memperkenalkan tunangannya pada Daren.
"Aby." Aby mengulurkan tangannya.
"Daren." Daren menyambut uluran tangan Aby.
Hati Daren begitu sakit mendapati kenyataan. ternyata wanita yang Ia cintai selama ini telah di miliki orang lain.
"Mana calon kakak iparku?" tanya Elina menyadarkan Daren dari lamunanya.
"Dia tidak bisa datang hari ini." ucap Daren. Daren memutuskan menyembunyikan perasaanya demi membuat Elina bahagia, karena kebahagian Daren adalah saat melihat wanita yang Ia cintai bahagia.
Flashback oof
"Kamu pernah mengatakannya tapi aku tidak tahu itu kapan." ucap Elina tak mau kalah.
"Terserah kau saja, lakukan apa yang kau inginkan!" ucap Daren datar.
Dert....dert.....dert....
Derinng ponsel Elina membuat Daren mengalihkan perhatinnya dari ponselnya. Elina mengampil ponselnya dan memode silent kan ponselnya.
"Kenapa tidak di angkat?" tanya Daren dengan tatapan menyelidik.
"Tidak penting" jawab Elina singkat.
"Aby?" tanya Daren.
"Hhmm" gumam Elina.
-
-
-
-
-
TBC
Jangan lupa dukung Author dengan memberikan like, komen, dan vote nya agar author semangat up nya. Jangan lupa tambahkan sebagai cerita favorit kalian, agar mendapat notifikasi setiap up.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Gustein Arifin👑
lagunya shauqy wkwk
2021-10-23
0
Istri Sahnya eunwoo
jadi nostalgia liat lagu ini
2021-08-13
0
Mien Mey
hmmm artis d tolak😀ap kbr kang cilok
2021-06-12
1