Cemburu

Siang itu Tommy baru saja selesai meeting bersama kliennya di sebuah cafe yang ada di mall tersebut. Saat ingin kembali ke kantornya Tommy melihat Roma berjalan dengan seorang pria. Hatinya sakit dan cemburu karena Roma terlihat senang.

"Mau bicara dimana?" Tommy sudah melembutkan suaranya.

"Terserah–." jawab Roma ketus.

Tommy menggenggam tangan Roma namun Roma melepaskannya. Ia berjalan mengikuti Tommy dari belakang. Tommy membiarkannya karena ia tahu kalau ucapannya pada Roma sudah sangat keterlaluan dan sudah melukai hati Roma. Tapi Tommy mengatakannya juga bukan tanpa sebab.

Sesampainya di basement mall Tommy membukakan pintu mobil untuk Roma namun sebelum Roma masuk ke mobil Tommy langsung memeluk tubuh wanita yang sangat dirindukannya itu.

"Lepaskan–." Roma setengah berteriak dan meronta.

"Maafkan ucapan Abang tadi ya." Tommy mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepalanya.

"Lepas, kalau ga aku teriak–." Tommy melepaskan pelukannya.

"Buset galak bener cabi (Calon bini) gue kalau lagi marah. Tapi wajar sih kalau dia marah. Nih mulut juga kok kagak bisa direm sih."

Roma masuk kedalam mobilnya. Tommy melajukan mobilnya. Tidak ada pembicaraan selama mereka didalam mobil. Tommy memilih untuk membawa Roma kesebuah taman yang dekat dengan mall tersebut.

Roma langsung duduk disebuah bangku panjang ditaman itu dan Tommy duduk disebelahnya.

"Sekarang katakan apa yang membuat Abang sampai bilang aku wanita MURAHAN." Roma menatap tajam pada Tommy. Ia sengaja menekan kata terakhirnya. Sedari tadi ia berusaha untuk menahan amarah dan airmatanya.

"Dek, Abang minta maaf." Tommy mendekat tapi Roma langsung mundur menggeser duduknya dari Tommy. "Abang ga bermaksud untuk bilang begitu." Roma masih menatap tajam pada Tommy.

"Terus apa? kenapa Abang bilang aku jalan dengan cowok lain?"

"Karena itu kenyataannya yang Abang lihat."

"Apa maksud Abang?" Roma bingung karena selama ini dia merasa tidak pernah jalan dengan pria manapun.

"Lima hari yang lalu Abang lihat kamu jalan sama cowok lain."

Deg...

"Apa mungkin Bang Tommy lihat aku jalan sama–"

"Benarkan? Kamu ada jalan sama cowok lain. Buktinya kamu kaget." Tommy melihat perubahan ekspresi wajah Roma.

"Abang lihat aku dimana?"

"Kamu ga usah ngelak dek, Abang lihat dengan mata kepala Abang sendiri kamu jalan dan nonton bareng cowok itu."

"Jadi bener Bang Tommy lihat aku jalan sama Robert?"

"Jadi karena itu Abang marah terus ga bisa dihubungi selama 5 hari ini? Abang cemburu?"

"Jelas Abang cemburu. Cowok mana yang ga cemburu liat calon istrinya jalan sama cowok lain."

"Siapa cowok itu?" Tommy tidak ingin mengakui kalau ia sengaja tidak menghubungi Roma karena memang benar kalau dirinya cemburu.

"Dia Paribanku."

"Apa Pa-pa apa?" Tommy yang baru mendengar kata Pariban membuatnya bingung.

"Pariban Bang, sepupu aku."

"Yaelah, salah lagi kan gue." Batin Tommy.

"Sepupu yang bisa menikahi aku."

"Apa?" Tommy kembali terkejut mendengar ucapan Roma. "Sepupu yang bisa menikah gimana maksud kamu?"

Roma menarik nafasnya, ia kembali teringat saat ia sudah pulang dari rumah Tommy. Ia menjelaskan apa arti dari Pariban bagi keluarga orang batak.

Flashback On

Pada malam saat Indah mengundang Roma makan malam dirumahnya. Setelah pulang dari rumah Tommy, Roma memilih untuk pulang kerumah orangtuanya. Bermaksud ingin membicarakan keinginan Tommy yang akan datang menemui orangtuanya. Roma memang pulang sendiri meskipun Tommy sudah memaksa untuk mengantarnya tapi Roma menolak dengan alasan jarak rumahnya terlalu jauh. Ia merasa kasihan pada Tommy karena harus bolak-balik.

Namun begitu sampai dirumah Roma dikejutkan dengan adanya Robert disana. Menurut cerita dari Berta Mamaknya, Robert sudah lama datang dan menunggunya.

"Baru pulang Ban?" tanya Robert basa basi sambil mencium punggung tangan Togar yang duduk bersama dengan Robert.

"Iya. Udah lama Ban?"

"Lumayan."

"Ya udah aku ke kamar dulu ya." Roma sudah mau beranjak meninggalkan Robert tapi langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Togar.

"Kau kawanilah Paribanmu sebentar. Dia sudah lama menunggumu dari tadi. Bapak sudah ngantuk mau tidur dulu."

Dengan terpaksa Roma pun duduk berhadapan dengan Robert. Sebenarnya Roma juga sudah sangat lelah tapi ia tidak bisa menolak ucapan Bapaknya itu.

"Iban kayaknya capek banget ya?"

"Hmmm."

"Gini Ban, Aku pengen ngajak Iban jalan-jalan besok. Tapi jujur aku belum hafal jalanan di Jakarta Ban."

"Ngapain lagi nih anak ngajakin gue jalan."

"Tapi besok aku kerja Ban." Roma menolak secara halus beralasan dengan pekerjaannya.

"Kan bisa setelah Iban pulang kerja. Tadi aku udah tanya sama Tulang, katanya kalau Iban shif pagi pulangnya jam 3 sore."

"Elah si Bapak, kenapa sih harus cerita ke dia kalau aku besok masih shif pagi."

Jadwal Roma memang selalu pagi, hanya sesekali ia lembur sampai malam kalau ada pasien yang butuh pendampingan sampai malam hari.

"Liat besok deh ya."

"Iya. Tapi harus ya Ban. Soalnya kan kata Lae Bany kalau mau menikahi Pariban prosesnya aku harus seperti laki-laki lain yang mendekati Pariban. Harus PDKT dulu gitu kan maksud ucapan lae Bany." Robert memang sedikit memaksa.

"Hadeehhh, ga bisa ngelak deh aku."

"Iya aku usahain. Iban pulang ya. Aku capek banget." Roma yang memang sudah sangat lelah dan ngantuk. "Tapi maaf ya bukan maksud aku ngusir Iban."

"Iya ga apa-apa. Aku pulang ya."

*

*

*

*

Dan benar saja Robert datang ke Rumah Sakit tempat Roma bekerja. Ia meminta alamat kerja Roma dari Togar. Robert yang saat itu menggunakan taksi Online sangatlah memudahkannya untuk mencari dimana Roma bekerja. Dan dengan terpaksa Roma mengikuti keinginan Paribannya itu.

Sebelumnya saat sebelum berangkat bekerja ia sudah menyampaikan keinginan Tommy untuk bertemu dengan Orangtuanya. Togar dan Berta sangat terkejut karena tidak menyangka kalau boru kesayangannya itu ternyata sudah punya pilihan lain.

"Gimana Pak? Roma ga suka sama Robert, lagian masih sepupu juga."

"Kalau kamu ga suka Alusi denggan Boru (Jawab bagus nak) jangan kau hindari dia." ucap Togar.

"Tapi pak, kalau Roma mau jalan sama dia itu bukannya sama aja Roma kasih harapan sama dia?"

"Sayang, semua keputusan ada ditanganmu. Meskipun nantinya kau akan menolaknya tapi setidaknya kawanilah dulu dia jalan-jalan di kota Jakarta ini." ucap Berta.

"Ya sudahlah, tapi Bapak ga marah kan kalau bere bapak itu ga jadi hela bapak?" Roma ingin memastikan perasaan Togar karena ia tahu kalau Robert itu adalah anak dari saudarinya bapaknya.

"Iya boru, nanti Bapak juga bantu ngasih pengertian sama Namboru mu."

Roma berada disebuah Mall, ternyata Robert bukan ingin mengelilingi kota Jakarta tapi ia hanya ingin ditemani Nonton bioskop yang katanya dia belum pernah sama sekali Nonton bioskop.

"Kalau bukan karena Bapak sama Mamak ga mau aku jalan samamu."

Dan saat yang bersamaan Tommy melihat Roma jalan bersama dengan pria lain.

Flashback off

"Terus kamu suka kan jalan sama Paribanmu itu?" Tommy masih saja cemburu karena ia tidak melihat lagi apa yang dilakukan mereka didalam bioskop.

"Sial gara-gara Paribannya aku jadi salah paham begini kan."

"Abang ga dengar apa yang aku ceritakan barusan? Aku ga suka sama dia. Tapi aku ga tahu apa Abang bisa diterima atau ga nanti sama keluarga ku?"

"Maksud kamu–?" Tommy terkejut ia masih belum mengerti arah pembicaraan Roma.

"Coba Abang pikir bagaimana perasaan Bapakku saat Abang berjanji akan datang kerumah menemuinya tapi Abang ga datang. Ditambah lagi tadi Abang main tuduh aku sembarangan dan mengatai aku perempuan murahan didepan Abangku? Apa Abang pikir Abang akan mudah mendapat restu dari Orangtuaku dan juga Abang-abang ku?" Roma kembali berapi-api, ia tidak tahu bagaimana caranya akan menghadapi B-Brother itu. Pastinya Bany sudah cerita kepada Abangnya yang lain. Belum lagi kalau mereka tahu status Tommy yang seorang duda.

"Maksud kamu Abang-abang apa?" Tommy masih saja bingung.

"Bang, Abang aku itu ada empat orang dan selain Abang harus mendapatkan restu dari Orangtuaku Abang juga harus mendapat restu dari Abang-abang ku."

"Apa?"

"Makanya sebelum bertindak itu pikirkan dulu. Dan sebelum cemburu Abang menutup mata dan telinga Abang sebaiknya cari kebenarannya dulu. Jangan seperti anak ABG yang lagi marahan sama pacarnya kalau ada masalah langsung menghilang ga ada kabar." sindir Roma. Ia masih kesal dengan alasan Tommy yang menghilang 5 hari tak ada kabar.

"Ucapan kamu menohok banget dek. Sakit hati Abang."

"Lebih sakit hatiku di bilang wanita MURAHAN." Roma beranjak dari duduknya namun langkahnya terhenti saat Tommy berhasil menahan tangannya dan langsung memeluk.

"Maafkan Abang dek, Abang salah."

Airmata Roma yang sedari tadi ia tahan akhirnya pecah saat Tommy memeluknya. Seberapa sakit pun hatinya tapi rasa rindu pada pria yang sudah menguasai hatinya itu membuatnya luluh.

"Maafin Abang ya dek. Maaf." Tommy mengeratkan pelukannya namun Roma tidak membalas pelukannya.

"Sebaiknya Abang pikirkan lagi untuk menikahiku." Roma melepaskan pelukan Tommy lalu pergi meninggalkan Tommy.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

• Hela sebutan untuk menantu Laki-laki.

Author kasih Bonus Up 2 Episode hari ini, Kalau sering kasih Like dan bunga Nanti Author usahain Up 2 Ep /hari 😍

Happy Reading 😊 Semoga kalian Syukaa 🤗

Episodes
1 Prolog
2 Negosiasi
3 Bahagianya Bersamamu
4 Histeris
5 Aneh Tapi Aku Suka
6 Ciuman Pertama
7 Roma VS Uly
8 Lagi Bucin
9 Lunch
10 Cuma Nanya
11 Pariban dari Medan
12 Lamunan Panjang
13 Lamaran Mami
14 Bany VS Tommy
15 Cemburu
16 Duren
17 Mengejar Restu
18 Lea
19 Ga Tahan
20 Main Gulat
21 Salah Lagi
22 Anyep
23 Menggumam bukan Membatin
24 Pasien Baru
25 Menggores Luka Lama
26 Lepas Bang, Sakit...
27 Masalah Lain
28 PERTUNOR
29 Syarat
30 Halalkan Aku
31 Di Uji
32 Berpisah
33 Kemana Perginya
34 Bertemu Ken
35 Mual dan Muntah
36 Saksi Mengatakan "Sah"
37 Restu Bara
38 Lalai
39 Siapa Kau?
40 Ledakan Bom
41 Anak Durhaka
42 Pengakuan Tio
43 Roma Pulang Kerumah
44 Lamaran Part-1
45 Lamaran Part-2
46 Udah SAH
47 Teror
48 Surga Dunia
49 Manis-manis Pedes
50 Siapa Tahu–Tempe
51 Jangan!!!
52 Hanya Kecewa
53 Perasaan Bersalah
54 Apa yang Harus Kulakukan?
55 Maafkan Aku Harus Pergi
56 Panggillan Terakhir
57 Second Opinion
58 Mas Tommy Tolong Aku–
59 Keluar–!
60 Sultan Mah Bebas
61 Pembalut
62 Thanks For Your Love
63 Kemarahan Togar
64 Menyerah
65 Anunya–
66 Mau SGM
67 Cewek Apa Cowok?
68 Kendrick Ivander
69 Tak Segampang buat Adonan Kue
70 Olahraga Malam dan Olahraga Pagi
71 Pelengkap Keluarga
72 Kejutan
73 Shopping Limited Edition
74 Hadiah Rendi
75 Dua Garis
76 Tidak Ada Ampun
77 Cemburu Tanda Cinta
78 Gara-gara Banci
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Prolog
2
Negosiasi
3
Bahagianya Bersamamu
4
Histeris
5
Aneh Tapi Aku Suka
6
Ciuman Pertama
7
Roma VS Uly
8
Lagi Bucin
9
Lunch
10
Cuma Nanya
11
Pariban dari Medan
12
Lamunan Panjang
13
Lamaran Mami
14
Bany VS Tommy
15
Cemburu
16
Duren
17
Mengejar Restu
18
Lea
19
Ga Tahan
20
Main Gulat
21
Salah Lagi
22
Anyep
23
Menggumam bukan Membatin
24
Pasien Baru
25
Menggores Luka Lama
26
Lepas Bang, Sakit...
27
Masalah Lain
28
PERTUNOR
29
Syarat
30
Halalkan Aku
31
Di Uji
32
Berpisah
33
Kemana Perginya
34
Bertemu Ken
35
Mual dan Muntah
36
Saksi Mengatakan "Sah"
37
Restu Bara
38
Lalai
39
Siapa Kau?
40
Ledakan Bom
41
Anak Durhaka
42
Pengakuan Tio
43
Roma Pulang Kerumah
44
Lamaran Part-1
45
Lamaran Part-2
46
Udah SAH
47
Teror
48
Surga Dunia
49
Manis-manis Pedes
50
Siapa Tahu–Tempe
51
Jangan!!!
52
Hanya Kecewa
53
Perasaan Bersalah
54
Apa yang Harus Kulakukan?
55
Maafkan Aku Harus Pergi
56
Panggillan Terakhir
57
Second Opinion
58
Mas Tommy Tolong Aku–
59
Keluar–!
60
Sultan Mah Bebas
61
Pembalut
62
Thanks For Your Love
63
Kemarahan Togar
64
Menyerah
65
Anunya–
66
Mau SGM
67
Cewek Apa Cowok?
68
Kendrick Ivander
69
Tak Segampang buat Adonan Kue
70
Olahraga Malam dan Olahraga Pagi
71
Pelengkap Keluarga
72
Kejutan
73
Shopping Limited Edition
74
Hadiah Rendi
75
Dua Garis
76
Tidak Ada Ampun
77
Cemburu Tanda Cinta
78
Gara-gara Banci

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!