Seorang pria sudah berada di kamarnya bernuansa minimalis yang di dominasi putih abu-abu muda sangat indah menampilkan tampilan maskulin seorang cowok.
Tommy membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur setelah membersihkan badannya terlebih dulu. Senyum yang tak pernah lepas menghiasi bibirnya setelah pulang dari Apartemen Roma.
Tommy tidak bisa tidur ia terus menyentuh bibirnya, untuk pertama kali ia merasakan debaran dari jantungnya yang tidak beraturan saat berciuman dengan lawan jenisnya. Sangat berbeda saat ia masih melakukan terapi bersama dengan Brianna Arabella gadis yang mempunyai kemiripan penyakit dengannya.
Sama halnya dengan gadis kelahiran berdarah batak itu. Ia juga sulit memejamkan matanya, teringat kembali saat Tommy menciumnya.
drtt...drtt
Sebuah pesan WhatsApp masuk ke Handphone Roma.
"Bang Tommy?" gumam Roma.
📥My Sain💖
"Udah tidur?"
Tommy langsung mengirim pesan melihat status WhatsApp Roma yang online. Roma sengaja menyimpan nama Tommy dengan menggunakan nama tengahnya sedangkan Tommy menyimpan nama Roma dengan singkatan yang dibuatnya sendiri "Gadis Batak menjadi AdisBa"
📤AdisBa😍
"Belum."
📥My Sain💖
"Mikirin Abang ya."
📤AdisBa😍
"Ge eR"
📥My Sain💖
"Terus kenapa kok belum tidur?"
📤AdisBa😍
"HP aku brisik ada yang chat melulu." sindir Roma.
Read#
Roma melihat pesannya hanya dibaca oleh Tommy. Selang beberapa menit tiba-tiba ponsel Roma berdering.
📞📽️ My Sain💖 Calling....
"Loh kok malah VC sih?" gumam Roma, tapi sambil membenarkan rambutnya dan masih dengan posisi berbaring. (Hayoo siapa yang kalau mau VC_an, selalu ngaca dulu atau minimal ngerapiin rambut. Hihi... author gituh soalnya.)
"Kok lama ngangkatnya?"
"Ngapain sih Abang malam-malam VC?"
"Lah tadi bilangnya HPnya berisik karena ada yang Chat mulu." goda Tommy.
"Tapi ini malah jadi tambah berisik."
"Ga suka?"
"Hoooaaammm....Abang kenapa belum tidur?" mengalihkan pembicaraan.
"Buset panjang betul nguapnya?"
"Hehe... Roma udah ngantuk banget Bang, besok mau visit pagi-pagi. Ada pasien aku yang masih harus ku kontrol. Oya Abang kok belum tidur? Emang ga ngantor besok?"
"Ga bisa tidur."
"Lah kenapa?"
"Inget kamu terus jadi kangen deh."
"Malam-malam gombalin anak perawan orang, dosa kamu Bang."
"Hentikan Bang, bisa lepas nanti jantungku dari tempatnya." Batin Roma.
"Siapa yang gombal sih, Abang serius nih."
"Ntar ada yang marah Bang..."
"Siapa? Cowok kamu?" Pancing Tommy. (Ikan kali dipancing. Hehe)
"Ish aku mah mana ada cowok Bang."
"Baguslah..."
"Bagus apanya? Suka banget sih kalau Roma jomblo."
"Emang suka, biar Abang aja yang merubah statusmu nanti jadi Nyonya Sain."
"Hentikan Bang Tommy jangan buat hatiku melayang tinggi yang nanti ujung-ujungnya Abang hempaskan hingga jatuh ke dasar laut." Batin Roma.
"Terus Pacar Abang yang seberang mau di kemanain? nanti yang marah lagi." ucap Roma kesal.
"Hehe... emang kamu kenal siapa penghuni yang disebrang unit kamu?"
"Ya enggak lah, ga kenal dan ga mau kenal." ucap Roma ketus
"Abang juga enggak..."
"Maksudnya?"
"Abang juga ga kenal siapa yang tinggal disebrang unit kamu." ucap Tommy sambil menahan tawanya.
"Lah, tadi abang bilang mau ketemu sama orang yang abang rindukan..."
"Menurut kamu siapa yang Abang rindukan?"
"Nih anak udah dicium masih belum On juga siapa yang gue maksud." Batin Tommy.
Roma berpikir sejenak "Apa maksud Bang Tommy cewek yang dirindukannya itu aku ya? Kan tadi yang di datengin Bang Tommy itu Apartemen ku?" Batin Roma.
"Iya Ogeb, lama betul loading nya. Abang tuh kesana mau ketemu sama kamu."
Wajah Roma langsung merona seperti kepiting rebus.
"Jadi cewek yang abang rindukan itu Roma?"
"Iya... Eh kok kamu nangis sih? Jadi pengen peluk."
"Bang Tommy jahat, kenapa ga bilang dari tadi. Kalau tahu Roma yang abang rindukan seharusnya tadi Roma...."
"Apa kamu mau apa?"
"Ga ada..."
"Ya udah, kamu tidur gih. Besok Lunch bareng ya. Abang jemput."
"Hmm..."
"Hmmm doang?"
"Terus Abang mau apa?"
"Kiss dong."
"Idih mesum, pacar bukan tunangan bukan main minta kiss kiss aja."
"Calon suami iya."
"Idih PD banget Bos."
"Ga mau?" Tommy terus menggoda Roma.
"Udah ya, Roma matikan."
Roma pun memutuskan sepihak panggilan Videonya. Ia sangat malu sekaligus senang mendengar ucapan Tommy. Roma tak menyangka kalau penantian panjangnya akan membuahkan senyuman dibibirnya.
...🌺🌺🌺...
Perusahaan SP GROUP.
Perusahaan PT. SP GROUP adalah perusahaan keluarga yang dipimpin oleh Prayoga dan kini sudah di turunkan kepada Tommy. PT. SP GROUP adalah gabungan dari Nama tengah Tommy dan Prayoga. Pendirinya adalah Kakek Tommy sendiri namun beliau sudah lama meninggal dunia sejak Tommy berusia 7 Tahun dan sejak itu pula Prayoga yang memimpin perusahaan itu.
Tommy adalah anak semata wayang Prayoga dan Indah, dan hanya Tommy satu-satunya penerus keluarganya. Prayoga sempat berkecil hati ketika mengetahui kelainan putranya itu tapi Prayoga dan Indah tak pernah berhenti mendukungnya untuk sembuh.
Tommy baru saja menyelesaikan rapatnya bersama para pemegang saham di perusahaannya bersama dengan Kendrick Ivander sekretaris sekaligus orang kepercayaannya. Kendrick yang dikenal sebagai orang tersadis sebagai orang kepercayaannya Tommy. Jika ada anak buahnya atau para karyawan yang melakukan kesalahan maka Ken tak segan-segan untuk menghukum mereka.
"Ken, tanyakan Gisel apa jadwalku selanjutnya?" ucap Tommy saat akan memasuki ruangannya.
Gisel adalah salah satu sekretaris Tommy di kantor.
"Baik Tuan."
"Kau itu formal sekali, sudah berkali-kali ku bilang kalau hanya kita berdua kau panggil nama saja."
"Bukannya Tuan sendiri juga bicara formal denganku Tuan."
Ken yang tak mau disalahkan sendiri setelah menyadari kesalahan mereka masing-masing akhirnya merekapun tertawa bersama. Ken langsung menelpon Gisel untuk menanyakan jadwal Tommy selanjutnya, begitu mendapat jawaban dari Gisel Ken pun segera memberitahukan pada Tommy.
"Tom, Lo ada janji jam dua dengan klien dari CEO PT Dirgantara." ucap Ken.
PT Dirgantara adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang tekstil dan garmen. Sudah lama perusahaan itu berusaha ingin menjadi partner dengan PT SP GROUP.
"Lo aja deh yang ketemu sama tuh orang, gue lagi males. Gue mau kencan." ucap Tommy sambil senyum-senyum sendiri.
"What? Kencan? Cewek mana pula yang mau lo jadiin korban kali ini?" ejek Ken.
"Sialan lo Ken, emang lo pikir gue cowok apaan." Tommy melempar bantal sofa kearah Ken tapi dengan cepat Ken menangkisnya.
"Terus lo mau kencan sama siapa?"
"Cewek cem-cemman gue lah."
"Roma?"
"Hmm..." Tommy menganggukkan kepalanya.
"Beneran ROMAULY?" tanya Ken memastikan.
"Iya Peak, emang Roma yang gue kenal ada berapa?"
Tommy baru setahun mengenal Ken tapi Ken sudah tahu segalanya tentang Tommy dan Ken menjaga setiap rahasia yang Tommy ceritakan padanya. Begitu pula dengan Ken ia juga selalu berusaha menjadi orang kepercayaan bagi Tommy tak pernah terbesit olehnya untuk berkhianat pada Tommy.
Tentu saja Tommy tidak semudah itu memilih orang kepercayaannya itu. Sebelumnya Ken sudah melewati beberapa ujian yang Tommy buat padanya tanpa sepengetahuan Ken tentunya.
"Wah, jadi lo udah nyamperin tuh cewek? Gimana ceritanya?"
"Kepo...!"
"Yaelah pelit amat lo, awas ya kalau nanti lo minta bantuan gue." Meminta bantuan urusan cewek maksudnya.
"Udah ahk, gue janji mau lunch bareng sama dia. Gue cabut dulu ya." Tommy mengambil jasnya dari stand hanger yang berada dekat meja kerjanya.
"Ciee yang lagi bucin." goda Ken.
"Bodo..." ucap Tommy sambil berjalan keluar ruangannya namun baru sampai pintu ia menghentikan langkahnya.
"Jangan lupa lo gantiin gue ketemu sama klien dari PT Dirgantara. Kalau dia bersih keras mau ketemu gue, buat janji ulang aja." ucapnya lalu menghilang dibalik pintu ruangannya.
...🥨🥨🥨...
Rumah Sakit Citra Medistra
Roma tampak sibuk dengan pasien-pasiennya dan siang itu dia harus kembali ke kamar Cinta untuk memberi Cinta minum obat. Karena Dewi sedang menjaga shif malam jadi Roma harus turun tangan sendiri memberikan obat kepada Cinta. Karena hanya Roma dan Dewi saja yang bisa dekat dengan Cinta.
"Cinta... Kak Uly datang bawa coklat." ucap Roma sambil melihatkan coklat yang ditangannya. Namun Roma menariknya kembali.
"Eiitt, sebelum makan coklat Kak Uly pengen dong liat tangan Cinta. Mana dong tangannya?"
Dengan perlahan Cinta mengulurkan tangannya. Kemudian dengan hati-hati Roma membuka perban tangan Cinta. Roma mengambil Handphone dari saku Snelli miliknya, karena sebelumnya ia sudah menyambungkan Video Call dengan Rendi. Roma memakai Headset bluetooth sehingga Cinta tidak dapat mendengar suara Rendi.
"Kak Uly lihat dulu ya..." Roma memperlihatkan bekas jahitan Rendi lewat sambungan Videonya dan sebelumnya Roma juga meminta Rendi mengalihkan cameranya fokus pada objek selain manusia.
"Udah bagus Ly, tolong lo bersihkan terus tutup lagi. untuk bekas lukanya nanti aja setelah luka jahitannya benar-benar kering gue kasih salep andalan gue biar bekas lukanya cepet hilang. Itu kasih supratul aja terus tutup pake kasa tipis aja baru balut pake elastis perban." ucap Rendi panjang lebar.
"Hmm... kalau gitu doang mah aku juga bisa. Kenapa ribet harus VC segala." Pikir Roma.
Memang benar VC untuk melihat luka tangan Cinta hanya alasan saja bagi Rendi, sudah lama Rendi menaruh hati pada gadis berdarah batak itu. Tapi Rendi tidak pernah punya alasan untuk mendekatinya.
Saat Roma sedang VC dengan Rendi tiba-tiba panggilan ada panggilan masuk dari Tommy.
📞My Sain💖 Calling...
"Duh gimana ini Bang Tommy telepon lagi..."
Jangan Lupa Absennya ya My Receh 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments