Negosiasi

Pernikahan menjadi salah proses hidup yang didambakan oleh beberapa orang. Momen spesial yang terjadi sekali dalam seumur hidup tersebut membuat calon pengantin ingin mempersiapkan segala sesuatunya secara detail dan dapat meninggalkan kesan yang mendalam.

Seperti saat ini sebuah halaman rumah disulap menjadi Area outdoor yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan dan bunga yang bermekaran, konsep pesta outdoor yang terlihat apik dan menarik.

Namun itu bukanlah sebuah acara pernikahan melainkan acara Aqiqah putra kecil Zio Rain Dominic bersama Rara Mayko Setiawan yang bernama Tirta Abimana Dominic, keponakan dari Zia Rayna Dominic.

Semua keluarga yang berkumpul tampak bahagia begitupun dengan Zia yang telah dikaruniai seorang putri cantik bernama Chessy Eshal William mereka turut hadir pada acara itu.

"Mbak, Mita sama Gina belum datang ya?" tanya Zia pada Rara yang sedang repot menenangkan Tirta yang sedang rewel.

Saat ini Zia tak lagi memanggil nama langsung pada sahabatnya itu, karena pastinya ada Zio yang akan menegurnya langsung.

"Kalau Gina ga bisa datang katanya, karena lagi hamil besar jadi suaminya ga ijinin dia untuk datang kesini soalnya perjalanan Bandung Jakarta kan cukup memakan waktu." ucap Rara yang masih kaku dalam menggendong bayi apalagi disaat seperti ini putranya sedang rewel. "Kalau Mita ga tahu tuh. Tadi ditelpon katanya udah dijalan tapi belum nongol juga." masih sibuk menenangkan Tirta dipangkuannya.

"Sini mbak biar Zia yang gendong. Mumpung Chessy masih anteng digendong Daddynya." Zia mengambil Tirta dari pangkuan Rara.

Rara memang masih sedikit canggung menggendong bayi.

"Cup...cup...cup... Sayangnya aunty rewel banget sih. Kenapa sayang? Mau sama Papa ya..." Zia kemudian menghampiri Zio namun sebelum sampai dimana Zio sedang duduk bersama Papi Prayoga, Tirta sudah tertidur digendongannya.

"Mommy... Mommy..." kini Chessy yang cemburu melihat Zia menggendong Tirta.

Rara tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang bicara dengan Prayoga dan ustad pun mengambil kembali Tirta dari pangkuan Zia.

"Mommy...Eci mau Mommy" Chessy masih terisak dipangkuan Candra.

Zia mendekati Candra lalu mengambil alih putrinya.

"Kenapa manjanya Mommy nih. Kok jadi cemburuan gitu?" menggendong sambil menepuk punggung putrinya.

"Sayang aku kesana dulu ya." Candra menunjuk kearah Zio dan Ustadz yang sedang mempersiapkan aqiqah anaknya Tirta.

"Sayang, apa tamu undangannya semua sudah datang? Anak-anak panti yang kamu undang gimana sudah datang semua?" Tanya Siska.

"Anak panti kayaknya udah datang Bun, tadi udah dibantu Arumi menyambut tamu-tamu undangan." Jawab Zia.

"Sayang teman kamu yang batak itu kamu undang tidak?" Tanya Indah, dia masih ingat teman Zia saat di London.

"Roma maksud Mami?"

"Iya sayang..." Indah mengangguk pelan.

"Udah sih Mi, kemarin Zia udah undang tapi ga tahu dia bisa datang atau ga Mi, soalnya dia itu sibuk banget Mi, pasiennya banyak sekarang dia udah jadi dokter psikiater terkenal. Beda dengan Zia yang belum dapat SIBDS."

"Apa tuh SIBDS?" tanya Indah dan Siska bersamaan.

"Itu loh Bun, Surat Izin Bekerja Dari Suami." Zia sengaja menyindir suaminya tapi sang suami hanya diam saja.

"Haha... Bunda kira apaan."

"Emang dia kerja dimana sekarang?" Indah menanyakan tempat Roma bekerja.

"Di Rumah Sakit Citra Medistra Mi."

"Lah itu kan..." Indah terdiam tidak melanjutkan ucapannya.

"Iya anak Mami yang sengaja rekomendasikan si Roma untuk bekerja disana tapi Roma ga tau Mi, kalau Kak Tommy adalah pemegang saham terbesar dirumah sakit itu."

"Sebenarnya gimana sih hubungan Roma dengan Tommy, sayang?" Indah penasaran dengan kedekatan putranya dengan Roma.

"Zia juga ga tau Mi, yang Zia tahu Kak Tommy selalu menghindarinya."

Mendengar jawaban dari Zia membuat Indah sedih, Zia tau kalau Indah sedang bersedih ia lalu mengalihkan perhatian Indah pada Chessy putrinya.

"Eci main sama Oma dulu ya sayang, Mommy mau nyambut aunty Mita dulu ya." Zia pun menyerahkan Chessy kepada Indah. Lalu berjalan mendekati Mita yang datang bersama pasangannya Robby.

Dari mereka berempat hanya Mita yang belum melepas masa lajangnya. Mita tersenyum melihat Zia sahabatnya yang makin cantik dengan balutan kebaya yang digunakannya.

"Kapan nih Rob si Mita dihalalin, jangan kelamaan pacarannya dong." Goda Zia pada sahabatnya itu.

"Apa kabar Lo?" Mita mencipika cipiki Zia. Tanpa menghiraukan sindiran dari sahabatnya.

"Seperti yang Lo liat." ucapnya sambil merentangkan tangannya lalu memeluk Mita.

"Mana Rara?"

"Kayaknya lagi ngasih asi sama Tirta." Zia tak melihat keberadaan Rara. "Masuk yuk kita tunggu di dalam aja."

...***...

Rumah Sakit Citra Medistra

Suasana Rumah Sakit tampak dipadati dengan pasien, baik yang berobat jalan maupun yang dirawat Inap. Ditambah dengan pasien Gawat Darurat yang terbilang sangat banyak dihari itu.

Berbeda dengan dokter cantik yang sibuk menangani pasiennya yang sedang melakukan terapi dengannya. Pekerjaannya memang tidak menguras tenaga seperti dokter dokter pada umumnya.

Namun pekerjaannya itu banyak menguras waktu dan pikirannya. Seperti halnya pasien yang sedang ditanganinya saat ini adalah pasien dengan gangguan stres pascatrauma atau yang biasa disebut PTSD (post-traumatic stress disorder).

Seorang Pasien yang butuh penanganan khusus yang dikarenakan gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan. Pasiennya yang bernama Cinta mengalami trauma akibat kekerasan seksual yang dilakukan Ayah tirinya sendiri. Seorang gadis yang masih berusia 15 Tahun.

"Cinta sayang ini Kak Uly, sekarang waktunya minum obat ya..." ucap dokter itu lembut.

Ya dokter cantik yang bernama Uly itu adalah Romauly. Dirinya lebih dikenal sebagai dokter Uly, karena semenjak menangani Cinta Roma tidak lagi dipanggil sebagai dokter Roma karena Cinta trauma setiap mendengar nama laki-laki. Bahkan tak ada satupun laki-laki yang bisa mendekatinya. Itu akan membuatnya histeris. Sejak saat itu Roma dikenal sebagai dokter Uly.

Cinta mengalihkan pandangannya kepada Roma dan menerima obat dari Roma. Sudah hampir enam bulan Cinta dirawat dirumah sakit itu namun belum menunjukkan kemajuan. Ibunya sudah tidak peduli lagi padanya, namun Roma tetap ingin merawatnya dan merelakan sebagian gajinya dipotong untuk biaya pengobatannya.

"Kak Uly mau keluar, anak teman Kak Uly aqiqah hari ini. Cinta mau dibawain apa?" tanya Roma yang sudah menganggap Cinta sebagai adiknya.

Namun Cinta hanya menggelengkan kepalanya. Cinta masih sulit untuk bicara kepada orang lain bahkan kepada Roma pun ia masih enggan untuk bicara.

"Kalau begitu nanti Kakak bawain pizza aja ya. Nanti pizzanya kakak titip sama suster Panda."

Suster Panda bukanlah nama sebenarnya, karena Cinta menyukai boneka panda makanya dengan sengaja suster Dewi membiarkan dirinya dipanggil sebagai suster Panda hanya khusus didepan Cinta.

Romauly menitipkan Cinta pada Dewi karena ia akan pergi mengunjungi rumah sahabatnya itu. Sesibuk apapun dirinya Roma pasti akan menyempatkan waktunya untuk datang menemui sahabatnya itu. Bahkan saat Zia melahirkan Roma ikut menemaninya. Roma tidak canggung lagi saat berada ditengah-tengah keluarga Zia hanya saja bila tak sengaja bertemu dengan Indah ataupun Prayoga ia masih sering salah tingkah.

"Dokter Uly kenapa?" tanya Rendi yang melihat Roma seperti kebingungan.

"Ini ban mobil aku kempes. Padahal aku lagi buru-buru banget." Roma meletakkan tangannya keningnya dan tangan yang satu lagi di pinggangnya.

"Kalau kamu mau yuk aku anter, sekalian aku juga mau pulang."

"Ga ngerepotin nih?" tanya Roma basa basi.

"Apa sih yang enggak buat dokter cantik ini." ucap Rendi lalu membuka pintu mobil untuk Romauly.

Romauly menyebutkan alamat tujuan mereka. Lalu melajukan dengan kecepatan penuh seperti permintaan Roma. Dan akhirnya mereka sampai dikediaman Rara setelah 40 menit syukurnya jalanan kota saat itu tidak macet.

"Ren, turun dulu yuk..." ajak Roma, dirinya merasa tak enak datang sendirian.

"Emang boleh?"

"Ya bolehlah. Aku anggap kamu pasangan aku satu hari ini."

"Idih ternyata asas manfaat."

"Hehe... Aku ga enak masuk sendirian soalnya acaranya udah mulai tuh."

"Boleh aja, tapi lain kali kalau aku butuh pasangan kamu juga harus bantuin aku ya."

"Oke..."

Negosiasi selesai dan mereka pun masuk kedalam rumah yang sudah disulap menjadi outdoor party.

Tunjukkan kehadiranmu ya dengan cara Like Coment dan Vote 🤗

Terpopuler

Comments

Lizaz

Lizaz

Aku mampir thor


Ditunggu feedback nya author ❤️

2021-07-03

0

❤️⃟Wᵃfᴍ᭄ꦿⁱˢˢᴤᷭʜͧɜͤіͤιιᷠа ツ

❤️⃟Wᵃfᴍ᭄ꦿⁱˢˢᴤᷭʜͧɜͤіͤιιᷠа ツ

lnjut kk

2021-04-19

1

🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧

🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧

Next thor, semangat terus yah kk

2021-04-02

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Negosiasi
3 Bahagianya Bersamamu
4 Histeris
5 Aneh Tapi Aku Suka
6 Ciuman Pertama
7 Roma VS Uly
8 Lagi Bucin
9 Lunch
10 Cuma Nanya
11 Pariban dari Medan
12 Lamunan Panjang
13 Lamaran Mami
14 Bany VS Tommy
15 Cemburu
16 Duren
17 Mengejar Restu
18 Lea
19 Ga Tahan
20 Main Gulat
21 Salah Lagi
22 Anyep
23 Menggumam bukan Membatin
24 Pasien Baru
25 Menggores Luka Lama
26 Lepas Bang, Sakit...
27 Masalah Lain
28 PERTUNOR
29 Syarat
30 Halalkan Aku
31 Di Uji
32 Berpisah
33 Kemana Perginya
34 Bertemu Ken
35 Mual dan Muntah
36 Saksi Mengatakan "Sah"
37 Restu Bara
38 Lalai
39 Siapa Kau?
40 Ledakan Bom
41 Anak Durhaka
42 Pengakuan Tio
43 Roma Pulang Kerumah
44 Lamaran Part-1
45 Lamaran Part-2
46 Udah SAH
47 Teror
48 Surga Dunia
49 Manis-manis Pedes
50 Siapa Tahu–Tempe
51 Jangan!!!
52 Hanya Kecewa
53 Perasaan Bersalah
54 Apa yang Harus Kulakukan?
55 Maafkan Aku Harus Pergi
56 Panggillan Terakhir
57 Second Opinion
58 Mas Tommy Tolong Aku–
59 Keluar–!
60 Sultan Mah Bebas
61 Pembalut
62 Thanks For Your Love
63 Kemarahan Togar
64 Menyerah
65 Anunya–
66 Mau SGM
67 Cewek Apa Cowok?
68 Kendrick Ivander
69 Tak Segampang buat Adonan Kue
70 Olahraga Malam dan Olahraga Pagi
71 Pelengkap Keluarga
72 Kejutan
73 Shopping Limited Edition
74 Hadiah Rendi
75 Dua Garis
76 Tidak Ada Ampun
77 Cemburu Tanda Cinta
78 Gara-gara Banci
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Prolog
2
Negosiasi
3
Bahagianya Bersamamu
4
Histeris
5
Aneh Tapi Aku Suka
6
Ciuman Pertama
7
Roma VS Uly
8
Lagi Bucin
9
Lunch
10
Cuma Nanya
11
Pariban dari Medan
12
Lamunan Panjang
13
Lamaran Mami
14
Bany VS Tommy
15
Cemburu
16
Duren
17
Mengejar Restu
18
Lea
19
Ga Tahan
20
Main Gulat
21
Salah Lagi
22
Anyep
23
Menggumam bukan Membatin
24
Pasien Baru
25
Menggores Luka Lama
26
Lepas Bang, Sakit...
27
Masalah Lain
28
PERTUNOR
29
Syarat
30
Halalkan Aku
31
Di Uji
32
Berpisah
33
Kemana Perginya
34
Bertemu Ken
35
Mual dan Muntah
36
Saksi Mengatakan "Sah"
37
Restu Bara
38
Lalai
39
Siapa Kau?
40
Ledakan Bom
41
Anak Durhaka
42
Pengakuan Tio
43
Roma Pulang Kerumah
44
Lamaran Part-1
45
Lamaran Part-2
46
Udah SAH
47
Teror
48
Surga Dunia
49
Manis-manis Pedes
50
Siapa Tahu–Tempe
51
Jangan!!!
52
Hanya Kecewa
53
Perasaan Bersalah
54
Apa yang Harus Kulakukan?
55
Maafkan Aku Harus Pergi
56
Panggillan Terakhir
57
Second Opinion
58
Mas Tommy Tolong Aku–
59
Keluar–!
60
Sultan Mah Bebas
61
Pembalut
62
Thanks For Your Love
63
Kemarahan Togar
64
Menyerah
65
Anunya–
66
Mau SGM
67
Cewek Apa Cowok?
68
Kendrick Ivander
69
Tak Segampang buat Adonan Kue
70
Olahraga Malam dan Olahraga Pagi
71
Pelengkap Keluarga
72
Kejutan
73
Shopping Limited Edition
74
Hadiah Rendi
75
Dua Garis
76
Tidak Ada Ampun
77
Cemburu Tanda Cinta
78
Gara-gara Banci

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!