POV TOMMY
Dalam hidup ini tidak semua perasaan memiliki kategori. Tidak semua perasaan bisa dinamakan bahagia, sedih, bimbang atau semacamnya. Ada sebuah perasaan yang tidak memiliki nama pasti, tapi efeknya bisa membuat kita kacau seharian. Sebuah perasaan seperti halnya kita sedang kehilangan sesuatu, tapi kita pun tidak benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya hilang dari dalam diri kita.
Sebuah perasaan seperti kebosanan akut atau mungkin ingin menghilang saja dari peredaran bumi ini. Sebuah perasaan seperti ketidakseimbangan, tapi ini apa? Semua terasa berbeda, dan ini bukanlah aku yang sebenarnya.
Beberapa orang mungkin menyebut perasaan ini sebagai kekosongan hati. Dan sebagian yang lainnya entah menamakannya apa. Tapi jika hal ini terjadi, tentunya benar-benar bisa menganggu seluruh aktivitas kita bukan? Semua terasa membosankan, terasa ada yang salah, terasa ada yang beda. Ingin memperbaikinya pun, sering kali kita tidak mengetahui apa penyebabnya.
Seperti halnya yang kurasakan saat ini. Aku merasa kekosongan akut ada didalam diriku yang aku sendiri sulit untuk mengutarakannya.
Ketika kekosongan hati mulai melanda, mungkin salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menceritakan beberapa hal kepada orang yang benar-benar kita percaya. Tapi seseorang yang ku percaya saat ini sudah terasa jauh dariku. Zia sudah tidak bisa lagi ku jadikan tempatku untuk berbagi cerita.
Semua unek-unek, kegelisahan, perasaan senang, bosan, atau apapun saat ini hanya bisa ku tumpahkan dalam bentuk tulisan. Dengan begitu, perasaanku akan lebih tenang karena seluruh beban kognitif sudah ku ungkapkan melalui tulisan.
Namun apakah itu sudah dapat membuatku merasa damai dan tenang?
Jawabannya TIDAK.
Hati yang kosong juga bisa dikarenakan terlalu perfeksionisnya diriku. Berusaha lebih baik memang itu penting, tapi memberi rasa nyaman dan ketenangan pada diri sendiri juga tidak kalah pentingnya. Pencapaian-pencapaian yang belum tercapai tidak seharusnya menjadi beban untukku, dan membuat hatiku selalu terperosok pada yang namanya KEKECEWAAN. Jika terus-menerus dipikirkan dapat berubah menjadi kekosongan. Kamu harus ingat, seberapapun kamu merasa hebat, ungkapanlah pada dirimu sendiri "NOBODY’S PERFECT".
Hidup sudah bukan rahasia lagi ketika semua berjalan dengan begitu mulus dan apa adanya, maka kekosongan hati bisa saja selanjutnya melanda. Tubuh dan hatiku sudah terlalu dingin, mungkin perlu dipanaskan dengan beberapa target yang sengaja harus ku buat.
Setelah setahun lebih menghindarinya ternyata tidaklah membuatku bisa melupakannya, hatiku justru semakin tertarik padanya.
Ku habiskan waktuku untuk mengobati penyakit terkutuk ini. Menahan rasa rinduku padanya.
Kulihat dia hadir disaat acara syukuran anak Zio, jantungku bergetar hebat saat melihatnya tersenyum namun seketika itu juga hatiku merasa sakit saat ku lihat ada pria lain bersamanya.
Aku berjalan mendekati Zia "Dek, Kakak pulang dulu ya, nanti kalau Mami cari Kakak tolong bilang Kakak pulang ke apartemen." Aku sengaja membuat alasan untuk dapat keluar dari rumah Zio.
Kurasa Zia tahu apa yang kupikirkan.
"Oke..." Jawabnya sambil membentuk huruf O dengan menyatukan ibu jarinya dan telunjuknya.
Aku meninggalkan rumah Zio dan mengikuti kemana perginya gadis itu. Ternyata dia kembali ke Rumah Sakit dimana tempatnya bekerja.
Ku lihat dia menangis lalu berlari masuk kedalam. "Ada apa sebenarnya yang terjadi padanya? Kenapa dia menangis sambil berlari?" Aahh, jawaban apa yang ku harapkan? Bicara padanya saja aku tak mampu saat ini.
Aku ikuti gadis itu sampai ke dalam. Kulihat ia masih menangis dan itu membuat hatiku terasa sakit.
Ia memerintahkan pada perawat untuk memanggil seseorang dan ternyata itu pria yang bersamanya tadi.
"Ada hubungan apa mereka?" pikiranku kacau. Ku dekati pintu kamar pasien itu dan ku dengar setiap percakapan mereka. Dan ternyata pria itu sepertinya menyukainya.
Ku tinggalkan Rumah Sakit itu dan kembali ke apartemen ku. Kulajukan mobilku dengan kecepatan penuh, aku tak tahu setan apa yang sudah merasukiku.
Ku banting pintu kamarku, ku campakkan baju jas ku kesembarang arah. Tak ku pungkiri hatiku sakit saat itu.
"Apakah ini namanya Cinta?"
"Apa benar aku sudah mencintainya?
"Apakah ini namanya cemburu?"
"Apakah begini rasanya Patah hati?"
"Roma... Gadis Batakku kau buat aku merasakan jatuh cinta dan patah hati dengan bersamaan."
Author POV
Selama setahun lebih dan tanpa sepengetahuan Roma dan Zia, Tommy kembali menjalani perawatannya dengan dokter Michael. Keinginannya untuk sembuh sudah ditekadkan didalam hati.
Lalu bagaimana dengan Sandy? Apakah perasaan Tommy pada Sandy sudah benar-benar lenyap? (Yang belum tahu siapa Sandy silahkan baca Novel Pertamaku PERAWAN TAPI BUKAN GADIS)
Entahlah, Tommy belum tahu pasti bagaimana perasaannya. Namun dokter Michael mengatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Terbukti saat ini Tommy sudah bisa merasakan getaran hatinya pada lawan jenisnya. Tentu saja pengobatan yang ia lakukan bukanlah mudah. Namun dengan tekad yang dimilikinya membawanya berhasil menjadi pria sejati.
Selama setahun Tommy meminta seorang wanita untuk membantunya saat terapi dan tentu saja dengan bayaran yang tidak sedikit. Dengan segala perjanjian yang mereka buat dan wanita itu sebenarnya adalah pasien dokter Michael dan ia juga ingin sembuh seperti Tommy. Ia juga wanita penyuka sesama jenis. Dan akhirnya mereka adalah pasien dokter Michael yang saling membutuhkan.
...🍥🍥🍥...
Rumah Sakit Citra Medistra
"Selesai sekarang giliranmu" Rendi membersihkan tangannya lalu meminta Dewi untuk merapikan peralatan medisnya. "Dewi tolong ya."
"Baik dokter."
Rendi berjalan menuju pintu keluar dari kamar Cinta.
"Apa kamu mau tetap diam saja disitu?" ucap Rendi pada Roma yang masih memandang pada gadis kecil yang ada didepannya.
"Hmm. Aku masih ingin menemaninya. Aku takut dia histeris lagi. Jadi aku mau disini saja sampai dia bangun."
Rendi berjalan kembali dan mendekati Roma dan menarik tangan Roma dengan paksa.
"Tapi setidaknya obati dulu lukamu."
Rendi menarik pergelangan tangan Roma dan mau tidak mau ia pun mengikuti Rendi ke ruang istirahat dokter.
"Buka bajumu." ucap Rendi namun dengan cepat Roma menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Kamu mau apa Ren, jangan gila kamu ya."
"Yaelah, cuci dulu otak kamu sana." Rendi menahan tawanya melihat ekspresi Roma yang menurutnya berlebihan. "Sempat-sempatnya dia berpikiran mesum"
"Gimana aku mau bersihin luka kamu kalau kamu ga buka Snelli kamu ini." ucap Rendi sambil menarik-narik Snelli yang dipakai Roma.
"Oh..."
"Oh doang? Hmm dasar cewek aneh. Aneh tapi kok aku suka ya."
...🥨🥨🥨...
Mentari sudah tidur saatnya sang rembulan berjaga dimalam hari. Lautan bintang-bintang yang indah menghiasi malam menambah keindahan rembulan.
Malam yang perlahan menjelang terasa begitu panjang waktu berjalan. Terlihat seorang gadis berjalan lunglai keluar dari dalam mobilnya. Ia menenteng tas ditangannya dengan langkah berat dan kepala yang tertunduk.
"Brruuuk..."
Tanpa sadar gadis itu menabrak tubuh seseorang didepannya. Membuat tasnya terhempas dari tangannya sendiri.
"Maaf saya tidak sengaja." ucap Gadis itu tanpa melihat orang yang ditabraknya ia sibuk mengambil barang-barang yang berserak dari dalam tasnya.
Orang itu hanya memperhatikan tindakan gadis itu, ia berdiri santai tanpa membantu mengutip barang-barang milik gadis itu yang berserakan dilantai basement.
"Aku sudah minta maaf." Gadis itu merasa heran ia melihat jenjang kaki seorang Pria yang masih berdiri tegak dihadapannya. "Kenapa masih...." Gadis itu menghentikan ucapannya saat memalingkan wajahnya ia melihat pria yang kini berdiri di depannya.
"Apa kamu baik-baik saja?"
Tinggalkan Jejakmu My Receh 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
🌷 ‘only_@g’🌷
Simple That Perfects, hadir dengan like thorr 👍 Salken 👋 jangan lupa feedback ya thorrr 🙏😊
2021-04-20
1