Ketakutan Hana

Hana berjalan keluar restoran bersama teman-temannya. Semenjak restoran ini mulai diminati, Zyan menambah beberapa pegawai. Sehingga sistem kerja dibagi menjadi dua, siang dan malam. Hanya Hana yang mendapat pengecualian, karena lokasi rumahnya yang sangat jauh. Teman-teman Hana tidak ada yang merasa keberatan. Bagi mereka Hana rekan kerja yang sangat baik.

Sore ini hujan tiba-tiba turun dengan sangat deras. Kebetulan hari ini Hana tidak membawa sepeda motornya, Rafa memaksa mengantar Hana. Jika Hana tidak bersedia, Rafa tidak mengizinkan Hana untuk bekerja. Hana menyetujui permintaan Rafa, tapi dengan syarat dia turun jauh dari restoran. Hana tidak ingin teman-temannya melihatnya turun dari mobil mewah.

Selama di dalam mobil, Rafa terus menggenggam tangan Hana. Sikap Rafa sangat aneh, seakan dia tidak ingin melepas tangan Hana. Sebaliknya Hana biasa saja dengan sikap Rafa. Baginya setiap sentuhan Rafa sudah halal untuknya. Jadi tidak ada alasan Hana untuk menolak. Namun untuk hadirnya sebuah cinta, Hana masih tidak bisa memastikannya.

Sore ini dengan membawa payung, Hana bingung akan pulang menggunakan apa? Jika taxi online, tentu saja akan sangat mahal. Bila menumpang temannya, dia tidak enak. Sebab sebagian besar mereka tinggal dekat dengan restoran. Rafa tidak berjanji menjemputnya. Jadi secara tidak langsung, Hana harus pulang sendiri.

Hana berjalan perlahan menembus derasnya hujan. Hana putuskan menunggu angkutan kota yang lewat. Jauh lebih murah bila menggunakan angkutan kota. Hana bisa sedikit berhemat untuk keperluan yang lain. Lama Hana menunggu, tidak ada tanda-tanda angkutan kota yang lewat. Terlihat sebuah mobil sport berhenti tepat di depan Hana.

TIN TIN TIN

Suara klakson mobil terdengar sangat nyaring. Hana diam tak bergeming, dia merasa tidak mengenal mobil itu. Hana membuang pandanganya ke arah yang lain. Namun mobil itu tidak juga pergi.

TIN TIN TIN

Suara klakson mobil memecah suara derasnya air hujan. Hana tetap tenang, dia tidak ingin menghampiri mobil tersebut. Lama-kelamaan Hana merasa risih. Dia putuskan pergi menjauh, Hana terpaksa menggunakan jasa ojek online. Mungkin lebih cepat sampai rumah dan lebih aman.

"Hana!" sapa seseorang sembari menarik tangannya. Hana terkejut, dia menepis tangan itu dan seketika berteriak. Sebegitu takutnya Hana, dia menutup mata sembari berteriak. Dia terlalu takut untuk melihat siapa yang sedang memegang tangannya.

"Aaaaaa!" teriak Hana, sontak saja Rafa cemas bila orang lain mengira dia berbuat yang tidak-tidak. Rafa menarik Hana sekuat tenaga, Rafa memeluk Hana menenggelamkannya di dalam dada bidangnya. Hana mulai tenang, dia merasa mengenali harum parfum yang tercium oleh hidungnya.

"Hana, aku Rafa!" bisik Rafa tepat di samping telingan Hana. Rafa merasakan Hana mulai tenang, sebaliknya Hana mengerjapkan mata. Memberanikan diri, melihat siapa yang sedang memeluknya?

"Kak Rafa, kenapa tiba-tiba sudah ada di sini?" ujar Hana kesal, Rafa terkekeh melihat gadis berhijabnya kesal. Rafa sudah menunggu Hana sejak satu jam yang lalu. Namun dia tidak langsung menghampiri Hana. Rafa berharap Hana menghubunginya, memintanya untuk menjemput Hana. Sepertinya khayalan Rafa terlalu tinggi. Bahkan di saat hujan sederas ini. Hana tetap diam tak bergeming. Dia tidak berpikir untuk meminta bantuan Rafa.

"Hana, kenapa kamu mengacuhkanku? Sudah sejak tadi aku membunyikan klakson. Bukannya menghampiriku, kamu malah pergi!" ujar Rafa kesal, Hana bingung mendengar perkataan Rafa. Hana tidak melihat mobil Rafa, bagaimana dia berpikir akan menghampiri Rafa?

"Kak Rafa aneh, kapan kak Rafa menyapaku? Aku tidak melihat mobilmu. Malah yang aku lihat, mobil aneh itu yang terus membunyikan klakson. Aku pergi karena takut!" ujar Hana lirih, Rafa terkekeh mendengar perkataan Hana. Rafa lupa jika dia menggunakan mobil yang baru di belinya kemarin. Jelas saja Hana tidak mengenali mobilnya. Bahkan Rafa tidak membuka pintu kaca mobilnya. Sampai kapanpun Hana tidak akan mengenali mobil Rafa?

"Maaf aku lupa, mobil yang aku gunakan bukan yang tadi pagi!" ujar Rafa seraya tersenyum, Hana kesal melihat sikap Rafa yang seolah tidak terjadi masalah. "Bagaimana aku bisa mengenali mobilnya? Jika dia mengganti mobilnya. Maklum saja Rafa suamiku, mampu membeli mobil setiap hari. Sungguh miris hidupku, harus berhubungan dengan pewaris keluarga Prawira" batin Hana kesal.

"Hmmmm, percaya aku. Kak Rafa, bukan hanya bisa mengganti wanita setiap saat. Mobilpun dia mampu membelinya setiap hari!" ujar Hana, seketika raut wajah Rafa berubah kesal. Sindiran Hana seakan menancap tepat ke lubuk hati terdalam Rafa. Hana tertunduk lesu, dia diam membisu. Hana merasa perkataannya sudah keterlaluan. Rafa berjalan menuju mobilnya, dia tidak peduli dengan Hana.

"Kak Rafa, Hana minta maaf!" teriak Hana sekeras mungkin agar bisa didengar Rafa. Namun Rafa tetap berjalan menuju mobilnya. Jangankan menyahuti permintaan maaf Hana, menoleh pada Hana Rafa tidak. Malah terlihat Rafa membuka pintu mobilnya kasar.

Braaaakkk

Suara pintu mobil Rafa mengejutkan Hana. Kerasnya bantingan pintu, menunjukkan betapa kesalnya Rafa. Hana menunduk takut melihat Rafa yang marah. Hana memang salah, tapi dia sudah berusaha minta maaf. Kedua mata Hana mulai terasa panas. Sejak kecil Hana paling takut melihat orang marah, apalagi padanya.

Hana mencoba setegar mungkin. Dia menahan air matanya agar tidak jatuh. Rafa diam mematung di dalam mobil. Mungkin Rafa kesal pada gurauan Hana. Namun sangat tidak mungkin Rafa membiarkan Hana pulang sendiri. Keduanya saling mematung di tempat masing-masing. Lama Rafa menunggu Hana, tapi tidak ada tanda-tanda dia masuk ke dalam mobil.

"Hana, cepat masuk!" ujar Rafa kesal, Hana menggeleng. Dia meremas tongkat payungnya erat. Hana takut melihat amarah Rafa. Sebaliknya Rafa heran melihat tubuh Hana bergetar hebat, seolah takut melihat Rafa.

"Hana, cepat masuk atau aku seret kamu. Aku masih banyak pekerjaan. Jangan karena dirimu aku terlambat!" ujar Rafa semakin kesal, Hana menggeleng lemah. Hana mundur beberapa langkah menjauh. Hana benar-benar takut melihat Rafa. Hana selalu tegar, tapi akan sangat takut bila melihat orang memarahinya.

"Kak Rafa bisa meninggalkanku sendiri. Anggap saja aku tidak ada. Kak Rafa tidak perlu mencemaskan wanita pelayan sepertiku. Urusanmu jauh lebih penting. Maaf jika aku telah melukaimu!" ujar Hana lirih, dia merasa sangat bersalah pada Rafa. Dia tidak pernah menyangka gurauannya menjadi bumerang untuknya.

"Terserah!" ujar Rafa kasar, dia melajukan mobilnya tanpa peduli pada Hana. Rafa sangat kesal melihat sikap Hana yang menyebalkan.

"Aku bukan wanita yang pantas kamu cintai. Masih banyak wanita lain, yang jauh lebih baik dariku. Jangan buat dirimu rugi dengan tetap bersama wanita sepertiku. Kak Rafa maafkan aku, tanpa sengaja aku telah melukaimu!" batin Hana sesal.

Sepeninggal Rafa, Hana menghentikan angkutan kota menuju tempat tinggalnya. Hana melupakan semua kejadian tadi. Hampir jam 19.30 wib, Hana baru sampai di rumahnya. Hana harus berjalan sekitar lima belas menit menuju rumahnya. Sebab itu Hana tiba di rumah sangat malam.

Hana tidak pernah merasa lelah atau mengeluh melakukan semua rutinitasnya. Hana sudah sangat terbiasa melakukan semuanya. Hidup sendiri sudah terlalu biasa bagi Hana. Jalan hidup yang dilaluinya sudah sangat sulit. Tidak akan ada yang membuatnya jatuh lagi.

"Hana, bisa kita bicara!" seketika Hana menoleh.

...☆☆☆☆☆...

TERIMA KASIH😊😊😊

Terpopuler

Comments

Dwi setya Iriana

Dwi setya Iriana

siapa yg negur hanna

2021-04-11

1

Audrey_16

Audrey_16

like 💜

2021-03-25

0

Anita Jenius

Anita Jenius

Hadir kak..
5 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..

2021-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Makan siang
3 Sarapan Nasi Goreng
4 Rama Tri Wijaya
5 Tamu di Pagi Hari
6 Pertemuan tak Terduga
7 Sebuah kebetulan
8 Tumis Kangkung
9 Berdua dalam Satu Mobil
10 Kepergian Hana
11 Mentari Pagi
12 Menginap
13 Pulang ke Kota
14 Malam Pertama
15 Cemburu
16 Makan Siang
17 Amarah Rafa
18 Kunjunga Malam Hari
19 Pelukan Pagi Hari
20 Ketakutan Hana
21 Pertemuan
22 Masuk Rumah Sakit
23 Makan Malam
24 Hana pulang dari Rumah Sakit
25 Malam di Apartement
26 Sebuah Keputusan
27 Pagi yang Indah
28 Cinta yang Indah
29 Rafa Sakit
30 Akhir Sebuah Hubungan
31 Wajah yang Dirindukan
32 Hati yang Terpaut
33 Kata Maaf
34 Istri yang Terabaikan
35 Rafa Kebingungan
36 Pendarahan
37 Sikap Tegas Rafa
38 Senyum yang Menghilang
39 Sarapan Bersama
40 Tantangan
41 Pesta yang Meriah
42 Keteguhan yang Diragukan
43 Tumbangnya sang Pewaris
44 Cinta yang Rumit
45 Rumah Sakit
46 Penolakan
47 Raditya Naufal Wirawan
48 Arti Sebuah Harga Diri
49 Air mata itu
50 Putri yang Cantik
51 Sebuah Kebenaran
52 Rumah Baru
53 Amarah Sesil
54 Makan Malam Bersama
55 Makan Siang yang Gagal
56 Teguhnya Cinta
57 Suara Merdu Hana
58 Pertemuan tak Terduga
59 Pemakaman
60 Ayunan Kayu
61 Cemburu....
62 Kiara Putri Prawira
63 Hadiah Terindah
64 Diana Larasati Permana
65 Kepergian Hana
66 Pulang
67 Muhammad Rizal Saputra
68 Satu Nama dalam Dua Sujud
69 Karmila Intan Safitri
70 Malam yang Sunyi
71 Baby Fathan
72 Langitku
73 Obat untuk Sesama
74 Muhammad Fathan Alfarizqi
75 Surat Terakhir
76 Kisah dibalik 6 tahun
77 Izinkan aku memanggilmu mama
78 Suamiku Surgaku
79 Restu yang Dinanti
80 Malam Terakhir
81 Ana Uhibbukka fillah
82 Wahai Makmumku...
83 Suara Hati Kiara
84 Sepiring Berdua
85 Nyaman dan Cinta itu Beda
86 Secercah Harapan
87 Dua Wanita Terhebat
88 Antara Cinta dan Balas Budi
89 Putri Kecilku
90 Mama...
91 Harta paling Berharga
92 Makan Malam Tertunda
93 Memaafkan atau Meninggalkan
94 Harta Bukan Segalanya
95 Rayuan Tengah Malam
96 Cinta itu Rasa Nyaman
97 Laki-laki Terhebat
98 Kamu Makmumku
99 Hari Pertunangan
100 Hana Merajuk
101 Kepastian yang Ditunggu
102 Malam Pertama
103 Pagi yang Mengejutkan
104 Cemburu Demi Cintanya
105 Permintaan Maaf
106 Pagi yang Hangat
107 Hanya Dia yang Kucinta
108 Hukuman
109 Sebuah Keputusan
110 Jalan-jalan Malam
111 Akhir Sebuah Cinta
112 Sarapan Pagi
113 Sakitnya tuan Ardi
114 Sarapan Bersama
115 Kita Ditakdirkan Berjodoh
116 Pelukan yang Dirindukan
117 Kesalapahaman
118 Akhirnya
119 Bebek Panggang pedas
120 Bintang Hati
121 Ardilla Fitri Adiwijaya
122 Rafa Jodohku
123 Senyummu Kekuatanku
124 Hana Khairunnisa
125 Janji
126 Cemburu yang Tidak Diperlukan
127 Bimbinglah Aku...
128 Semua Sudah Diatur...
129 Faiq Sang Pemenang
130 Kesabaran tak pernah sia-sia
131 Annisa Maulida Zahro
132 Muhammad Faiq Alhakim
133 Farah Nur Fitriya
134 Davina Nur Latifah
135 Sikap Dingin yang Menjadi
136 Perkenalan
137 Putri yang Kembali
138 Sakit Maag
139 Sholat Berjamaah
140 Akhiranya...
141 Suara Hati
142 Siapa Dia???
143 Mama Segalanya...
144 Makmum yang diimpikan...
145 Berjuanglah...
146 Izinkan Aku Menikahinya...
147 Malam Itu...
148 Persetujuan
149 Wanita Impian
150 Perjalanan ke luar kota
151 Vania Aulia Azzahra
152 Amarah Faiq
153 Persetujuaan
154 Demi Dia...
155 Aku Pergi..
156 Derasnya Hujan...
157 Maaf
158 Satu Nama
159 Hati yang Memilih
160 Akhirnya...
161 Permintaan...
162 Kantin Rumah Sakit
163 Bukan Salahku...
164 Akhir Tiga Hati
165 Cinta yang salah
166 Semua Sudah Tertulis...
167 Sikap Manja yang Kurindukan
168 Calon Keponakan yang Menyusahkan
169 Pertemuan yang Aneh
170 Kedua kalinya
171 Adik peremapuanku ...
172 Cinta Segitiga
173 Mengakhiri atau Meneruskan
174 Kesempurnaan Cinta...
175 Sisi yang Lain
176 Keteguhan...
177 Aku Mencintaimu dengan Iman...
178 Cinta Vania
179 Menantu yang Terbaik
180 Mama Tersenyumlah
181 Ketenangan yang Terusik
182 Semua Bisa Terjadi
183 Cemburu yang Elegant
184 Di bawah Langit Bertasbih
185 Ayah
186 Wajah Halal yang Kurindukan
187 Malam Pinangan
188 Ahcmad Faiz Akbar
189 Sikap yang Bijak
190 Cinta itu Menghargai
191 Akad Nikah
192 Meriahnya Pesta
193 Cinta yang Terpendam
194 Air Mata Faiq
195 Kemesraan di Pagi Hari
196 Lahirnya Sang Pewaris
197 Sahabat akan Selalu Ada
198 Janjian
199 Vania marah
200 Pertengkaran...
201 Rapat
202 Diam Annisa
203 Langit Malam
204 Jangan Ragukan Cintaku...
205 Dilema Fathan
206 Pertemuan...
207 Makan Siang
208 Kenangan masa lalu
209 Aku Berbeda
210 Perdebatan
211 Proyek Pembangunan
212 Aku Memilih Keluargaku
213 Berdua di Mobil
214 Rumah sakit
215 Kepergian Hana
216 Mantan Terindah
217 Maaf...
218 Saling Menyayangi
219 Tanding Basket
220 Nuur Aini Rahma
221 Malik Fazal Gavi
222 Indahnya....
223 Sebuah Kejujuran
224 Persetujuan
225 Vania Sakit
226 Amarah Raihan
227 Akhirnya Berakhir
228 Kenangan Raihan
229 Muhammad Malik Fajar
230 Dokter Daffa
231 Kekesalan Vania
232 Dilema Raihan
233 Isi Hati
234 Fakta Terkuak
235 Rintihan
236 Sarapan
237 Dokter Cantik
238 Chalisa Putri Ananta
239 Adikku Kecilku
240 Dokter Rey
241 Hargai Dia
242 Maaf
243 Penolakan
244 Sikap Manja Rafa
245 Rama si Culun
246 Rama Dwi Sanjaya
247 Wanita hebat
248 Dua Saudara Kandung
249 Satu Keluarga
250 Hasutan tak Penting
251 Gerimis malam...
252 Pembatalan kontrak
253 Akhir Bahagia (END)
Episodes

Updated 253 Episodes

1
Pertemuan
2
Makan siang
3
Sarapan Nasi Goreng
4
Rama Tri Wijaya
5
Tamu di Pagi Hari
6
Pertemuan tak Terduga
7
Sebuah kebetulan
8
Tumis Kangkung
9
Berdua dalam Satu Mobil
10
Kepergian Hana
11
Mentari Pagi
12
Menginap
13
Pulang ke Kota
14
Malam Pertama
15
Cemburu
16
Makan Siang
17
Amarah Rafa
18
Kunjunga Malam Hari
19
Pelukan Pagi Hari
20
Ketakutan Hana
21
Pertemuan
22
Masuk Rumah Sakit
23
Makan Malam
24
Hana pulang dari Rumah Sakit
25
Malam di Apartement
26
Sebuah Keputusan
27
Pagi yang Indah
28
Cinta yang Indah
29
Rafa Sakit
30
Akhir Sebuah Hubungan
31
Wajah yang Dirindukan
32
Hati yang Terpaut
33
Kata Maaf
34
Istri yang Terabaikan
35
Rafa Kebingungan
36
Pendarahan
37
Sikap Tegas Rafa
38
Senyum yang Menghilang
39
Sarapan Bersama
40
Tantangan
41
Pesta yang Meriah
42
Keteguhan yang Diragukan
43
Tumbangnya sang Pewaris
44
Cinta yang Rumit
45
Rumah Sakit
46
Penolakan
47
Raditya Naufal Wirawan
48
Arti Sebuah Harga Diri
49
Air mata itu
50
Putri yang Cantik
51
Sebuah Kebenaran
52
Rumah Baru
53
Amarah Sesil
54
Makan Malam Bersama
55
Makan Siang yang Gagal
56
Teguhnya Cinta
57
Suara Merdu Hana
58
Pertemuan tak Terduga
59
Pemakaman
60
Ayunan Kayu
61
Cemburu....
62
Kiara Putri Prawira
63
Hadiah Terindah
64
Diana Larasati Permana
65
Kepergian Hana
66
Pulang
67
Muhammad Rizal Saputra
68
Satu Nama dalam Dua Sujud
69
Karmila Intan Safitri
70
Malam yang Sunyi
71
Baby Fathan
72
Langitku
73
Obat untuk Sesama
74
Muhammad Fathan Alfarizqi
75
Surat Terakhir
76
Kisah dibalik 6 tahun
77
Izinkan aku memanggilmu mama
78
Suamiku Surgaku
79
Restu yang Dinanti
80
Malam Terakhir
81
Ana Uhibbukka fillah
82
Wahai Makmumku...
83
Suara Hati Kiara
84
Sepiring Berdua
85
Nyaman dan Cinta itu Beda
86
Secercah Harapan
87
Dua Wanita Terhebat
88
Antara Cinta dan Balas Budi
89
Putri Kecilku
90
Mama...
91
Harta paling Berharga
92
Makan Malam Tertunda
93
Memaafkan atau Meninggalkan
94
Harta Bukan Segalanya
95
Rayuan Tengah Malam
96
Cinta itu Rasa Nyaman
97
Laki-laki Terhebat
98
Kamu Makmumku
99
Hari Pertunangan
100
Hana Merajuk
101
Kepastian yang Ditunggu
102
Malam Pertama
103
Pagi yang Mengejutkan
104
Cemburu Demi Cintanya
105
Permintaan Maaf
106
Pagi yang Hangat
107
Hanya Dia yang Kucinta
108
Hukuman
109
Sebuah Keputusan
110
Jalan-jalan Malam
111
Akhir Sebuah Cinta
112
Sarapan Pagi
113
Sakitnya tuan Ardi
114
Sarapan Bersama
115
Kita Ditakdirkan Berjodoh
116
Pelukan yang Dirindukan
117
Kesalapahaman
118
Akhirnya
119
Bebek Panggang pedas
120
Bintang Hati
121
Ardilla Fitri Adiwijaya
122
Rafa Jodohku
123
Senyummu Kekuatanku
124
Hana Khairunnisa
125
Janji
126
Cemburu yang Tidak Diperlukan
127
Bimbinglah Aku...
128
Semua Sudah Diatur...
129
Faiq Sang Pemenang
130
Kesabaran tak pernah sia-sia
131
Annisa Maulida Zahro
132
Muhammad Faiq Alhakim
133
Farah Nur Fitriya
134
Davina Nur Latifah
135
Sikap Dingin yang Menjadi
136
Perkenalan
137
Putri yang Kembali
138
Sakit Maag
139
Sholat Berjamaah
140
Akhiranya...
141
Suara Hati
142
Siapa Dia???
143
Mama Segalanya...
144
Makmum yang diimpikan...
145
Berjuanglah...
146
Izinkan Aku Menikahinya...
147
Malam Itu...
148
Persetujuan
149
Wanita Impian
150
Perjalanan ke luar kota
151
Vania Aulia Azzahra
152
Amarah Faiq
153
Persetujuaan
154
Demi Dia...
155
Aku Pergi..
156
Derasnya Hujan...
157
Maaf
158
Satu Nama
159
Hati yang Memilih
160
Akhirnya...
161
Permintaan...
162
Kantin Rumah Sakit
163
Bukan Salahku...
164
Akhir Tiga Hati
165
Cinta yang salah
166
Semua Sudah Tertulis...
167
Sikap Manja yang Kurindukan
168
Calon Keponakan yang Menyusahkan
169
Pertemuan yang Aneh
170
Kedua kalinya
171
Adik peremapuanku ...
172
Cinta Segitiga
173
Mengakhiri atau Meneruskan
174
Kesempurnaan Cinta...
175
Sisi yang Lain
176
Keteguhan...
177
Aku Mencintaimu dengan Iman...
178
Cinta Vania
179
Menantu yang Terbaik
180
Mama Tersenyumlah
181
Ketenangan yang Terusik
182
Semua Bisa Terjadi
183
Cemburu yang Elegant
184
Di bawah Langit Bertasbih
185
Ayah
186
Wajah Halal yang Kurindukan
187
Malam Pinangan
188
Ahcmad Faiz Akbar
189
Sikap yang Bijak
190
Cinta itu Menghargai
191
Akad Nikah
192
Meriahnya Pesta
193
Cinta yang Terpendam
194
Air Mata Faiq
195
Kemesraan di Pagi Hari
196
Lahirnya Sang Pewaris
197
Sahabat akan Selalu Ada
198
Janjian
199
Vania marah
200
Pertengkaran...
201
Rapat
202
Diam Annisa
203
Langit Malam
204
Jangan Ragukan Cintaku...
205
Dilema Fathan
206
Pertemuan...
207
Makan Siang
208
Kenangan masa lalu
209
Aku Berbeda
210
Perdebatan
211
Proyek Pembangunan
212
Aku Memilih Keluargaku
213
Berdua di Mobil
214
Rumah sakit
215
Kepergian Hana
216
Mantan Terindah
217
Maaf...
218
Saling Menyayangi
219
Tanding Basket
220
Nuur Aini Rahma
221
Malik Fazal Gavi
222
Indahnya....
223
Sebuah Kejujuran
224
Persetujuan
225
Vania Sakit
226
Amarah Raihan
227
Akhirnya Berakhir
228
Kenangan Raihan
229
Muhammad Malik Fajar
230
Dokter Daffa
231
Kekesalan Vania
232
Dilema Raihan
233
Isi Hati
234
Fakta Terkuak
235
Rintihan
236
Sarapan
237
Dokter Cantik
238
Chalisa Putri Ananta
239
Adikku Kecilku
240
Dokter Rey
241
Hargai Dia
242
Maaf
243
Penolakan
244
Sikap Manja Rafa
245
Rama si Culun
246
Rama Dwi Sanjaya
247
Wanita hebat
248
Dua Saudara Kandung
249
Satu Keluarga
250
Hasutan tak Penting
251
Gerimis malam...
252
Pembatalan kontrak
253
Akhir Bahagia (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!