Semalam setelah keluar bersama, Rafa memutuskan menginap di rumah Hana. Adrian dan Diana pulang membawa mobil Rafa. Semalam setelah makan malam, Hana tertidur di dalam mobil. Dia bersandar pada dada bidang Rafa. Pertama kalinya Hana membutuhkan Rafa sebagai sandaran. Meski hanya sandaran di saat tidur.
Hana terbiasa tidur lebih awal, karena Hana akan bangun sangat pagi. Melihat Hana yang kelelahan, Rafa baru menyadari bahwa ada sisi lemah Hana. Rafa menggendong Hana perlahan menuju kamarnya. Diana melihat Rafa yang berbeda, seorang suami yang begitu mencintai istrinya. Adrian tersenyum bahagia melihat sahabatnya berubah menjadi berhati. Rafa yang dingin, berubah penuh cinta.
Dini hari Hana terbangun dengan melihat wajah tampan Rafa tidur di sampingnya. Rafa seorang CEO kaya dan berbakat. Rela tidur di atas tempat tidur yang jauh dari kata nyaman. Tempat tidur yang lebarnya, setengah dari tempat tidur miliknya. Bukan hanya tidak lebar, kasur busa Hana sudah sedikit keras. Namun Hana melihat Rafa tertidur dengan sangat lelap.
Tangan Rafa melingkar di perut rata Hana. Kepalanya miring menghadap ke arah wajah Hana. Entah Rafa sadar atau tidak! Dia tidur satu kamar dengan Hana. Istri yang dicintainya, tapi tidak diakuinya. Hana melepaskan pelukan Rafa dengan perlahan. Dia tidak ingin membangunkan Rafa. Hana terbiasa bangun sangat pagi. Dia biasa melakukan sholat malam.
Sebelum turun dari tempat tidur, Hana menatap wajah Rafa yang sangat tampan. Tatapan seorang wanita yang tak pernah mengenal arti cinta. Hana tidak pernah menyangka, jika hidupnya telah dia serahkan pada seorang Rafa Akbar Prawira. Hana mengusap lembut wajah tampan Rafa. Wajah yang mampu meluluhkan hati wanita. Ketampanan yang membuat Rafa selalu dikelilingi oleh wanita cantik dan berkelas.
"Aku tidak pernah menyangka, jika jalan takdirku harus berakhir denganmu. Aku tidak pernah menduga, jika kamu laki-laki yang tercipta untukku. Pemilik tulang rusukku, penopang tubuh lemahku. Seandainya ketampanan ini tidak pernah kamu miliki. Mungkinkah kamu akan terus menjelajah bersama wanita-wanita itu. Aku mungkin diam melihatmu bersama mereka. Karena aku tidak tahu cara berteriak mempertahankanmu. Aku akan teguh melihatmu terus menjauh dariku. Karena pengabdianku padamu bukti ikatan suci diantara kita. Maaf jika aku tidak akan bisa menjadi istri sempurna untukmu. Ketampanan dan kekayaanmu belum mampu mengetuk hatiku. Perilaku liarmu yang membuka mataku, bahwa kita berasal dari dunia yang berbeda. Namun seakan harus sama, karena jalan takdir yang menyatukan. Rafa Akbar Prawira bersamamu aku bisa terluka, tanpamu aku tidak bahagia. Mungkin ini jalan takdir yang harus aku jalani. Bersamamu meski tanpa ikatan cinta. Mengabdi padamu meski tanpa sebuah kata bahagia. Terima kasih sudah rela menerima gadis sederhana sepertiku!" batin Hana menatap lekat wajah sang suami.
...☆☆☆...
Pagi hari setelah membersihkan seluruh bagian rumah. Hana pergi ke dapur sekadar untuk membuatkan sarapan Rafa sebelum pulang ke rumahnya. Hari minggu menjadi hari libur untuk Rafa, tapi tidak untuk Hana. Dia tetap bekerja meski di hari libur. Apalagi restoran tempatnya bekerja akan sangat ramai bila hari libur. Suasana restoran yang sangat nyaman, membuat beberapa orang betah duduk berlama-lama di restoran.
Hana memasak beberapa makanan untuk Rafa. Semalam setelah pulang kerja, Hana belanja beberapa bahan makanan. Dia tidak ingin, ketika Rafa berada di rumahnya Rafa harus mengkonsumsi mie instan. Hana menyiapkan makanan secepat mungkin. Agar saat Rafa bangun, semua makanan sudah siap.
"Hana!" sapa Rafa tiba-tiba, tangannya sudah melingkar memeluk Hana. Seketika Hana terdiam, Hana tidak melarang Rafa menyentuhnya. Sebab Rafa orang yang paling berhak akan tubuhnya. Hana terdiam membisu, dia mencium harum rambut Rafa. Kepala Rafa masih basah, Rafa menyadarkan kepalanya di pundak Hana.
"Kak Rafa sudah bangun! Aku pikir belum, duduklah sebentar. Akan aku buatkan kopi, sebentar lagi sarapan sudah siap!" ujar Hana lirih, Hana merasakan kepala Rafa menggeleng. Tangan Rafa tetap pada posisi semula, melingkar sempurna di perut Hana. Rafa semakin erat memeluk Hana. Hijab Hana mulai basar, karena rambut Rafa yang basah.
"Aku hanya ingin memelukmu. Setidaknya biarkan seperti ini ssbentar saja. Aku tidak tahu, sampai kapan kamu tetap membiarkanku memelukmu? Biarkan tetap seperti ini!" ujar Rafa, Hana menggeleng lemah. Dia menyikut tubuh Rafa, agar sedikit menjauh.
"Kak Rafa, aku tidak akan pernah melarang. Jika hanya untuk memelukku, karena sentuhanmu halal untukku. Aku milikmu sepenuhnya, tapi aku sekarang harus segera bersiap. Bukankah kak Rafa harus segera pulang. Semalam kak Rafa tidak pulang, pasti keluarga kak Rafa cemas!" ujar Hana santai, Rafa melepaskan pelukannya dengan kasar. Hana tidak memperdulikan sikap kasar Rafa. Dia fokus menyelesaikan masakannya. Sebab Hana harus segera bersiap untuk bekerja.
"Hana, kamu mengusirku. Bukankah rumah ini juga rumahku. Kenapa sekarang aku merasa hanyalah tamu di rumah ini? Setelah datang harus kembali pulang!" ujar Rafa lirih, Hana terkejut mendengar Rafa yang seolah salah paham dengan perkataannya. Hana mematikan kompor, dia berjalan mendekat pada Rafa yang bersandar pada tembok. Terlihat Rafa menunduk, dia merasa terusir oleh Hana. Rafa kecewa mendengar perkataan Hana.
"Kak Rafa!" sapa Hana, tangan Hana mengangkat lembut dagu Rafa. Tatapan Hana melihat raut wajah sedih Rafa. Sempat Hana bingung melihat semua ini. Dia seolah melihat Rafa yang begitu peduli pada pendapatnya. Hana berdiri membelakangi Rafa, dia menarik tangan Rafa agar memeluknya. Hana menyandarkan tubuhnya pada tubuh Rafa.
"Kak Rafa, jika memang kamu seorang tamu. Tidak mungkin aku menyadarkan tubuhku padamu. Akan kutolak setiap pelukan darimu. Akan kutepis genggaman tanganmu. Rumah ini milikmu, tidak ada yang melarangmu berada di sini. Namun kak Rafa tidak boleh lupa. Ada keluarga yang akan memikirkan kondisimu. Mereka tidak pernah mengetahui pernikahan kita!" ujar Hana, Rafa menyandarkan kepalanya di pundak Hana. Rafa tenggelam dalam kehangatan yang tanpa sengaja Hana ciptakan. Rafa merasakan setiap sentuhan hangat Hana. Harum tubuh Hana membuat Rafa sangat tenang. Seandainya mungkin Rafa ingin memiliki Hana seutuhnya. Agar tak ada lagi yang bisa merebut Hana darinya.
"Kak Rafa, Hana harus segera bersiap. Sarapan sebentar lagi selesai!" ujar Hana membuyarkan khayalan Rafa. Hana melepaskan pelukan Rafa.
"Hana, tidak bisakah hari ini kita berdua saja di rumah!" ujar Rafa lirih, Hana menggeleng. Bukan maksud Hana menolak, tapi Hana memiliki tanggungjawab yang lain.
"Aku hari ini bekerja, restoran kalau minggu sangat ramai!" ujar Hana santai, dia menyiapkab sarapan di atas meja makan. Rafa duduk dengan muka di tekuk.
"Kenapa kamu harus bekerja? Bukankah aku sudah memberi nafkah. Apa sekarang kamu juga menolak pemberianku? Aku yakinkan padamu, apa yang kuberikan padamu hasil kerja kerasku?" ujar Rafa kesal, dia merasa Hana selalu menolak apa yang dia berikan?
"Kak Rafa, aku bekerja untuk mengisi waktu luangku. Semua yang kamu berikan padaku, belum sepenuhnya menjadi hakku! Aku belum menjadi istri yang sempurna untukmu. Aku juga percaya, tangan ini bekerja keras demi semua yang aku terima!" ujar Hana lirih, dia menarik tangan kanan Rafa. Mencium lembut, lalu menempelkan tangan Rafa di pipinya. Hana tidak pernah menyadari, sikap hangat Hana mengusik jiwa laki-laki Rafa. Semua itu membuat Rafa frustasi berharap bisa memiliki Hana seutuhnya.
"Hana, aku bisa khilaf menerima semua perlakuanmu!"
"Kak Rafa tidak akan pernah khilaf, karena bagi kak Rafa aku hanya wanita sederhana!" ujar Hana santai, dia meninggalkan Rafa yang termangu sendiri. Hana harus segera bersiap menuju restoran.
"Seandainya kamu tahu Hana, perlakuanmu menyiksaku. Tubuhku dekat denganmu, tapi seakan jauh. Aku hanya bisa menyentuhmu tanpa berhak memilikimu seutuhnya. Hana Khairunnissa, kamu mengacaukan hidupku!" batin Rafa.
...☆☆☆☆☆...
TERIMA KASIH😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Nanik Harahap
Kata keramat yang dalam novel "Biarkan seperti ini sebentar saja"
🤣🤣🤣
2021-05-28
1
Anggra
nyesek Thor....knp bs sekuat itu sich hati Hana hati seorang istri yg tak diakui😔😔😔😔
2021-04-12
4
Dwi setya Iriana
oooooo kok rafa jadi agak lebay ya
2021-04-11
1