Secepat kilat Rafa mengemudikan mobilnya. Berbekal ponsel Diana, Rafa mencari keberadaan Hana. Adrian ikut bersama Rafa, dia tidak ingin Rafa melakukan hal bodoh yang membuatnya semakin jauh dari Hana. Jika Hana butuh waktu 5 jam menuju kota kakeknya, Rafa hanya butuh waktu 3 jam saja. Jalan bebas hambatan menjadi alternatif yang dipilih Rafa.
Sesampainya di kota Rafa mengemudikan mobilnya sedikit pelan, tidak secepat tadi. Butuh waktu 2 jam agar sampai di desa tempat Hana berada. Rafa meninggalkan semua pekerjaannya. Dia sudah tidak peduli seandainya mengalami kerugian. Dia merasa rugi jika kehilangan jejak Hana lagi.
Rafa tiba di desa Hana bersamaan dengan kumandang azan magrib. Rafa melihat suasana desa yang minim penerangan, sunyi dan sepi. Dia tidak pernah menyangka, selama ini Hana berada di sini. Rafa melihat betapa kerasnya Hana menjauh. Dia tidak akan bisa menemukan Hana. Seandainya Diana tidak ceroboh, desa yang jauh dari keramaian kota.
Adrian bertanya pada warga desa rumah kakek Hana. Secara kebetulan keluarga kakek Hana, salah satu orang terpandang di desa ini. Rafa dan Adrian langsung menuju ke rumah kakek Hana. Setelah berada di depan rumah kakek Hana, Rafa dan Adrian ragu untuk masuk ke dalam. Mereka bingung akan beralasan apa? Setelah bertemu dengan Hana atau kakeknya.
Lama Rafa dan Adrian berdiam di dalam mobil. Rafa menatap rumah di depannya. Rumah sangat sederhana. Mungkin luasnya hampir sama dengan, rumah ART di belakang rumah Rafa. Meski kecil rumah ini terlihar rapi dan nyaman. Rafa tersadar dari lamunannya, saat seseorang menggedor kaca mobilnya.
Tok Tok Tok
Rafa dan Adrian turun dari mobil. Seorang kakek dan perempuan berdiri di depannya. Rafa dan Adrian bingung ingin mengatakan apa? Saat berangkat keberanian Rafa sebesar gunung. Sesampainya di sini dia bingung hendak beralasan apa?
"Assalammualaikum anak muda! Kalian sedang mencari seseorang atau kalian kesasar ke desa ini!" ujar sang kakek ramah, Rafa diam membisu. Adrian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sudah lebih baik kalian masuk ke dalam dulu. Kita bicara di dalam, tidak baik berdiri di luar!" ujar sang kakek, Rafa dan Adrian masuk ke dalam rumah. Rafa mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Hana. Kakek Hana menyadari gelagat Rafa, akhirnya dia memahami siapa mereka? Siapa yang mereka cari?
"Anak berdua siapa namanya? Kalau saya Aman, panggil saja kakek Aman. Kalau perempuan yang tadi, Salsa dia cucu saya!"
"Saya Rafa dan ini teman saya Adrian." ujar Rafa singkat, kakek mengangguk pelan.
"Nak Rafa sedang mencari Hana. Dia belum pulang dari mushola. Selama dia di desa ini, setelah sholat magrib. Hana membantu mengajar mengaji. Jadi dia akan pulang setelah sholat isya. Nak Rafa tunggu saja, sekalian kita makan malam bersama!" ujar kakek ramah, Rafa dan Adrian saling menoleh. Mereka terkejut kakek bisa mengetahui niat kedatangan Rafa.
"Maaf jika saya mengganggu, tapi bagaimana bisa anda mengetahui? Jika kedatangan saya mencari cucu anda, Hana!" ujar Rafa sopan, kakek Aman tersenyum.
"Nak Rafa, sedari tadi aku melihat kamu sedang mencari sesuatu. Jika bukan Hana siapa? Salsa tidak mungkin, hanya Hana yang berasal dari kota. Kelihatannya Hana begitu istimewa untuk nak Rafa. Buktinya nak Rafa datang sejauh ini!" ujar Kakek, Rafa tersipu malu mendengar perkataan kakek.
"Namun sebaliknya untuk Hana. Dia begitu membenci Rafa!" sahut Adrian yang semenjak datang hanya diam. Rafa menoleh ke arah Adrian, dia menatap Adrian dengan tatapan membunuh.
"Memangnya kenapa Hana membencimu? Sudah tidak perlu takut dengan Hana. Kamu sudah datang sejauh ini. Tidak mungkin kakek akan membiarkan Hana memarahimu. Kalian bersih-bersih dulu, tapi sebelumnya maaf rumahnya sangat kecil. Maklum bukan di kota!" ujar kakek, Rafa dan Adrian mengangguk pelan. Mereka bergantian membersihkan diri. Mereka datang tanpa persiapan, sehingga tidak membawa baju. Baik Rafa atau Adrian terpaksa menggunakan baju yang sama. Hanya mereka melepas jas yang biasa mereka gunakan.
"Assalammualaikum!" ujar Hana lirih, Rafa seketika menoleh mendengar suara Hana. Wanita yang sudah beberapa bulan membuatnya gusar. Sebaliknya Hana terkejut melihat kedatangan Rafa. Pantas saja Han seperti mengenali mobil yang ada di depan rumah.
"Bapak!" ujar Hana, Rafa mengangguk pelan. Adrian keluar dari kamar mandi. Kedua kalinya Hana terkejut melihat dua petinggi perusahaan prawira sedang berada di rumahnya. Kakek Aman menyadari keterkejutan Hana.
"Hana, bantu Salsa menyiapkan makan malam. Kita akan menjamu kedua temanmu!" ujar Kakek Aman, Hana mengangguk. Dia berjalan menuju kamarnya untuk meletakkan mukena. Setelah itu baru dia pergi ke dapur. Salsa tersenyum melihat kedatangan Hana.
"Apa senyum-senyum?"
"Kak, pacar kak Hana tampan dan kaya. Lihat saja mobilnya bagus begitu!" ujar Salsa, Hana menggeleng.
"Dia bukan pacar atau tunanganku. Dia bos tempatku bekerja. Jadi kalau kaya itu wajar! Kenapa kamu suka dengannya? Kenapa tidak berkenalan saja?" ujar Hana ketus, Salsa menggeleng sembari tersenyum. Hana kesal sekaligus terkejut, melihat Rafa datang ke desa kakeknya.
"Aku tidak sepadan dengannya. Dia tampan dan juga kaya, Sedangkan aku cantik tidak dari desa pula. Lagipula dia datang sejauh ini, hanya untuk bertemu dengannya!" ujar Salsa.
"Sudah jangan mengkhayal. Mungkin dia memang sedang ada urusan, lalu mampir kemari!" ujar Hana mengkhayal. Padahal Hana jelas mengetahui, sangat tidak mungkin bos besar seperti Rafa datang sejauh ini. Tanpa memiliki maksud tertentu.
Salsa dan Hana menyiapkan makan malam. Bukan masakan modern atau daging yang dihidangkan. Hanya masakan desa yang sederhana. Hana jelas tahu jika Rafa tidak akan menyukai masakan tersebut. Akhirnya Hana membuatkan masakan khusus untuk Rafa. Kakek tersenyum saat melihat Hana menyiapkan makanan untuk Rafa.
"Rafa, kamu sudah datang sejauh ini. Kenapa kamu tidak menikah dengan Hana saja? Selagi kakek masih ada dan bis menjadi walinya Hana!" ujar kakek santai, Hana terkejut mendengar perkataan Kakek. Sebaliknya Rafa yang sedang minum, spontan saja kesedak.
uhhukk uhhukk
Hana yang berdiri tidak jauh dari Rafa. Seketika menepuk pundak Rafa pelan. Dia terlihat sangat khawatir, sampai Hana tidak menyadari batasan diantara mereka. Adrian terkekeh melihat perhatian Hana pada Rafa.
"Kakek jangan bercanda. Lihat dia sampai tersedak. Dia bos Hana tidak lebih. Jadi tidak mungkin kami menikah!" sahut Hana kesal. Rafa mendongak melihat Hana yang berdiri tidak jauh darinya.
"Sudah kita bicara lagi setelah makan malam!" ujar kakek final. Semua makan dengan nikmat dan tenang. Rafa memakan masakan yang dibuat Hana dengan sangat lahap. Seakan dia sudah puasa beberapa bulan. Memang akhir-akhir ini pola makan Rafa berubah. Malah hampir dia tidak pernah makan tepat waktu. Malam ini seolah dia puas akan makanan itu.
Setelah makan malam, semua berkumpul di ruang tamu. Rafa bingung akan tidur dimana malam ini? Menginap di rumah ini sangat tidak mungkin. Mencari penginapan, jauh lebih mustahil. Tidur di dalam mobil, sungguh Rafa tidak akan pernah bersedia. Apalagi setelah perjalanan sejauh ini.
"Kalian nanti malam akan tidur di kamar kakek saja. Biar nanti kakek tidur di ruang tamu!"
"Tunggu kakek, mereka tidak bisa menginap. Warga sekitar pasti marah. Di rumah ini ada dua wanita, sedang kakek sudah tua. Para warga akan mengira yang tidak-tidak!" ujar Hana melarang, Salsa mengangguk setuju.
" Kakek, kami bisa tidur di dalam mobil. Kesalahan kami yang bertamu malam-malam. Jadi sudah resiko kami tidur di luar" ujar Rafa, dia pasrah jika harus tidur di mobil. Daripada Hana semakin marah padanya.
"Tidak bisa, kalian tamu ibarat raja. Jadi tidak pantas bila tidur di luar, apalagi di dalam mobil. Lebih baik kalian tidur di kamar Hana. Sedangkan Hana akan tidur dengan Salsa. Masalah warga biar kakek yang menjelaskan!" ujar kakek final, sembari pergi meninggalkan mereka berempat. Hana menatap tajam Rafa, dia semakin kesal pada Rafa.
"Kenapa bapak bisa sampai di sini? Ada urusan apa? Sepertinya saya tidak punya urusan dengan bapak! ujar Hana ketus, dia manatap Rafa penuh kekesalan.
"Maaf, jika kedatanganku mengganggumu. Lebih baik aku pulang sekarang!"
"Bapak pulang sekarang, pasti besok pagi kakek akan marah padaku. Dia akan memintaku untuk tinggal lebih lama!"
"Jangan, aku akan tetap tinggal!" ujar Rafa spontan. Seolah berharap Hana segera pulang."
Akhirnya malam panjang terlewati. Hana tidur berdua dengan Salsa. Rafa tidur berdua dengan Adrian. Semua orang terlelap dalam tidurnya. Rafa mungkin lelah dan juga lega. Akhirnya setelah sekian hari. Dia biaa tenang
...☆☆☆☆☆...
Pagi hari saat matahari baru muncul, terlihat banyak orag berkumpu di rimah kekek Aman. Mereka terlihat marah dan emosi. Mereka menuntut, Rafa dan Adrian di adili orang satu kampung.
"Segera nikahkan mereka atau kami akan menyeret mereka tanpa sehelai baju. Kami tidak ingin ada yang berbuat mesum di desa kami!" ujar warga marah, mereka datang karena mengetahui. Jika ada dua pemuda menginap di rumah kakek Aman. Hana keluar dengan terburu-buru. Sedangkan Rafa terbangun setelah mendengar keributan. Setelah mencuci muka, dia keluar melihat situasi.
"Kakek, sudah aku katakan. Jangan biarkan mereka menginap. Sekarang aku harus bagaimana? Bukan salah mereka jika salah paham!" ujar Hana gelisah, Rafa datang dari arah belakang. Para gadis yang melihat Rafa datang histeris. Meski hanya mencuci muka, tidak akan membuat ketampanan Rafa menghilang.
"Kalian tenanglah, mereka tidak melakukan apa-apa? Dia hanya teman Hana, datang untuk menjemput!"
"Kami tidak peduli apapun alasannya! Nikahkan mereka atau kami yang menghukum mereka"
"Kakek, sungguh aku tidak bisa menikah dengannya!" ujar Hana, kakek Hana bimbang. Rafa dia membisu. Dia tidak ingin ikut campur yang pada akhirnya membuat masalah semakin rumit.
"Baiklah, aku tanyakan dulu pada Rafa." ujar Kakek.
"Rafa, kamu bersedia menikah dengan Hana!"
"Saya, menikah dengan Hana!" ujar Rafa, kakek Aman menganguk pelan.
"Aku sangat menyukaimu, tapi menikah secepat ini sangat tidak mungkin!" batin Rafa
...☆☆☆☆☆...
TERIMA KASIH😊😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Novianty Sugeng
Gak gitu juga kali toh Rafa dan Adrian nginap di rmh masih ada kakeknya kecuali tdk ada org selain Hana dan Salsa
2021-07-29
2
Dwi setya Iriana
gak ada lagi kln lain yg harus di tempuh selain menikah rafa dan hana
2021-04-11
0
Woeland Dhewi
lanjut Thor.. 😍
2021-03-26
0