Menginap

Secepat kilat Rafa mengemudikan mobilnya. Berbekal ponsel Diana, Rafa mencari keberadaan Hana. Adrian ikut bersama Rafa, dia tidak ingin Rafa melakukan hal bodoh yang membuatnya semakin jauh dari Hana. Jika Hana butuh waktu 5 jam menuju kota kakeknya, Rafa hanya butuh waktu 3 jam saja. Jalan bebas hambatan menjadi alternatif yang dipilih Rafa.

Sesampainya di kota Rafa mengemudikan mobilnya sedikit pelan, tidak secepat tadi. Butuh waktu 2 jam agar sampai di desa tempat Hana berada. Rafa meninggalkan semua pekerjaannya. Dia sudah tidak peduli seandainya mengalami kerugian. Dia merasa rugi jika kehilangan jejak Hana lagi.

Rafa tiba di desa Hana bersamaan dengan kumandang azan magrib. Rafa melihat suasana desa yang minim penerangan, sunyi dan sepi. Dia tidak pernah menyangka, selama ini Hana berada di sini. Rafa melihat betapa kerasnya Hana menjauh. Dia tidak akan bisa menemukan Hana. Seandainya Diana tidak ceroboh, desa yang jauh dari keramaian kota.

Adrian bertanya pada warga desa rumah kakek Hana. Secara kebetulan keluarga kakek Hana, salah satu orang terpandang di desa ini. Rafa dan Adrian langsung menuju ke rumah kakek Hana. Setelah berada di depan rumah kakek Hana, Rafa dan Adrian ragu untuk masuk ke dalam. Mereka bingung akan beralasan apa? Setelah bertemu dengan Hana atau kakeknya.

Lama Rafa dan Adrian berdiam di dalam mobil. Rafa menatap rumah di depannya. Rumah sangat sederhana. Mungkin luasnya hampir sama dengan, rumah ART di belakang rumah Rafa. Meski kecil rumah ini terlihar rapi dan nyaman. Rafa tersadar dari lamunannya, saat seseorang menggedor kaca mobilnya.

Tok Tok Tok

Rafa dan Adrian turun dari mobil. Seorang kakek dan perempuan berdiri di depannya. Rafa dan Adrian bingung ingin mengatakan apa? Saat berangkat keberanian Rafa sebesar gunung. Sesampainya di sini dia bingung hendak beralasan apa?

"Assalammualaikum anak muda! Kalian sedang mencari seseorang atau kalian kesasar ke desa ini!" ujar sang kakek ramah, Rafa diam membisu. Adrian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Sudah lebih baik kalian masuk ke dalam dulu. Kita bicara di dalam, tidak baik berdiri di luar!" ujar sang kakek, Rafa dan Adrian masuk ke dalam rumah. Rafa mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Hana. Kakek Hana menyadari gelagat Rafa, akhirnya dia memahami siapa mereka? Siapa yang mereka cari?

"Anak berdua siapa namanya? Kalau saya Aman, panggil saja kakek Aman. Kalau perempuan yang tadi, Salsa dia cucu saya!"

"Saya Rafa dan ini teman saya Adrian." ujar Rafa singkat, kakek mengangguk pelan.

"Nak Rafa sedang mencari Hana. Dia belum pulang dari mushola. Selama dia di desa ini, setelah sholat magrib. Hana membantu mengajar mengaji. Jadi dia akan pulang setelah sholat isya. Nak Rafa tunggu saja, sekalian kita makan malam bersama!" ujar kakek ramah, Rafa dan Adrian saling menoleh. Mereka terkejut kakek bisa mengetahui niat kedatangan Rafa.

"Maaf jika saya mengganggu, tapi bagaimana bisa anda mengetahui? Jika kedatangan saya mencari cucu anda, Hana!" ujar Rafa sopan, kakek Aman tersenyum.

"Nak Rafa, sedari tadi aku melihat kamu sedang mencari sesuatu. Jika bukan Hana siapa? Salsa tidak mungkin, hanya Hana yang berasal dari kota. Kelihatannya Hana begitu istimewa untuk nak Rafa. Buktinya nak Rafa datang sejauh ini!" ujar Kakek, Rafa tersipu malu mendengar perkataan kakek.

"Namun sebaliknya untuk Hana. Dia begitu membenci Rafa!" sahut Adrian yang semenjak datang hanya diam. Rafa menoleh ke arah Adrian, dia menatap Adrian dengan tatapan membunuh.

"Memangnya kenapa Hana membencimu? Sudah tidak perlu takut dengan Hana. Kamu sudah datang sejauh ini. Tidak mungkin kakek akan membiarkan Hana memarahimu. Kalian bersih-bersih dulu, tapi sebelumnya maaf rumahnya sangat kecil. Maklum bukan di kota!" ujar kakek, Rafa dan Adrian mengangguk pelan. Mereka bergantian membersihkan diri. Mereka datang tanpa persiapan, sehingga tidak membawa baju. Baik Rafa atau Adrian terpaksa menggunakan baju yang sama. Hanya mereka melepas jas yang biasa mereka gunakan.

"Assalammualaikum!" ujar Hana lirih, Rafa seketika menoleh mendengar suara Hana. Wanita yang sudah beberapa bulan membuatnya gusar. Sebaliknya Hana terkejut melihat kedatangan Rafa. Pantas saja Han seperti mengenali mobil yang ada di depan rumah.

"Bapak!" ujar Hana, Rafa mengangguk pelan. Adrian keluar dari kamar mandi. Kedua kalinya Hana terkejut melihat dua petinggi perusahaan prawira sedang berada di rumahnya. Kakek Aman menyadari keterkejutan Hana.

"Hana, bantu Salsa menyiapkan makan malam. Kita akan menjamu kedua temanmu!" ujar Kakek Aman, Hana mengangguk. Dia berjalan menuju kamarnya untuk meletakkan mukena. Setelah itu baru dia pergi ke dapur. Salsa tersenyum melihat kedatangan Hana.

"Apa senyum-senyum?"

"Kak, pacar kak Hana tampan dan kaya. Lihat saja mobilnya bagus begitu!" ujar Salsa, Hana menggeleng.

"Dia bukan pacar atau tunanganku. Dia bos tempatku bekerja. Jadi kalau kaya itu wajar! Kenapa kamu suka dengannya? Kenapa tidak berkenalan saja?" ujar Hana ketus, Salsa menggeleng sembari tersenyum. Hana kesal sekaligus terkejut, melihat Rafa datang ke desa kakeknya.

"Aku tidak sepadan dengannya. Dia tampan dan juga kaya, Sedangkan aku cantik tidak dari desa pula. Lagipula dia datang sejauh ini, hanya untuk bertemu dengannya!" ujar Salsa.

"Sudah jangan mengkhayal. Mungkin dia memang sedang ada urusan, lalu mampir kemari!" ujar Hana mengkhayal. Padahal Hana jelas mengetahui, sangat tidak mungkin bos besar seperti Rafa datang sejauh ini. Tanpa memiliki maksud tertentu.

Salsa dan Hana menyiapkan makan malam. Bukan masakan modern atau daging yang dihidangkan. Hanya masakan desa yang sederhana. Hana jelas tahu jika Rafa tidak akan menyukai masakan tersebut. Akhirnya Hana membuatkan masakan khusus untuk Rafa. Kakek tersenyum saat melihat Hana menyiapkan makanan untuk Rafa.

"Rafa, kamu sudah datang sejauh ini. Kenapa kamu tidak menikah dengan Hana saja? Selagi kakek masih ada dan bis menjadi walinya Hana!" ujar kakek santai, Hana terkejut mendengar perkataan Kakek. Sebaliknya Rafa yang sedang minum, spontan saja kesedak.

uhhukk uhhukk

Hana yang berdiri tidak jauh dari Rafa. Seketika menepuk pundak Rafa pelan. Dia terlihat sangat khawatir, sampai Hana tidak menyadari batasan diantara mereka. Adrian terkekeh melihat perhatian Hana pada Rafa.

"Kakek jangan bercanda. Lihat dia sampai tersedak. Dia bos Hana tidak lebih. Jadi tidak mungkin kami menikah!" sahut Hana kesal. Rafa mendongak melihat Hana yang berdiri tidak jauh darinya.

"Sudah kita bicara lagi setelah makan malam!" ujar kakek final. Semua makan dengan nikmat dan tenang. Rafa memakan masakan yang dibuat Hana dengan sangat lahap. Seakan dia sudah puasa beberapa bulan. Memang akhir-akhir ini pola makan Rafa berubah. Malah hampir dia tidak pernah makan tepat waktu. Malam ini seolah dia puas akan makanan itu.

Setelah makan malam, semua berkumpul di ruang tamu. Rafa bingung akan tidur dimana malam ini? Menginap di rumah ini sangat tidak mungkin. Mencari penginapan, jauh lebih mustahil. Tidur di dalam mobil, sungguh Rafa tidak akan pernah bersedia. Apalagi setelah perjalanan sejauh ini.

"Kalian nanti malam akan tidur di kamar kakek saja. Biar nanti kakek tidur di ruang tamu!"

"Tunggu kakek, mereka tidak bisa menginap. Warga sekitar pasti marah. Di rumah ini ada dua wanita, sedang kakek sudah tua. Para warga akan mengira yang tidak-tidak!" ujar Hana melarang, Salsa mengangguk setuju.

" Kakek, kami bisa tidur di dalam mobil. Kesalahan kami yang bertamu malam-malam. Jadi sudah resiko kami tidur di luar" ujar Rafa, dia pasrah jika harus tidur di mobil. Daripada Hana semakin marah padanya.

"Tidak bisa, kalian tamu ibarat raja. Jadi tidak pantas bila tidur di luar, apalagi di dalam mobil. Lebih baik kalian tidur di kamar Hana. Sedangkan Hana akan tidur dengan Salsa. Masalah warga biar kakek yang menjelaskan!" ujar kakek final, sembari pergi meninggalkan mereka berempat. Hana menatap tajam Rafa, dia semakin kesal pada Rafa.

"Kenapa bapak bisa sampai di sini? Ada urusan apa? Sepertinya saya tidak punya urusan dengan bapak! ujar Hana ketus, dia manatap Rafa penuh kekesalan.

"Maaf, jika kedatanganku mengganggumu. Lebih baik aku pulang sekarang!"

"Bapak pulang sekarang, pasti besok pagi kakek akan marah padaku. Dia akan memintaku untuk tinggal lebih lama!"

"Jangan, aku akan tetap tinggal!" ujar Rafa spontan. Seolah berharap Hana segera pulang."

Akhirnya malam panjang terlewati. Hana tidur berdua dengan Salsa. Rafa tidur berdua dengan Adrian. Semua orang terlelap dalam tidurnya. Rafa mungkin lelah dan juga lega. Akhirnya setelah sekian hari. Dia biaa tenang

...☆☆☆☆☆...

Pagi hari saat matahari baru muncul, terlihat banyak orag berkumpu di rimah kekek Aman. Mereka terlihat marah dan emosi. Mereka menuntut, Rafa dan Adrian di adili orang satu kampung.

"Segera nikahkan mereka atau kami akan menyeret mereka tanpa sehelai baju. Kami tidak ingin ada yang berbuat mesum di desa kami!" ujar warga marah, mereka datang karena mengetahui. Jika ada dua pemuda menginap di rumah kakek Aman. Hana keluar dengan terburu-buru. Sedangkan Rafa terbangun setelah mendengar keributan. Setelah mencuci muka, dia keluar melihat situasi.

"Kakek, sudah aku katakan. Jangan biarkan mereka menginap. Sekarang aku harus bagaimana? Bukan salah mereka jika salah paham!" ujar Hana gelisah, Rafa datang dari arah belakang. Para gadis yang melihat Rafa datang histeris. Meski hanya mencuci muka, tidak akan membuat ketampanan Rafa menghilang.

"Kalian tenanglah, mereka tidak melakukan apa-apa? Dia hanya teman Hana, datang untuk menjemput!"

"Kami tidak peduli apapun alasannya! Nikahkan mereka atau kami yang menghukum mereka"

"Kakek, sungguh aku tidak bisa menikah dengannya!" ujar Hana, kakek Hana bimbang. Rafa dia membisu. Dia tidak ingin ikut campur yang pada akhirnya membuat masalah semakin rumit.

"Baiklah, aku tanyakan dulu pada Rafa." ujar Kakek.

"Rafa, kamu bersedia menikah dengan Hana!"

"Saya, menikah dengan Hana!" ujar Rafa, kakek Aman menganguk pelan.

"Aku sangat menyukaimu, tapi menikah secepat ini sangat tidak mungkin!" batin Rafa

...☆☆☆☆☆...

TERIMA KASIH😊😊😊😊

Terpopuler

Comments

Novianty Sugeng

Novianty Sugeng

Gak gitu juga kali toh Rafa dan Adrian nginap di rmh masih ada kakeknya kecuali tdk ada org selain Hana dan Salsa

2021-07-29

2

Dwi setya Iriana

Dwi setya Iriana

gak ada lagi kln lain yg harus di tempuh selain menikah rafa dan hana

2021-04-11

0

Woeland Dhewi

Woeland Dhewi

lanjut Thor.. 😍

2021-03-26

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Makan siang
3 Sarapan Nasi Goreng
4 Rama Tri Wijaya
5 Tamu di Pagi Hari
6 Pertemuan tak Terduga
7 Sebuah kebetulan
8 Tumis Kangkung
9 Berdua dalam Satu Mobil
10 Kepergian Hana
11 Mentari Pagi
12 Menginap
13 Pulang ke Kota
14 Malam Pertama
15 Cemburu
16 Makan Siang
17 Amarah Rafa
18 Kunjunga Malam Hari
19 Pelukan Pagi Hari
20 Ketakutan Hana
21 Pertemuan
22 Masuk Rumah Sakit
23 Makan Malam
24 Hana pulang dari Rumah Sakit
25 Malam di Apartement
26 Sebuah Keputusan
27 Pagi yang Indah
28 Cinta yang Indah
29 Rafa Sakit
30 Akhir Sebuah Hubungan
31 Wajah yang Dirindukan
32 Hati yang Terpaut
33 Kata Maaf
34 Istri yang Terabaikan
35 Rafa Kebingungan
36 Pendarahan
37 Sikap Tegas Rafa
38 Senyum yang Menghilang
39 Sarapan Bersama
40 Tantangan
41 Pesta yang Meriah
42 Keteguhan yang Diragukan
43 Tumbangnya sang Pewaris
44 Cinta yang Rumit
45 Rumah Sakit
46 Penolakan
47 Raditya Naufal Wirawan
48 Arti Sebuah Harga Diri
49 Air mata itu
50 Putri yang Cantik
51 Sebuah Kebenaran
52 Rumah Baru
53 Amarah Sesil
54 Makan Malam Bersama
55 Makan Siang yang Gagal
56 Teguhnya Cinta
57 Suara Merdu Hana
58 Pertemuan tak Terduga
59 Pemakaman
60 Ayunan Kayu
61 Cemburu....
62 Kiara Putri Prawira
63 Hadiah Terindah
64 Diana Larasati Permana
65 Kepergian Hana
66 Pulang
67 Muhammad Rizal Saputra
68 Satu Nama dalam Dua Sujud
69 Karmila Intan Safitri
70 Malam yang Sunyi
71 Baby Fathan
72 Langitku
73 Obat untuk Sesama
74 Muhammad Fathan Alfarizqi
75 Surat Terakhir
76 Kisah dibalik 6 tahun
77 Izinkan aku memanggilmu mama
78 Suamiku Surgaku
79 Restu yang Dinanti
80 Malam Terakhir
81 Ana Uhibbukka fillah
82 Wahai Makmumku...
83 Suara Hati Kiara
84 Sepiring Berdua
85 Nyaman dan Cinta itu Beda
86 Secercah Harapan
87 Dua Wanita Terhebat
88 Antara Cinta dan Balas Budi
89 Putri Kecilku
90 Mama...
91 Harta paling Berharga
92 Makan Malam Tertunda
93 Memaafkan atau Meninggalkan
94 Harta Bukan Segalanya
95 Rayuan Tengah Malam
96 Cinta itu Rasa Nyaman
97 Laki-laki Terhebat
98 Kamu Makmumku
99 Hari Pertunangan
100 Hana Merajuk
101 Kepastian yang Ditunggu
102 Malam Pertama
103 Pagi yang Mengejutkan
104 Cemburu Demi Cintanya
105 Permintaan Maaf
106 Pagi yang Hangat
107 Hanya Dia yang Kucinta
108 Hukuman
109 Sebuah Keputusan
110 Jalan-jalan Malam
111 Akhir Sebuah Cinta
112 Sarapan Pagi
113 Sakitnya tuan Ardi
114 Sarapan Bersama
115 Kita Ditakdirkan Berjodoh
116 Pelukan yang Dirindukan
117 Kesalapahaman
118 Akhirnya
119 Bebek Panggang pedas
120 Bintang Hati
121 Ardilla Fitri Adiwijaya
122 Rafa Jodohku
123 Senyummu Kekuatanku
124 Hana Khairunnisa
125 Janji
126 Cemburu yang Tidak Diperlukan
127 Bimbinglah Aku...
128 Semua Sudah Diatur...
129 Faiq Sang Pemenang
130 Kesabaran tak pernah sia-sia
131 Annisa Maulida Zahro
132 Muhammad Faiq Alhakim
133 Farah Nur Fitriya
134 Davina Nur Latifah
135 Sikap Dingin yang Menjadi
136 Perkenalan
137 Putri yang Kembali
138 Sakit Maag
139 Sholat Berjamaah
140 Akhiranya...
141 Suara Hati
142 Siapa Dia???
143 Mama Segalanya...
144 Makmum yang diimpikan...
145 Berjuanglah...
146 Izinkan Aku Menikahinya...
147 Malam Itu...
148 Persetujuan
149 Wanita Impian
150 Perjalanan ke luar kota
151 Vania Aulia Azzahra
152 Amarah Faiq
153 Persetujuaan
154 Demi Dia...
155 Aku Pergi..
156 Derasnya Hujan...
157 Maaf
158 Satu Nama
159 Hati yang Memilih
160 Akhirnya...
161 Permintaan...
162 Kantin Rumah Sakit
163 Bukan Salahku...
164 Akhir Tiga Hati
165 Cinta yang salah
166 Semua Sudah Tertulis...
167 Sikap Manja yang Kurindukan
168 Calon Keponakan yang Menyusahkan
169 Pertemuan yang Aneh
170 Kedua kalinya
171 Adik peremapuanku ...
172 Cinta Segitiga
173 Mengakhiri atau Meneruskan
174 Kesempurnaan Cinta...
175 Sisi yang Lain
176 Keteguhan...
177 Aku Mencintaimu dengan Iman...
178 Cinta Vania
179 Menantu yang Terbaik
180 Mama Tersenyumlah
181 Ketenangan yang Terusik
182 Semua Bisa Terjadi
183 Cemburu yang Elegant
184 Di bawah Langit Bertasbih
185 Ayah
186 Wajah Halal yang Kurindukan
187 Malam Pinangan
188 Ahcmad Faiz Akbar
189 Sikap yang Bijak
190 Cinta itu Menghargai
191 Akad Nikah
192 Meriahnya Pesta
193 Cinta yang Terpendam
194 Air Mata Faiq
195 Kemesraan di Pagi Hari
196 Lahirnya Sang Pewaris
197 Sahabat akan Selalu Ada
198 Janjian
199 Vania marah
200 Pertengkaran...
201 Rapat
202 Diam Annisa
203 Langit Malam
204 Jangan Ragukan Cintaku...
205 Dilema Fathan
206 Pertemuan...
207 Makan Siang
208 Kenangan masa lalu
209 Aku Berbeda
210 Perdebatan
211 Proyek Pembangunan
212 Aku Memilih Keluargaku
213 Berdua di Mobil
214 Rumah sakit
215 Kepergian Hana
216 Mantan Terindah
217 Maaf...
218 Saling Menyayangi
219 Tanding Basket
220 Nuur Aini Rahma
221 Malik Fazal Gavi
222 Indahnya....
223 Sebuah Kejujuran
224 Persetujuan
225 Vania Sakit
226 Amarah Raihan
227 Akhirnya Berakhir
228 Kenangan Raihan
229 Muhammad Malik Fajar
230 Dokter Daffa
231 Kekesalan Vania
232 Dilema Raihan
233 Isi Hati
234 Fakta Terkuak
235 Rintihan
236 Sarapan
237 Dokter Cantik
238 Chalisa Putri Ananta
239 Adikku Kecilku
240 Dokter Rey
241 Hargai Dia
242 Maaf
243 Penolakan
244 Sikap Manja Rafa
245 Rama si Culun
246 Rama Dwi Sanjaya
247 Wanita hebat
248 Dua Saudara Kandung
249 Satu Keluarga
250 Hasutan tak Penting
251 Gerimis malam...
252 Pembatalan kontrak
253 Akhir Bahagia (END)
Episodes

Updated 253 Episodes

1
Pertemuan
2
Makan siang
3
Sarapan Nasi Goreng
4
Rama Tri Wijaya
5
Tamu di Pagi Hari
6
Pertemuan tak Terduga
7
Sebuah kebetulan
8
Tumis Kangkung
9
Berdua dalam Satu Mobil
10
Kepergian Hana
11
Mentari Pagi
12
Menginap
13
Pulang ke Kota
14
Malam Pertama
15
Cemburu
16
Makan Siang
17
Amarah Rafa
18
Kunjunga Malam Hari
19
Pelukan Pagi Hari
20
Ketakutan Hana
21
Pertemuan
22
Masuk Rumah Sakit
23
Makan Malam
24
Hana pulang dari Rumah Sakit
25
Malam di Apartement
26
Sebuah Keputusan
27
Pagi yang Indah
28
Cinta yang Indah
29
Rafa Sakit
30
Akhir Sebuah Hubungan
31
Wajah yang Dirindukan
32
Hati yang Terpaut
33
Kata Maaf
34
Istri yang Terabaikan
35
Rafa Kebingungan
36
Pendarahan
37
Sikap Tegas Rafa
38
Senyum yang Menghilang
39
Sarapan Bersama
40
Tantangan
41
Pesta yang Meriah
42
Keteguhan yang Diragukan
43
Tumbangnya sang Pewaris
44
Cinta yang Rumit
45
Rumah Sakit
46
Penolakan
47
Raditya Naufal Wirawan
48
Arti Sebuah Harga Diri
49
Air mata itu
50
Putri yang Cantik
51
Sebuah Kebenaran
52
Rumah Baru
53
Amarah Sesil
54
Makan Malam Bersama
55
Makan Siang yang Gagal
56
Teguhnya Cinta
57
Suara Merdu Hana
58
Pertemuan tak Terduga
59
Pemakaman
60
Ayunan Kayu
61
Cemburu....
62
Kiara Putri Prawira
63
Hadiah Terindah
64
Diana Larasati Permana
65
Kepergian Hana
66
Pulang
67
Muhammad Rizal Saputra
68
Satu Nama dalam Dua Sujud
69
Karmila Intan Safitri
70
Malam yang Sunyi
71
Baby Fathan
72
Langitku
73
Obat untuk Sesama
74
Muhammad Fathan Alfarizqi
75
Surat Terakhir
76
Kisah dibalik 6 tahun
77
Izinkan aku memanggilmu mama
78
Suamiku Surgaku
79
Restu yang Dinanti
80
Malam Terakhir
81
Ana Uhibbukka fillah
82
Wahai Makmumku...
83
Suara Hati Kiara
84
Sepiring Berdua
85
Nyaman dan Cinta itu Beda
86
Secercah Harapan
87
Dua Wanita Terhebat
88
Antara Cinta dan Balas Budi
89
Putri Kecilku
90
Mama...
91
Harta paling Berharga
92
Makan Malam Tertunda
93
Memaafkan atau Meninggalkan
94
Harta Bukan Segalanya
95
Rayuan Tengah Malam
96
Cinta itu Rasa Nyaman
97
Laki-laki Terhebat
98
Kamu Makmumku
99
Hari Pertunangan
100
Hana Merajuk
101
Kepastian yang Ditunggu
102
Malam Pertama
103
Pagi yang Mengejutkan
104
Cemburu Demi Cintanya
105
Permintaan Maaf
106
Pagi yang Hangat
107
Hanya Dia yang Kucinta
108
Hukuman
109
Sebuah Keputusan
110
Jalan-jalan Malam
111
Akhir Sebuah Cinta
112
Sarapan Pagi
113
Sakitnya tuan Ardi
114
Sarapan Bersama
115
Kita Ditakdirkan Berjodoh
116
Pelukan yang Dirindukan
117
Kesalapahaman
118
Akhirnya
119
Bebek Panggang pedas
120
Bintang Hati
121
Ardilla Fitri Adiwijaya
122
Rafa Jodohku
123
Senyummu Kekuatanku
124
Hana Khairunnisa
125
Janji
126
Cemburu yang Tidak Diperlukan
127
Bimbinglah Aku...
128
Semua Sudah Diatur...
129
Faiq Sang Pemenang
130
Kesabaran tak pernah sia-sia
131
Annisa Maulida Zahro
132
Muhammad Faiq Alhakim
133
Farah Nur Fitriya
134
Davina Nur Latifah
135
Sikap Dingin yang Menjadi
136
Perkenalan
137
Putri yang Kembali
138
Sakit Maag
139
Sholat Berjamaah
140
Akhiranya...
141
Suara Hati
142
Siapa Dia???
143
Mama Segalanya...
144
Makmum yang diimpikan...
145
Berjuanglah...
146
Izinkan Aku Menikahinya...
147
Malam Itu...
148
Persetujuan
149
Wanita Impian
150
Perjalanan ke luar kota
151
Vania Aulia Azzahra
152
Amarah Faiq
153
Persetujuaan
154
Demi Dia...
155
Aku Pergi..
156
Derasnya Hujan...
157
Maaf
158
Satu Nama
159
Hati yang Memilih
160
Akhirnya...
161
Permintaan...
162
Kantin Rumah Sakit
163
Bukan Salahku...
164
Akhir Tiga Hati
165
Cinta yang salah
166
Semua Sudah Tertulis...
167
Sikap Manja yang Kurindukan
168
Calon Keponakan yang Menyusahkan
169
Pertemuan yang Aneh
170
Kedua kalinya
171
Adik peremapuanku ...
172
Cinta Segitiga
173
Mengakhiri atau Meneruskan
174
Kesempurnaan Cinta...
175
Sisi yang Lain
176
Keteguhan...
177
Aku Mencintaimu dengan Iman...
178
Cinta Vania
179
Menantu yang Terbaik
180
Mama Tersenyumlah
181
Ketenangan yang Terusik
182
Semua Bisa Terjadi
183
Cemburu yang Elegant
184
Di bawah Langit Bertasbih
185
Ayah
186
Wajah Halal yang Kurindukan
187
Malam Pinangan
188
Ahcmad Faiz Akbar
189
Sikap yang Bijak
190
Cinta itu Menghargai
191
Akad Nikah
192
Meriahnya Pesta
193
Cinta yang Terpendam
194
Air Mata Faiq
195
Kemesraan di Pagi Hari
196
Lahirnya Sang Pewaris
197
Sahabat akan Selalu Ada
198
Janjian
199
Vania marah
200
Pertengkaran...
201
Rapat
202
Diam Annisa
203
Langit Malam
204
Jangan Ragukan Cintaku...
205
Dilema Fathan
206
Pertemuan...
207
Makan Siang
208
Kenangan masa lalu
209
Aku Berbeda
210
Perdebatan
211
Proyek Pembangunan
212
Aku Memilih Keluargaku
213
Berdua di Mobil
214
Rumah sakit
215
Kepergian Hana
216
Mantan Terindah
217
Maaf...
218
Saling Menyayangi
219
Tanding Basket
220
Nuur Aini Rahma
221
Malik Fazal Gavi
222
Indahnya....
223
Sebuah Kejujuran
224
Persetujuan
225
Vania Sakit
226
Amarah Raihan
227
Akhirnya Berakhir
228
Kenangan Raihan
229
Muhammad Malik Fajar
230
Dokter Daffa
231
Kekesalan Vania
232
Dilema Raihan
233
Isi Hati
234
Fakta Terkuak
235
Rintihan
236
Sarapan
237
Dokter Cantik
238
Chalisa Putri Ananta
239
Adikku Kecilku
240
Dokter Rey
241
Hargai Dia
242
Maaf
243
Penolakan
244
Sikap Manja Rafa
245
Rama si Culun
246
Rama Dwi Sanjaya
247
Wanita hebat
248
Dua Saudara Kandung
249
Satu Keluarga
250
Hasutan tak Penting
251
Gerimis malam...
252
Pembatalan kontrak
253
Akhir Bahagia (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!