Kunjunga Malam Hari

"Diana, ketuk dengan keras. Jangan lembek seperti itu. Kamu seperti orang belum makan saja!" ujar Adrian kesal, Diana cemberut mendengar ocehan Adrian. Rafa diam membisu, perdebatan Ardian dan Diana tidak mampu merebut kegelisahannya.

Rafa takut jika Hana memintanya pergi setelah kejadian tadi siang. Rafa benar-benar kalut, dia tidak bisa lagi memikirkan hal lain selain Hana. Lama Diana mengetuk pintu, tak ada tanda-tanda pintu akan terbuka.

"Diana, ketuk lagi jangan malas. Hana pasti ada di dapur. Jadi dia tidak bisa mendengar ketukanmu yang sangat pelan!"

"Cerewet, kenapa bukan pak Ardian saja yang mengetuk. Tenaga laki-laki lebih kuat!" sahut Diana kesal, Adrian mendorong tubuh Diana bergeser sedikit. Diana terhunyung hampir saja terjatuh. Rafa memilih menepi, dia menyendiri di samping rumah Hana. Kebetulan ada telpon masuk.

"Hana…oh…Hana!" teriak Adrian lantang, Diana terkekeh melihat tingkah kocak Adrian. Pertama kalinya dia melihat Adrian yang selalu serius. Kini berubah sangat lucu dan menggemaskan. Lama Adrian berteriak, tapi tetap sama tak ada tanda pintu akan dibuka. Tenggorokan Adrian mulai terasa kering, dia memutuskan berhenti berteriak.

"Diana, kemana sahabatmu pergi? Sudah lama kita menunggu dia tidak datang juga! Apa dia tidak tahu? Pangeran kodok menantinya!" ujar Adrian kesal, Diana membalas dengan gelengan kepala. Dia tidak pernah tahu, kemana Hana pergi? Hampir seminggu ini, dia tidak bisa menghubungi Hana. Kesibukan di kantor yang membuat Diana tidak bisa mengunjungi Hana.

"Pak Adrian memang cocok menjadi pangeran kodok! Suka melompat dari satu wanita ke wanita yang lain!" sahut Diana sinis, Adrian melotot ke arah Diana. Sebaliknya Diana merasa menang bisa menyindir Adrian. Baik Rafa dan Adrian sebelas dua belas soal wanita. Mungkin karena wajah dan harta yang mereka miliki.

Terdengar suara sepeda motor berhenti. Diana melihat Hana datang dengan membawa banyak barang belanjaan. "Pantas saja diketuk tidak menyahut. Hana saja baru pulang!" gerutu Diana. Hana terkejut melihat Diana dan Adrian. Sebenarnya dia sudah melihat mobil Rafa di depan. Namun ada rasa tidak percaya, Rafa datang menemuinya. Apalagi setelah kejadian tadi siang.

"Diana, sejak kapan kamu datang? Ada urusan apa? Kenapa hanya berdua?" ujar Hana cemas takut terjadi sesuatu pada Rafa. Sebab saat dia datang, hanya terlihat Diana dan Adrian.

"Memangnya kamu berharap siapa lagi yang datang? Rafa!" goda Adrian, Hana mengangguk pelan. Dia bukan mengharap kedatangan Rafa, tapi lebih karena cemas tidak melihat Rafa datang bersama mereka berdua.

"Hana, sini aku bantu! Kamu belanja banyak sekali, apa suamimu akan datang? Aku jadi penasaran, seperti apa wajah suamimu?" cerocos Diana sembari mengangkat barang belanjaan Hana. Adrian mendekat pada Hana, "Aku datang bersama suamimu. Dia sedang emosi, takutnya kamu bisa dilahapnya. Itu lihat dia sedang sibuk dengan kekasihnya!" bisik Adrian. Hana tersenyum mendengar perkataan Adrian. Entah kenapa sedikitpun Hana tidak terganggu dengan perkataan Adrian?

Hana berjalan perlahan mendekat pada Rafa yang berdiri membelakanginya. Terlihat Rafa sedang mendapat telpon. Sepertinya terjadi sesuatu dengan pekerjaannya.

"Kak Rafa!" sapa Hana lirih, dia takut Rafa kaget mendengar suaranya. Seketika Rafa membalikkan badannya, dia menoleh pada Hana. Sontak saja Rafa mematikan ponselnya. Rafa terlihat kikuk melihat Hana sudah berada di belakangnya. Rafa mematung menatap Hana.

"Kak Rafa!" sapa Hana lagi saat melihat Rafa hanya diam saja.

"Hmmmm!" sahut Rafa dingin, Hana menarik tangan kanan Rafa. Dia mencium lembut punggung tangan Rafa. Diana melihat sikap Hana pada Rafa terkejut bukan main. Dia tidak pernah melihat Hana menyentuh tangan laki-laki. Rafa orang pertama yang dipegang bahkan dicium. Layaknya seorang istri pada suaminya.

"Hana dan pak Rafa!" ujar Diana lirih, Adrian mengangguk lemah sembari tersenyum. Diana benar-benar tidak percaya. Jika Rafa tak lain suami Hana.

Hana membuka pintu, Diana mengekor di belakang Hana. Diana benar-benar penasaran, dia ingin mengetahui jalan cerita yang sebenarnya.

"Silahkan masuk, maaf rumah Hana kecil. Sebentar aku buatkan minuman!"

"Diana, kamu menginap di sini atau pulang!" tanya Hana, Diana mengangguk pelan. Rafa melotot ke arah Diana, seakan meminta dia untuk tidak menginap.

"Hana, sepertinya aku pulang saja. Besok pagi aku ingin bangun siang!" ujar Diana, Hana tersenyum. Hana berjalan menuju dapur. Dia membuatkan minuman untuk Adrian dan Rafa.

"Hana, kamu istrinya pak Rafa!" ujar Diana menyelidiki, Hana diam hanya seutas senyum yang dia berikan pada Diana. Hana tidak mungkin mengaku, meski kepada sahabatnya. Semua tergantung Rafa, kapan dia akan mengatakan pada dunia? Jika Hana itu istrinya.

"Diana, mandilah dulu! Kamu pakai bajuku saja. Bukankah ukuran kita sama! Tidak perlu sungkan" ujar Hana sesantai mungkin.

Rafa melihat Hana tanpa berkedip, dia melihat sikap Hana sangat biasa seolah tidak pernah ada masalah diantara mereka! Rafa bingung ingin memulai dari mana. Hana datang membawa secangkir kopi untuk Rafa dan Adrian.

"Silahkan, sebentar lagi aku siapkan makan malam!" ujar Hana, Rafa menggeleng.

"Kita makan di luar saja!" ujar Rafa dingin. Adrian terkekeh melihat Rafa yang terus mempertahankan harga dirinya. Rafa seolah tidak pernah butuh Hana.

"Kak Rafa, pakaian kakak sudah aku siapkan di kamar. Kakak bisa membersihkan diri! Aku sholat dulu!" ujar Hana, Rafa mengangguk dia berjalan menuju kamar Hana.

"Semangat kawan, jangan jual mahal!" goda Adrian, Rafa melempar bantal sofa tepat dimuka Adrian.

Bugh

"Diam, jangan banyak bicara!"

Rafa memasuki kamar Hana, dia melihat Hana sedang sholat. Rafa tertegun, melihat betapa berbedanya dia dengan Hana. Keimanan Hana yang membuatnya dia tetap menghormati Rafa dan dengan sepenuh hati menganggap Rafa sebagai suaminya. Rafa melihat Hana khusyuk menyerahkam semua hidupnya di atas jalan takdir.

"Hana, maafkan aku. Mungkin aku tidak pantas menjadi suamimu. Namun jangan pernah berpikir meninggalkanku. Tunggu aku pantas untukmu. Selalu ingatkan aku akan dirimu, istri berhijabku!" ujar Rafa tiba-tiba, dia memeluk erat tubuh Hana. Menyadarkan kepalanya pada punggung Hana yang tertutup mukena. Hana merasakan kehangatan pelukan Rafa. Sebuah pelukan yang tidak pernah dia rasakan dari laki-laki lain.

"Kak, aku tidak pernah berpikir menjauh atau menyesal menikah denganmu. Pernikahan kita mungkin terpaksa, tapi pertemuan kita itu suatu keharusan. Tidak ada kata menyesal dalam pikirku menikah denganmu, karena bukan aku yang memilihmu. Tapi ALLAH SWT yang memilihkanmu untukku. Tidak ada kebanggaan aku menikah denganmu, karena sampai saat ini aku belum mampu menjadi istri yang sempurna!"

"Maksudmu apa?" ujar Rafa, dia membalik tubuh Hana 180° menghadapnya. Tatapan Rafa mengunci wajah Hana. Dia melihat setiap inci wajah Hana. Wanita yang manis penuh dengan keimanan.

"Kak Rafa, aku mungkin akan mengabdi padamu. Namun maafkan aku, seandainya aku tidak bisa melakukan kewajibanku sebagai seorang istri. Bukan aku jijik atau marah padamu. Namun hatimu masih memilihnya. Aku tidak ingin menjadi alasan hancurnya sebuah hati!" Rafa tertunduk malu, dia mengingat setiap perilakunya dengan Sesil.

"Kak Rafa, tangan ini masih milik orang lain. Jadi tidak akan pernah menjadi milikku. Aku istrimu, tapi untuk menjadi milikmu sepenuhnya mungkin butuh waktu. Izinkan aku memantapkan Hati, bahwa hati ini milikku!" ujar Hana sembari menempelkan wajahnya di dada bidang Rafa. Desiran hangat mengusai Rafa, gugup dan gelisah memenuhi pikiran Rafa. Hana melepaskan pelukan Rafa. Dia membuka mukena di depan Rafa. Rambut panjang hitam Hana terurai, satu lagi yang membuat Rafa mampu kehilangan akal!

"Kak Rafa, sebaiknya mandi secepatnya! Aku tidak ingin pak Adrian dan Diana menunggu terlalu lama!"

"Hana!"

"Hmmmmm!"

"Seandainya hatiku telah memilihmu. Bersediakah kamu menjadi milikku seutuhnya!"

"Meski hatimu tidak memilihku, selamanya aku milikmu seutuhnya. Dalam setiap langkahku ada ridhomu. Di belakang namaku ada namamu. Dalam hatiku hanya kamu yang tertulis!"

"Itu artinya kamu menyukaimu!" ujar Rafa bangga, Hana menggeleng lemah.

"Cinta itu akan ada di saat hati tidak tersakiti. Aku mengabdi padamu atas nama ikatan suci. Bukan sebuah cinta yang akhirnya menyakiti!" ujar Hana santai, dia keluar dari kamar untuk menemui Adrian dan Diana.

"Hatiku telah memilihmu, bahkan telah hancur oleh dirimu. Aku tidak pantas kamu cintai, tapi aku tidak sanggup bila kamu pergi. Tunggu aku Hana. Percayalah kelak aku akan pantas menerima cinta sucimu!" batin Rafa. Hana pergi menghilang di balik pintu. Meninggalkan Rafa yang tertegun menatap istrinya yang penuh dengan ketegaran.

...☆☆☆☆☆...

TERIMA KASIH😊😊😊

Terpopuler

Comments

Sunoqi

Sunoqi

ohhh authorr so sweet sekali dirimu

2021-06-27

0

Rasyha Nailu R

Rasyha Nailu R

hana puitis bangt kamu sampai menyayat hati

2021-04-24

4

Siti Chotijah

Siti Chotijah

andai aku seperti Hana....bisa berkata puitis bgtu

2021-04-14

3

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Makan siang
3 Sarapan Nasi Goreng
4 Rama Tri Wijaya
5 Tamu di Pagi Hari
6 Pertemuan tak Terduga
7 Sebuah kebetulan
8 Tumis Kangkung
9 Berdua dalam Satu Mobil
10 Kepergian Hana
11 Mentari Pagi
12 Menginap
13 Pulang ke Kota
14 Malam Pertama
15 Cemburu
16 Makan Siang
17 Amarah Rafa
18 Kunjunga Malam Hari
19 Pelukan Pagi Hari
20 Ketakutan Hana
21 Pertemuan
22 Masuk Rumah Sakit
23 Makan Malam
24 Hana pulang dari Rumah Sakit
25 Malam di Apartement
26 Sebuah Keputusan
27 Pagi yang Indah
28 Cinta yang Indah
29 Rafa Sakit
30 Akhir Sebuah Hubungan
31 Wajah yang Dirindukan
32 Hati yang Terpaut
33 Kata Maaf
34 Istri yang Terabaikan
35 Rafa Kebingungan
36 Pendarahan
37 Sikap Tegas Rafa
38 Senyum yang Menghilang
39 Sarapan Bersama
40 Tantangan
41 Pesta yang Meriah
42 Keteguhan yang Diragukan
43 Tumbangnya sang Pewaris
44 Cinta yang Rumit
45 Rumah Sakit
46 Penolakan
47 Raditya Naufal Wirawan
48 Arti Sebuah Harga Diri
49 Air mata itu
50 Putri yang Cantik
51 Sebuah Kebenaran
52 Rumah Baru
53 Amarah Sesil
54 Makan Malam Bersama
55 Makan Siang yang Gagal
56 Teguhnya Cinta
57 Suara Merdu Hana
58 Pertemuan tak Terduga
59 Pemakaman
60 Ayunan Kayu
61 Cemburu....
62 Kiara Putri Prawira
63 Hadiah Terindah
64 Diana Larasati Permana
65 Kepergian Hana
66 Pulang
67 Muhammad Rizal Saputra
68 Satu Nama dalam Dua Sujud
69 Karmila Intan Safitri
70 Malam yang Sunyi
71 Baby Fathan
72 Langitku
73 Obat untuk Sesama
74 Muhammad Fathan Alfarizqi
75 Surat Terakhir
76 Kisah dibalik 6 tahun
77 Izinkan aku memanggilmu mama
78 Suamiku Surgaku
79 Restu yang Dinanti
80 Malam Terakhir
81 Ana Uhibbukka fillah
82 Wahai Makmumku...
83 Suara Hati Kiara
84 Sepiring Berdua
85 Nyaman dan Cinta itu Beda
86 Secercah Harapan
87 Dua Wanita Terhebat
88 Antara Cinta dan Balas Budi
89 Putri Kecilku
90 Mama...
91 Harta paling Berharga
92 Makan Malam Tertunda
93 Memaafkan atau Meninggalkan
94 Harta Bukan Segalanya
95 Rayuan Tengah Malam
96 Cinta itu Rasa Nyaman
97 Laki-laki Terhebat
98 Kamu Makmumku
99 Hari Pertunangan
100 Hana Merajuk
101 Kepastian yang Ditunggu
102 Malam Pertama
103 Pagi yang Mengejutkan
104 Cemburu Demi Cintanya
105 Permintaan Maaf
106 Pagi yang Hangat
107 Hanya Dia yang Kucinta
108 Hukuman
109 Sebuah Keputusan
110 Jalan-jalan Malam
111 Akhir Sebuah Cinta
112 Sarapan Pagi
113 Sakitnya tuan Ardi
114 Sarapan Bersama
115 Kita Ditakdirkan Berjodoh
116 Pelukan yang Dirindukan
117 Kesalapahaman
118 Akhirnya
119 Bebek Panggang pedas
120 Bintang Hati
121 Ardilla Fitri Adiwijaya
122 Rafa Jodohku
123 Senyummu Kekuatanku
124 Hana Khairunnisa
125 Janji
126 Cemburu yang Tidak Diperlukan
127 Bimbinglah Aku...
128 Semua Sudah Diatur...
129 Faiq Sang Pemenang
130 Kesabaran tak pernah sia-sia
131 Annisa Maulida Zahro
132 Muhammad Faiq Alhakim
133 Farah Nur Fitriya
134 Davina Nur Latifah
135 Sikap Dingin yang Menjadi
136 Perkenalan
137 Putri yang Kembali
138 Sakit Maag
139 Sholat Berjamaah
140 Akhiranya...
141 Suara Hati
142 Siapa Dia???
143 Mama Segalanya...
144 Makmum yang diimpikan...
145 Berjuanglah...
146 Izinkan Aku Menikahinya...
147 Malam Itu...
148 Persetujuan
149 Wanita Impian
150 Perjalanan ke luar kota
151 Vania Aulia Azzahra
152 Amarah Faiq
153 Persetujuaan
154 Demi Dia...
155 Aku Pergi..
156 Derasnya Hujan...
157 Maaf
158 Satu Nama
159 Hati yang Memilih
160 Akhirnya...
161 Permintaan...
162 Kantin Rumah Sakit
163 Bukan Salahku...
164 Akhir Tiga Hati
165 Cinta yang salah
166 Semua Sudah Tertulis...
167 Sikap Manja yang Kurindukan
168 Calon Keponakan yang Menyusahkan
169 Pertemuan yang Aneh
170 Kedua kalinya
171 Adik peremapuanku ...
172 Cinta Segitiga
173 Mengakhiri atau Meneruskan
174 Kesempurnaan Cinta...
175 Sisi yang Lain
176 Keteguhan...
177 Aku Mencintaimu dengan Iman...
178 Cinta Vania
179 Menantu yang Terbaik
180 Mama Tersenyumlah
181 Ketenangan yang Terusik
182 Semua Bisa Terjadi
183 Cemburu yang Elegant
184 Di bawah Langit Bertasbih
185 Ayah
186 Wajah Halal yang Kurindukan
187 Malam Pinangan
188 Ahcmad Faiz Akbar
189 Sikap yang Bijak
190 Cinta itu Menghargai
191 Akad Nikah
192 Meriahnya Pesta
193 Cinta yang Terpendam
194 Air Mata Faiq
195 Kemesraan di Pagi Hari
196 Lahirnya Sang Pewaris
197 Sahabat akan Selalu Ada
198 Janjian
199 Vania marah
200 Pertengkaran...
201 Rapat
202 Diam Annisa
203 Langit Malam
204 Jangan Ragukan Cintaku...
205 Dilema Fathan
206 Pertemuan...
207 Makan Siang
208 Kenangan masa lalu
209 Aku Berbeda
210 Perdebatan
211 Proyek Pembangunan
212 Aku Memilih Keluargaku
213 Berdua di Mobil
214 Rumah sakit
215 Kepergian Hana
216 Mantan Terindah
217 Maaf...
218 Saling Menyayangi
219 Tanding Basket
220 Nuur Aini Rahma
221 Malik Fazal Gavi
222 Indahnya....
223 Sebuah Kejujuran
224 Persetujuan
225 Vania Sakit
226 Amarah Raihan
227 Akhirnya Berakhir
228 Kenangan Raihan
229 Muhammad Malik Fajar
230 Dokter Daffa
231 Kekesalan Vania
232 Dilema Raihan
233 Isi Hati
234 Fakta Terkuak
235 Rintihan
236 Sarapan
237 Dokter Cantik
238 Chalisa Putri Ananta
239 Adikku Kecilku
240 Dokter Rey
241 Hargai Dia
242 Maaf
243 Penolakan
244 Sikap Manja Rafa
245 Rama si Culun
246 Rama Dwi Sanjaya
247 Wanita hebat
248 Dua Saudara Kandung
249 Satu Keluarga
250 Hasutan tak Penting
251 Gerimis malam...
252 Pembatalan kontrak
253 Akhir Bahagia (END)
Episodes

Updated 253 Episodes

1
Pertemuan
2
Makan siang
3
Sarapan Nasi Goreng
4
Rama Tri Wijaya
5
Tamu di Pagi Hari
6
Pertemuan tak Terduga
7
Sebuah kebetulan
8
Tumis Kangkung
9
Berdua dalam Satu Mobil
10
Kepergian Hana
11
Mentari Pagi
12
Menginap
13
Pulang ke Kota
14
Malam Pertama
15
Cemburu
16
Makan Siang
17
Amarah Rafa
18
Kunjunga Malam Hari
19
Pelukan Pagi Hari
20
Ketakutan Hana
21
Pertemuan
22
Masuk Rumah Sakit
23
Makan Malam
24
Hana pulang dari Rumah Sakit
25
Malam di Apartement
26
Sebuah Keputusan
27
Pagi yang Indah
28
Cinta yang Indah
29
Rafa Sakit
30
Akhir Sebuah Hubungan
31
Wajah yang Dirindukan
32
Hati yang Terpaut
33
Kata Maaf
34
Istri yang Terabaikan
35
Rafa Kebingungan
36
Pendarahan
37
Sikap Tegas Rafa
38
Senyum yang Menghilang
39
Sarapan Bersama
40
Tantangan
41
Pesta yang Meriah
42
Keteguhan yang Diragukan
43
Tumbangnya sang Pewaris
44
Cinta yang Rumit
45
Rumah Sakit
46
Penolakan
47
Raditya Naufal Wirawan
48
Arti Sebuah Harga Diri
49
Air mata itu
50
Putri yang Cantik
51
Sebuah Kebenaran
52
Rumah Baru
53
Amarah Sesil
54
Makan Malam Bersama
55
Makan Siang yang Gagal
56
Teguhnya Cinta
57
Suara Merdu Hana
58
Pertemuan tak Terduga
59
Pemakaman
60
Ayunan Kayu
61
Cemburu....
62
Kiara Putri Prawira
63
Hadiah Terindah
64
Diana Larasati Permana
65
Kepergian Hana
66
Pulang
67
Muhammad Rizal Saputra
68
Satu Nama dalam Dua Sujud
69
Karmila Intan Safitri
70
Malam yang Sunyi
71
Baby Fathan
72
Langitku
73
Obat untuk Sesama
74
Muhammad Fathan Alfarizqi
75
Surat Terakhir
76
Kisah dibalik 6 tahun
77
Izinkan aku memanggilmu mama
78
Suamiku Surgaku
79
Restu yang Dinanti
80
Malam Terakhir
81
Ana Uhibbukka fillah
82
Wahai Makmumku...
83
Suara Hati Kiara
84
Sepiring Berdua
85
Nyaman dan Cinta itu Beda
86
Secercah Harapan
87
Dua Wanita Terhebat
88
Antara Cinta dan Balas Budi
89
Putri Kecilku
90
Mama...
91
Harta paling Berharga
92
Makan Malam Tertunda
93
Memaafkan atau Meninggalkan
94
Harta Bukan Segalanya
95
Rayuan Tengah Malam
96
Cinta itu Rasa Nyaman
97
Laki-laki Terhebat
98
Kamu Makmumku
99
Hari Pertunangan
100
Hana Merajuk
101
Kepastian yang Ditunggu
102
Malam Pertama
103
Pagi yang Mengejutkan
104
Cemburu Demi Cintanya
105
Permintaan Maaf
106
Pagi yang Hangat
107
Hanya Dia yang Kucinta
108
Hukuman
109
Sebuah Keputusan
110
Jalan-jalan Malam
111
Akhir Sebuah Cinta
112
Sarapan Pagi
113
Sakitnya tuan Ardi
114
Sarapan Bersama
115
Kita Ditakdirkan Berjodoh
116
Pelukan yang Dirindukan
117
Kesalapahaman
118
Akhirnya
119
Bebek Panggang pedas
120
Bintang Hati
121
Ardilla Fitri Adiwijaya
122
Rafa Jodohku
123
Senyummu Kekuatanku
124
Hana Khairunnisa
125
Janji
126
Cemburu yang Tidak Diperlukan
127
Bimbinglah Aku...
128
Semua Sudah Diatur...
129
Faiq Sang Pemenang
130
Kesabaran tak pernah sia-sia
131
Annisa Maulida Zahro
132
Muhammad Faiq Alhakim
133
Farah Nur Fitriya
134
Davina Nur Latifah
135
Sikap Dingin yang Menjadi
136
Perkenalan
137
Putri yang Kembali
138
Sakit Maag
139
Sholat Berjamaah
140
Akhiranya...
141
Suara Hati
142
Siapa Dia???
143
Mama Segalanya...
144
Makmum yang diimpikan...
145
Berjuanglah...
146
Izinkan Aku Menikahinya...
147
Malam Itu...
148
Persetujuan
149
Wanita Impian
150
Perjalanan ke luar kota
151
Vania Aulia Azzahra
152
Amarah Faiq
153
Persetujuaan
154
Demi Dia...
155
Aku Pergi..
156
Derasnya Hujan...
157
Maaf
158
Satu Nama
159
Hati yang Memilih
160
Akhirnya...
161
Permintaan...
162
Kantin Rumah Sakit
163
Bukan Salahku...
164
Akhir Tiga Hati
165
Cinta yang salah
166
Semua Sudah Tertulis...
167
Sikap Manja yang Kurindukan
168
Calon Keponakan yang Menyusahkan
169
Pertemuan yang Aneh
170
Kedua kalinya
171
Adik peremapuanku ...
172
Cinta Segitiga
173
Mengakhiri atau Meneruskan
174
Kesempurnaan Cinta...
175
Sisi yang Lain
176
Keteguhan...
177
Aku Mencintaimu dengan Iman...
178
Cinta Vania
179
Menantu yang Terbaik
180
Mama Tersenyumlah
181
Ketenangan yang Terusik
182
Semua Bisa Terjadi
183
Cemburu yang Elegant
184
Di bawah Langit Bertasbih
185
Ayah
186
Wajah Halal yang Kurindukan
187
Malam Pinangan
188
Ahcmad Faiz Akbar
189
Sikap yang Bijak
190
Cinta itu Menghargai
191
Akad Nikah
192
Meriahnya Pesta
193
Cinta yang Terpendam
194
Air Mata Faiq
195
Kemesraan di Pagi Hari
196
Lahirnya Sang Pewaris
197
Sahabat akan Selalu Ada
198
Janjian
199
Vania marah
200
Pertengkaran...
201
Rapat
202
Diam Annisa
203
Langit Malam
204
Jangan Ragukan Cintaku...
205
Dilema Fathan
206
Pertemuan...
207
Makan Siang
208
Kenangan masa lalu
209
Aku Berbeda
210
Perdebatan
211
Proyek Pembangunan
212
Aku Memilih Keluargaku
213
Berdua di Mobil
214
Rumah sakit
215
Kepergian Hana
216
Mantan Terindah
217
Maaf...
218
Saling Menyayangi
219
Tanding Basket
220
Nuur Aini Rahma
221
Malik Fazal Gavi
222
Indahnya....
223
Sebuah Kejujuran
224
Persetujuan
225
Vania Sakit
226
Amarah Raihan
227
Akhirnya Berakhir
228
Kenangan Raihan
229
Muhammad Malik Fajar
230
Dokter Daffa
231
Kekesalan Vania
232
Dilema Raihan
233
Isi Hati
234
Fakta Terkuak
235
Rintihan
236
Sarapan
237
Dokter Cantik
238
Chalisa Putri Ananta
239
Adikku Kecilku
240
Dokter Rey
241
Hargai Dia
242
Maaf
243
Penolakan
244
Sikap Manja Rafa
245
Rama si Culun
246
Rama Dwi Sanjaya
247
Wanita hebat
248
Dua Saudara Kandung
249
Satu Keluarga
250
Hasutan tak Penting
251
Gerimis malam...
252
Pembatalan kontrak
253
Akhir Bahagia (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!