Amarah Rafa

Hana Khairunnissa pribadi yang kuat, dia tidak akan jatuh hanya karena luka atas sebuah penghinaan. Keterpurukan Hana hanya saat dia harus kehilangan kedua orang tuanya. Dia harus hidup sebatang kara dalam sehari. Dia kehilangan orang tuanya dalam waktu bersamaan. Hari itu menjadi hari paling menyakitkan seumur hidup Hana.

Pertemuan pertama setelah satu minggu tidak bertemu. Menjadi pertemuan yang sangat berkesan. Dengan kedua mata Hana, dia melihat suaminya bersama wanita lain. Namun bukan amarah yang ditunjukkan Hana. Diam tanpa suara yang Hana perlihatkan. Sebagai rasa kecewa akan perilaku imam dunia akhiratnya. Hana tidak pernah menyesal menikah dengan Rafa. Sebab penyesalan hanya akan menambah luka yang tak terlihat.

Petang itu Hana mengendarai sepeda motor matic miliknya. Dia menembus padatnya jalan kota. Hana pulang sekitar pukul 17.00 wib, jauhnya rumah Hana menjadi alasan Zyan mengizinkan Hana pulang lebih awal. Bahkan Hana tidak pernah menutupi statusnya yang sudah memiliki suami.

Hana tidak pernah menggunakan fasilitas yang diberikan Rafa. Kartu ATM tanpa batas limit yang diberikan Rafa malam itu. Tidak pernah Hana pakai, bahkan menyentuhnya Hana tidak pernah. Ponsel dengan kecanggihan luar biasa, jika dijual mampu membeli satu motor matic terbaru. Tidak pernah Hana gunakan. Dia meninggalkan ponsel tersebut di rumah. Bukan Hana gengsi menggunakan fasilitas dari Rafa. Namun pernikahan yang dijalaninya, membuat Hana merasa tidak pantas mendapatkan semua itu.

Sebaliknya Rafa yang kesal melihat sikap Hana. Meluapkan amarahnya pada Adrian. Dia datang ke kantor dengan amarah yang siap meledak. Diana sudah paham, kapan Rafa dalam mode marah?

BRRRRAAAKK....

Rafa membanting pintu ruangnya dengan sangat sempurna. Satu lantai mendengar betapa kerasnya suara pintu? Kedua mata Rafa merah, dia marah melihat Hana mengacuhkannya. Rafa kesal melihat Hana diam, setelah melihat kelakuannya dengan Sesil. Rafa merasa hanya angin di mata Hana. Mungkin Rafa salah, tapi jujur dari dalam hatinya Rafa ingin melihat Hana marah padanya. Mengatakan pada dunia, bahwa Hana Khairunnissa istri sah Rafa Akbar Prawira.

Rafa sangat kecewa melihat Hana tidak peduli padanya. Kekecewaan Rafa memuncak saat dengan bangga Hana memanggilnya tuan. Seolah dia seorang pelayan dan Rafa majikannya. Panggilan itu melukai hati Rafa, seakan Hana mengatakan tidak akan pernah ada Rafa di hati atau pikirannya. Rafa benar-benar kacau, sikap kasar dan hinanya pada Hana. Hanya demi ingin melihat lemah Hana. Agar Hana datang padanya, menyadarkan diri pada Rafa. Bukan melihat Hana lemah, Rafa melihat Hana yang tegas dan kuat. Seolah menganggap Rafa tidak pernah mengucapkan ijab qobul dengannya. Rafa merasa asing dengan Hana. Sikap Rafa membuat jurang pemisah yang semakin dalam dan curam.

PRAAAAYYYYAAARRR

Sebuah vas bunga mendarat sempurna menghantam lemari kaca di pojok ruangan Rafa. Amarahnya benar-benar tidak bisa dikendalikan. Dia sangat kecewa pada Hana, dia merutuki kebodohannya yang membuatnya semakin jauh dengan Hana. Keintimannya dengan Sesil semakin membuat Hana ingin menjauh darinya. Rafa benar-benar frustasi. Dia marah, kesal, kecewa dan terpukul.

"Rafa, hentikan!" ujar Adrian histeris, sembari menahan tangan Rafa yang siap meninju tembok. Tubuh Rafa terhuyung ke belakang, saat Adrian mendorongnya. Rafa semakin kesal melihat Adrian yang menahannya.

"Minggir kamu, jangan ikut campur! Aku harus menyelesaikan semua ini. Jika tidak aku bisa gila memikirkannya!" ujar Rafa kesal, Adrian menggeleng lemah. Dia melihat Rafa yang berbeda, dia tidak pernah sekalipun melihat sahabatnya terpuruk. Sekali Adrian terpuruk, saat ibu kandungnya meninggal karena kecelakaaan. Masa dimana seorang Rafa benar-benar hancur.

"Apa semua ini karena Hana? Memangnya apa yang dilakukannya? Sampai membuatmu semarah ini. Katakan padaku, mungkin aku bisa membantumu!" ujar Adrian, Rafa mendudukkan dirinya kasar. Dia memukul-mukul meja di depannya. Seakan tidak akan ada lagi rasa sakit. Setelah puas memukul meja, Rafa terdiam membisu.

"Rafa, tenanglah jangan emosi. Jika kamu seperti ini, semua masalah tidak akan pernah selesai. Lebih baik bicarakan baik-baik. Katakan apa yang kamu inginkan dari Hana? Dia istri sahmu, kalian sudah menikah secara agama dan hukum!" ujar Adrian menenangkan Rafa, tak ada suara Rafa menjawab perkataan Adrian. Hanya raut wajah gusar dan gelengan kepala yang ditunjukkan Rafa. Adrian semaķin bingung melihat Rafa. Dia benar-benar hancur oleh pelayan kantin bernama Hana Khairunnissa.

"Dia mengacuhkanku, dia tidak peduli padaku. Setelah seminggu lebih kami tidak bertemu. Hana seakan tak pernah mengenalku. Dia diam membisu, meski melihatku berciuman dengan Sesil. Dia tidak pernah menganggapku ada!" ujar Rafa pilu, dia menumpahkan semua keluh kesahnya pada Adrian.

"Rafa, lagi dan lagi kamu bertemu dengannya saat berciuman dengan Sesil. Bukan hanya Hana yang akan mengacuhkanmu. Aku akan berbuat hal yang sama. Jika kamu istriku, aku bukan hanya mengacuhkanmu. Detik itu juga aku akan meninggalkanmu." ujar Adrian kesal, Rafa menatap tajam ke arah Adrian. Dia marah pada Adrian yang seolah mendukung sikap Hana.

"Apa maksud kamu?" ujar Rafa marah, tangan kanannya menmegang kra Adrian, bersiap ingin memukul Adrian. Dengan sigap Adrian melepaskan cekikian tangan Rafa.

"Rafa, semua wanita akan terluka melihat suaminya bersama wanita lain. Apa kamu berharap Hana marah di depan semua orang? Kamu mimpi Rafa. Hana tidak akan pernah melakukan itu, bukan karena dia tidak terluka. Dia diam karena status yang selalu kamu ingatkan padanya. Istri diatas kertas, tanpa hak apapun pada kehidupan Rafa Akbar Prawira!" ujar Adrian kesal, dia melihat Rafa sahabatnya yang sangat menyebalkan. Rafa mengusap wajahnya kasar. Dia teringat akan perkataannya yang selalu mengungkit status Hana.

"Sekarang kamu paham, Hana selalu bijak dalam setiap langkah. Dia tegar Rafa, dia pejuang. Diamnya sebagai ungkapan rasa sakit. Apa kamu berharap? Hana datang berlari padamu. Jangan pernah berharap, dia akan tetap membisu meski hatinya menjerit. Apa yang kamu lakukan dengan sesil atau wanita lain? Hanya akan membuatmu semakin jauh darinya. Jika kamu tidak percaya, tanyakan pada Diana. Dia satu-satunya sahabat Hana. Dia mengerti jelas watak Hana. Bukannya mencari solusi, kamu malah tidak jelas!"

"Aku harus apa? Hana tidak pernah menganggapku ada! Setidaknya dia tersenyum padaku. Bayangkan seminggu lebih aku tidak melihatnya. Namun yang aku lihat, hanya tatapan tanpa arti dan satu panggilan tuan!" ujar Rafa lirih. Rafa menutup matanya, dia mengingat sikap dingin Hana yang tak pernah menganggapnya ada.

Rafa menerawang jauh mengingat hari dimana dia mengikat janji dengan Hana? Hari dimana dia menjadikan wanita yang mengusik hatinya. Seutuhnya menjadi miliknya. Namun perbedaan status dan harga diri membuat mereka terpisah. Hana yang tegar berdiri, tanpa berpikir bersandar pada Rafa. Sikap yang mampu membuat seorang Rafa Akbar Prawira hancur. Dia tidak pernah menyangka, jika hati dan pikirannya memilih wanita sederhan seperti Hana.

Adrian melihat jelas kegelisahan Rafa. Dia duduk di samping Rafa, "Sudahlah Rafa, percuma kamu hancur. Hana masih tetap berdiri meski tanpa dirimu. Temui dia, jelaskan hubunganmu dengan Sesil. Jika perlu, katakan isi hatimu. Tidak ada yang menghalangimu, Hana sudah menjadi istrimu. Dia tanggungjawabmu" ujar Adrian. Dia menepuk pelan pundak Rafa.

Rafa membuka matanya perlahan. Dia mendongak menatap langit-langit ruangannya. Perbedaan Hana dan Rafa sangat terlihat. Ruang kerja Rafa, hampir separuh rumah Hana. Kesederhanaan Hana tidak akan pernah bisa mengimbangi kemewahan Rafa.

"Kenapa hatiku harus memilihmu? Seharusnya hubungan ini tidak pernah ada. Kamu terlalu baik untukku, sebaliknya aku terlalu buruk untukku. Akankah kamu menyukaiku, jika setiap kali kita bertemu. Hanya luka dan tatapan jijik yang aku terima. Aku selalu dan selalu melakukan kesalahan yang sama! Haruskah kulepaskan ikatan tak terlihat diantara kita. Agar tak ada lagi hati yang terluka. Namun sanggupkah aku? Sanggupkah aku melepas genggaman tanganmu!" batin Rafa melihat terangnya lampu, tapi berbanding terbalik dengan gelapnya hatiku.

...☆☆☆☆☆...

TERIMA KASIH😊😊😊😊

Terpopuler

Comments

Asroni Smg

Asroni Smg

semangat thor mantap

2021-08-12

0

RB

RB

Sebaliknya aku terlalu buruk " untukku " seharusnya " untukmu ".

2021-07-22

0

Tri Widayanti

Tri Widayanti

Kamu sendiri Rafa yg membuat jarak dgn Hana.
Bego bgt nih org

2021-05-19

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Makan siang
3 Sarapan Nasi Goreng
4 Rama Tri Wijaya
5 Tamu di Pagi Hari
6 Pertemuan tak Terduga
7 Sebuah kebetulan
8 Tumis Kangkung
9 Berdua dalam Satu Mobil
10 Kepergian Hana
11 Mentari Pagi
12 Menginap
13 Pulang ke Kota
14 Malam Pertama
15 Cemburu
16 Makan Siang
17 Amarah Rafa
18 Kunjunga Malam Hari
19 Pelukan Pagi Hari
20 Ketakutan Hana
21 Pertemuan
22 Masuk Rumah Sakit
23 Makan Malam
24 Hana pulang dari Rumah Sakit
25 Malam di Apartement
26 Sebuah Keputusan
27 Pagi yang Indah
28 Cinta yang Indah
29 Rafa Sakit
30 Akhir Sebuah Hubungan
31 Wajah yang Dirindukan
32 Hati yang Terpaut
33 Kata Maaf
34 Istri yang Terabaikan
35 Rafa Kebingungan
36 Pendarahan
37 Sikap Tegas Rafa
38 Senyum yang Menghilang
39 Sarapan Bersama
40 Tantangan
41 Pesta yang Meriah
42 Keteguhan yang Diragukan
43 Tumbangnya sang Pewaris
44 Cinta yang Rumit
45 Rumah Sakit
46 Penolakan
47 Raditya Naufal Wirawan
48 Arti Sebuah Harga Diri
49 Air mata itu
50 Putri yang Cantik
51 Sebuah Kebenaran
52 Rumah Baru
53 Amarah Sesil
54 Makan Malam Bersama
55 Makan Siang yang Gagal
56 Teguhnya Cinta
57 Suara Merdu Hana
58 Pertemuan tak Terduga
59 Pemakaman
60 Ayunan Kayu
61 Cemburu....
62 Kiara Putri Prawira
63 Hadiah Terindah
64 Diana Larasati Permana
65 Kepergian Hana
66 Pulang
67 Muhammad Rizal Saputra
68 Satu Nama dalam Dua Sujud
69 Karmila Intan Safitri
70 Malam yang Sunyi
71 Baby Fathan
72 Langitku
73 Obat untuk Sesama
74 Muhammad Fathan Alfarizqi
75 Surat Terakhir
76 Kisah dibalik 6 tahun
77 Izinkan aku memanggilmu mama
78 Suamiku Surgaku
79 Restu yang Dinanti
80 Malam Terakhir
81 Ana Uhibbukka fillah
82 Wahai Makmumku...
83 Suara Hati Kiara
84 Sepiring Berdua
85 Nyaman dan Cinta itu Beda
86 Secercah Harapan
87 Dua Wanita Terhebat
88 Antara Cinta dan Balas Budi
89 Putri Kecilku
90 Mama...
91 Harta paling Berharga
92 Makan Malam Tertunda
93 Memaafkan atau Meninggalkan
94 Harta Bukan Segalanya
95 Rayuan Tengah Malam
96 Cinta itu Rasa Nyaman
97 Laki-laki Terhebat
98 Kamu Makmumku
99 Hari Pertunangan
100 Hana Merajuk
101 Kepastian yang Ditunggu
102 Malam Pertama
103 Pagi yang Mengejutkan
104 Cemburu Demi Cintanya
105 Permintaan Maaf
106 Pagi yang Hangat
107 Hanya Dia yang Kucinta
108 Hukuman
109 Sebuah Keputusan
110 Jalan-jalan Malam
111 Akhir Sebuah Cinta
112 Sarapan Pagi
113 Sakitnya tuan Ardi
114 Sarapan Bersama
115 Kita Ditakdirkan Berjodoh
116 Pelukan yang Dirindukan
117 Kesalapahaman
118 Akhirnya
119 Bebek Panggang pedas
120 Bintang Hati
121 Ardilla Fitri Adiwijaya
122 Rafa Jodohku
123 Senyummu Kekuatanku
124 Hana Khairunnisa
125 Janji
126 Cemburu yang Tidak Diperlukan
127 Bimbinglah Aku...
128 Semua Sudah Diatur...
129 Faiq Sang Pemenang
130 Kesabaran tak pernah sia-sia
131 Annisa Maulida Zahro
132 Muhammad Faiq Alhakim
133 Farah Nur Fitriya
134 Davina Nur Latifah
135 Sikap Dingin yang Menjadi
136 Perkenalan
137 Putri yang Kembali
138 Sakit Maag
139 Sholat Berjamaah
140 Akhiranya...
141 Suara Hati
142 Siapa Dia???
143 Mama Segalanya...
144 Makmum yang diimpikan...
145 Berjuanglah...
146 Izinkan Aku Menikahinya...
147 Malam Itu...
148 Persetujuan
149 Wanita Impian
150 Perjalanan ke luar kota
151 Vania Aulia Azzahra
152 Amarah Faiq
153 Persetujuaan
154 Demi Dia...
155 Aku Pergi..
156 Derasnya Hujan...
157 Maaf
158 Satu Nama
159 Hati yang Memilih
160 Akhirnya...
161 Permintaan...
162 Kantin Rumah Sakit
163 Bukan Salahku...
164 Akhir Tiga Hati
165 Cinta yang salah
166 Semua Sudah Tertulis...
167 Sikap Manja yang Kurindukan
168 Calon Keponakan yang Menyusahkan
169 Pertemuan yang Aneh
170 Kedua kalinya
171 Adik peremapuanku ...
172 Cinta Segitiga
173 Mengakhiri atau Meneruskan
174 Kesempurnaan Cinta...
175 Sisi yang Lain
176 Keteguhan...
177 Aku Mencintaimu dengan Iman...
178 Cinta Vania
179 Menantu yang Terbaik
180 Mama Tersenyumlah
181 Ketenangan yang Terusik
182 Semua Bisa Terjadi
183 Cemburu yang Elegant
184 Di bawah Langit Bertasbih
185 Ayah
186 Wajah Halal yang Kurindukan
187 Malam Pinangan
188 Ahcmad Faiz Akbar
189 Sikap yang Bijak
190 Cinta itu Menghargai
191 Akad Nikah
192 Meriahnya Pesta
193 Cinta yang Terpendam
194 Air Mata Faiq
195 Kemesraan di Pagi Hari
196 Lahirnya Sang Pewaris
197 Sahabat akan Selalu Ada
198 Janjian
199 Vania marah
200 Pertengkaran...
201 Rapat
202 Diam Annisa
203 Langit Malam
204 Jangan Ragukan Cintaku...
205 Dilema Fathan
206 Pertemuan...
207 Makan Siang
208 Kenangan masa lalu
209 Aku Berbeda
210 Perdebatan
211 Proyek Pembangunan
212 Aku Memilih Keluargaku
213 Berdua di Mobil
214 Rumah sakit
215 Kepergian Hana
216 Mantan Terindah
217 Maaf...
218 Saling Menyayangi
219 Tanding Basket
220 Nuur Aini Rahma
221 Malik Fazal Gavi
222 Indahnya....
223 Sebuah Kejujuran
224 Persetujuan
225 Vania Sakit
226 Amarah Raihan
227 Akhirnya Berakhir
228 Kenangan Raihan
229 Muhammad Malik Fajar
230 Dokter Daffa
231 Kekesalan Vania
232 Dilema Raihan
233 Isi Hati
234 Fakta Terkuak
235 Rintihan
236 Sarapan
237 Dokter Cantik
238 Chalisa Putri Ananta
239 Adikku Kecilku
240 Dokter Rey
241 Hargai Dia
242 Maaf
243 Penolakan
244 Sikap Manja Rafa
245 Rama si Culun
246 Rama Dwi Sanjaya
247 Wanita hebat
248 Dua Saudara Kandung
249 Satu Keluarga
250 Hasutan tak Penting
251 Gerimis malam...
252 Pembatalan kontrak
253 Akhir Bahagia (END)
Episodes

Updated 253 Episodes

1
Pertemuan
2
Makan siang
3
Sarapan Nasi Goreng
4
Rama Tri Wijaya
5
Tamu di Pagi Hari
6
Pertemuan tak Terduga
7
Sebuah kebetulan
8
Tumis Kangkung
9
Berdua dalam Satu Mobil
10
Kepergian Hana
11
Mentari Pagi
12
Menginap
13
Pulang ke Kota
14
Malam Pertama
15
Cemburu
16
Makan Siang
17
Amarah Rafa
18
Kunjunga Malam Hari
19
Pelukan Pagi Hari
20
Ketakutan Hana
21
Pertemuan
22
Masuk Rumah Sakit
23
Makan Malam
24
Hana pulang dari Rumah Sakit
25
Malam di Apartement
26
Sebuah Keputusan
27
Pagi yang Indah
28
Cinta yang Indah
29
Rafa Sakit
30
Akhir Sebuah Hubungan
31
Wajah yang Dirindukan
32
Hati yang Terpaut
33
Kata Maaf
34
Istri yang Terabaikan
35
Rafa Kebingungan
36
Pendarahan
37
Sikap Tegas Rafa
38
Senyum yang Menghilang
39
Sarapan Bersama
40
Tantangan
41
Pesta yang Meriah
42
Keteguhan yang Diragukan
43
Tumbangnya sang Pewaris
44
Cinta yang Rumit
45
Rumah Sakit
46
Penolakan
47
Raditya Naufal Wirawan
48
Arti Sebuah Harga Diri
49
Air mata itu
50
Putri yang Cantik
51
Sebuah Kebenaran
52
Rumah Baru
53
Amarah Sesil
54
Makan Malam Bersama
55
Makan Siang yang Gagal
56
Teguhnya Cinta
57
Suara Merdu Hana
58
Pertemuan tak Terduga
59
Pemakaman
60
Ayunan Kayu
61
Cemburu....
62
Kiara Putri Prawira
63
Hadiah Terindah
64
Diana Larasati Permana
65
Kepergian Hana
66
Pulang
67
Muhammad Rizal Saputra
68
Satu Nama dalam Dua Sujud
69
Karmila Intan Safitri
70
Malam yang Sunyi
71
Baby Fathan
72
Langitku
73
Obat untuk Sesama
74
Muhammad Fathan Alfarizqi
75
Surat Terakhir
76
Kisah dibalik 6 tahun
77
Izinkan aku memanggilmu mama
78
Suamiku Surgaku
79
Restu yang Dinanti
80
Malam Terakhir
81
Ana Uhibbukka fillah
82
Wahai Makmumku...
83
Suara Hati Kiara
84
Sepiring Berdua
85
Nyaman dan Cinta itu Beda
86
Secercah Harapan
87
Dua Wanita Terhebat
88
Antara Cinta dan Balas Budi
89
Putri Kecilku
90
Mama...
91
Harta paling Berharga
92
Makan Malam Tertunda
93
Memaafkan atau Meninggalkan
94
Harta Bukan Segalanya
95
Rayuan Tengah Malam
96
Cinta itu Rasa Nyaman
97
Laki-laki Terhebat
98
Kamu Makmumku
99
Hari Pertunangan
100
Hana Merajuk
101
Kepastian yang Ditunggu
102
Malam Pertama
103
Pagi yang Mengejutkan
104
Cemburu Demi Cintanya
105
Permintaan Maaf
106
Pagi yang Hangat
107
Hanya Dia yang Kucinta
108
Hukuman
109
Sebuah Keputusan
110
Jalan-jalan Malam
111
Akhir Sebuah Cinta
112
Sarapan Pagi
113
Sakitnya tuan Ardi
114
Sarapan Bersama
115
Kita Ditakdirkan Berjodoh
116
Pelukan yang Dirindukan
117
Kesalapahaman
118
Akhirnya
119
Bebek Panggang pedas
120
Bintang Hati
121
Ardilla Fitri Adiwijaya
122
Rafa Jodohku
123
Senyummu Kekuatanku
124
Hana Khairunnisa
125
Janji
126
Cemburu yang Tidak Diperlukan
127
Bimbinglah Aku...
128
Semua Sudah Diatur...
129
Faiq Sang Pemenang
130
Kesabaran tak pernah sia-sia
131
Annisa Maulida Zahro
132
Muhammad Faiq Alhakim
133
Farah Nur Fitriya
134
Davina Nur Latifah
135
Sikap Dingin yang Menjadi
136
Perkenalan
137
Putri yang Kembali
138
Sakit Maag
139
Sholat Berjamaah
140
Akhiranya...
141
Suara Hati
142
Siapa Dia???
143
Mama Segalanya...
144
Makmum yang diimpikan...
145
Berjuanglah...
146
Izinkan Aku Menikahinya...
147
Malam Itu...
148
Persetujuan
149
Wanita Impian
150
Perjalanan ke luar kota
151
Vania Aulia Azzahra
152
Amarah Faiq
153
Persetujuaan
154
Demi Dia...
155
Aku Pergi..
156
Derasnya Hujan...
157
Maaf
158
Satu Nama
159
Hati yang Memilih
160
Akhirnya...
161
Permintaan...
162
Kantin Rumah Sakit
163
Bukan Salahku...
164
Akhir Tiga Hati
165
Cinta yang salah
166
Semua Sudah Tertulis...
167
Sikap Manja yang Kurindukan
168
Calon Keponakan yang Menyusahkan
169
Pertemuan yang Aneh
170
Kedua kalinya
171
Adik peremapuanku ...
172
Cinta Segitiga
173
Mengakhiri atau Meneruskan
174
Kesempurnaan Cinta...
175
Sisi yang Lain
176
Keteguhan...
177
Aku Mencintaimu dengan Iman...
178
Cinta Vania
179
Menantu yang Terbaik
180
Mama Tersenyumlah
181
Ketenangan yang Terusik
182
Semua Bisa Terjadi
183
Cemburu yang Elegant
184
Di bawah Langit Bertasbih
185
Ayah
186
Wajah Halal yang Kurindukan
187
Malam Pinangan
188
Ahcmad Faiz Akbar
189
Sikap yang Bijak
190
Cinta itu Menghargai
191
Akad Nikah
192
Meriahnya Pesta
193
Cinta yang Terpendam
194
Air Mata Faiq
195
Kemesraan di Pagi Hari
196
Lahirnya Sang Pewaris
197
Sahabat akan Selalu Ada
198
Janjian
199
Vania marah
200
Pertengkaran...
201
Rapat
202
Diam Annisa
203
Langit Malam
204
Jangan Ragukan Cintaku...
205
Dilema Fathan
206
Pertemuan...
207
Makan Siang
208
Kenangan masa lalu
209
Aku Berbeda
210
Perdebatan
211
Proyek Pembangunan
212
Aku Memilih Keluargaku
213
Berdua di Mobil
214
Rumah sakit
215
Kepergian Hana
216
Mantan Terindah
217
Maaf...
218
Saling Menyayangi
219
Tanding Basket
220
Nuur Aini Rahma
221
Malik Fazal Gavi
222
Indahnya....
223
Sebuah Kejujuran
224
Persetujuan
225
Vania Sakit
226
Amarah Raihan
227
Akhirnya Berakhir
228
Kenangan Raihan
229
Muhammad Malik Fajar
230
Dokter Daffa
231
Kekesalan Vania
232
Dilema Raihan
233
Isi Hati
234
Fakta Terkuak
235
Rintihan
236
Sarapan
237
Dokter Cantik
238
Chalisa Putri Ananta
239
Adikku Kecilku
240
Dokter Rey
241
Hargai Dia
242
Maaf
243
Penolakan
244
Sikap Manja Rafa
245
Rama si Culun
246
Rama Dwi Sanjaya
247
Wanita hebat
248
Dua Saudara Kandung
249
Satu Keluarga
250
Hasutan tak Penting
251
Gerimis malam...
252
Pembatalan kontrak
253
Akhir Bahagia (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!