Hana Khairunnissa pribadi yang kuat, dia tidak akan jatuh hanya karena luka atas sebuah penghinaan. Keterpurukan Hana hanya saat dia harus kehilangan kedua orang tuanya. Dia harus hidup sebatang kara dalam sehari. Dia kehilangan orang tuanya dalam waktu bersamaan. Hari itu menjadi hari paling menyakitkan seumur hidup Hana.
Pertemuan pertama setelah satu minggu tidak bertemu. Menjadi pertemuan yang sangat berkesan. Dengan kedua mata Hana, dia melihat suaminya bersama wanita lain. Namun bukan amarah yang ditunjukkan Hana. Diam tanpa suara yang Hana perlihatkan. Sebagai rasa kecewa akan perilaku imam dunia akhiratnya. Hana tidak pernah menyesal menikah dengan Rafa. Sebab penyesalan hanya akan menambah luka yang tak terlihat.
Petang itu Hana mengendarai sepeda motor matic miliknya. Dia menembus padatnya jalan kota. Hana pulang sekitar pukul 17.00 wib, jauhnya rumah Hana menjadi alasan Zyan mengizinkan Hana pulang lebih awal. Bahkan Hana tidak pernah menutupi statusnya yang sudah memiliki suami.
Hana tidak pernah menggunakan fasilitas yang diberikan Rafa. Kartu ATM tanpa batas limit yang diberikan Rafa malam itu. Tidak pernah Hana pakai, bahkan menyentuhnya Hana tidak pernah. Ponsel dengan kecanggihan luar biasa, jika dijual mampu membeli satu motor matic terbaru. Tidak pernah Hana gunakan. Dia meninggalkan ponsel tersebut di rumah. Bukan Hana gengsi menggunakan fasilitas dari Rafa. Namun pernikahan yang dijalaninya, membuat Hana merasa tidak pantas mendapatkan semua itu.
Sebaliknya Rafa yang kesal melihat sikap Hana. Meluapkan amarahnya pada Adrian. Dia datang ke kantor dengan amarah yang siap meledak. Diana sudah paham, kapan Rafa dalam mode marah?
BRRRRAAAKK....
Rafa membanting pintu ruangnya dengan sangat sempurna. Satu lantai mendengar betapa kerasnya suara pintu? Kedua mata Rafa merah, dia marah melihat Hana mengacuhkannya. Rafa kesal melihat Hana diam, setelah melihat kelakuannya dengan Sesil. Rafa merasa hanya angin di mata Hana. Mungkin Rafa salah, tapi jujur dari dalam hatinya Rafa ingin melihat Hana marah padanya. Mengatakan pada dunia, bahwa Hana Khairunnissa istri sah Rafa Akbar Prawira.
Rafa sangat kecewa melihat Hana tidak peduli padanya. Kekecewaan Rafa memuncak saat dengan bangga Hana memanggilnya tuan. Seolah dia seorang pelayan dan Rafa majikannya. Panggilan itu melukai hati Rafa, seakan Hana mengatakan tidak akan pernah ada Rafa di hati atau pikirannya. Rafa benar-benar kacau, sikap kasar dan hinanya pada Hana. Hanya demi ingin melihat lemah Hana. Agar Hana datang padanya, menyadarkan diri pada Rafa. Bukan melihat Hana lemah, Rafa melihat Hana yang tegas dan kuat. Seolah menganggap Rafa tidak pernah mengucapkan ijab qobul dengannya. Rafa merasa asing dengan Hana. Sikap Rafa membuat jurang pemisah yang semakin dalam dan curam.
PRAAAAYYYYAAARRR
Sebuah vas bunga mendarat sempurna menghantam lemari kaca di pojok ruangan Rafa. Amarahnya benar-benar tidak bisa dikendalikan. Dia sangat kecewa pada Hana, dia merutuki kebodohannya yang membuatnya semakin jauh dengan Hana. Keintimannya dengan Sesil semakin membuat Hana ingin menjauh darinya. Rafa benar-benar frustasi. Dia marah, kesal, kecewa dan terpukul.
"Rafa, hentikan!" ujar Adrian histeris, sembari menahan tangan Rafa yang siap meninju tembok. Tubuh Rafa terhuyung ke belakang, saat Adrian mendorongnya. Rafa semakin kesal melihat Adrian yang menahannya.
"Minggir kamu, jangan ikut campur! Aku harus menyelesaikan semua ini. Jika tidak aku bisa gila memikirkannya!" ujar Rafa kesal, Adrian menggeleng lemah. Dia melihat Rafa yang berbeda, dia tidak pernah sekalipun melihat sahabatnya terpuruk. Sekali Adrian terpuruk, saat ibu kandungnya meninggal karena kecelakaaan. Masa dimana seorang Rafa benar-benar hancur.
"Apa semua ini karena Hana? Memangnya apa yang dilakukannya? Sampai membuatmu semarah ini. Katakan padaku, mungkin aku bisa membantumu!" ujar Adrian, Rafa mendudukkan dirinya kasar. Dia memukul-mukul meja di depannya. Seakan tidak akan ada lagi rasa sakit. Setelah puas memukul meja, Rafa terdiam membisu.
"Rafa, tenanglah jangan emosi. Jika kamu seperti ini, semua masalah tidak akan pernah selesai. Lebih baik bicarakan baik-baik. Katakan apa yang kamu inginkan dari Hana? Dia istri sahmu, kalian sudah menikah secara agama dan hukum!" ujar Adrian menenangkan Rafa, tak ada suara Rafa menjawab perkataan Adrian. Hanya raut wajah gusar dan gelengan kepala yang ditunjukkan Rafa. Adrian semaķin bingung melihat Rafa. Dia benar-benar hancur oleh pelayan kantin bernama Hana Khairunnissa.
"Dia mengacuhkanku, dia tidak peduli padaku. Setelah seminggu lebih kami tidak bertemu. Hana seakan tak pernah mengenalku. Dia diam membisu, meski melihatku berciuman dengan Sesil. Dia tidak pernah menganggapku ada!" ujar Rafa pilu, dia menumpahkan semua keluh kesahnya pada Adrian.
"Rafa, lagi dan lagi kamu bertemu dengannya saat berciuman dengan Sesil. Bukan hanya Hana yang akan mengacuhkanmu. Aku akan berbuat hal yang sama. Jika kamu istriku, aku bukan hanya mengacuhkanmu. Detik itu juga aku akan meninggalkanmu." ujar Adrian kesal, Rafa menatap tajam ke arah Adrian. Dia marah pada Adrian yang seolah mendukung sikap Hana.
"Apa maksud kamu?" ujar Rafa marah, tangan kanannya menmegang kra Adrian, bersiap ingin memukul Adrian. Dengan sigap Adrian melepaskan cekikian tangan Rafa.
"Rafa, semua wanita akan terluka melihat suaminya bersama wanita lain. Apa kamu berharap Hana marah di depan semua orang? Kamu mimpi Rafa. Hana tidak akan pernah melakukan itu, bukan karena dia tidak terluka. Dia diam karena status yang selalu kamu ingatkan padanya. Istri diatas kertas, tanpa hak apapun pada kehidupan Rafa Akbar Prawira!" ujar Adrian kesal, dia melihat Rafa sahabatnya yang sangat menyebalkan. Rafa mengusap wajahnya kasar. Dia teringat akan perkataannya yang selalu mengungkit status Hana.
"Sekarang kamu paham, Hana selalu bijak dalam setiap langkah. Dia tegar Rafa, dia pejuang. Diamnya sebagai ungkapan rasa sakit. Apa kamu berharap? Hana datang berlari padamu. Jangan pernah berharap, dia akan tetap membisu meski hatinya menjerit. Apa yang kamu lakukan dengan sesil atau wanita lain? Hanya akan membuatmu semakin jauh darinya. Jika kamu tidak percaya, tanyakan pada Diana. Dia satu-satunya sahabat Hana. Dia mengerti jelas watak Hana. Bukannya mencari solusi, kamu malah tidak jelas!"
"Aku harus apa? Hana tidak pernah menganggapku ada! Setidaknya dia tersenyum padaku. Bayangkan seminggu lebih aku tidak melihatnya. Namun yang aku lihat, hanya tatapan tanpa arti dan satu panggilan tuan!" ujar Rafa lirih. Rafa menutup matanya, dia mengingat sikap dingin Hana yang tak pernah menganggapnya ada.
Rafa menerawang jauh mengingat hari dimana dia mengikat janji dengan Hana? Hari dimana dia menjadikan wanita yang mengusik hatinya. Seutuhnya menjadi miliknya. Namun perbedaan status dan harga diri membuat mereka terpisah. Hana yang tegar berdiri, tanpa berpikir bersandar pada Rafa. Sikap yang mampu membuat seorang Rafa Akbar Prawira hancur. Dia tidak pernah menyangka, jika hati dan pikirannya memilih wanita sederhan seperti Hana.
Adrian melihat jelas kegelisahan Rafa. Dia duduk di samping Rafa, "Sudahlah Rafa, percuma kamu hancur. Hana masih tetap berdiri meski tanpa dirimu. Temui dia, jelaskan hubunganmu dengan Sesil. Jika perlu, katakan isi hatimu. Tidak ada yang menghalangimu, Hana sudah menjadi istrimu. Dia tanggungjawabmu" ujar Adrian. Dia menepuk pelan pundak Rafa.
Rafa membuka matanya perlahan. Dia mendongak menatap langit-langit ruangannya. Perbedaan Hana dan Rafa sangat terlihat. Ruang kerja Rafa, hampir separuh rumah Hana. Kesederhanaan Hana tidak akan pernah bisa mengimbangi kemewahan Rafa.
"Kenapa hatiku harus memilihmu? Seharusnya hubungan ini tidak pernah ada. Kamu terlalu baik untukku, sebaliknya aku terlalu buruk untukku. Akankah kamu menyukaiku, jika setiap kali kita bertemu. Hanya luka dan tatapan jijik yang aku terima. Aku selalu dan selalu melakukan kesalahan yang sama! Haruskah kulepaskan ikatan tak terlihat diantara kita. Agar tak ada lagi hati yang terluka. Namun sanggupkah aku? Sanggupkah aku melepas genggaman tanganmu!" batin Rafa melihat terangnya lampu, tapi berbanding terbalik dengan gelapnya hatiku.
...☆☆☆☆☆...
TERIMA KASIH😊😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Asroni Smg
semangat thor mantap
2021-08-12
0
RB
Sebaliknya aku terlalu buruk " untukku " seharusnya " untukmu ".
2021-07-22
0
Tri Widayanti
Kamu sendiri Rafa yg membuat jarak dgn Hana.
Bego bgt nih org
2021-05-19
0