Pagi hari yang cerah saat itu, menjadi pagi yang sangat kelam untuknya. Selain dia harus menikah dengan Rafa Akbar Prawira. Dia kuga harus rela kehilangaan kakelnya. Tepat setelah kata ijab qobul selesai, kakek Aman memghembuskan napas terakhir.
Dalam sehari hidup Hana harus berakhir. Dia harus menikah dengan laki-laki yang tak pernah dia kenal. Hana harus kehilangan kakek Aman dalam waktu yang sama. Hana mengingat kejadian pagi itu. Ingin rasanya Hana marah, menjerit melihat kakeknya meninggal. Bahkan sebelum ajalnya, dia sibuk mencari hana. Dia ingin menikahkan Hana, menjadi wali pernikahan cucunya.
FLASH BACK
Perdebatan sengit yang terjadi antara warga dengan Rafa dan Hana. Membuat kondisi kakek Aman menurun. Tubuhnya yang renta sudah tidak mampu bertahan. Mendengar setiap orang berkata dengan berteriak, membuat kakek Aman pingsan. Seketika semua orang panik. Hana dan Salsa berteriak histeris. Warga yang berkerumun merasa bersalah, karena menyebabkan kakek Aman pingsan.
Rafa menggendong kakek Aman menuju kamarnya. Dia meletakkan kakek Aman dengan sangat hati-hati. Hana merawat kakek dengan sangat telaten. Dia mengusap seluruh tubuh kakek Aman dengan minyak gosok. Biasanya tubuh akan terasa hangat dan harum minyak gosok membuat seseorang cepat tersadar.
Setelah hampir satu jam kakek Aman pingsan. Beliaun siuman dengan kondisi yang berbeda dengan pagi tadi. Wajahnya sangat pucat, tubuhnya terasa hangat. Namun kedua kakinya terasa sangat dingin. Saat tersadar kakek Aman meminta Hana mendekat. Suara kakek Aman terdengar sangat aneh.
"Hana, mendekatlah pada kakek!" ujarnya lemah, Hana mendekat pada kakek. Rafa berdiri mematung di dekat pintu. Salsa berada disamping kiri kakek. Sebaliknya Adrian menenangkan warga sekitar. Hanya beberapa orang yang masuk ke dalam rumah.
"Kakek, istirahatlah. Hana akan menjaga kakek. Jangan memikirkan apapun? Hana janji akan menyelesaikannya segera!" ujar Hana, kakek mengangguk lemah. Lalu dia tersenyum sembari melihat ke arah Rafa.
"Hana, sebenarnya kakek menahanmu selama ini. Hanya karena kakek ingin melihat laki-laki yang mencintaimu datang menjemputmu. Kakek berpikir, jika ada laki-laki yang sedang dekat denganmu. Pasti dia akan datang kemari. Dugaan kakek tidak salah, Rafa datang membawa sebuah hati tulus untukmu. Namun entah ada masalah apa diantara kalian? Setidaknya kakek melihat perjuangan Rafa tiba di sini!" ujar kakek lemah, Hana mengangguk tidak mengerti. Bukan berpura-pura, tapi memang Hana tidak pernah peduli dengan keberadaan Rafa.
"Kakek, istirahatlah. Kita akan membicarakannya nanti!"
"Hana, menikahlah dengan Rafa. Dia mungkin bukan suami yang kamu harapkan. Namun keteguhannya mencari dirimu sejauh ini. Mampu membuktikan bahwa dia menghargaimu. Rafa bukan yang terbaik, tapi jadilah istri terbaik yang dia miliki"
"Rafa, bersediakah kamu menikah dengan hana. Jika kamu bersedia, segeralah kalian menikah. Agar aku bisa tenang, tidak akan ada beban di hidupku. Meski aku meninggal hari ini, tidak akan ada penyesalan untukku."
"Kakek aku mohon, jangan pernah berkata seperti itu. Kami hanya teman tidak lebih!" ujar Hana lirih, dia tidak ingin kakeknya memikirkan masalah pernikahannya dengan Rafa.
"Waktu kakek tidak banyak lagi. Selagi kakek bisa menjadi walimu. Izinkan laki-laki tua renta ini. Menikahkan cucu perempuanku!"
"Rafa, bagaimana kamu bersedia menikah dengan Hana? Putuskan sekarang, jika tidak aku akan meminta temanmu yang menjadi suami Hana!"
"Baiklah, aku bersedia!" ujar Rafa lantang, dia terlanjur basah jadi sekaligus saja dia menceburkan diri.
FLASH BACK OFF
"Hana, jangan pernah katakan pada siapapun? Jika kita telah menikah. Aku tidak ingin menjadi bahan lelucon, karena menikah dengan pelayan kantin!" ujar Rafa, Hana membalasnya dengan sebuah anggukan. Rafa melihat kesedihan di mata Hana. Namun harga dirinya terlalu tinggi. Sehingga dia tidak ingin mengatakan pada Hana. Bahwa rafa sangat bahagia menikah dengan Hana.
"Sebelum aku membelikanmu rumah. Kamu tinggal dulu di apartemenku. Setelah aku menemukan rumah yang cocok. Segera aku akan membawamu pindah!" ujar Rafa sembari mengemudikan mobilnya, Hana menggeleng lemah. Hana tidak pernah berpikir untuk pindah dari rumah yang ditempatinya. Adrian sengaja menggunakan earphone, agar dia tidak mendengar pembicaraan sepasang suami istri.
"Terima kasih, aku tidak pernah berpikir untuk pindah. Seperti anda yang ingin menutupi pernikahan ini. Aku juga menginginkan tetap tinggal di rumahku sendiri!"
"Tapi kamu istriku, sudah kewajibanku melindungimu. Jika kamu tinggal di sana, akan sangat jauh untukku mengunjungimu. Jangan lupa aku suamimu, jadi kamu harus menurut padaku!"
"Bukankah baru saja anda mengatakan, jika pernikahan kita harus disembuyikan. Saya menghargai keputusan anda, sebaliknya saya harap anda menghargai keputusan saya!"
"Hana, tidak bisakah kamu memanggilku nama. Aku merasa orang asing di depanmu. Padahal belum genap 12 jam aku menjadi suamimu!"
"Anda ingin aku panggil apa? Silahkan katakan saja, aku akan menurutinya!" ujar Hana tanpa menatap wajah Rafa. Sedangkan Rafa sudah mulai merasa kesal melihat sikap Hana.
Rafa mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Sekitar hampir 5 jam, Rafa mengemudikan mobil. Mereka sampai di rumah Hana. Rafa hanya diam saat Hana akan turun. Kekesalannya pada Hana membuat Rafa malas melihat Hana. Setelah berada di luar mobil. Hana berjalan memutar.
Tok tok tok
"Apa lagi sekarang?" ujar Rafa ketus, sesaat setelah menurunkan kaca pintu mobil. Hana menarik tangan kanan Rafa. Dia mencium punggung tangan Rafa. Bagaimanapun Sekarang Rafa sudah sah menjadi suaminya?
Hana berjalan menjauh dari Rafa, dia berjalan perlahan menuju rumahnya. Hampir satu bulan lebih Hana meninggalkan rumah ini. Sedangkan Rafa pulang meninggalkan Hana sendirian.
"Rafa, tidak kusangka akhirnya kamu menikah dengan Hana? Aku yang jatuh cinta lebih dulu, tapi kamu yang menikah dengannya! Lalu bagaimana kamu akan mengatakannya pada keluargamu?"
"Aku tidak akan membawanya pulang. Rumah itu bukan tempat yang nyaman. Semua orang di sana haus akan kekuasaan. Lagipula pernikahan kami selamanya hanya di atas kertas. Aku tidak memperkenalkannya sebagai istriku." ujar Rafa santai, Adrian menggeleng.
"Maksud kamu apa? Lalu kenapa kamu menikah denganya? Jika pada akhirnya dia hanya kamu jadikan sampingan!
"Aku tidal peduli dengan semua itu. Hana sudah setuju, Jadi kami menyembuyikan pernikahan ini" ujar Rafa santai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
timbuljaya
Rafa gila...buat apa dia cari Hana n frustasi tp saat ktmu dan sdh menikah msih merendahkan Hana. Gede gengsi buat nutupin cinta yg blm Rafa sadari. Jangan buat hana lemah thor,tp ada pelindung Hana yg sangat berpengaruh...Kakeknya Rafa...Ardi Prawira pasti akan sangat sayang sm Hana klu tau istri rafa itu Hana.
2022-09-29
0
Rasyha Nailu R
ini namay pernikahan darurat
2021-04-24
1
Dwi setya Iriana
aku masih hadir thor
2021-04-11
0