Cemburu

"Diana, bisa menemaniku menemui kak Rama!" ujar Hana, Diana menoleh melihat Hana datang. Terlihat Diana sedang merapikan beberapa berkas, Hana sengaja datang langsung ke kantor. Lagipula sebentar lagi sudah masuk jam makan siang. Hana tidak ingin bertemu berdua dengan Rama. Apalagi untuk mengatakan sebuah perpisahan. Mungkin sebuah pertemuan yang tidak pernah Rama harapkan.

"Aku bisa menemanimu, tapi aku hanya bisa keluar saat jam makan siang. Masih kurang lima belas menit!" ujar Diana, sembari melihat jam tangannya. Hana mengangguk mengerti, dia memang ingin mengajak Diana untuk makan siang.

"Diana, bolehkah aku menunggumu di sini. Aku janji tidak akan mengganggumu. Kamu bisa tetap bekerja, anggap saja aku tidak ada!" ujar Hana, dia duduk di sofa tak jauh dari meja Diana. Hana menunggu Diana dengan sabar, dia mengambil majalah yang tergeletak di meja. Kedua bola mata Hana tertarik pada artikel dalam majalah itu. Cover majalah tak lain wajah suaminya. Ternyata laki-laki yang menikah dengannya. Bukan laki-laki sembarangan.

Hana larut dalam artikel tersebut. Majalah tersebut mengulas kehidupan seorang Rafa Akbar Prawira, pewaris keluarga Prawira. Majalah juga mengulas kehidupan pribadi Rafa bersama seorang pengusaha sukses lainnya. Seorang wanita karir dengan segudang prestasi. Ternyata kehidupan Rafa berantakan setelah putusnya hubungan mereka berdua. Hana juga membaca sepak terjang Rafa dalam dunia malam. Semua terkupas secara rapi.

Tak lama terdengar suara wanita anggun berjalan menghampiri meja Diana. Dia menanyakan keberadaan Rafa. Dia ingin membuat janji bertemu dengan Rafa. Penampilannya sangat anggun dan modis. Cara bicaranya lembut dan teratur, menunjukkan dia bukan wanita sembarangan. Setelah Diana menghubungi Rafa, wanita itu dipersilahkan masuk.

"Hana, ayo kita pergi. Sudah jam makan siangku, aku harus bergegas. Sebab jam makan siangku hanya satu jam!" ujar Diana memanggil Hana. Seketika Hana berdiri, dia menghampiri meja Hana. Tepat di depan meja Diana yang terletak di samping pintu ruangan Rafa.

"Kak Rafa!" ujar Hana, sontak saja Rafa menoleh. Dia melepaskan pelukan wanita itu, Rafa melihat Hana sedang menatap ke arahnya. Hana menunduk malu, dia melihat apa yang tak seharusnya?

"Hana, ayo kita berangkat!" ujar Diana, sesaat setelah melihat Hana terdiam. Tubuh Hana seolah kaku, dia tidak menyangka akan melihat semua itu. Rafa suaminya sedang memeluk wanita lain, bahkan mereka melakukan hal yang tak seharusnya? Hana marah dan jijik, kenapa dia bisa melihat semua ini?

"Hana!" panggil Diana ketiga kalinya, Hana tersadar dari lamunannya. Segera dia berjalan mengikuti langkah kaki Diana. Mereka berpapasan dengan Adrian di depan pintu lift. Hana menunduk tanpa ingin melihat Adrian. Sedangkan Rafa yang terkejut melihat Hana berada di luar ruangannya, mendorong wanita itu dengan kasar. Rafa sudah tidak peduli dengan wanita itu. Pendapat Hana tentangnya yang mengusik pikirannya.

"Rafa, aku tadi melihat Hana! Dia sepertinya sedang kesal. Aku menyapanya, jangankan menjawab dia malah menundukkan kepalanya!" ujar Adrian santai, Rafa semakin gusar mendengar perkataan Adrian. Sesillia Anastasya wanita anggun yang pernah dekat dengan Rafa. Sekaligus rekan kerja Rafa dalam bisnis dan dunia malam.

"Sesil, kamu ada di sini. Kapan kamu datang dari luar negeri?" ujar Adrian ramah, Sesil hanya tersenyum. Adrian mendekat pada Rafa, dia merasa kekesalan Hana ada hubungannya dengan keberadaan Sesil.

"Apa yang kalian lakukan? Apa Hana melihat semuanya?" bisik Adrian, Rafa mengangguk. Adrian sudah menduga semua karena Sesil.

Kamu tahu sendiri, aku selalu kalah bila dekat dengan Sesil. Sekarang aku bingung harus bagaimana? Hana melihat semuanya, dia akan semakin kesal padaku!" ujar Rafa lirih, Adrian menggelengkan kepalanya. Dia sudah menyerah jika berhubungan dengan asmara Rafa dan Sesil. Mereka berdua saling membenci, tapi akan bersama setelah bertemu.

"Rafa, kita makan siang! Aku sudah lapar!" ujar Sesil, tanpa menunggu persetujuan Rafa. Sesil menarik tubuh Rafa sekuat tenaga. Sesil ingin makan siang bersama Rafa.

Di cafe depan kantor Prawira, Hana sedang bertemu dengan Rama. Mereka sengaja bertemu di sini, agar tidak mengganggu Diana. Hana sudah mantap mengatakan semua yang terjadi selama ini. Dengan berakhirnya pertunangan Rama dengan Hana. Keluarga Rama akan bahagia. Walaupun sebenarnya Hana harus terjebak dalam pernikahan penuh dengan duka.

Setelah mengatakan semua alasan pernikahannya. Bagaimana semua terjadi? Bahkan kehidupan pernikahan yang harus Hana sembuyikan dari orang lain. Hana dan Rama memutuskan menjalin pertemanan. Kekecewaan Rama akan sedikit terobati dengan pertemanan yang terjalin. Diana memeluk erat Hana. Dia tidak menyangka, jika sahabatnya harus menikah dengan cara seperti ini.

"Sudahlah Diana, aku tidak semerana itu. Kamu tidak perlu mengasihaniku. Doakan saja aku tetap bisa bertahan. Apa yang terjadi sudah tertulis? Lagipula tidak akan ada sedih selamanya, pasti akan ada bahagia."

"Kamu benar Hana, mungkin saja cintaku yang menang. Sekarang aku mengalah, nanti aku yang akan menjadi pemenangnya!" ujar Rama, dia berpikir akan mendapatkan Hana meski sudah menjadi janda. Hana dan Diana tertawa mendengar perkataan Rama.

"Kak Rama, ada Diana yang lajang. Malah berharap aku yang menjadi janda. Sungguh kamu keterlaluan!" ujar Hana, Rama akhirnya tertawa mendengar gurauan Hana. Diana menyikut lengan Hana.

"Jangan bawa-bawa aku dalam cinta segitga kalian!"

"Bukan cinta yang segitiga, tapi tepung cap segitiga yang ada!" ujar Hana menimpali, seketika mereka tertawa bersama. Semua kesedihan menghilang tak tersisa. Hana melupakan semua yang dia lihat. Rama melupakan kandasnya pertunangannya dengan Hana. Sebaliknya Diana melupakan sejenak dirinya yang masih jomblo.

Terdengar pintu cafe dibuka, masuk tiga orang beriringan. Rama yang melihat Rafa dan Adrian mengangguk menyapa. Sedangkan Diana sudah biasa mengacuhkan mereka jika di luar jam kantor. Rafa membalas Rama dengan senyuman. Hanya Hana yang terua menunduk, dia tidak ingin melihat Rafa dengan wanita itu. Apalagi mereka dalam posisi berpelukan. Mereka menunjukkan bahwa mereka menjadi pasangan yang paling romantis.

"Diana, aku pamit ke toilet sebentar. Setelah itu kita pulang!" ujar Hana, Diana mengangguk. Hana berjalan perlahan menuju toilet. Dia melewati meja Rafa, tapi tak sedikitpun Hana menoleh.

"Hana!" sapa Rafa, Hana menoleh lalu berjalan menjauh. Hana mengacuhkan Rafa, dia tidak ingin kedekatan mereka dilihat orang lain. Rafa mulai kesal melihat Hana mengacuhkannya.

"Hana, berhenti aku ingin bicara denganmu!" ujar Rafa kasar, dia menarik tangan Hana. Seketika tubuh Hana menabrak tubuh Rafa. Mereka saling berpelukan, sekuat tenaga Hana mendorong tubuh Rafa agar menjauh.

"Lepaskan, aku tidak ingin orang salah paham melihat kita. Aku harus segera pulang. Diana menungguku, dia harus segera bekerja!" ujar Hana, dia berjalan menjauh dari Rafa. Namun Rafa menahan tangan Hana, Rafa tidak membiarkan Hana pergi.

"Hana, kamu salah paham. Aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan! Tidak seharusnya kamu membalasku dengan tertawa bersama Rama!"

"Kak Rafa, tidak ada yang butuh penjelasanmu. Siapapun wanita itu? Aku bukan siapa-siapamu yang berhak marah? Kak Rafa, lepaskan tanganku. Aku masih harus wawancara kerja. Aku tidak ingin datang terlambat!"

"Hana, cukup semua yang kamu katakan! Aku tahu semua salahku. Aku memang laki-laki tidak baik!" ujar Rafa lirih, dia merasa tidak pantas bersama Hana.

"Lepaskan tanganku, aku harus menemui Diana" ujar Hana dingin, Rafa melepaskan tangan Hana. Rafa tidak ingin menahan Hana lagi. Hana berjalan menjauh dari Rafa.

"Kak Rafa!" sapa Hana ramah, Rafa mendongak menatap ke arah Hana.

"Baik tidaknya seseorang tidak bisa diukur dengan penglihatan mata. Namun tidak akan pernah baik, seseorang jika dia terus mengulang kesalahan yang sama. Aku tidak akan memaksa kak Rafa berubah. Namun aku juga berharap, kak Rafa tidak menginginkanku berubah. Pernikahan kita sebuah jalan takdir, yang harus kita jalani suka atau tidak suka. Jangan pernah memaksakan dirimu sama denganku. Sesungguhnya kita jauh berbeda. Aku lemah di depanmu, dalam hal status dan harta. Kamu lemah di depanku, dalam hal iman dan kesetiaan. Mari kita jalan masing-masing. Aku tidak akan menuntut apapun darimu! Namun aku pastikan akan melakukan kewajibanku sebagai seorang istri. Kamu imamku dan surgaku, tidak akan ada berkah di setiap langkahku tanpa izin darimu!" tutur Hana lirih, Rafa menunduk malu. Perkataan Hana bagai sebuah belati yang menyayat hati dan harga diri Rafa. Dia merasa sangat rendah, Rafa tidak pernah merasa sehina ini. Dia merasa sangat bersalah.

"Hana, maafkan aku!"

"Tidak ada yang perlu dimaafkan. Kita memang berbeda, permisi aku pamit pulang. Salam untuk wanita yang pernah mengisi hatimu. Sesillia Anastasya, dia wanita anggun dan berkelas. Kalian terlihat serasi, jika memang kamu mencintainya. Halalkan dia, lepaskan aku" ujar Hana tegas, Rafa menggeleng. Hana mengacuhkan jawaban Rafa.

"Jangan pernah berpikir meninggalkanku!" ujar Rafa sembari memeluk Hana dari belakang.

"Aku tetap di sini, sampai kamu yang mengusirku. Kamu hadiah terakhir kakekku, aku akan menjaga hubungan ini sebaik mungkin!" ujar Hana, sembari melepaskan pelukan Rafa. Hana pergi meninggalkan Rafa tanpa menoleh lagi. Hana tidak sakit hati melihat Rafa bersama wanita lain. Namun Hana merasa hina, karena tidak bisa membela keluarganya. Semua itu demi permintaan Rafa suaminya yang ingin menyembuyikan pernikahannya.

...☆☆☆☆☆...

TERIMA KASIH😊😊😊

Terpopuler

Comments

💕apip 66🌱🐛💕

💕apip 66🌱🐛💕

dalem banget ya kata² Hana buat Rafa 😢

2021-08-04

1

itin

itin

authornya bak sang pujangga banyak kata kata puitisnya yang sangat manclep langsung kehati

2021-05-17

1

Rasyha Nailu R

Rasyha Nailu R

nancep banget sampai ke hati

2021-04-24

2

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Makan siang
3 Sarapan Nasi Goreng
4 Rama Tri Wijaya
5 Tamu di Pagi Hari
6 Pertemuan tak Terduga
7 Sebuah kebetulan
8 Tumis Kangkung
9 Berdua dalam Satu Mobil
10 Kepergian Hana
11 Mentari Pagi
12 Menginap
13 Pulang ke Kota
14 Malam Pertama
15 Cemburu
16 Makan Siang
17 Amarah Rafa
18 Kunjunga Malam Hari
19 Pelukan Pagi Hari
20 Ketakutan Hana
21 Pertemuan
22 Masuk Rumah Sakit
23 Makan Malam
24 Hana pulang dari Rumah Sakit
25 Malam di Apartement
26 Sebuah Keputusan
27 Pagi yang Indah
28 Cinta yang Indah
29 Rafa Sakit
30 Akhir Sebuah Hubungan
31 Wajah yang Dirindukan
32 Hati yang Terpaut
33 Kata Maaf
34 Istri yang Terabaikan
35 Rafa Kebingungan
36 Pendarahan
37 Sikap Tegas Rafa
38 Senyum yang Menghilang
39 Sarapan Bersama
40 Tantangan
41 Pesta yang Meriah
42 Keteguhan yang Diragukan
43 Tumbangnya sang Pewaris
44 Cinta yang Rumit
45 Rumah Sakit
46 Penolakan
47 Raditya Naufal Wirawan
48 Arti Sebuah Harga Diri
49 Air mata itu
50 Putri yang Cantik
51 Sebuah Kebenaran
52 Rumah Baru
53 Amarah Sesil
54 Makan Malam Bersama
55 Makan Siang yang Gagal
56 Teguhnya Cinta
57 Suara Merdu Hana
58 Pertemuan tak Terduga
59 Pemakaman
60 Ayunan Kayu
61 Cemburu....
62 Kiara Putri Prawira
63 Hadiah Terindah
64 Diana Larasati Permana
65 Kepergian Hana
66 Pulang
67 Muhammad Rizal Saputra
68 Satu Nama dalam Dua Sujud
69 Karmila Intan Safitri
70 Malam yang Sunyi
71 Baby Fathan
72 Langitku
73 Obat untuk Sesama
74 Muhammad Fathan Alfarizqi
75 Surat Terakhir
76 Kisah dibalik 6 tahun
77 Izinkan aku memanggilmu mama
78 Suamiku Surgaku
79 Restu yang Dinanti
80 Malam Terakhir
81 Ana Uhibbukka fillah
82 Wahai Makmumku...
83 Suara Hati Kiara
84 Sepiring Berdua
85 Nyaman dan Cinta itu Beda
86 Secercah Harapan
87 Dua Wanita Terhebat
88 Antara Cinta dan Balas Budi
89 Putri Kecilku
90 Mama...
91 Harta paling Berharga
92 Makan Malam Tertunda
93 Memaafkan atau Meninggalkan
94 Harta Bukan Segalanya
95 Rayuan Tengah Malam
96 Cinta itu Rasa Nyaman
97 Laki-laki Terhebat
98 Kamu Makmumku
99 Hari Pertunangan
100 Hana Merajuk
101 Kepastian yang Ditunggu
102 Malam Pertama
103 Pagi yang Mengejutkan
104 Cemburu Demi Cintanya
105 Permintaan Maaf
106 Pagi yang Hangat
107 Hanya Dia yang Kucinta
108 Hukuman
109 Sebuah Keputusan
110 Jalan-jalan Malam
111 Akhir Sebuah Cinta
112 Sarapan Pagi
113 Sakitnya tuan Ardi
114 Sarapan Bersama
115 Kita Ditakdirkan Berjodoh
116 Pelukan yang Dirindukan
117 Kesalapahaman
118 Akhirnya
119 Bebek Panggang pedas
120 Bintang Hati
121 Ardilla Fitri Adiwijaya
122 Rafa Jodohku
123 Senyummu Kekuatanku
124 Hana Khairunnisa
125 Janji
126 Cemburu yang Tidak Diperlukan
127 Bimbinglah Aku...
128 Semua Sudah Diatur...
129 Faiq Sang Pemenang
130 Kesabaran tak pernah sia-sia
131 Annisa Maulida Zahro
132 Muhammad Faiq Alhakim
133 Farah Nur Fitriya
134 Davina Nur Latifah
135 Sikap Dingin yang Menjadi
136 Perkenalan
137 Putri yang Kembali
138 Sakit Maag
139 Sholat Berjamaah
140 Akhiranya...
141 Suara Hati
142 Siapa Dia???
143 Mama Segalanya...
144 Makmum yang diimpikan...
145 Berjuanglah...
146 Izinkan Aku Menikahinya...
147 Malam Itu...
148 Persetujuan
149 Wanita Impian
150 Perjalanan ke luar kota
151 Vania Aulia Azzahra
152 Amarah Faiq
153 Persetujuaan
154 Demi Dia...
155 Aku Pergi..
156 Derasnya Hujan...
157 Maaf
158 Satu Nama
159 Hati yang Memilih
160 Akhirnya...
161 Permintaan...
162 Kantin Rumah Sakit
163 Bukan Salahku...
164 Akhir Tiga Hati
165 Cinta yang salah
166 Semua Sudah Tertulis...
167 Sikap Manja yang Kurindukan
168 Calon Keponakan yang Menyusahkan
169 Pertemuan yang Aneh
170 Kedua kalinya
171 Adik peremapuanku ...
172 Cinta Segitiga
173 Mengakhiri atau Meneruskan
174 Kesempurnaan Cinta...
175 Sisi yang Lain
176 Keteguhan...
177 Aku Mencintaimu dengan Iman...
178 Cinta Vania
179 Menantu yang Terbaik
180 Mama Tersenyumlah
181 Ketenangan yang Terusik
182 Semua Bisa Terjadi
183 Cemburu yang Elegant
184 Di bawah Langit Bertasbih
185 Ayah
186 Wajah Halal yang Kurindukan
187 Malam Pinangan
188 Ahcmad Faiz Akbar
189 Sikap yang Bijak
190 Cinta itu Menghargai
191 Akad Nikah
192 Meriahnya Pesta
193 Cinta yang Terpendam
194 Air Mata Faiq
195 Kemesraan di Pagi Hari
196 Lahirnya Sang Pewaris
197 Sahabat akan Selalu Ada
198 Janjian
199 Vania marah
200 Pertengkaran...
201 Rapat
202 Diam Annisa
203 Langit Malam
204 Jangan Ragukan Cintaku...
205 Dilema Fathan
206 Pertemuan...
207 Makan Siang
208 Kenangan masa lalu
209 Aku Berbeda
210 Perdebatan
211 Proyek Pembangunan
212 Aku Memilih Keluargaku
213 Berdua di Mobil
214 Rumah sakit
215 Kepergian Hana
216 Mantan Terindah
217 Maaf...
218 Saling Menyayangi
219 Tanding Basket
220 Nuur Aini Rahma
221 Malik Fazal Gavi
222 Indahnya....
223 Sebuah Kejujuran
224 Persetujuan
225 Vania Sakit
226 Amarah Raihan
227 Akhirnya Berakhir
228 Kenangan Raihan
229 Muhammad Malik Fajar
230 Dokter Daffa
231 Kekesalan Vania
232 Dilema Raihan
233 Isi Hati
234 Fakta Terkuak
235 Rintihan
236 Sarapan
237 Dokter Cantik
238 Chalisa Putri Ananta
239 Adikku Kecilku
240 Dokter Rey
241 Hargai Dia
242 Maaf
243 Penolakan
244 Sikap Manja Rafa
245 Rama si Culun
246 Rama Dwi Sanjaya
247 Wanita hebat
248 Dua Saudara Kandung
249 Satu Keluarga
250 Hasutan tak Penting
251 Gerimis malam...
252 Pembatalan kontrak
253 Akhir Bahagia (END)
Episodes

Updated 253 Episodes

1
Pertemuan
2
Makan siang
3
Sarapan Nasi Goreng
4
Rama Tri Wijaya
5
Tamu di Pagi Hari
6
Pertemuan tak Terduga
7
Sebuah kebetulan
8
Tumis Kangkung
9
Berdua dalam Satu Mobil
10
Kepergian Hana
11
Mentari Pagi
12
Menginap
13
Pulang ke Kota
14
Malam Pertama
15
Cemburu
16
Makan Siang
17
Amarah Rafa
18
Kunjunga Malam Hari
19
Pelukan Pagi Hari
20
Ketakutan Hana
21
Pertemuan
22
Masuk Rumah Sakit
23
Makan Malam
24
Hana pulang dari Rumah Sakit
25
Malam di Apartement
26
Sebuah Keputusan
27
Pagi yang Indah
28
Cinta yang Indah
29
Rafa Sakit
30
Akhir Sebuah Hubungan
31
Wajah yang Dirindukan
32
Hati yang Terpaut
33
Kata Maaf
34
Istri yang Terabaikan
35
Rafa Kebingungan
36
Pendarahan
37
Sikap Tegas Rafa
38
Senyum yang Menghilang
39
Sarapan Bersama
40
Tantangan
41
Pesta yang Meriah
42
Keteguhan yang Diragukan
43
Tumbangnya sang Pewaris
44
Cinta yang Rumit
45
Rumah Sakit
46
Penolakan
47
Raditya Naufal Wirawan
48
Arti Sebuah Harga Diri
49
Air mata itu
50
Putri yang Cantik
51
Sebuah Kebenaran
52
Rumah Baru
53
Amarah Sesil
54
Makan Malam Bersama
55
Makan Siang yang Gagal
56
Teguhnya Cinta
57
Suara Merdu Hana
58
Pertemuan tak Terduga
59
Pemakaman
60
Ayunan Kayu
61
Cemburu....
62
Kiara Putri Prawira
63
Hadiah Terindah
64
Diana Larasati Permana
65
Kepergian Hana
66
Pulang
67
Muhammad Rizal Saputra
68
Satu Nama dalam Dua Sujud
69
Karmila Intan Safitri
70
Malam yang Sunyi
71
Baby Fathan
72
Langitku
73
Obat untuk Sesama
74
Muhammad Fathan Alfarizqi
75
Surat Terakhir
76
Kisah dibalik 6 tahun
77
Izinkan aku memanggilmu mama
78
Suamiku Surgaku
79
Restu yang Dinanti
80
Malam Terakhir
81
Ana Uhibbukka fillah
82
Wahai Makmumku...
83
Suara Hati Kiara
84
Sepiring Berdua
85
Nyaman dan Cinta itu Beda
86
Secercah Harapan
87
Dua Wanita Terhebat
88
Antara Cinta dan Balas Budi
89
Putri Kecilku
90
Mama...
91
Harta paling Berharga
92
Makan Malam Tertunda
93
Memaafkan atau Meninggalkan
94
Harta Bukan Segalanya
95
Rayuan Tengah Malam
96
Cinta itu Rasa Nyaman
97
Laki-laki Terhebat
98
Kamu Makmumku
99
Hari Pertunangan
100
Hana Merajuk
101
Kepastian yang Ditunggu
102
Malam Pertama
103
Pagi yang Mengejutkan
104
Cemburu Demi Cintanya
105
Permintaan Maaf
106
Pagi yang Hangat
107
Hanya Dia yang Kucinta
108
Hukuman
109
Sebuah Keputusan
110
Jalan-jalan Malam
111
Akhir Sebuah Cinta
112
Sarapan Pagi
113
Sakitnya tuan Ardi
114
Sarapan Bersama
115
Kita Ditakdirkan Berjodoh
116
Pelukan yang Dirindukan
117
Kesalapahaman
118
Akhirnya
119
Bebek Panggang pedas
120
Bintang Hati
121
Ardilla Fitri Adiwijaya
122
Rafa Jodohku
123
Senyummu Kekuatanku
124
Hana Khairunnisa
125
Janji
126
Cemburu yang Tidak Diperlukan
127
Bimbinglah Aku...
128
Semua Sudah Diatur...
129
Faiq Sang Pemenang
130
Kesabaran tak pernah sia-sia
131
Annisa Maulida Zahro
132
Muhammad Faiq Alhakim
133
Farah Nur Fitriya
134
Davina Nur Latifah
135
Sikap Dingin yang Menjadi
136
Perkenalan
137
Putri yang Kembali
138
Sakit Maag
139
Sholat Berjamaah
140
Akhiranya...
141
Suara Hati
142
Siapa Dia???
143
Mama Segalanya...
144
Makmum yang diimpikan...
145
Berjuanglah...
146
Izinkan Aku Menikahinya...
147
Malam Itu...
148
Persetujuan
149
Wanita Impian
150
Perjalanan ke luar kota
151
Vania Aulia Azzahra
152
Amarah Faiq
153
Persetujuaan
154
Demi Dia...
155
Aku Pergi..
156
Derasnya Hujan...
157
Maaf
158
Satu Nama
159
Hati yang Memilih
160
Akhirnya...
161
Permintaan...
162
Kantin Rumah Sakit
163
Bukan Salahku...
164
Akhir Tiga Hati
165
Cinta yang salah
166
Semua Sudah Tertulis...
167
Sikap Manja yang Kurindukan
168
Calon Keponakan yang Menyusahkan
169
Pertemuan yang Aneh
170
Kedua kalinya
171
Adik peremapuanku ...
172
Cinta Segitiga
173
Mengakhiri atau Meneruskan
174
Kesempurnaan Cinta...
175
Sisi yang Lain
176
Keteguhan...
177
Aku Mencintaimu dengan Iman...
178
Cinta Vania
179
Menantu yang Terbaik
180
Mama Tersenyumlah
181
Ketenangan yang Terusik
182
Semua Bisa Terjadi
183
Cemburu yang Elegant
184
Di bawah Langit Bertasbih
185
Ayah
186
Wajah Halal yang Kurindukan
187
Malam Pinangan
188
Ahcmad Faiz Akbar
189
Sikap yang Bijak
190
Cinta itu Menghargai
191
Akad Nikah
192
Meriahnya Pesta
193
Cinta yang Terpendam
194
Air Mata Faiq
195
Kemesraan di Pagi Hari
196
Lahirnya Sang Pewaris
197
Sahabat akan Selalu Ada
198
Janjian
199
Vania marah
200
Pertengkaran...
201
Rapat
202
Diam Annisa
203
Langit Malam
204
Jangan Ragukan Cintaku...
205
Dilema Fathan
206
Pertemuan...
207
Makan Siang
208
Kenangan masa lalu
209
Aku Berbeda
210
Perdebatan
211
Proyek Pembangunan
212
Aku Memilih Keluargaku
213
Berdua di Mobil
214
Rumah sakit
215
Kepergian Hana
216
Mantan Terindah
217
Maaf...
218
Saling Menyayangi
219
Tanding Basket
220
Nuur Aini Rahma
221
Malik Fazal Gavi
222
Indahnya....
223
Sebuah Kejujuran
224
Persetujuan
225
Vania Sakit
226
Amarah Raihan
227
Akhirnya Berakhir
228
Kenangan Raihan
229
Muhammad Malik Fajar
230
Dokter Daffa
231
Kekesalan Vania
232
Dilema Raihan
233
Isi Hati
234
Fakta Terkuak
235
Rintihan
236
Sarapan
237
Dokter Cantik
238
Chalisa Putri Ananta
239
Adikku Kecilku
240
Dokter Rey
241
Hargai Dia
242
Maaf
243
Penolakan
244
Sikap Manja Rafa
245
Rama si Culun
246
Rama Dwi Sanjaya
247
Wanita hebat
248
Dua Saudara Kandung
249
Satu Keluarga
250
Hasutan tak Penting
251
Gerimis malam...
252
Pembatalan kontrak
253
Akhir Bahagia (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!