Pengalaman pertama Hana khairunnisa pulang bersama seorang laki-laki. Tidak pernah terbayangkan di benak Hana. Dia harus menerima tawaran Rafa Akbar Prawira untuk pulang bersama. Sore itu Rafa melihat sekuat dan seteguh apa seorang Hana? Pelayan kantin yang mengusik hatinya. Rafa mengetahui semua fakta yang yang selama ini tersimpan rapat dibalik sikap diam Hana.
Jarak jauh yang ditempuh Hana agar sampai ke kantor. Menunjukkan betapa tegarnya seorang pelayan kantin sederhana. Dia harus menempuh hampir satu jam perjalanan demi sebuah pengabdian pada pekerjaan. Rumah sederhana yang di tempatinya, sedikit membuat hati Rafa terenyuh. Seseorang yang berarti dihatinya, hidup dalam penuh kesederhanaan. Hidup sebatang kara tanpa orang tua dan saudara. Membuat Rafa menyesal pernah menyakiti hatinya.
Sore itu seorang Rafa Akbar Prawira seakan mendapat sebuah tamparan. Semua kehidupan Hana membuatnya sadar, dia telah hidup penuh dengan kemewahan dan kecukupan. Namun bukan rasa syukur yang selalu diucapkan Rafa. Namun keluhan yang selalu menyalahkan hancurnya keharmonisan dalam keluarganya.
Pagi ini sengaja Hana membuatkan bubur untuk Rafa sebagai ucapan rasa terima kasih. Sekilas Hana melihat Rafa flu, setelah mengantarnya pulang. Hana merasa bersalah, karena dirinya Rafa harus kehujanan kemarin. Bahkan Hana tidak mempersilahkan Rafa masuk. Sebab Hana hanya tinggal sendiri. Jadi dia tidak mungkin meminta Rafa masuk ke dalam rumahnya.
"Diana!" sapa Hana ramah, terlihat Hana sedang menatap meja. Diana tidak sendiri menjadi sekretaris Rafa. Masih ada dua temannya, Diana selalu datang lebih dulu sebelum karyawan yang lain.
"Hana!" ujar Diana kaget, seketika Diana mendongak terkejut mendengar Hana memanggilnya. Apalagi Hana datang ke ruangannya. Diana cemas melihat kedatangan Hana. Tidak pernah sekalipun Hana datang mengunjunginya.
"Apa bos besarmu sudah datang? Jika belum aku titip ini. Tolong berikan padanya, sebagai ucapan terima kasihku!" ujar Hana sembari mengangkat rantang berisi bubur. Diana senyum-senyum sendiri. Dia melihat sahabatnya khawatir pada seorang Rafa yang dingin. Sampai-sampai menyempatkan diri membuat sarapan untuk Rafa.
"Kebetulan dia sudah datang, lebih baik kamu berikan sendiri padanya. Aku takut mengganggunya, biasanya kalau pak Rafa datang sepagi ini. Artinya hatinya sedang tidak baik!" ujar Diana polos, Hana menunduk takut setelah mendengar perkataan Diana. Sontak saja Hana menggeleng lemah, dia memaksa Diana memberikannya.
"Aku mohon, tolong berikan padanya. Dia mungkin terkena flu, karena menolongku kemarin sore. Aku takut bila dia marah, sebab aku dia menjadi sakit!" ujar Hana lirih, Diana menutup mulutnya menahan tawa. Padahal jelas-jelas Diana melihat Rafa datang dengan wajah bahagia.
"Baiklah, aku akan membantumu. Hanya mengantarmu saja, tetap kamu yang memberikannya. Aku tidak ingin dimarahi sendirian. Jika berdua jauh lebih ringan. Pak Rafa kalau marah menakutkan!" ujar Diana menakuti, padahal semua itu hanya karangan Diana. Dia hanya ingin melihat Hana memberikan makanan itu sendiri kepada Rafa. Adrian yang hendak pergi menuju ruangan Rafa. Sengaja menghentikan langkahnya, saat dia melihat Hana berada di depan ruang. Dia memutuskan akan masuk ke dalam, setelah Hana berada di dalam. Dia ingin menggoda Rafa habis-habisan.
tok tok tok
"Masuk!" ujar Rafa dari dalam ruangannya. Terlihat dia sedang serius dengan beberapa berkas di depannya. Sesekali Rafa mengusap hidungnya yang mulai tersumbat. Rafa mungkin genthle, tapi bila terkena air hujan. Rafa langsung tumbang dan sakit. Entah kenapa kemarin Rafa bersedia menerobos hujan demi seorang pelayan kantin?
"Permisi pak, ada yang ingin bertemu!" ujar Diana, Rafa mendongak melihat ke arah Diana. Sengaja Hana bersembunyi di balik tubuh Diana, agar tidak terlihat oleh Rafa. Sebaliknya Rafa tidak bisa melihat Hana, menjadi bingung!
"Siapa yang bertemu denganku sepagi ini? Memangnya urusannya sangat penting. Jika tidak penting, minta dia kembali. Aku sedang sangat sibuk, sebentar lagi aku harus rapat. Apalagi kepalaku mulai pusing!" ujar Rafa ketus, Diana diam seribu bahasa. Hana yang mendengar perkataan Rafa jadi marah. Dia emosi melihat cara Rafa memperlakukan tamu.
"Maaf jika saya mengganggu waktu penting anda. Saya lupa jika anda seorang bos besar. Kedatangan saya mungkin tidak penting, tapi saya datang dengan niat tulus. Saya hanya ingin memberikan ini, karena saya tahu anda sedang flu. Lain kali jangan menolong orang, jika akan menyakiti anda sendiri! Permisi" ujar Hana emosi, Diana seketika diam tak berkutik. Diana tidak pernah melihat Hana semarah ini pada orang lain. Sedangkan Rafa seolah sedang bermimpi, mendengar Hana marah padanya. Padahal Hana datang untuk mengucapkan terima kasih. Belum sempat Rafa meminta maaf, Hana sudah berjalan menjauh. Adrian berpapasan dengan Hana yang keluar dengan emosi.
"Diana, kenapa kamu tidak mengatakan jika itu Hana? Sekarang lihat, Hana marah padaku. Aku harus bagaimana? Sekali dia bicara padaku, bukan kelembutan yang aku dengar malah kemarahan." ujar Rafa gusar, dia mengusap wajahnya kasar. Diana melongo melihat Rafa marah, bukan karena marahnya. Kenapa Rafa harus kesal? Melihat Hana marah padanya.
"Sudahlah Rafa, lain kali mulutmu dijaga. Jangan mudah memarahi orang lain. Lihat ulahmu sekarang. Hana marah padamu. Lebih baik kamu buka makanan yang dia buat. Nanti kamu kembalikan tempatnya, sembari meminta maaf!" ujar Adrian, Rafa mengangguk.
"Jangan heran Diana, bos kita sedang jatuh cinta. Sahabatmu membuat bos besar kita bertekuk lutut. Ikuti saja keinginannya, supaya kamu tidak kena imbasnya!" bisik Adrian, Diana mengangguk meski dalam hati dia bingung. Bagaimana mungkin seorang Rafa Akbar Prawira jatuh cinta pada gadis biasa seperti Hana.
Sebaliknya Hana yang keluar dari ruangan Rafa dengan penuh kesal memutuskan untuk pulang. Dia sangat marah pada Rafa yang selalu menganggap orang lain lebih rendah darinya. Setelah meminta izin, Hana langsung pulang menuju rumahnya. Dia seolah enggan menginjakkan kaki lagi di perusahaan itu. Hana begitu marah melihat cara Rafa memperlakukan bawahannya.
Rafa pergi ke kantin setelah menghabiskan bubur buatan Hana. Namun sangat disayangkan, dia tidak bisa bertemu dengan Hana. Bu Minah mengatakan, jika Hana sudah pulang sejak pagi. Dia tidak bekerja di kantin lagi. Sebenarnya lebih tepatnya, Hana memutuskan berhenti bekerja. Selain jarak yang cukup jauh, sifat arogan Rafa membuat Hana enggan mengabdi di perusahaan tersebut. Rafa kelabakan mendengar perkataan bu Minah.
Rafa berlari menuju tempat parkir. Dia mengacuhkan beberapa karyawan yang menyapanya. Bahkan Rafa tidak peduli pada Adrian yang berlari mengejarnya. Rafa hanya ingin segera sampai di rumah Hana. Dia akan meminta maaf, asalkan Hana bersedia bekerja kembali.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Rafa tiba di rumah Hana. Semua tampak sepi dari luar. Seolah tidak ada kehidupan di dalam rumah. Rafa mengetuk pintu Hana pelan, berharap Hana keluar membukakan pintu. Lama Rafa menunggu, tapi tak ada satupun jawaban. Disaat bersaman datang tetangga Hana.
"Percuma anda mengetuk, Hana tadi pagi sudah berangkat menuju rumah saudaranya. Ada keluarganya yang meninggal. Namun sepertinya Hana akan tinggal lama disana. Dia membawa cukup banyak baju. Kunci rumahnya dia serahkan padaku, dia memintaku untuk menjaga rumahnya!" ujar orang itu, Rafa diam mematung. Apa yang dikatakan orang tersebut? Ibarat petir di siang hari. Rafa bingung harus berbuat apa? Hana pergi menjauh, dia menghilang tanpa tahu dimana keberadaannya!
Bugh Bugh Bugh
Rafa memukul setir mobilnya sekeras mungkin. Meluapkan amarah dan rasa kesalnya. Hana pergi setelah melihat sikap sombongnya. Rafa terpukul mendengar kepergian Hana yang mendadak. Dia tidak menyangka jika sikapnya membuat Hana marah dan pergi meninggalkannya.
"Haaaaaaaaannaaaaa!" teriak Rafa pilu.
...☆☆☆☆☆...
TERIMA KASIH😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Tina Nine
Nah kehilangan kan Rafa...biar pun bos..jangan la rendah kan bawahan mu...
2022-08-21
0
SyaSyi
hai k aku mampir di karyamu membawa like
bagus ceritamu
salam dari aku dan. mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
2021-06-10
1
Suri Hadassa
Buka Hati menancapkan 10 jempolnya ❤️❤️😍
semangat selalu Thor 💪💪
di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
2021-05-03
2