Kepergian Hana

Pengalaman pertama Hana khairunnisa pulang bersama seorang laki-laki. Tidak pernah terbayangkan di benak Hana. Dia harus menerima tawaran Rafa Akbar Prawira untuk pulang bersama. Sore itu Rafa melihat sekuat dan seteguh apa seorang Hana? Pelayan kantin yang mengusik hatinya. Rafa mengetahui semua fakta yang yang selama ini tersimpan rapat dibalik sikap diam Hana.

Jarak jauh yang ditempuh Hana agar sampai ke kantor. Menunjukkan betapa tegarnya seorang pelayan kantin sederhana. Dia harus menempuh hampir satu jam perjalanan demi sebuah pengabdian pada pekerjaan. Rumah sederhana yang di tempatinya, sedikit membuat hati Rafa terenyuh. Seseorang yang berarti dihatinya, hidup dalam penuh kesederhanaan. Hidup sebatang kara tanpa orang tua dan saudara. Membuat Rafa menyesal pernah menyakiti hatinya.

Sore itu seorang Rafa Akbar Prawira seakan mendapat sebuah tamparan. Semua kehidupan Hana membuatnya sadar, dia telah hidup penuh dengan kemewahan dan kecukupan. Namun bukan rasa syukur yang selalu diucapkan Rafa. Namun keluhan yang selalu menyalahkan hancurnya keharmonisan dalam keluarganya.

Pagi ini sengaja Hana membuatkan bubur untuk Rafa sebagai ucapan rasa terima kasih. Sekilas Hana melihat Rafa flu, setelah mengantarnya pulang. Hana merasa bersalah, karena dirinya Rafa harus kehujanan kemarin. Bahkan Hana tidak mempersilahkan Rafa masuk. Sebab Hana hanya tinggal sendiri. Jadi dia tidak mungkin meminta Rafa masuk ke dalam rumahnya.

"Diana!" sapa Hana ramah, terlihat Hana sedang menatap meja. Diana tidak sendiri menjadi sekretaris Rafa. Masih ada dua temannya, Diana selalu datang lebih dulu sebelum karyawan yang lain.

"Hana!" ujar Diana kaget, seketika Diana mendongak terkejut mendengar Hana memanggilnya. Apalagi Hana datang ke ruangannya. Diana cemas melihat kedatangan Hana. Tidak pernah sekalipun Hana datang mengunjunginya.

"Apa bos besarmu sudah datang? Jika belum aku titip ini. Tolong berikan padanya, sebagai ucapan terima kasihku!" ujar Hana sembari mengangkat rantang berisi bubur. Diana senyum-senyum sendiri. Dia melihat sahabatnya khawatir pada seorang Rafa yang dingin. Sampai-sampai menyempatkan diri membuat sarapan untuk Rafa.

"Kebetulan dia sudah datang, lebih baik kamu berikan sendiri padanya. Aku takut mengganggunya, biasanya kalau pak Rafa datang sepagi ini. Artinya hatinya sedang tidak baik!" ujar Diana polos, Hana menunduk takut setelah mendengar perkataan Diana. Sontak saja Hana menggeleng lemah, dia memaksa Diana memberikannya.

"Aku mohon, tolong berikan padanya. Dia mungkin terkena flu, karena menolongku kemarin sore. Aku takut bila dia marah, sebab aku dia menjadi sakit!" ujar Hana lirih, Diana menutup mulutnya menahan tawa. Padahal jelas-jelas Diana melihat Rafa datang dengan wajah bahagia.

"Baiklah, aku akan membantumu. Hanya mengantarmu saja, tetap kamu yang memberikannya. Aku tidak ingin dimarahi sendirian. Jika berdua jauh lebih ringan. Pak Rafa kalau marah menakutkan!" ujar Diana menakuti, padahal semua itu hanya karangan Diana. Dia hanya ingin melihat Hana memberikan makanan itu sendiri kepada Rafa. Adrian yang hendak pergi menuju ruangan Rafa. Sengaja menghentikan langkahnya, saat dia melihat Hana berada di depan ruang. Dia memutuskan akan masuk ke dalam, setelah Hana berada di dalam. Dia ingin menggoda Rafa habis-habisan.

tok tok tok

"Masuk!" ujar Rafa dari dalam ruangannya. Terlihat dia sedang serius dengan beberapa berkas di depannya. Sesekali Rafa mengusap hidungnya yang mulai tersumbat. Rafa mungkin genthle, tapi bila terkena air hujan. Rafa langsung tumbang dan sakit. Entah kenapa kemarin Rafa bersedia menerobos hujan demi seorang pelayan kantin?

"Permisi pak, ada yang ingin bertemu!" ujar Diana, Rafa mendongak melihat ke arah Diana. Sengaja Hana bersembunyi di balik tubuh Diana, agar tidak terlihat oleh Rafa. Sebaliknya Rafa tidak bisa melihat Hana, menjadi bingung!

"Siapa yang bertemu denganku sepagi ini? Memangnya urusannya sangat penting. Jika tidak penting, minta dia kembali. Aku sedang sangat sibuk, sebentar lagi aku harus rapat. Apalagi kepalaku mulai pusing!" ujar Rafa ketus, Diana diam seribu bahasa. Hana yang mendengar perkataan Rafa jadi marah. Dia emosi melihat cara Rafa memperlakukan tamu.

"Maaf jika saya mengganggu waktu penting anda. Saya lupa jika anda seorang bos besar. Kedatangan saya mungkin tidak penting, tapi saya datang dengan niat tulus. Saya hanya ingin memberikan ini, karena saya tahu anda sedang flu. Lain kali jangan menolong orang, jika akan menyakiti anda sendiri! Permisi" ujar Hana emosi, Diana seketika diam tak berkutik. Diana tidak pernah melihat Hana semarah ini pada orang lain. Sedangkan Rafa seolah sedang bermimpi, mendengar Hana marah padanya. Padahal Hana datang untuk mengucapkan terima kasih. Belum sempat Rafa meminta maaf, Hana sudah berjalan menjauh. Adrian berpapasan dengan Hana yang keluar dengan emosi.

"Diana, kenapa kamu tidak mengatakan jika itu Hana? Sekarang lihat, Hana marah padaku. Aku harus bagaimana? Sekali dia bicara padaku, bukan kelembutan yang aku dengar malah kemarahan." ujar Rafa gusar, dia mengusap wajahnya kasar. Diana melongo melihat Rafa marah, bukan karena marahnya. Kenapa Rafa harus kesal? Melihat Hana marah padanya.

"Sudahlah Rafa, lain kali mulutmu dijaga. Jangan mudah memarahi orang lain. Lihat ulahmu sekarang. Hana marah padamu. Lebih baik kamu buka makanan yang dia buat. Nanti kamu kembalikan tempatnya, sembari meminta maaf!" ujar Adrian, Rafa mengangguk.

"Jangan heran Diana, bos kita sedang jatuh cinta. Sahabatmu membuat bos besar kita bertekuk lutut. Ikuti saja keinginannya, supaya kamu tidak kena imbasnya!" bisik Adrian, Diana mengangguk meski dalam hati dia bingung. Bagaimana mungkin seorang Rafa Akbar Prawira jatuh cinta pada gadis biasa seperti Hana.

Sebaliknya Hana yang keluar dari ruangan Rafa dengan penuh kesal memutuskan untuk pulang. Dia sangat marah pada Rafa yang selalu menganggap orang lain lebih rendah darinya. Setelah meminta izin, Hana langsung pulang menuju rumahnya. Dia seolah enggan menginjakkan kaki lagi di perusahaan itu. Hana begitu marah melihat cara Rafa memperlakukan bawahannya.

Rafa pergi ke kantin setelah menghabiskan bubur buatan Hana. Namun sangat disayangkan, dia tidak bisa bertemu dengan Hana. Bu Minah mengatakan, jika Hana sudah pulang sejak pagi. Dia tidak bekerja di kantin lagi. Sebenarnya lebih tepatnya, Hana memutuskan berhenti bekerja. Selain jarak yang cukup jauh, sifat arogan Rafa membuat Hana enggan mengabdi di perusahaan tersebut. Rafa kelabakan mendengar perkataan bu Minah.

Rafa berlari menuju tempat parkir. Dia mengacuhkan beberapa karyawan yang menyapanya. Bahkan Rafa tidak peduli pada Adrian yang berlari mengejarnya. Rafa hanya ingin segera sampai di rumah Hana. Dia akan meminta maaf, asalkan Hana bersedia bekerja kembali.

Setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Rafa tiba di rumah Hana. Semua tampak sepi dari luar. Seolah tidak ada kehidupan di dalam rumah. Rafa mengetuk pintu Hana pelan, berharap Hana keluar membukakan pintu. Lama Rafa menunggu, tapi tak ada satupun jawaban. Disaat bersaman datang tetangga Hana.

"Percuma anda mengetuk, Hana tadi pagi sudah berangkat menuju rumah saudaranya. Ada keluarganya yang meninggal. Namun sepertinya Hana akan tinggal lama disana. Dia membawa cukup banyak baju. Kunci rumahnya dia serahkan padaku, dia memintaku untuk menjaga rumahnya!" ujar orang itu, Rafa diam mematung. Apa yang dikatakan orang tersebut? Ibarat petir di siang hari. Rafa bingung harus berbuat apa? Hana pergi menjauh, dia menghilang tanpa tahu dimana keberadaannya!

Bugh Bugh Bugh

Rafa memukul setir mobilnya sekeras mungkin. Meluapkan amarah dan rasa kesalnya. Hana pergi setelah melihat sikap sombongnya. Rafa terpukul mendengar kepergian Hana yang mendadak. Dia tidak menyangka jika sikapnya membuat Hana marah dan pergi meninggalkannya.

"Haaaaaaaaannaaaaa!" teriak Rafa pilu.

...☆☆☆☆☆...

TERIMA KASIH😊😊😊

Terpopuler

Comments

Tina Nine

Tina Nine

Nah kehilangan kan Rafa...biar pun bos..jangan la rendah kan bawahan mu...

2022-08-21

0

SyaSyi

SyaSyi

hai k aku mampir di karyamu membawa like
bagus ceritamu
salam dari aku dan. mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya

2021-06-10

1

Suri Hadassa

Suri Hadassa

Buka Hati menancapkan 10 jempolnya ❤️❤️😍
semangat selalu Thor 💪💪

di tunggu feedbacknya 🙏😊😘

2021-05-03

2

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Makan siang
3 Sarapan Nasi Goreng
4 Rama Tri Wijaya
5 Tamu di Pagi Hari
6 Pertemuan tak Terduga
7 Sebuah kebetulan
8 Tumis Kangkung
9 Berdua dalam Satu Mobil
10 Kepergian Hana
11 Mentari Pagi
12 Menginap
13 Pulang ke Kota
14 Malam Pertama
15 Cemburu
16 Makan Siang
17 Amarah Rafa
18 Kunjunga Malam Hari
19 Pelukan Pagi Hari
20 Ketakutan Hana
21 Pertemuan
22 Masuk Rumah Sakit
23 Makan Malam
24 Hana pulang dari Rumah Sakit
25 Malam di Apartement
26 Sebuah Keputusan
27 Pagi yang Indah
28 Cinta yang Indah
29 Rafa Sakit
30 Akhir Sebuah Hubungan
31 Wajah yang Dirindukan
32 Hati yang Terpaut
33 Kata Maaf
34 Istri yang Terabaikan
35 Rafa Kebingungan
36 Pendarahan
37 Sikap Tegas Rafa
38 Senyum yang Menghilang
39 Sarapan Bersama
40 Tantangan
41 Pesta yang Meriah
42 Keteguhan yang Diragukan
43 Tumbangnya sang Pewaris
44 Cinta yang Rumit
45 Rumah Sakit
46 Penolakan
47 Raditya Naufal Wirawan
48 Arti Sebuah Harga Diri
49 Air mata itu
50 Putri yang Cantik
51 Sebuah Kebenaran
52 Rumah Baru
53 Amarah Sesil
54 Makan Malam Bersama
55 Makan Siang yang Gagal
56 Teguhnya Cinta
57 Suara Merdu Hana
58 Pertemuan tak Terduga
59 Pemakaman
60 Ayunan Kayu
61 Cemburu....
62 Kiara Putri Prawira
63 Hadiah Terindah
64 Diana Larasati Permana
65 Kepergian Hana
66 Pulang
67 Muhammad Rizal Saputra
68 Satu Nama dalam Dua Sujud
69 Karmila Intan Safitri
70 Malam yang Sunyi
71 Baby Fathan
72 Langitku
73 Obat untuk Sesama
74 Muhammad Fathan Alfarizqi
75 Surat Terakhir
76 Kisah dibalik 6 tahun
77 Izinkan aku memanggilmu mama
78 Suamiku Surgaku
79 Restu yang Dinanti
80 Malam Terakhir
81 Ana Uhibbukka fillah
82 Wahai Makmumku...
83 Suara Hati Kiara
84 Sepiring Berdua
85 Nyaman dan Cinta itu Beda
86 Secercah Harapan
87 Dua Wanita Terhebat
88 Antara Cinta dan Balas Budi
89 Putri Kecilku
90 Mama...
91 Harta paling Berharga
92 Makan Malam Tertunda
93 Memaafkan atau Meninggalkan
94 Harta Bukan Segalanya
95 Rayuan Tengah Malam
96 Cinta itu Rasa Nyaman
97 Laki-laki Terhebat
98 Kamu Makmumku
99 Hari Pertunangan
100 Hana Merajuk
101 Kepastian yang Ditunggu
102 Malam Pertama
103 Pagi yang Mengejutkan
104 Cemburu Demi Cintanya
105 Permintaan Maaf
106 Pagi yang Hangat
107 Hanya Dia yang Kucinta
108 Hukuman
109 Sebuah Keputusan
110 Jalan-jalan Malam
111 Akhir Sebuah Cinta
112 Sarapan Pagi
113 Sakitnya tuan Ardi
114 Sarapan Bersama
115 Kita Ditakdirkan Berjodoh
116 Pelukan yang Dirindukan
117 Kesalapahaman
118 Akhirnya
119 Bebek Panggang pedas
120 Bintang Hati
121 Ardilla Fitri Adiwijaya
122 Rafa Jodohku
123 Senyummu Kekuatanku
124 Hana Khairunnisa
125 Janji
126 Cemburu yang Tidak Diperlukan
127 Bimbinglah Aku...
128 Semua Sudah Diatur...
129 Faiq Sang Pemenang
130 Kesabaran tak pernah sia-sia
131 Annisa Maulida Zahro
132 Muhammad Faiq Alhakim
133 Farah Nur Fitriya
134 Davina Nur Latifah
135 Sikap Dingin yang Menjadi
136 Perkenalan
137 Putri yang Kembali
138 Sakit Maag
139 Sholat Berjamaah
140 Akhiranya...
141 Suara Hati
142 Siapa Dia???
143 Mama Segalanya...
144 Makmum yang diimpikan...
145 Berjuanglah...
146 Izinkan Aku Menikahinya...
147 Malam Itu...
148 Persetujuan
149 Wanita Impian
150 Perjalanan ke luar kota
151 Vania Aulia Azzahra
152 Amarah Faiq
153 Persetujuaan
154 Demi Dia...
155 Aku Pergi..
156 Derasnya Hujan...
157 Maaf
158 Satu Nama
159 Hati yang Memilih
160 Akhirnya...
161 Permintaan...
162 Kantin Rumah Sakit
163 Bukan Salahku...
164 Akhir Tiga Hati
165 Cinta yang salah
166 Semua Sudah Tertulis...
167 Sikap Manja yang Kurindukan
168 Calon Keponakan yang Menyusahkan
169 Pertemuan yang Aneh
170 Kedua kalinya
171 Adik peremapuanku ...
172 Cinta Segitiga
173 Mengakhiri atau Meneruskan
174 Kesempurnaan Cinta...
175 Sisi yang Lain
176 Keteguhan...
177 Aku Mencintaimu dengan Iman...
178 Cinta Vania
179 Menantu yang Terbaik
180 Mama Tersenyumlah
181 Ketenangan yang Terusik
182 Semua Bisa Terjadi
183 Cemburu yang Elegant
184 Di bawah Langit Bertasbih
185 Ayah
186 Wajah Halal yang Kurindukan
187 Malam Pinangan
188 Ahcmad Faiz Akbar
189 Sikap yang Bijak
190 Cinta itu Menghargai
191 Akad Nikah
192 Meriahnya Pesta
193 Cinta yang Terpendam
194 Air Mata Faiq
195 Kemesraan di Pagi Hari
196 Lahirnya Sang Pewaris
197 Sahabat akan Selalu Ada
198 Janjian
199 Vania marah
200 Pertengkaran...
201 Rapat
202 Diam Annisa
203 Langit Malam
204 Jangan Ragukan Cintaku...
205 Dilema Fathan
206 Pertemuan...
207 Makan Siang
208 Kenangan masa lalu
209 Aku Berbeda
210 Perdebatan
211 Proyek Pembangunan
212 Aku Memilih Keluargaku
213 Berdua di Mobil
214 Rumah sakit
215 Kepergian Hana
216 Mantan Terindah
217 Maaf...
218 Saling Menyayangi
219 Tanding Basket
220 Nuur Aini Rahma
221 Malik Fazal Gavi
222 Indahnya....
223 Sebuah Kejujuran
224 Persetujuan
225 Vania Sakit
226 Amarah Raihan
227 Akhirnya Berakhir
228 Kenangan Raihan
229 Muhammad Malik Fajar
230 Dokter Daffa
231 Kekesalan Vania
232 Dilema Raihan
233 Isi Hati
234 Fakta Terkuak
235 Rintihan
236 Sarapan
237 Dokter Cantik
238 Chalisa Putri Ananta
239 Adikku Kecilku
240 Dokter Rey
241 Hargai Dia
242 Maaf
243 Penolakan
244 Sikap Manja Rafa
245 Rama si Culun
246 Rama Dwi Sanjaya
247 Wanita hebat
248 Dua Saudara Kandung
249 Satu Keluarga
250 Hasutan tak Penting
251 Gerimis malam...
252 Pembatalan kontrak
253 Akhir Bahagia (END)
Episodes

Updated 253 Episodes

1
Pertemuan
2
Makan siang
3
Sarapan Nasi Goreng
4
Rama Tri Wijaya
5
Tamu di Pagi Hari
6
Pertemuan tak Terduga
7
Sebuah kebetulan
8
Tumis Kangkung
9
Berdua dalam Satu Mobil
10
Kepergian Hana
11
Mentari Pagi
12
Menginap
13
Pulang ke Kota
14
Malam Pertama
15
Cemburu
16
Makan Siang
17
Amarah Rafa
18
Kunjunga Malam Hari
19
Pelukan Pagi Hari
20
Ketakutan Hana
21
Pertemuan
22
Masuk Rumah Sakit
23
Makan Malam
24
Hana pulang dari Rumah Sakit
25
Malam di Apartement
26
Sebuah Keputusan
27
Pagi yang Indah
28
Cinta yang Indah
29
Rafa Sakit
30
Akhir Sebuah Hubungan
31
Wajah yang Dirindukan
32
Hati yang Terpaut
33
Kata Maaf
34
Istri yang Terabaikan
35
Rafa Kebingungan
36
Pendarahan
37
Sikap Tegas Rafa
38
Senyum yang Menghilang
39
Sarapan Bersama
40
Tantangan
41
Pesta yang Meriah
42
Keteguhan yang Diragukan
43
Tumbangnya sang Pewaris
44
Cinta yang Rumit
45
Rumah Sakit
46
Penolakan
47
Raditya Naufal Wirawan
48
Arti Sebuah Harga Diri
49
Air mata itu
50
Putri yang Cantik
51
Sebuah Kebenaran
52
Rumah Baru
53
Amarah Sesil
54
Makan Malam Bersama
55
Makan Siang yang Gagal
56
Teguhnya Cinta
57
Suara Merdu Hana
58
Pertemuan tak Terduga
59
Pemakaman
60
Ayunan Kayu
61
Cemburu....
62
Kiara Putri Prawira
63
Hadiah Terindah
64
Diana Larasati Permana
65
Kepergian Hana
66
Pulang
67
Muhammad Rizal Saputra
68
Satu Nama dalam Dua Sujud
69
Karmila Intan Safitri
70
Malam yang Sunyi
71
Baby Fathan
72
Langitku
73
Obat untuk Sesama
74
Muhammad Fathan Alfarizqi
75
Surat Terakhir
76
Kisah dibalik 6 tahun
77
Izinkan aku memanggilmu mama
78
Suamiku Surgaku
79
Restu yang Dinanti
80
Malam Terakhir
81
Ana Uhibbukka fillah
82
Wahai Makmumku...
83
Suara Hati Kiara
84
Sepiring Berdua
85
Nyaman dan Cinta itu Beda
86
Secercah Harapan
87
Dua Wanita Terhebat
88
Antara Cinta dan Balas Budi
89
Putri Kecilku
90
Mama...
91
Harta paling Berharga
92
Makan Malam Tertunda
93
Memaafkan atau Meninggalkan
94
Harta Bukan Segalanya
95
Rayuan Tengah Malam
96
Cinta itu Rasa Nyaman
97
Laki-laki Terhebat
98
Kamu Makmumku
99
Hari Pertunangan
100
Hana Merajuk
101
Kepastian yang Ditunggu
102
Malam Pertama
103
Pagi yang Mengejutkan
104
Cemburu Demi Cintanya
105
Permintaan Maaf
106
Pagi yang Hangat
107
Hanya Dia yang Kucinta
108
Hukuman
109
Sebuah Keputusan
110
Jalan-jalan Malam
111
Akhir Sebuah Cinta
112
Sarapan Pagi
113
Sakitnya tuan Ardi
114
Sarapan Bersama
115
Kita Ditakdirkan Berjodoh
116
Pelukan yang Dirindukan
117
Kesalapahaman
118
Akhirnya
119
Bebek Panggang pedas
120
Bintang Hati
121
Ardilla Fitri Adiwijaya
122
Rafa Jodohku
123
Senyummu Kekuatanku
124
Hana Khairunnisa
125
Janji
126
Cemburu yang Tidak Diperlukan
127
Bimbinglah Aku...
128
Semua Sudah Diatur...
129
Faiq Sang Pemenang
130
Kesabaran tak pernah sia-sia
131
Annisa Maulida Zahro
132
Muhammad Faiq Alhakim
133
Farah Nur Fitriya
134
Davina Nur Latifah
135
Sikap Dingin yang Menjadi
136
Perkenalan
137
Putri yang Kembali
138
Sakit Maag
139
Sholat Berjamaah
140
Akhiranya...
141
Suara Hati
142
Siapa Dia???
143
Mama Segalanya...
144
Makmum yang diimpikan...
145
Berjuanglah...
146
Izinkan Aku Menikahinya...
147
Malam Itu...
148
Persetujuan
149
Wanita Impian
150
Perjalanan ke luar kota
151
Vania Aulia Azzahra
152
Amarah Faiq
153
Persetujuaan
154
Demi Dia...
155
Aku Pergi..
156
Derasnya Hujan...
157
Maaf
158
Satu Nama
159
Hati yang Memilih
160
Akhirnya...
161
Permintaan...
162
Kantin Rumah Sakit
163
Bukan Salahku...
164
Akhir Tiga Hati
165
Cinta yang salah
166
Semua Sudah Tertulis...
167
Sikap Manja yang Kurindukan
168
Calon Keponakan yang Menyusahkan
169
Pertemuan yang Aneh
170
Kedua kalinya
171
Adik peremapuanku ...
172
Cinta Segitiga
173
Mengakhiri atau Meneruskan
174
Kesempurnaan Cinta...
175
Sisi yang Lain
176
Keteguhan...
177
Aku Mencintaimu dengan Iman...
178
Cinta Vania
179
Menantu yang Terbaik
180
Mama Tersenyumlah
181
Ketenangan yang Terusik
182
Semua Bisa Terjadi
183
Cemburu yang Elegant
184
Di bawah Langit Bertasbih
185
Ayah
186
Wajah Halal yang Kurindukan
187
Malam Pinangan
188
Ahcmad Faiz Akbar
189
Sikap yang Bijak
190
Cinta itu Menghargai
191
Akad Nikah
192
Meriahnya Pesta
193
Cinta yang Terpendam
194
Air Mata Faiq
195
Kemesraan di Pagi Hari
196
Lahirnya Sang Pewaris
197
Sahabat akan Selalu Ada
198
Janjian
199
Vania marah
200
Pertengkaran...
201
Rapat
202
Diam Annisa
203
Langit Malam
204
Jangan Ragukan Cintaku...
205
Dilema Fathan
206
Pertemuan...
207
Makan Siang
208
Kenangan masa lalu
209
Aku Berbeda
210
Perdebatan
211
Proyek Pembangunan
212
Aku Memilih Keluargaku
213
Berdua di Mobil
214
Rumah sakit
215
Kepergian Hana
216
Mantan Terindah
217
Maaf...
218
Saling Menyayangi
219
Tanding Basket
220
Nuur Aini Rahma
221
Malik Fazal Gavi
222
Indahnya....
223
Sebuah Kejujuran
224
Persetujuan
225
Vania Sakit
226
Amarah Raihan
227
Akhirnya Berakhir
228
Kenangan Raihan
229
Muhammad Malik Fajar
230
Dokter Daffa
231
Kekesalan Vania
232
Dilema Raihan
233
Isi Hati
234
Fakta Terkuak
235
Rintihan
236
Sarapan
237
Dokter Cantik
238
Chalisa Putri Ananta
239
Adikku Kecilku
240
Dokter Rey
241
Hargai Dia
242
Maaf
243
Penolakan
244
Sikap Manja Rafa
245
Rama si Culun
246
Rama Dwi Sanjaya
247
Wanita hebat
248
Dua Saudara Kandung
249
Satu Keluarga
250
Hasutan tak Penting
251
Gerimis malam...
252
Pembatalan kontrak
253
Akhir Bahagia (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!