Berdua dalam Satu Mobil

Beberapa hari ini Hana datang tanpa sepeda motor matic kesayangannya. Hujan yang turun hampir setiap hari, membuat sepeda motor tuanya mogok. Alhasil sepeda motor Hana harus keluar masuk bengkel, semenjak sering kehujanan. Hana memutuskan menggunakan angkutan umum untuk pergi bekerja.

Semenjak Hana menggunakan kendaraan umum. Bu Minah selalu memintanya pulang lebih awal. Hana pulang satu jam lebih cepat dari biasanya. Sebab saat sore hari angkutan umum terkadang jarang. Apalagi kondisi hujan seperti ini. Kebanyakan orang menggunakan jasa Ojek online atau taxi online.

Sekitar pukul 15.00 wib, Hana sudah keluar dari perusahaan Prawira. Dia sengaja pulang lebih awal, agar mudah mendapatkan angkutan umum. Saat berjalan di lobi, tanpa Hana sadari ada sepasang mata yang mengawasinya. Dua bola mata indah yang sengaja menjauh hanya karena rasa cemburu dan kesal. Sepasang mata indah milik Rafa Akbar Prawira. Pemimpin tertinggi perusahaan ini.

"Hmmmm, jangan terlalu serius menatapnya. Lihat dua bola matamu seakan hendak meloncat melihat Hana. Tidak perlu gengsi, jika cinta katakan. Sebelum janur kuning benar-benar melengkung" goda Adrian pada Rafa, sontak saja Rafa seketika menoleh. Dia melihat Adrian berdiri tepat di sampingnya.

"Sejak kapan kamu disini? Datang tanpa suara!" ujar Rafa kesal, Adrian senyum-senyum sendiri. Dia melihat Rafa yang salah tingkah, karena keciduk sedang memperhatikan Hana.

"Aku bukan datang tanpa suara. Kamu yang terlalu serius melihat Hana. Meski ada petir di atas kepalamu. Kamu juga tidak akan mendengarnya. Sebab kamu hanya memikirkan dan memperhatikan Hana!" sahut Adrian santai, Rafa menoleh menatap tajam ke arah Adrian yang terlalu banyak bicara.

"Diam kamu, apa kamu ingin menggosipkanku dengan pelayan kantin itu. Jangan sampai itu terjadi. Aku pastikan akan membuatmu membayar lunas. Kamu tunggu saja perhitunganku!" ancam Rafa, Adrian mengangguk seakan ingin melihat amarah Rafa. Walai sebenarnya Rafa juga berharap bisa bersama Hana. Namun harga diri Rafa terlalu tinggi. Dia tidak ingin menjadi pergunjingan satu kantor, karena memiliki hubungan dengan pelayan kantin.

"Kita lihat Rafa, seberapa kuat kamu menahan hasratmu. Jangan menyesal jika Hana, benar-benar menjadi milik Rama. Saat semua itu terjadi, kamu hanya akan gigit jari. Kita lihat saja!" balas Adrian jauh lebih percaya diri. Sebab Adrian yakin hanya Hana yang bisa merubah Rafa saat ini. Meski Hana tak pernah menyadari.

"Diam kamu!" sahut Rafa ketus, Adrian mengangguk seraya tersenyum. Dia ingin melihat Rafa yang jauh lebih baik bila bersama dengan wanita seperti Hana. Adrian sudah lelah melihat sahabatnya berhubungan dengan wanita yang haus akan hartany. Meski Rafa hanya menganggap mereka sebagai sebuah permainan. Rafa akan membuangnya bila sudah bosan, sebaliknya Rafa akan menyayanginya disaat dia membutahkannya.

Terlihat Hana berjalan menjauh dari lobi. Hana berjalan dengan sedikit menunduk, apalagi bila berhadapan dengan laki-laki yang bukan mukrimnya. Dengan menunduk Hana merasa adem, dia bisa menjaga pandangannya dari zina mata. Rafa yang diam-diam memperhatikan Hana merasa kesal. Sebab jika dengan menunduk, Hana akan sulit melihat jalan di depannya.

"Kenapa berjalan dengan menunduk? Jika dia kepentok dinding bagaimana? Seharusnya dia menatap lurus ke depan. Agar semua orang tidak meremehkannya." batin Rafa kesal. Dia selalu berharap Hana menjadi pribadi yang kuat dan tegas.

Hana sudah sampai di halte dekat kantornya. Langit sore ini sangat mendung dan disertai angin. Suara petir bergemuruh saling bersahutan. Hana tidak takut petir, yang kini hanya takutkan. Tidak mendapatkan angkutan umum. Jika semua terjadi, Hana harus pulang menggunakan apa?

Rafa yang keluar kantor setelah Hana.Tanpa sengaja melihat gadis berhijabnya duduk sendiri sedang menunggu angkutan umum. Awalnya Rafa akan meninggalkan Hana, tapi dia batalkan. Rafa tidak tega melihat Hana sendirian. Entah bisikan darimana yang membuat Rafa sangat khawatir pada Hana.

Hampir satu jam Hana menunggu angkutan umum. Namun tak satupun yang lewat, Hana mulai cemas dan takut. Suara petir terdengar sangat keras, menandakan akan turun hujan. Angin bertiup sangat kencang, bahkan hijab Hana hampir terlelas tertiup angin yang sangat kencang.

Rafa mulai khawatir, melihat Hana yang tak kunjung mendapatkan angkutan umum. Rafa bimbang meninggalkan Hana atau mengantarnya pulang. Lama Rafa berpikir, tiba-tiba hujan turun dengan sangat derasnya. Hana berteduh di dalam halte yang mulai rusak. Angin kencang membuat hujan membasahi hijab Hana.

TIN TIN TIN

Terdengar suara klakson mobil berkali-kali. Hana mendongak melihat tak jauh dari tempatnya. Berhenti sebuah mobil sport keluaran terbaru. Hana diam tak bergeming, dia tidak merasa mengenal mobil itu. Hana mengacuhkan mobil tersebut, Hana berpikir orang dalam mobil salah mengenali. Hana memeluk tubuhnya yang basah, dia mulai merasa kedinginan. Rafa merasa marah, melihat Hana mengangcuhkannya.

"Masuk, jangan semakin membuatku kesal!" ujar Rafa marah, dia turun dari mobil tanpa menggunakan payung. Derasnya hujan dengan cepat membuat Rafa basah kuyub.Kedua bola mata Hana membulat sempurna. Dia tidak menyangka, jika pria dalam mobil itu pemilik perusahaan tempat kantinnya berada.

"Masuk!" ujar Rafa kasar, dia membuka pintu depan mobilnya. Hana diam tak bergeming. Sangat tidak mungkin bagi Hana duduk berdua dalam satu mobil. Rafa menatap tajam ke arah Hana. Tubuh Rafa sudah basah sempurna, bibirnya mulai membiru karena kedinginan. Hujan turun dengan sangat deras, seolah tak memberi ampun pada setiap makhluk yang disiramnya.

"Aku sudah katakan masuk, jangan membuatku semakin marah. Kamu ingin aku berbuat kasar! Kamu tidak lihat aku sudah basah kuyub. Jika dalam hitunga ketiga kamu tidak juga masuk. Jangan salahkan aku, jika aku akan menggendongmu masuk ke dalam mobil!" ancam Rafa, Hana tetap diam. Dia bingung hendak memilih yang mana? Jika dia tidak masuk mobil, itu artinya dia membiarkan Rafa menyentuhnya. Tentu saja Han tidak akan pernah berharap semua itu terjadi. Jika dia masuk ke dalam mobil, sama saja dia berduaan dengan yang bukan mukhrim.

"Satu, dua, tiiii...!" ujar Rafa, secepat kilat Hana berlari masuk ke dalam mobil. Menerobis derasnya hujan, dia tidak ingin Rafa menggendongnya. Meski tidak terlalu mengenal Rafa, Hana sedikit mendengar. Jika Rafa tipe orang yang tegas dan selalu melakukan apa yang dia katakan?

"Jika sejak awal kamu bersedia masuk ke dalam mobil. Tentu aku tidak perlu basah kuyub!" ujar Rafa kesal, sesaat setelah memasuki mobilnya. Hana mendekap tubuhnya yang mulai terasa dingin. Rafa lupa jika AC mobil menyala, seketika Rafa mematikannya. Di dalam mobil Rafa membuka bajunya yang basah, dia menggantinya dengan T-shirt pendek. Han sedikitpun tidak menoleh pada Rafa. Dia menunduk agar tidak melihat Rafa yang sedang berganti pakainan.

Bug

"Pakai itu untuk mengurangi dinginmu. Nanti kita berhenti di mini market. Sekadar untuk mencari minuman hangat!" ujar Rafa dingin, sembari melempar jaketnya tepat ke tubuh Hana.

"Terima kasih!" ujar Hana lirih, Rafa menoleh heran. Dia tidak menyangka jika akhirnya Hana bersedia bicara dengannya.

"Aku pikir kamu bisu dan tuli. Sejak tadi aku bertanya, kamu diam tanpa sedikitpun ingin mengucapkan menanggapi!" sahut Rafa kesal, dia merasa aneh bila saat Hana berbicara padanya. Suara yang dikenalnya dulu, kini sedang berada disampingnya.

"Maaf, jika saya salah lagi!" ujar Hana, Rafa mengacuhkan Hana. Dia sedang mencoba menutupi rasa gugupnya. Berada dalam satu mobil yang sama dengan Hana. Rafa pura-pura fokus mengemudikan mobilnya. Membelah derasnya hujan.

TERIMA KASIH😊😊😊

Terpopuler

Comments

Dwi setya Iriana

Dwi setya Iriana

dua sifat yg bertolak belakang

2021-04-11

1

Audrey_16

Audrey_16

hadir Thor 💜

2021-03-21

0

Laura hussein

Laura hussein

gak sabar nunggu Up-nya 👌
karya terbaik mu patut diacungi jempol kak 👍
favorit 👌

2021-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Makan siang
3 Sarapan Nasi Goreng
4 Rama Tri Wijaya
5 Tamu di Pagi Hari
6 Pertemuan tak Terduga
7 Sebuah kebetulan
8 Tumis Kangkung
9 Berdua dalam Satu Mobil
10 Kepergian Hana
11 Mentari Pagi
12 Menginap
13 Pulang ke Kota
14 Malam Pertama
15 Cemburu
16 Makan Siang
17 Amarah Rafa
18 Kunjunga Malam Hari
19 Pelukan Pagi Hari
20 Ketakutan Hana
21 Pertemuan
22 Masuk Rumah Sakit
23 Makan Malam
24 Hana pulang dari Rumah Sakit
25 Malam di Apartement
26 Sebuah Keputusan
27 Pagi yang Indah
28 Cinta yang Indah
29 Rafa Sakit
30 Akhir Sebuah Hubungan
31 Wajah yang Dirindukan
32 Hati yang Terpaut
33 Kata Maaf
34 Istri yang Terabaikan
35 Rafa Kebingungan
36 Pendarahan
37 Sikap Tegas Rafa
38 Senyum yang Menghilang
39 Sarapan Bersama
40 Tantangan
41 Pesta yang Meriah
42 Keteguhan yang Diragukan
43 Tumbangnya sang Pewaris
44 Cinta yang Rumit
45 Rumah Sakit
46 Penolakan
47 Raditya Naufal Wirawan
48 Arti Sebuah Harga Diri
49 Air mata itu
50 Putri yang Cantik
51 Sebuah Kebenaran
52 Rumah Baru
53 Amarah Sesil
54 Makan Malam Bersama
55 Makan Siang yang Gagal
56 Teguhnya Cinta
57 Suara Merdu Hana
58 Pertemuan tak Terduga
59 Pemakaman
60 Ayunan Kayu
61 Cemburu....
62 Kiara Putri Prawira
63 Hadiah Terindah
64 Diana Larasati Permana
65 Kepergian Hana
66 Pulang
67 Muhammad Rizal Saputra
68 Satu Nama dalam Dua Sujud
69 Karmila Intan Safitri
70 Malam yang Sunyi
71 Baby Fathan
72 Langitku
73 Obat untuk Sesama
74 Muhammad Fathan Alfarizqi
75 Surat Terakhir
76 Kisah dibalik 6 tahun
77 Izinkan aku memanggilmu mama
78 Suamiku Surgaku
79 Restu yang Dinanti
80 Malam Terakhir
81 Ana Uhibbukka fillah
82 Wahai Makmumku...
83 Suara Hati Kiara
84 Sepiring Berdua
85 Nyaman dan Cinta itu Beda
86 Secercah Harapan
87 Dua Wanita Terhebat
88 Antara Cinta dan Balas Budi
89 Putri Kecilku
90 Mama...
91 Harta paling Berharga
92 Makan Malam Tertunda
93 Memaafkan atau Meninggalkan
94 Harta Bukan Segalanya
95 Rayuan Tengah Malam
96 Cinta itu Rasa Nyaman
97 Laki-laki Terhebat
98 Kamu Makmumku
99 Hari Pertunangan
100 Hana Merajuk
101 Kepastian yang Ditunggu
102 Malam Pertama
103 Pagi yang Mengejutkan
104 Cemburu Demi Cintanya
105 Permintaan Maaf
106 Pagi yang Hangat
107 Hanya Dia yang Kucinta
108 Hukuman
109 Sebuah Keputusan
110 Jalan-jalan Malam
111 Akhir Sebuah Cinta
112 Sarapan Pagi
113 Sakitnya tuan Ardi
114 Sarapan Bersama
115 Kita Ditakdirkan Berjodoh
116 Pelukan yang Dirindukan
117 Kesalapahaman
118 Akhirnya
119 Bebek Panggang pedas
120 Bintang Hati
121 Ardilla Fitri Adiwijaya
122 Rafa Jodohku
123 Senyummu Kekuatanku
124 Hana Khairunnisa
125 Janji
126 Cemburu yang Tidak Diperlukan
127 Bimbinglah Aku...
128 Semua Sudah Diatur...
129 Faiq Sang Pemenang
130 Kesabaran tak pernah sia-sia
131 Annisa Maulida Zahro
132 Muhammad Faiq Alhakim
133 Farah Nur Fitriya
134 Davina Nur Latifah
135 Sikap Dingin yang Menjadi
136 Perkenalan
137 Putri yang Kembali
138 Sakit Maag
139 Sholat Berjamaah
140 Akhiranya...
141 Suara Hati
142 Siapa Dia???
143 Mama Segalanya...
144 Makmum yang diimpikan...
145 Berjuanglah...
146 Izinkan Aku Menikahinya...
147 Malam Itu...
148 Persetujuan
149 Wanita Impian
150 Perjalanan ke luar kota
151 Vania Aulia Azzahra
152 Amarah Faiq
153 Persetujuaan
154 Demi Dia...
155 Aku Pergi..
156 Derasnya Hujan...
157 Maaf
158 Satu Nama
159 Hati yang Memilih
160 Akhirnya...
161 Permintaan...
162 Kantin Rumah Sakit
163 Bukan Salahku...
164 Akhir Tiga Hati
165 Cinta yang salah
166 Semua Sudah Tertulis...
167 Sikap Manja yang Kurindukan
168 Calon Keponakan yang Menyusahkan
169 Pertemuan yang Aneh
170 Kedua kalinya
171 Adik peremapuanku ...
172 Cinta Segitiga
173 Mengakhiri atau Meneruskan
174 Kesempurnaan Cinta...
175 Sisi yang Lain
176 Keteguhan...
177 Aku Mencintaimu dengan Iman...
178 Cinta Vania
179 Menantu yang Terbaik
180 Mama Tersenyumlah
181 Ketenangan yang Terusik
182 Semua Bisa Terjadi
183 Cemburu yang Elegant
184 Di bawah Langit Bertasbih
185 Ayah
186 Wajah Halal yang Kurindukan
187 Malam Pinangan
188 Ahcmad Faiz Akbar
189 Sikap yang Bijak
190 Cinta itu Menghargai
191 Akad Nikah
192 Meriahnya Pesta
193 Cinta yang Terpendam
194 Air Mata Faiq
195 Kemesraan di Pagi Hari
196 Lahirnya Sang Pewaris
197 Sahabat akan Selalu Ada
198 Janjian
199 Vania marah
200 Pertengkaran...
201 Rapat
202 Diam Annisa
203 Langit Malam
204 Jangan Ragukan Cintaku...
205 Dilema Fathan
206 Pertemuan...
207 Makan Siang
208 Kenangan masa lalu
209 Aku Berbeda
210 Perdebatan
211 Proyek Pembangunan
212 Aku Memilih Keluargaku
213 Berdua di Mobil
214 Rumah sakit
215 Kepergian Hana
216 Mantan Terindah
217 Maaf...
218 Saling Menyayangi
219 Tanding Basket
220 Nuur Aini Rahma
221 Malik Fazal Gavi
222 Indahnya....
223 Sebuah Kejujuran
224 Persetujuan
225 Vania Sakit
226 Amarah Raihan
227 Akhirnya Berakhir
228 Kenangan Raihan
229 Muhammad Malik Fajar
230 Dokter Daffa
231 Kekesalan Vania
232 Dilema Raihan
233 Isi Hati
234 Fakta Terkuak
235 Rintihan
236 Sarapan
237 Dokter Cantik
238 Chalisa Putri Ananta
239 Adikku Kecilku
240 Dokter Rey
241 Hargai Dia
242 Maaf
243 Penolakan
244 Sikap Manja Rafa
245 Rama si Culun
246 Rama Dwi Sanjaya
247 Wanita hebat
248 Dua Saudara Kandung
249 Satu Keluarga
250 Hasutan tak Penting
251 Gerimis malam...
252 Pembatalan kontrak
253 Akhir Bahagia (END)
Episodes

Updated 253 Episodes

1
Pertemuan
2
Makan siang
3
Sarapan Nasi Goreng
4
Rama Tri Wijaya
5
Tamu di Pagi Hari
6
Pertemuan tak Terduga
7
Sebuah kebetulan
8
Tumis Kangkung
9
Berdua dalam Satu Mobil
10
Kepergian Hana
11
Mentari Pagi
12
Menginap
13
Pulang ke Kota
14
Malam Pertama
15
Cemburu
16
Makan Siang
17
Amarah Rafa
18
Kunjunga Malam Hari
19
Pelukan Pagi Hari
20
Ketakutan Hana
21
Pertemuan
22
Masuk Rumah Sakit
23
Makan Malam
24
Hana pulang dari Rumah Sakit
25
Malam di Apartement
26
Sebuah Keputusan
27
Pagi yang Indah
28
Cinta yang Indah
29
Rafa Sakit
30
Akhir Sebuah Hubungan
31
Wajah yang Dirindukan
32
Hati yang Terpaut
33
Kata Maaf
34
Istri yang Terabaikan
35
Rafa Kebingungan
36
Pendarahan
37
Sikap Tegas Rafa
38
Senyum yang Menghilang
39
Sarapan Bersama
40
Tantangan
41
Pesta yang Meriah
42
Keteguhan yang Diragukan
43
Tumbangnya sang Pewaris
44
Cinta yang Rumit
45
Rumah Sakit
46
Penolakan
47
Raditya Naufal Wirawan
48
Arti Sebuah Harga Diri
49
Air mata itu
50
Putri yang Cantik
51
Sebuah Kebenaran
52
Rumah Baru
53
Amarah Sesil
54
Makan Malam Bersama
55
Makan Siang yang Gagal
56
Teguhnya Cinta
57
Suara Merdu Hana
58
Pertemuan tak Terduga
59
Pemakaman
60
Ayunan Kayu
61
Cemburu....
62
Kiara Putri Prawira
63
Hadiah Terindah
64
Diana Larasati Permana
65
Kepergian Hana
66
Pulang
67
Muhammad Rizal Saputra
68
Satu Nama dalam Dua Sujud
69
Karmila Intan Safitri
70
Malam yang Sunyi
71
Baby Fathan
72
Langitku
73
Obat untuk Sesama
74
Muhammad Fathan Alfarizqi
75
Surat Terakhir
76
Kisah dibalik 6 tahun
77
Izinkan aku memanggilmu mama
78
Suamiku Surgaku
79
Restu yang Dinanti
80
Malam Terakhir
81
Ana Uhibbukka fillah
82
Wahai Makmumku...
83
Suara Hati Kiara
84
Sepiring Berdua
85
Nyaman dan Cinta itu Beda
86
Secercah Harapan
87
Dua Wanita Terhebat
88
Antara Cinta dan Balas Budi
89
Putri Kecilku
90
Mama...
91
Harta paling Berharga
92
Makan Malam Tertunda
93
Memaafkan atau Meninggalkan
94
Harta Bukan Segalanya
95
Rayuan Tengah Malam
96
Cinta itu Rasa Nyaman
97
Laki-laki Terhebat
98
Kamu Makmumku
99
Hari Pertunangan
100
Hana Merajuk
101
Kepastian yang Ditunggu
102
Malam Pertama
103
Pagi yang Mengejutkan
104
Cemburu Demi Cintanya
105
Permintaan Maaf
106
Pagi yang Hangat
107
Hanya Dia yang Kucinta
108
Hukuman
109
Sebuah Keputusan
110
Jalan-jalan Malam
111
Akhir Sebuah Cinta
112
Sarapan Pagi
113
Sakitnya tuan Ardi
114
Sarapan Bersama
115
Kita Ditakdirkan Berjodoh
116
Pelukan yang Dirindukan
117
Kesalapahaman
118
Akhirnya
119
Bebek Panggang pedas
120
Bintang Hati
121
Ardilla Fitri Adiwijaya
122
Rafa Jodohku
123
Senyummu Kekuatanku
124
Hana Khairunnisa
125
Janji
126
Cemburu yang Tidak Diperlukan
127
Bimbinglah Aku...
128
Semua Sudah Diatur...
129
Faiq Sang Pemenang
130
Kesabaran tak pernah sia-sia
131
Annisa Maulida Zahro
132
Muhammad Faiq Alhakim
133
Farah Nur Fitriya
134
Davina Nur Latifah
135
Sikap Dingin yang Menjadi
136
Perkenalan
137
Putri yang Kembali
138
Sakit Maag
139
Sholat Berjamaah
140
Akhiranya...
141
Suara Hati
142
Siapa Dia???
143
Mama Segalanya...
144
Makmum yang diimpikan...
145
Berjuanglah...
146
Izinkan Aku Menikahinya...
147
Malam Itu...
148
Persetujuan
149
Wanita Impian
150
Perjalanan ke luar kota
151
Vania Aulia Azzahra
152
Amarah Faiq
153
Persetujuaan
154
Demi Dia...
155
Aku Pergi..
156
Derasnya Hujan...
157
Maaf
158
Satu Nama
159
Hati yang Memilih
160
Akhirnya...
161
Permintaan...
162
Kantin Rumah Sakit
163
Bukan Salahku...
164
Akhir Tiga Hati
165
Cinta yang salah
166
Semua Sudah Tertulis...
167
Sikap Manja yang Kurindukan
168
Calon Keponakan yang Menyusahkan
169
Pertemuan yang Aneh
170
Kedua kalinya
171
Adik peremapuanku ...
172
Cinta Segitiga
173
Mengakhiri atau Meneruskan
174
Kesempurnaan Cinta...
175
Sisi yang Lain
176
Keteguhan...
177
Aku Mencintaimu dengan Iman...
178
Cinta Vania
179
Menantu yang Terbaik
180
Mama Tersenyumlah
181
Ketenangan yang Terusik
182
Semua Bisa Terjadi
183
Cemburu yang Elegant
184
Di bawah Langit Bertasbih
185
Ayah
186
Wajah Halal yang Kurindukan
187
Malam Pinangan
188
Ahcmad Faiz Akbar
189
Sikap yang Bijak
190
Cinta itu Menghargai
191
Akad Nikah
192
Meriahnya Pesta
193
Cinta yang Terpendam
194
Air Mata Faiq
195
Kemesraan di Pagi Hari
196
Lahirnya Sang Pewaris
197
Sahabat akan Selalu Ada
198
Janjian
199
Vania marah
200
Pertengkaran...
201
Rapat
202
Diam Annisa
203
Langit Malam
204
Jangan Ragukan Cintaku...
205
Dilema Fathan
206
Pertemuan...
207
Makan Siang
208
Kenangan masa lalu
209
Aku Berbeda
210
Perdebatan
211
Proyek Pembangunan
212
Aku Memilih Keluargaku
213
Berdua di Mobil
214
Rumah sakit
215
Kepergian Hana
216
Mantan Terindah
217
Maaf...
218
Saling Menyayangi
219
Tanding Basket
220
Nuur Aini Rahma
221
Malik Fazal Gavi
222
Indahnya....
223
Sebuah Kejujuran
224
Persetujuan
225
Vania Sakit
226
Amarah Raihan
227
Akhirnya Berakhir
228
Kenangan Raihan
229
Muhammad Malik Fajar
230
Dokter Daffa
231
Kekesalan Vania
232
Dilema Raihan
233
Isi Hati
234
Fakta Terkuak
235
Rintihan
236
Sarapan
237
Dokter Cantik
238
Chalisa Putri Ananta
239
Adikku Kecilku
240
Dokter Rey
241
Hargai Dia
242
Maaf
243
Penolakan
244
Sikap Manja Rafa
245
Rama si Culun
246
Rama Dwi Sanjaya
247
Wanita hebat
248
Dua Saudara Kandung
249
Satu Keluarga
250
Hasutan tak Penting
251
Gerimis malam...
252
Pembatalan kontrak
253
Akhir Bahagia (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!