Malam Pertama

Setelah mengantar Adrian pulang. Rafa tidak kembali ke rumahnya. Dia gelisah memikirkan Hana yang secara resmi telah menjadi istrinya. Rafa ingin bersama dengan Hana, tapi harga dirinya seolah melarangnya untuk kembali ke rumah Hana. Rafa tidak ingin Hana merasa besar kepala. Jika Hana mengetahui Rafa menyukainya sejak lama. Rafa ingin Hana dulu yang mengutarakan cinta.

Lama Rafa berpikir, akhirnya dia memutuskan untuk kembali menuju rumah Hana. Setidaknya dia ingin melihat kondisi istrinya. Rafa sangat menyukai Hana. Namun entah kenapa setiap bertemu Hana? Rafa selalu arogan dan sombong. Semua itu yang membuat Hana tidak pernah menyukai Rafa. Sikap arogan Rafa yang seolah tidak butuh bantuan orang lain.

Sesampainya di lingkungan rumah Hana. Rafa berhenti tidak jauh dari rumah Hana. Terlihat lingkungan sekitar sudah sepi. Rumah Hana sebagian besar lampunya sudah dimatikan. Rafa memutuskan tetap di dalam mobil. Dia tidak ingin mengganggu Hana dengan kedatangannya tengah malam seperti ini. Rafa hanya ingin memastikan Hana baik-baik saja.

Tok Tok Tok

Rafa terkejut mendengar ada yang mengetuk pintu mobilnya. Seketika dia menoleh, terlihat Hana sedang berdiri di samping mobil Rafa. "Kenapa selarut ini dia belum tidur?" batin Rafa. Dengan ragu-ragu Rafa membuka pintu mobil, dia turun dengan perasaan kikuk. Hana sudah mendengar kedatangan Rafa. Namun Hana menunggu Rafa masuk ke dalam.

Lama Hana menunggu Rafa tak kunjung turun, akhirnya dia putuskan untuk menghampiri Rafa. Dia melihat Rafa tertidur di dalam mobil. Sebenarnya Hana tidak ingin membangunkannya. Namun Hana tidak tega melihat Rafa harus tidur dalam posisi seperti itu. Bagaimanapun Rafa sekarang suaminya? Suka atau tidak, Hana harus menghormati Rafa.

"Kenapa pak Rafa tidak turun? Bukankah tidur seperti itu sangat tidak nyaman!" ujar Hana ramah, Rafa menatap tajam ke arah Hana. Dia marah saat Hana memanggilnya dengan sebutan bapak. Rafa kesal melihat sikap Hana, tanpa berkata Rafa membalikkan badan. Dia akan kembali ke rumah.

"Tunggu, kenapa tiba-tiba pergi? Setidaknya izinkan aku mencium tanganmu, baru bapak bisa pergi!" ujar Hana lugu, dia sama sekali tidak merasa kemarahan Rafa hanya karena panggilan bapak. Rafa memberikan tangannya dengan kasar, Hana meraih tangan Rafa lalu mencium punggung tangannya dengan lembut. Ada desiran aneh dihati Rafa, saat bibir mungil Hana menyentuh punggung tangannya.

"Hana, apa aku setua itu? Sampai kamu memanggilku bapak!" ujar Rafa dingin, Hana menggeleng lemah. Hana memanggil bapak sebagai cara menghormati Rafa, tidak lebih.

"Aku hanya ingin menghargai anda yang kini menjadi suamiku. Tidak ada maksud menganggap anda lebih tua. Maaf jika panggilan saya membuat anda tersinggung!" ujar Hana lirih, tanpa berani menatap wajah Rafa. Meski kini dia istri seorang Rafa Akbar Prawira, Hana tidak pernah merasa bangga diri. Bahkan wajah Rafa, Hana tidak terlalu memahaminya. Rafa melihat Hana menunduk, ingin rasanya tangan Rafa menarik tubuh Hana. Memeluknya erat menyalurkan semua rasa cinta ada.

"Kenapa kita seolah atasan dan bawahan? Apa tidak bisa hubungan kita sedikit menghangat? Setidaknya ada panggilan yang jauh lebih enak didengar. Bukankah aku suamimu, sudah seharusnya aku mendapatkan apa yang menjadi hakku?" ujar Rafa, Hana terkejut mendengar perkataan Rafa. Tubuhnya bergetar hebat, ada rasa takut jika Rafa benar-benar ingin memiliki Hana seutuhnya.

"Apa yang menjadi hak suamiku akan kuberikan jika dia memintanya? Namun setidaknya saat ini, sebagai seorang istri aku belum siap lahir dan batin. Jadi aku berharap, sebagai seorang suami anda menghargainya!"

"Panggil aku dengan sebutan kakak! Dimanapun kita bertemu? Namun kamu harus, terap rahasiakan pernikahan kita. Aku tidak ingin, siapapun mengetahui pernikahan kita?" ujar Rafa, Hana mengangguk pelan. Tanpa sengaja tatapan mereka bertemu. Hana melihat laki-laki tampan yang kini menjadi suaminya.

"Kak Rafa, ingin masuk atau pulang. Ini audah larut malam, sebaiknya menginap. Tapi maaf, di rumah Hana tidak ada kasur empuk seperti di rumah kak Rafa!" ujar Hana lirih, Rafa tersenyum penuh arti. Hatinya terasa hangat saat Hana memanggilnya dengan panggilan kakak. Pertama kalinya Rafa merasa bahagia, dia merasakan apa itu cinta sesungguhnya?

"Aku akan menginap, tapi tunggu sebentar. Aku mengambil baju ganti. Tubuhku terasa lengket, aku harus segera mandi!" ujar Rafa, Hana menganggguk lalu pergi meninggalkan Rafa. Hana masuk ke dalam rumah, tanpa berpikir ingin menunggu Rafa.

"Dia pergi tanpa menungguku. Dasar Hana, awas saja kamu. Seandainya hubungan kita lebih baik dari ini! Aku sudah buat perhitungan denganmu!" batin Rafa kesal. Dia melihat punggung Hana semakin menjauh. Rafa kesal tapi bahagia. Dia bisa menginap di rumah Hana.

Rafa berjalan perlahan memasuki rumah Hana. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan. Rumah Hana sangat sederhana, tapi tertata rapi. Hana tidak memiliki banyak barang, tapi rumah Hana sangat nyaman. Terlihat Hana keluar dari kamar, dia membawa handuk bersih.

"Kak Rafa, kamar mandinya ada di samping dapur. Ini handuk bersih, tapi maaf sudah pernah aku pakai. Jika kak Rafa tidak bersedia, aku akan pergi ke mini market seberang. Membelikan kak Rafa handuk!" ujar Hana, Rafa mengangguk. Rafa bersikap seolah tidak mengingkan handuk bekas, tapi hatinya bersorak bisa menggunakan barang milik Hana.

"Kemarikan, jika kamu membeli handuk. Aku akan semakin lama mandinya. Lebih baik menggunakan handuk yang ada saja. Tunggu, kamu tidak memiliki penyakit kulit!" ujar Rafa ketus, Hana menggeleng lemah. Rafa berjalan menuju kamar mandi. Hana menatap punggung laki-laki yang telah menjadi suaminya. Dia benar-benar tidak menyangka. Jika statusnya bukan lagi sendiri, tapi sudah bersuami.

Tak lama Rafa kembali, dia terlihat lebih segar. Hana lupa mengatakan, jika di rumahnya tidak ada air hangat. Namun Hana tetap diam, seandainya Rafa bertanya baru dia akan menjawab. Hana sudah menyiapkan secangkir kopi dan sepiring mie instan.

"Kak Rafa, makanlah dulu tapi Hana belum sempat belanja. Hanya ada mie instan, Hana juga sudah membuatkan kopi!" ujar Hana, Rafa mendekat. Dia tidak pernah memakan mie instan, Rafa sangat tidak suka dengan mie instan. Rafa akan marah, jika saat dia lapar tidak ada makanan. Namun anehnya Rafa tetap diam saat Hana menyiapkan sepiring mie instan.

"Hana, ini kamu simpan. Jika kurang kamu bisa menghubungiku. Ponsel ini sudah mencatat no ku. Jangan simpan no laki-laki lain tanpa seizinku. Terutama no Rama, tunanganmu!" ujar Rafa dingin, Hana mengangguk. Hana teringat akan Rama. Dia harus menjelasakan semua pada Rama. Hana harus mengakhiri pertunangannya dengan Rama.

"Kak Rafa, aku minta izin bertemu kak Rama besok. Aku harus menyelesaikan semua masalah diantara kami!" ujar Hana

Uuuhhhukk

Rafa tersedak mendengar perkataan Hana. Segera Hana memberikan segelas air.

"Aku baru mengatakan, jangan menyimpan no Rama. Kenapa sekarang kamu malah menemuinya?" ujar Rafa sinis.

"Kak Rafa, aku harus mengakhiri hubungan kami. Lagipula aku akan pergi dengan Diana. Aku tidak akan menemuinya sendiri!"

"Kenapa harus dengan Diana? Kenapa tidak bersamaku? Apa kamu tidak rela dia mengetahui bahwa kita sudah menikah!" ujar Rafa kesal, Hana menggeleng seraya tersenyum. Rafa melihat senyum manis Hana. Ingin rasanya Rafa mencium bibir mungil yang baru saja tersenyum dengan sangat manis.

"Bukankah kak Rafa sendiri yang tidak ingin mengakuiku sebagai seorang istri. Jadi sangat tidak mungkin aku mengajakmu pergi berdua!" ujar Hana dingin, lalu pergi meninggalkan Rafa sendirian. Rafa menepuk jidatnya pelan, "Kenapa aku harus keceplosan? Bukankah memang aku yang tidak ingin orang lain mengetahui pernikahan kami!" batin Rafa. Dia melihat Hana sudah masuk ke dalam kamar.

"Hana, aku tidur dimana?" teriak Rafa sekeras mungkin, Hana membuka pintu kamarnya.

"Kak Rafa berharap tidur dimana? Kamar di rumah ini hanya ada dua. Jika kak Rafa ingin tidur terpisah denganku, tidurlah di kamar depan. Namun jika kak Rafa bersedia tidur sekamar denganku, silahkan saja masuk ke kamarku!" ujar Hana santai, Rafa melongo mendengar jawaban Hana yang sangat santai. Sebaliknya jantung Rafa berdegub sangat kencang, pertama kalinya dia merasa gugup saat akan tidur sekamar dengan seorang wanita.

"Apa lebih baik aku tidur di kamar depan? Jika tidur sekamar dengan Hana, pasti semalaman aku tidak bisa tidur!" batin Rafa bimbang.

...☆☆☆☆☆*...

TERIMA KASIH😊😊😊

Terpopuler

Comments

Anna Irhamna Bona

Anna Irhamna Bona

dasar s Rafa aneh cinta tapi gengsi 🤣😃

2021-04-14

1

Anggra

Anggra

dasar kak Rafa aneh😄😄

2021-04-12

1

Dwi setya Iriana

Dwi setya Iriana

love you thor

2021-04-11

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Makan siang
3 Sarapan Nasi Goreng
4 Rama Tri Wijaya
5 Tamu di Pagi Hari
6 Pertemuan tak Terduga
7 Sebuah kebetulan
8 Tumis Kangkung
9 Berdua dalam Satu Mobil
10 Kepergian Hana
11 Mentari Pagi
12 Menginap
13 Pulang ke Kota
14 Malam Pertama
15 Cemburu
16 Makan Siang
17 Amarah Rafa
18 Kunjunga Malam Hari
19 Pelukan Pagi Hari
20 Ketakutan Hana
21 Pertemuan
22 Masuk Rumah Sakit
23 Makan Malam
24 Hana pulang dari Rumah Sakit
25 Malam di Apartement
26 Sebuah Keputusan
27 Pagi yang Indah
28 Cinta yang Indah
29 Rafa Sakit
30 Akhir Sebuah Hubungan
31 Wajah yang Dirindukan
32 Hati yang Terpaut
33 Kata Maaf
34 Istri yang Terabaikan
35 Rafa Kebingungan
36 Pendarahan
37 Sikap Tegas Rafa
38 Senyum yang Menghilang
39 Sarapan Bersama
40 Tantangan
41 Pesta yang Meriah
42 Keteguhan yang Diragukan
43 Tumbangnya sang Pewaris
44 Cinta yang Rumit
45 Rumah Sakit
46 Penolakan
47 Raditya Naufal Wirawan
48 Arti Sebuah Harga Diri
49 Air mata itu
50 Putri yang Cantik
51 Sebuah Kebenaran
52 Rumah Baru
53 Amarah Sesil
54 Makan Malam Bersama
55 Makan Siang yang Gagal
56 Teguhnya Cinta
57 Suara Merdu Hana
58 Pertemuan tak Terduga
59 Pemakaman
60 Ayunan Kayu
61 Cemburu....
62 Kiara Putri Prawira
63 Hadiah Terindah
64 Diana Larasati Permana
65 Kepergian Hana
66 Pulang
67 Muhammad Rizal Saputra
68 Satu Nama dalam Dua Sujud
69 Karmila Intan Safitri
70 Malam yang Sunyi
71 Baby Fathan
72 Langitku
73 Obat untuk Sesama
74 Muhammad Fathan Alfarizqi
75 Surat Terakhir
76 Kisah dibalik 6 tahun
77 Izinkan aku memanggilmu mama
78 Suamiku Surgaku
79 Restu yang Dinanti
80 Malam Terakhir
81 Ana Uhibbukka fillah
82 Wahai Makmumku...
83 Suara Hati Kiara
84 Sepiring Berdua
85 Nyaman dan Cinta itu Beda
86 Secercah Harapan
87 Dua Wanita Terhebat
88 Antara Cinta dan Balas Budi
89 Putri Kecilku
90 Mama...
91 Harta paling Berharga
92 Makan Malam Tertunda
93 Memaafkan atau Meninggalkan
94 Harta Bukan Segalanya
95 Rayuan Tengah Malam
96 Cinta itu Rasa Nyaman
97 Laki-laki Terhebat
98 Kamu Makmumku
99 Hari Pertunangan
100 Hana Merajuk
101 Kepastian yang Ditunggu
102 Malam Pertama
103 Pagi yang Mengejutkan
104 Cemburu Demi Cintanya
105 Permintaan Maaf
106 Pagi yang Hangat
107 Hanya Dia yang Kucinta
108 Hukuman
109 Sebuah Keputusan
110 Jalan-jalan Malam
111 Akhir Sebuah Cinta
112 Sarapan Pagi
113 Sakitnya tuan Ardi
114 Sarapan Bersama
115 Kita Ditakdirkan Berjodoh
116 Pelukan yang Dirindukan
117 Kesalapahaman
118 Akhirnya
119 Bebek Panggang pedas
120 Bintang Hati
121 Ardilla Fitri Adiwijaya
122 Rafa Jodohku
123 Senyummu Kekuatanku
124 Hana Khairunnisa
125 Janji
126 Cemburu yang Tidak Diperlukan
127 Bimbinglah Aku...
128 Semua Sudah Diatur...
129 Faiq Sang Pemenang
130 Kesabaran tak pernah sia-sia
131 Annisa Maulida Zahro
132 Muhammad Faiq Alhakim
133 Farah Nur Fitriya
134 Davina Nur Latifah
135 Sikap Dingin yang Menjadi
136 Perkenalan
137 Putri yang Kembali
138 Sakit Maag
139 Sholat Berjamaah
140 Akhiranya...
141 Suara Hati
142 Siapa Dia???
143 Mama Segalanya...
144 Makmum yang diimpikan...
145 Berjuanglah...
146 Izinkan Aku Menikahinya...
147 Malam Itu...
148 Persetujuan
149 Wanita Impian
150 Perjalanan ke luar kota
151 Vania Aulia Azzahra
152 Amarah Faiq
153 Persetujuaan
154 Demi Dia...
155 Aku Pergi..
156 Derasnya Hujan...
157 Maaf
158 Satu Nama
159 Hati yang Memilih
160 Akhirnya...
161 Permintaan...
162 Kantin Rumah Sakit
163 Bukan Salahku...
164 Akhir Tiga Hati
165 Cinta yang salah
166 Semua Sudah Tertulis...
167 Sikap Manja yang Kurindukan
168 Calon Keponakan yang Menyusahkan
169 Pertemuan yang Aneh
170 Kedua kalinya
171 Adik peremapuanku ...
172 Cinta Segitiga
173 Mengakhiri atau Meneruskan
174 Kesempurnaan Cinta...
175 Sisi yang Lain
176 Keteguhan...
177 Aku Mencintaimu dengan Iman...
178 Cinta Vania
179 Menantu yang Terbaik
180 Mama Tersenyumlah
181 Ketenangan yang Terusik
182 Semua Bisa Terjadi
183 Cemburu yang Elegant
184 Di bawah Langit Bertasbih
185 Ayah
186 Wajah Halal yang Kurindukan
187 Malam Pinangan
188 Ahcmad Faiz Akbar
189 Sikap yang Bijak
190 Cinta itu Menghargai
191 Akad Nikah
192 Meriahnya Pesta
193 Cinta yang Terpendam
194 Air Mata Faiq
195 Kemesraan di Pagi Hari
196 Lahirnya Sang Pewaris
197 Sahabat akan Selalu Ada
198 Janjian
199 Vania marah
200 Pertengkaran...
201 Rapat
202 Diam Annisa
203 Langit Malam
204 Jangan Ragukan Cintaku...
205 Dilema Fathan
206 Pertemuan...
207 Makan Siang
208 Kenangan masa lalu
209 Aku Berbeda
210 Perdebatan
211 Proyek Pembangunan
212 Aku Memilih Keluargaku
213 Berdua di Mobil
214 Rumah sakit
215 Kepergian Hana
216 Mantan Terindah
217 Maaf...
218 Saling Menyayangi
219 Tanding Basket
220 Nuur Aini Rahma
221 Malik Fazal Gavi
222 Indahnya....
223 Sebuah Kejujuran
224 Persetujuan
225 Vania Sakit
226 Amarah Raihan
227 Akhirnya Berakhir
228 Kenangan Raihan
229 Muhammad Malik Fajar
230 Dokter Daffa
231 Kekesalan Vania
232 Dilema Raihan
233 Isi Hati
234 Fakta Terkuak
235 Rintihan
236 Sarapan
237 Dokter Cantik
238 Chalisa Putri Ananta
239 Adikku Kecilku
240 Dokter Rey
241 Hargai Dia
242 Maaf
243 Penolakan
244 Sikap Manja Rafa
245 Rama si Culun
246 Rama Dwi Sanjaya
247 Wanita hebat
248 Dua Saudara Kandung
249 Satu Keluarga
250 Hasutan tak Penting
251 Gerimis malam...
252 Pembatalan kontrak
253 Akhir Bahagia (END)
Episodes

Updated 253 Episodes

1
Pertemuan
2
Makan siang
3
Sarapan Nasi Goreng
4
Rama Tri Wijaya
5
Tamu di Pagi Hari
6
Pertemuan tak Terduga
7
Sebuah kebetulan
8
Tumis Kangkung
9
Berdua dalam Satu Mobil
10
Kepergian Hana
11
Mentari Pagi
12
Menginap
13
Pulang ke Kota
14
Malam Pertama
15
Cemburu
16
Makan Siang
17
Amarah Rafa
18
Kunjunga Malam Hari
19
Pelukan Pagi Hari
20
Ketakutan Hana
21
Pertemuan
22
Masuk Rumah Sakit
23
Makan Malam
24
Hana pulang dari Rumah Sakit
25
Malam di Apartement
26
Sebuah Keputusan
27
Pagi yang Indah
28
Cinta yang Indah
29
Rafa Sakit
30
Akhir Sebuah Hubungan
31
Wajah yang Dirindukan
32
Hati yang Terpaut
33
Kata Maaf
34
Istri yang Terabaikan
35
Rafa Kebingungan
36
Pendarahan
37
Sikap Tegas Rafa
38
Senyum yang Menghilang
39
Sarapan Bersama
40
Tantangan
41
Pesta yang Meriah
42
Keteguhan yang Diragukan
43
Tumbangnya sang Pewaris
44
Cinta yang Rumit
45
Rumah Sakit
46
Penolakan
47
Raditya Naufal Wirawan
48
Arti Sebuah Harga Diri
49
Air mata itu
50
Putri yang Cantik
51
Sebuah Kebenaran
52
Rumah Baru
53
Amarah Sesil
54
Makan Malam Bersama
55
Makan Siang yang Gagal
56
Teguhnya Cinta
57
Suara Merdu Hana
58
Pertemuan tak Terduga
59
Pemakaman
60
Ayunan Kayu
61
Cemburu....
62
Kiara Putri Prawira
63
Hadiah Terindah
64
Diana Larasati Permana
65
Kepergian Hana
66
Pulang
67
Muhammad Rizal Saputra
68
Satu Nama dalam Dua Sujud
69
Karmila Intan Safitri
70
Malam yang Sunyi
71
Baby Fathan
72
Langitku
73
Obat untuk Sesama
74
Muhammad Fathan Alfarizqi
75
Surat Terakhir
76
Kisah dibalik 6 tahun
77
Izinkan aku memanggilmu mama
78
Suamiku Surgaku
79
Restu yang Dinanti
80
Malam Terakhir
81
Ana Uhibbukka fillah
82
Wahai Makmumku...
83
Suara Hati Kiara
84
Sepiring Berdua
85
Nyaman dan Cinta itu Beda
86
Secercah Harapan
87
Dua Wanita Terhebat
88
Antara Cinta dan Balas Budi
89
Putri Kecilku
90
Mama...
91
Harta paling Berharga
92
Makan Malam Tertunda
93
Memaafkan atau Meninggalkan
94
Harta Bukan Segalanya
95
Rayuan Tengah Malam
96
Cinta itu Rasa Nyaman
97
Laki-laki Terhebat
98
Kamu Makmumku
99
Hari Pertunangan
100
Hana Merajuk
101
Kepastian yang Ditunggu
102
Malam Pertama
103
Pagi yang Mengejutkan
104
Cemburu Demi Cintanya
105
Permintaan Maaf
106
Pagi yang Hangat
107
Hanya Dia yang Kucinta
108
Hukuman
109
Sebuah Keputusan
110
Jalan-jalan Malam
111
Akhir Sebuah Cinta
112
Sarapan Pagi
113
Sakitnya tuan Ardi
114
Sarapan Bersama
115
Kita Ditakdirkan Berjodoh
116
Pelukan yang Dirindukan
117
Kesalapahaman
118
Akhirnya
119
Bebek Panggang pedas
120
Bintang Hati
121
Ardilla Fitri Adiwijaya
122
Rafa Jodohku
123
Senyummu Kekuatanku
124
Hana Khairunnisa
125
Janji
126
Cemburu yang Tidak Diperlukan
127
Bimbinglah Aku...
128
Semua Sudah Diatur...
129
Faiq Sang Pemenang
130
Kesabaran tak pernah sia-sia
131
Annisa Maulida Zahro
132
Muhammad Faiq Alhakim
133
Farah Nur Fitriya
134
Davina Nur Latifah
135
Sikap Dingin yang Menjadi
136
Perkenalan
137
Putri yang Kembali
138
Sakit Maag
139
Sholat Berjamaah
140
Akhiranya...
141
Suara Hati
142
Siapa Dia???
143
Mama Segalanya...
144
Makmum yang diimpikan...
145
Berjuanglah...
146
Izinkan Aku Menikahinya...
147
Malam Itu...
148
Persetujuan
149
Wanita Impian
150
Perjalanan ke luar kota
151
Vania Aulia Azzahra
152
Amarah Faiq
153
Persetujuaan
154
Demi Dia...
155
Aku Pergi..
156
Derasnya Hujan...
157
Maaf
158
Satu Nama
159
Hati yang Memilih
160
Akhirnya...
161
Permintaan...
162
Kantin Rumah Sakit
163
Bukan Salahku...
164
Akhir Tiga Hati
165
Cinta yang salah
166
Semua Sudah Tertulis...
167
Sikap Manja yang Kurindukan
168
Calon Keponakan yang Menyusahkan
169
Pertemuan yang Aneh
170
Kedua kalinya
171
Adik peremapuanku ...
172
Cinta Segitiga
173
Mengakhiri atau Meneruskan
174
Kesempurnaan Cinta...
175
Sisi yang Lain
176
Keteguhan...
177
Aku Mencintaimu dengan Iman...
178
Cinta Vania
179
Menantu yang Terbaik
180
Mama Tersenyumlah
181
Ketenangan yang Terusik
182
Semua Bisa Terjadi
183
Cemburu yang Elegant
184
Di bawah Langit Bertasbih
185
Ayah
186
Wajah Halal yang Kurindukan
187
Malam Pinangan
188
Ahcmad Faiz Akbar
189
Sikap yang Bijak
190
Cinta itu Menghargai
191
Akad Nikah
192
Meriahnya Pesta
193
Cinta yang Terpendam
194
Air Mata Faiq
195
Kemesraan di Pagi Hari
196
Lahirnya Sang Pewaris
197
Sahabat akan Selalu Ada
198
Janjian
199
Vania marah
200
Pertengkaran...
201
Rapat
202
Diam Annisa
203
Langit Malam
204
Jangan Ragukan Cintaku...
205
Dilema Fathan
206
Pertemuan...
207
Makan Siang
208
Kenangan masa lalu
209
Aku Berbeda
210
Perdebatan
211
Proyek Pembangunan
212
Aku Memilih Keluargaku
213
Berdua di Mobil
214
Rumah sakit
215
Kepergian Hana
216
Mantan Terindah
217
Maaf...
218
Saling Menyayangi
219
Tanding Basket
220
Nuur Aini Rahma
221
Malik Fazal Gavi
222
Indahnya....
223
Sebuah Kejujuran
224
Persetujuan
225
Vania Sakit
226
Amarah Raihan
227
Akhirnya Berakhir
228
Kenangan Raihan
229
Muhammad Malik Fajar
230
Dokter Daffa
231
Kekesalan Vania
232
Dilema Raihan
233
Isi Hati
234
Fakta Terkuak
235
Rintihan
236
Sarapan
237
Dokter Cantik
238
Chalisa Putri Ananta
239
Adikku Kecilku
240
Dokter Rey
241
Hargai Dia
242
Maaf
243
Penolakan
244
Sikap Manja Rafa
245
Rama si Culun
246
Rama Dwi Sanjaya
247
Wanita hebat
248
Dua Saudara Kandung
249
Satu Keluarga
250
Hasutan tak Penting
251
Gerimis malam...
252
Pembatalan kontrak
253
Akhir Bahagia (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!