Bu Sania dan para mahasiswa pulang ke kampus, tempat awal mereka berkumpul dan juga banyak sepeda motor para mahasiswa yang terparkir di tempat parkir Fakultas. Setelah sampai di halaman Fakultas, para mahasiswa turun dari bus. Bu Sania meminta maaf pada para mahasiswa karena, acara yang seharusnya bisa menjadi acara yang bahagia tapi, acara berubah menjadi menakutkan.
"Bu Sania, kami berterima kasih. Kami senang, bisa ikut ke villa dan melihat-lihat sumber mata air di dalam hutan" Kata Linda.
"Tapi, gara-gara acara yang Ibu buat...kalian sempat pindah alam" Kata Bu Sania.
"Hehe...itu untuk pengalaman kita saja, Bu"
"Ya sudah, kalian segera pulang dan istirahat. Jangan lupa mandi. Takutnya, ada sesuatu yang ngikut kalian ke rumah"
Mereka berpamitan pada Bu Sania, dan menaiki kendaraan masing-masing. Mereka semua merasa sangat lelah karena, mengalami sesuatu yang sangat menguras tenaga. Ririn dan Nia yang menyetir sepeda motor, mencoba menyetir sepeda motor dengan pelan dan hati-hati.
Mona dan Ayu berada di ruang tengah sambil berpegangan tangan karena ketakutan. Ketakutan mereka semakin bertambah karena, listrik padam dan televisi mati. Ingin mendengarkan music tapi, ponsel mereka berada di dalam kamar. Sedangkan, suara ketukan terus terdengar dari dalam kamar Linda dan Ririn.
"Mon, kita keluar aja yuk" Kata Ayu.
"Ya, aku juga mau keluar tapi, rasanya kakiku nggak bisa gerak" Kata Mona.
"Dari pada di dalam rumah terus. Aku takut sama suara ketukan itu"
Akhirnya, mereka memberanikan diri untuk berdiri dari duduknya dan keluar dari rumah. Saat mereka mau membuka pintu tiba-tiba, ada yang memegang tangan Mona yang sedang memegang ganggang pintu. Mona sangat terkejut, ia langsung melepas pegangannya pada ganggang pintu. Mereka melihat orang tersebut ternyata seorang wanita paruh baya.
"Ma..maaf. Ibu siapa, ya?" Tanya Ayu.
"Saya yang punya rumah ini. Kalian siapa? Bukannya yang tinggal di sini, Linda dan Ririn?"
"Iya, kami ingin menginap di sini, Bu. Tadi pintunya nggak kekunci jadi, kita masuk buat jaga rumah. Biar nggak ada apa-apa" Kata Mona.
"Oh, begitu. Ya sudah, kalian teruskan saja. Saya pualng dulu"
Bu Susi berpamitan pada Mona dan Ayu. Mereka kebingungan karena Bu Susi yang sudah berada di dalam rumah padahal, dari tadi mereka berada di depan pintu dan tidak ada seorang pun yang membuka pintu. Tidak lama kemudian, terdengar suara sepeda motor yang terparkir di depan halaman rumah. Mona melihat Linda yang berada di halaman rumah, ia langsung keluar rumah untuk menghampirinya.
"Linda! Akhirnya pulang juga" Kata Mona.
"Loh, Mon...kok kamu bisa masuk? Gimana caranya?" Tanya Linda.
"Tadi, pintu rumahmu kebuka sendiri. Jadi, kita masuk ke dalam. Sekalian jagain rumah kalian"
"Perasaan rumah udah ku kunci? Soalnya, kunci rumah ini tidak bisa lepas kalau, pintunya tidak dikunci"
Mona dan Ayu hanya menggeleng-geleng saja. Mona juag memperkenalkan Ayu pada teman-teman Linda. Begitu juga Linda, memperkenalkan yang lain pada Mona dan Ayu. Ririn dan Nia segera memarkirkan sepeda motor mereka di halaman rumah, dan segera masuk ke dalam rumah. Tapi, Mona menahan mereka yang akan masuk ke dalam rumah.
"Ada apa, Mon?" Tanya Linda.
"Jangan masuk. Ada hantu di dalam rumah" Jawab Mona.
"Haa...sudah biasa, Mona. Kita udah biasa tapi, kita nggak pernah lihat wajah asli mereka sih" Kata Ririn.
"Lah, jadi kalian sudah tahu kalau, rumah ini ada hantunya?" Tanya Ayu.
"Sejenak kita pindah di sini, kita sudah diganggu dengan bentuk-bentuk yang menyamar. jadi, kalian hati-hati kalau, melihat teman kalian tapi, sifatnya berbeda"
"Oh iya, kalian jadi nginap di sini?" Tanya Linda.
"Ya, jadi tapi...kita mau tidur di mana?" Kata Mona.
"Gampang, kalian tidur aja di kamarku. Nanti aku tidur di kamar Ririn"
Linda, Ririn, Nia dan Yuli masuk ke dalam rumah lebih dulu sedangkan, Ayu dan Mona berjalan di belakang mereka karena, Mona dan Ayu masih ketakutan. Masuk ke dalam rumah dan tidak terjadi apa pun. Di dalam rumah terasa panas, Nia dan Yuli mulai membuka jendela rumah karena tidak tahan dengan panasnya. Lalu, mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk merebahkan diri. Sedangkan Linda, hanya meletakkan tas nya di dalam kamarnya lalu, pergi ke kamar Ririn untuk istirahat.
"Wah, Rin. Kamarmu pink semua" Kata Linda.
"Ya, biarin...emang kenapa kalau warna pink?"
"Nggak nyangka aja. Soalnya, aku nggak pernah lihat warna pink gini pas di kos"
"Di tempat kos aku malu kalau, ada yang lihat kamarku banyak warna pink"
"Aku numpang, ya. Badanku capek banget, kaya mau remuk"
"Haa...pengalaman di villa kemarin itu, benar-benar nggak nyangka"
"Krrr..."
Ririn melihat ke arah Linda dan ternyata, ia sudah tidur. Pantas saja, ia tidak menanggapi perkataan Ririn. Melihat temannya yang sudah tertidur akhirnya, Ririn ikut tertidur. Sedangkan, Mona dan Ayu yang berada di dalam kamar Linda, terus ketakutan. Mereka bersembunyi di dalam selimut, untuk berjaga-jaga jika, mereka melihat hal yang tidak diinginkan. Tiba-tiba, terdengar petir yang cukup keras, membuat mereka terkejut.
"Mon, kayanya mau hujan deh" Kata Ayu.
"Iya, aku tahu" Kata Mona.
"Nyalain lampunya dong. Gelap nih..."
"Kamu aja yang ke sana terus, nyalain lampunya"
"...Aku takut"
"Aku juga takut!"
"Ya udah, nggak usah dinyalain lampunya. Kan, ada cahaya dari jendela"
***
Tidak terasa hari semakin malam. Semakin malam, semakin seram di dalam rumah. Karena, hantu itu akan datang setiap malam. Menyamar menjadi salah satu mereka atau membuat suara yang mengganggu. Mona menepuk-nepuk bahu Ayu agar, ia segera bangun untuk melaksanakan sholat magrib. Setelah sholat magrib, mereka akan makan malam. Mereka tidak memesan makan untuk, makan malam. Yang memasak makan malam hari ini adalah Yuli. Sepertinya, ia sedang masak nasi goreng dan telor dadar.
"Teman-teman, ayo makan! Nasi goreng nya udah jadi" Kata Yuli.
Mereka semua keluar dari kamar dan mulai berkumpul di depan meja makan. Ayu yang baru selesai sholat, segera keluar dari kamar untuk ikut makan malam.
"Ayu, sini...kita makan bareng. Masakannya Yuli enak loh" Kata Mona.
Ayu hanya mengangguk. Saat Ayu akan menarik kursi, Ayu terkejut melihat makanan yang ada di atas meja. Yang Ayu lihat bukan nasi goreng dan telur dada melainkan, tanah yang dicampur dengan belatung dan telur busuk. Ayu langsung menjauh dari meja makan, rasanya ingin muntah melihat teman-temannya yang makan dengan lahap.
"Kenapa Ayu?" Tanya Nia.
"Kalian gila, ya?! Kaya gitu kok dimakan, sih? Aku nggak mau!" Kata Ayu.
"Ini enak, loh. Nggak ada makanan seenak ini di alam manusia" Kata Yuli sambil tersenyum.
Ayu segera berlari masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Mereka semua berada di depan kamar, sedang mengetuk-ngetuk pintu untuk membuju Ayu makan. Ayu terus berteriak dan berdo'a agar mereka menjauh.
"...Ayu...Ayu..."
Ayu terus menutup telinganya sambil membaca do'a.
"Ayu...Ayumita!..."
Ayu langsung terbangun dengan kondisi tubuh yang penuh dengan keringat. Mona terkejut saat, Ayu bangun dengan wajah ketakutan.
"Aku di mana?" Tanya Ayu.
"Lah, yo opo sih, Yu. Kita kan di rumah Linda" Jawab Mona.
"Kalian ngapain makan tanah?"
"Makan tanah? Maksudmu apa, sih? Makanya kalau dibangunin buat sholat ashar...itu bangun"
"Hah?"
"Hah..heh...kamu belum sholat ashar. Dibangunin dari tadi, susah amat. Udah jam 4 tuh"
"Bukannya udah magrib?"
"Magrib dari hongkong! Ini baru ashar. Udah sana sholat! Nggak usah tanya-tanya"
Ayu segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Lalu, Mona pergi ke dapur untuk melihat Yuli yang sibuk menyiapkan makan malam.
"Yul, mau masak apa?" Tanya Mona.
"Ini...kayanya aku mau masak nasi goreng" Jawab Yuli.
"Nasi goreng aja?"
"Ndak. Kayanya sama telur dadar"
"Oh, ok. Kenapa nggak buat nanti aja?"
"Ya, nanti biar tinggal dipanasin. Biar nggak lama aja"
"Oh yaya, aku bantuin ya"
"Ok..."
Mona mulai membantu Yuli untuk memasak nasi goreng dan telur dadar. Selesai melaksanakan sholat ashar, Ayu pergi ke dapur untuk mengambil minum. Dan ia melihat Mona dan Yuli sedang memasak makanan yang sama seperti, di dalam mimpinya.
"Ah, rasanya aku dejavu. Semoga saja, yang ini nasi goreng dan telur dadar beneran" Batin Ayu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
윤승아
lanjuttt
2021-03-30
1