Orang Paling Belakang

Tidak terasa hari sudah semakin malam dan suhu di daerah tersebut menjadi semakin dingin. Beruntung mereka semua membawa jaket. Para mahasiswa akan melakukan uji nyali setelah sholat isya' agar, mereka tidak memiliki tanggung jawab lagi. Setelah selesai melaksanakan sholat isya' tiba-tiba, lampu padam di seluruh kamar para mahasiswa. Membuat semua mahasiswa berteriak dan bahkan, ada yang kepalanya menabrak dinding karena ketakutan dengan lampu yang tiba-tiba padam. Ririn yang pada saat itu memegang ponsel langsung menyalakan lampu, membuat yang lain langsung merasa tenang. Nia dan Linda saling berpegangan, Ririn berada di atas kasur sedangkan Yuli, ia berada di lantai sambil mengusap-usap kelapanya.

"Ngapain duduk di lantai?" Tanya Ririn.

"Kepalaku...kena tembok. Sakit..." Jawab Yuli dengan suara manja.

Tanpa sadar, mereka bertiga malah tertawa mendengar suara manja Yuli dan sekarang ia berpura-pura menangis seperti anak kecil. Yuli segera menghampiri Ririn yang duduk di atas kasur lalu, Linda mengambil ponselnya dan menyalakan lampunya. Bu Sania menelepon mereka dengan menggunakan telepon dalam villa. Nia yang dekat dengan telepon, langsung mengangkat teleponnya.

"Halo..."

"Halo? Ini Bu Sania. Kalian masih di dalam kamar, kan?"

"Iya, bu. Lampunya mati...kita jadi takut"

"Sekarang kalian keluar dari kamar dan mulai gamenya. Lampunya mati karena nggak kuat. Banyak lampu yang di pasang di dalam hutan jadi, daya listriknya yang di kamar kalian nggak kuat"

"Baik, bu. Kami segera keluar"

Nia segera menutup teleponnya dan menyuruh yang lain untuk bersiap-siap karena Bu Sania sudah menunggu di depan villa. Semua mahasiswa berkumpul dengan anggotanya masing-masing dan mereka juga diperbolehkan membawa ponsel. Jika terjadi sesuatu, mereka bisa menelepon Bu Sania. Tapi di dalam permainan, mereka hanya akan membawa lampu lentera listrik sebanyak dua buah. Yang anggota kelompoknya sudah lengkap adalah kelompok Linda. Bu Sania mempersilakan kelompok Linda untuk pergi ke dalam hutan lebih dulu.

"Bu, kita nanti aja, boleh?" Tanya Linda.

Bu Sania hanya menggelengkan kepala lalu, memberikan lenteranya pada Nevan dan Linda. Beliau mempersilakan mereka untuk berjalan memasuki Hutan. Tidak perlu takut karena, di dalam hutan sudah dipasangi beberapa lampu tapi, tidak begitu terang. Para staff hanya memasang dibeberapa tempat saja agar, mereka tidak terlalu takut. Nevan yang berada di depan untuk memimpin perjalanan dan ia memegang lentera. Sedangkan yang paling belakang adalah Yuli, ia yang memegang lentera jadi, yang memegang lentera ada di depan dan belakang. Mereka berjalan berbaris seperti kereta dan karena takut terpisah, mereka memegang pakaian belakang teman yang ada di depannya. Mereka terus berdo'a selama mereka berjalan. Mereka tidak ingin melihat sesuatu atau terjadi sesuatu yang berhubungan dengan makhluk yang tak kasat mata.

"Nevan, jangan salah lihat jalan, loh!" Kata Linda.

"Nggak, ini udah benar. Percaya aja" Kata Nevan.

"Awas, kalau nyampai kesasar (tersesat) tak buak awakmu (ku buang nanti)"

"Iyo..."

Mereka terus berjalan dengan pimpinan Nevan. Berjalan pelan-pelan agar tidak tertinggal atau jatuh dan terluka. Tiba-tiba, ada yang menyentuh pakaian Yuli di bagian belakang. Yuli terkejut dan berpikir sejenak karena, ia berdiri paling belakang tapi, kenapa ada yang memegang pakaiannya?. Yuli mencoba menyentuh tangan orang yang ada di belakangnya. Tangannya sangat dingin dan hembusan orang yang di belakangnya juga sangat dingin. Yuli benar-benar ketakutan, rasanya ia ingin berlari.

"Ririn, kelompok kita ada berapa orang, ya?" Tanya Yuli.

"Ada 5 orang" Jawab Ririn.

"Siapa aja?"

"Aku, kamu, Linda, Nia sama Nevan. Emangnya kenapa?"

"Rin, di belakangku ada yang pegang bajuku. Coba lihat deh"

"Hahaha...bentar. Nia, mau lihat sesuatu di belakang Yuli, nggak?" Tanya Ririn.

"Ah, jangan aneh-aneh deh. Lin, mau lihat sesuatu di belakang Yuli?" Kata Nia.

Nevan berhenti karena penasaran dengan sesuatu yang ada di belakang Yuli. Nevan berhenti dan hanya ia melihat ke belakang Yuli karena, mereka semua tidak berani. Saat Nevan melihat ke belakang Yuli, ia melihat seorang wanita dengan rambut yang basah, pakaian yang kotor, sedang memegang pakaian belakang Yuli. Nevan bingung harus mengatakannya atau tidak pada mereka. Tapi, jika ia tidak mengatakannya, ia merasa bersalah.

"Yuli! Pukul tangannya yang keras!" Teriak Nevan.

Yuli sedikit bingung tapi, ia langsung memukul tangam orang tersebut dan ia melepaskan pakaian Yuli. Nevan segera lari dan mereka semua mengikutinya.

"Ada apa sih?" Tanya Linda.

"Nanti aja ceritanya. Kita keluar aja dulu...aku nggak berani cerita di sini"

Mereka segera berlari dan segera keluar dari hutan. Sebenarnya, Nevan masih sedikit binging, orang tersebut hantu atau staff yang menyamar jadi hantu?.

Terpopuler

Comments

윤승아

윤승아

lanjuttttttt 😆

2021-03-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!