Hari terus berlalu, dan hari sudah berubah menjadi sore. Saatnya, Linda dan Ririn kembali lagi ke kampus untuk mengikuti kelas. Pada saat mereka keluar dari kos, Ibu Yusi masuk ke tempat kos Linda dan Ririn untuk menagih uang kos.
Tok..tok..tok..
"Linda, Lin. Kamu di dalam kan? Ayo, bayar uang kos. Ini udah dekat tanggalnya loh"
Tidak ada jawaban dari dalam kamar Linda. Ibu Yusi terus mengetuk-ngetuk pintu kamar Linda, sampai tangannya sakit. Akhirnya, Ibu Yusi pindah ke kamar Ririn untuk meminta uang kos.
"Ririn, ayo bayar uang kos an. Udah dekat tanggalnya, loh..."
Tetap tidak ada jawaban. Ibu Yusi terus mengetuk-ngetuk pintu kamar Ririn sampai ia kesal sendiri. Karena kamar Ririn sama kosongnya dengan kamar Linda. Saking kesalnya, Ibu Yusi menendang pintu kamar Ririn dan membuat kakinya sakit sendiri. Untung tidak ada anak kos yang melihat Ibu Yusi yang marah-marah sambil menendang pintu kamar lalu, Ibu Yusi pergi dari depan kamar Ririn dan masuk ke dalam rumah. Mengambil minyak untuk dioles di telapak kakinya yang sakit.
Linda dan Ririn kuliah di Jurusan Ilmu Ekonomi. Dan sore ini, mereka berada di dalam kelas sedang mengikuti mata kuliah Sejarah Ekonomi. Linda dan Ririn duduk dibarisan tengah agar, tidak terlihat saat mereka mengantuk. Alih-alih merasa bosan, Ririn membuka ponselnya dan melihat kembali foto rumah yang akan mereka datangi besok. Ririn masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri, rumah seluas itu dengan harga sewa yang sangat murah? Apa yang terjadi? Apa karena sudah lama tidak di tempati atau karena rumah tua? Ririn tidak ingin berpikir buruk tentang rumah yang akan ia tempati.
Dosen tiba-tiba, menyudahi pelajaran karena, beliau ada rapat dengan para dosen jadi, beliau menyudahi pembelajaran pada pukul 16.30. Seluruh mahasiswa segera keluar dari kampus dan pergi menuju ke rumah masing-masing tapi, Ririn akan menemani Linda ke perpustakaan. Linda akan meminjam buku untuk keperluan tugasnya. Mereka masuk ke dalam perpustakaan yang mulai sepi mahasiswa karena sebentar lagi perpustakaan tutup.
"Rin, bantu aku cari bukunya ya. Aku ke sebelah kiri, kamu ke sebelah kanan" Kata Linda.
"Oke, Lin"
Mereka berpisah untuk mencari buku yang dimaksud oleh Linda. Jika ada isi buku yang hampir sama, ambil saja dan meminta Ririn untuk memberikan pada Linda. Ririn terus mencari bukunya bahkan, ia sampai duduk untuk mencari buku di rak paling bawah. Lampu perpustakaan sedikit redup jadi, Ririn harus menggunakan senter diponselnya. Saat ia duduk, ada seseorang yang berdiri di belakang Ririn. Terlihat dari kakinya bahwa, ia seorang wanita yang hanya diam saja mungkin, ia sedang mencari buku. Tapi lama-lama, bayangan wanita di belakang Ririn membuat rak bukunya menjadi gelap meskipun, ia sudah memakai senter ponsel. Tidak menemukan bukunya, Ririn mencoba bergeser dan mencari buku yang lain tapi, wanita di belakang Ririn terus mengikuti dan menutup cahaya lampu. Ririn berdiri untuk menegur wanita tersebut tapi, saat Ririn melihat ke belakang, wanita tersebut sudah menghilang. Seketika, badan Ririn menjadi dingin karena terkejut dengan wanita yang berada di belakang Ririn yang tiba-tiba menghilang. Ririn segera membawa bukunya ke Linda.
"Linda, Lin...ini aku udah nemu bukunya"
"Nah, ini yang aku cari. Dari tadi nggak nemu-nemu. Makasih ya"
"Iya. Sama-sama...sekarang, kita pulang aja"
"Kenapa sih, kamu Rin? Kok kaya ketakutan?"
"Heem...mau magrib, kita pulang yuk. Bentar lagi juga tutup"
"Ya udah kita pulang"
Mereka segera turun ke bawah untuk mengurus bahwa, Linda meminjam buku lalu, mereka mengambil tas yang ada di lemari loker perpustakaan. Setelah itu, Ririn segera menarik tangan Linda untuk keluar dari perpustakaan. Tangan Ririn terlihat dingin dan gemetar.
"Rin, kamu kenapa sih?"
"Linda, tadi pas aku nyari buku buat kamu...ada orang di belakangku, ngikutin terus. Aku mulai emosi terus, aku noleh ke belakang eh..orangnya ngilang"
"Ah, yang bener kamu? Perasaanmu aja paling?"
"Nggak, Lin. Aku lihat kakinya, pas noleh aja ngilang"
"Kamu capek paling. Kita pulang, sholat magrib terus cari makan. Nggak usah mikir yang aneh-aneh"
"Kalau itu hantu, gimana Lin?"
"Bukan, bukan hantu. Salah lihat kamu"
Ririn terus mengatakan bahwa, itu adalah hantu tapi, Linda berusaha menyakinkan jika yang dilihat olehnya adalah orang, bukan hantu.
***
Hari semakin malam, semua orang berada di dalam rumah masing-masing untuk melaksanakan sholat magrib. Tapi, Ririn masih memikirkan kaki wanita yang ia lihat di perpustakaan. Memikirkannya membuat Ririn merinding dan mulai sakit kepala. Ponsel Ririn berbunyi tanda pesan masuk, ternyata Nia mengirim foto rumah yang akan di datangi Linda dan Ririn besok. Terlihat rumahnya bersih dan luas. Ririn semakin yakin ingin tinggal di rumah tersebut. Tiba-tiba, pintu kamarnya diketuk membuat Ririn terkejut.
"Rin, beli makan yuk" Teriak Linda.
"Aduh, kaget aku! Iya, bentar Lin"
Ririn mengambil jaketnya dan keluar dari kamar. Mereka pergi keluar untuk membeli makanan untuk makan malam dan sarapan. Mereka membeli makanan yang bisa tahan sampai besok pagi. Setelah membeli makan, Ririn memutuskan untuk makan di kamar Linda Sekalian, mereka berbincang-bincang sambil menonton televisi di kamarnya. Meskipun televisinya kecil jika, untuk menonton dua orang itu cukup.
***
Esok harinya, setelah Ririn kuliah, ia dan Linda akan pergi ke rumah tersebut denga menggunakan sepeda motor. Saat, sepeda Ririn berjalan menuju rumah tersebut, ia melihat Nia sedang berdiri dengan seorang wanita paruh baya. Ririn dan Linda langsung turun dari sepeda motor lalu, menghampiri Nia.
"Nia, ngapain kamu di sini?" Tanya Linda.
"Teman-teman, ini Bu Susi. Yang punya rumah yang mau disewakan" Kata Nia.
"Oh, saya Ririn dan ini Linda"
"Jadi, kalian yang mau sewa rumah saya? Kira-kira, berapa orang?" Tanya Bu Susi.
"Hanya 2 orang, Bu. Tapi, misalnya ada teman yang mau menginap, nggak papa kan, Bu?"
"Loh, ya ndak papa. Saya malah senang. Saya yakin, kalian nggak bakal aneh-aneh"
"Hehe, iya dong, Bu. Kita anak baik-baik kok" Kata Linda.
"Ya sudah. Saya kasih sewa rumah itu 3 juta pertahun"
"Apa?!"
Linda, Ririn dan Nia terkejut mendengar harga sewa rumah pertahunnya. Linda dan Ririn setuju dengan harga tersebut, mereka juga ada uang dari pemberian orang tua karena seharusnya mereka harus bayar kos tapi, mereka pindah untuk sewa rumah. Sudah menyetujui harga sewa, Bu Susi mengajak mereka untuk melihat rumahnya. Rumahnya terlihat tinggi dan luas, membuat Linda dan Ririn terkagum-kagum.
"Ini rumahnya? Bagus banget" Kata Linda.
"kok kaya gaya Eropa?" Tanya Ririn.
"Ini rumah Ibu saya. Beliau suka dengan gaya Eropa. Makanya, rumah bentuknya kaya gini" Kata Bu Susi.
Ririn dan Linda senang saja melihat rumah bagus yang disewakan dengan harga murah. Mereka segera membayar dan akan mulai pindah besok. Linda dan Ririn harus berpamitan pada Ibu kos dan merapikan beberapa barang agar, tidak ada yang tertinggal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
winna voo
Sekedar sharing aja buat temen2.. buat ilmu aja, misal next mo beli property, misal rumah gudang dan sejenis nya.. dijual dgn harga di bawah standart.. justru harus curiga.. why, kenapa? story nya spt apa.. tanya org sekitar dll.. bukan apa2, jgn sampe kecewa dikemudian hari.. kalian hrs cek dl, mgkn disitu banjir atau horor mgkn.. oke.. semangaaat author..
2021-07-26
4
Sumiati
pasti ada Hantunya
2021-06-25
1
윤승아
seru kakk😆
2021-03-02
1