2 Tahun Lalu

2 Tahun sebelumnya...

"Bu, kita mau kontrak rumahnya. Kira-kira, setahun berapa ya, Bu?" Tanya Nadia, mahasiswi semester akhir.

"Setahunnya 2 juta saja" Jawab Bu Susi.

"2 juta, Bu?! Beneran, Bu? Rumahnya bagus kayanya gini, kok murah banget?" Kata Mia, mahasiswi semester akhir.

"Ya...karena rumahnya sudah tua jadi, saya kasih harga segitu aja"

Nadia dan Mia kebetulan sedang membawa uang masing-masing sebesar satu juta rupiah, dan jika digabungkan maka menjadi dua juta rupiah. Nadia segera memberikan uang tersebut pada Bu Susi. Karena mereka berdua sama-sama berada di semester akhir jadi, mereka membutuhkan tempat yang tenang untuk menulis skripsi. Melihat rumah yang luas dan bagus, mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Setelah itu, mereka kembali ke tempat kos mereka yang dulu untuk, membereskan barang-barang mereka. Sama-sama memiliki motor jadi, mereka tidak perlu meminta bantu orang lain. Lagi pula, barang-barang mereka sedikit, buku sebagian sudah dibawa pulang saat, mereka liburan semester.

"Akhirnya, Nad. Kita punya rumah sendiri. Nanti, kalau ada teman-teman yang mau nginap kan, kita tidak perlu bingung izin ke Ibu kos" Kata Mia.

"Bu Susi, nggak tidur di situ, kan?" Tanya Nadia.

"Yang nggak mungkinlah. Lihat aja rumahnya kotor. Berarti, nggak pernah di tempati. kalau sampai sana, kita langsung bersih-bersih"

"Assalamualaikum..." salam Lia.

Lia adalah teman mereka yang sama-sama berada di semester akhir. Sama-sama sedang sibuk dengan skripsi. Ia datang untuk membantu Nadia dan Mia pindahan, dan ia juga ingin melihat rumah baru Nadia dan Mia. Kamar Nadia dan Mia bersebelahan jadi, Lia membantu mereka secara bergantian.

"Waalaikumsalam. Kamu datang juga" Kata Mia.

"Kan aku mau bantuin kalian. Apa yang bisa aku banting eh, bantu...hehehe" Kata Lia.

"Heeem...ya udah, kamu bantu Mia aja dulu. Barangnya Mia, kan agak banyak" Kata Nadia.

"Ok, bos!"

Lia masuk ke dalam Mia, dan ia membantu mengemasi beebrapa buku milik Mia yang berada di rak buku yang menempel di dinding dekat tempat tidur Mia. Sedangkan Nadia, mulai mengemas pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper. Lalu, ia mengemasi beberapa buku yang tersisa di rak bukunya. Jika ia membutuhkan buku untuk keperluan skripsi, ia akan meminjamnya dari perpustakaan kampus.

Setelah membereskan semua barang miliknya, Nadia keluar sebentar untuk membeli makan siang dan ia akan membeli tali untuk mengikat kopernya di bagian belakang sepeda motornya. Karena Lia membantunya, semua barang milik Mia selesai dikemas. Nadia juga sudah kembali dari membeli makan, ia juga tidak lupa membeli makan untuk Mia dan Lia.

"Wah, makasih ya, Nad. Nanti aku ganti pas sampai di kontrakan" Kata Mia.

"Iya, gampang"

"Kalau aku nginap di rumah kalian sehari, bolrh nggak?" Tanya Lia.

"Kenapa? Kamu penasaran?" Tanya Mia.

"Iya, aku penasaran. Kok, ada kontrakan setahun cuma 2 juta?"

"Heem...rumahnya bagus, luas, udaranya sejuk"

"Tapi, kalian nggak curiga sama harga yang murah?"

"Ya, awalnya aku curiga tapi, Mia yakin. Aku ikut yakin, rumah itu nggak ada apa-apa" Kata Nadia.

"Insya allah, rumahnya aman" Kata Mia.

Mereka melanjutkan makannya dan segera mengeluarkan barang-barang dari dalam kamar. Mengunci kamar mereka lalu, pergi menuju rumah yang di tempati oleh Ibu kos. Mereka meminta izin pindah kos, mereka memberikan kunci kamarnya dan mencium tangan Ibu kos.

"Makasih ya, nak. Hati-hati di tempat yang baru" Kata Ibu kos.

"Iya, Bu. Kita pamit dulu. Assalamualaikum..." Kata Mia.

"Waalaikumsalam"

Lia akan naik di sepeda motor Mia. Lia yang akan membawa koper milik Mia sedangkan yang lain, Mia letakkan dibagian depan. Mereka segera pergi ke rumah kontrakkan. Selama di perjalanan, anginnya terasa sangat kencang dan tidak sepertu biasa. Padahal tadi pagi, anginnya biasa saja tapi sekarang, anginnya sangat kencang dan membuat mereka sedikit kewalahan melawan angin saat, mengendarai sepeda motor.

"Pergi..."

Lia mendengar ada seseorang yang membisikkan sesuatu padanya. Lia tidak begitu mendengar jelas jadi, ia mengabaikan suara tersebut.

"Pergi..."

Suara bisikan itu semakin jelas. Lia melihat ke kanan-kiri tapi, ia berada di atas sepeda motor, tidak mungkin ada orang di sampingnya. Lia melihat ke arah Mia yang fokus melihat arah jalan. Ia merasa bahwa, Mia yang mengatakan sesuatu padanya.

"Mia..." Teriak Lia dari belakang.

"Hah?! Ada apa?" Tanya Mia.

"Barusan kamu ngomong apa?"

"Ngomong apa? Dari tadi aku diam aja"

"Kamu nggak ngomong apa-apa? Tapi, aku dengar ada suara yang ngomong di dekat telingaku"

"Perasaanmu aja. Kamu kecapekan habis, bantuin kita beres-beres"

Lia sangat bingung karena, Mia tidak mengatakan apa pun. Tidak lama, mereka sampai di depan rumah kontrakkan mereka.

"Lia, ini rumah barunya" Kata Nadia.

"Ini rumahnya? Aku ngerasa nggak enak" Kata Lia.

"Nggak enak gimana?" Tanya Mia.

"Aku ngerasa hawa rumahnya aneh. Aku kok takut ya, mau masuk" Kata Lia.

"Kamu ndak usah nakut-nakutin. Mungkin, kotor itu yang bikin seram. Nanti, kalau udah beres, pasti ndak seram" Kata Nadia.

Mereka masuk ke dalam rumah dengan membawa barang-barang. Dan Bu Susi sudah menyediakan sapu dan alat pel untuk, membersihkan rumahnya. Harganya murah jadi, mereka harus bersih-bersih sendiri. Mia mencoba memilih kamar yang akan ia tempati. Melihat pintu yang berwarna biru tua itu, membuat Mia ingin membukanya dan melihat isinya. Saat membuka pintu kamae tiba-tiba, ada seorang wanita yang berdiri di dekat dinding dengan wajah yang sangat hitam dan matanya berwarna putih.

"AAAAAA...."

Lia dan Nadia segera mendekati Mia yang berteriak sambil menutup wajahnya. Mia terus berteriak bahkan, sampai mengeluarkan air mata.

"Kamu kenapa, Mi?" Tanya Lia.

"Di..di dalam kamar itu. Ada orang! Mukanya seram. Aku takut..." Kata Mia.

Lia dan Nadia melihat ke dalam kamar tapi, tidak ada siapa pun. Mereka mencoba menenangkan Mia yang masih ketakutan. Tiba-tiba, televisi yang ada di ruang tengah menyala, membuat mereka cukup terkejut.

"Li, kamu yang nyalain tv nya?" Tanya Nadia.

"Ngapain aku nyalain tv? Remote nya aja aku nggak tahu" Jawab Lia.

Mereka berjalan menuju ruang tengah untuk mematikan televisi. Tanpa segaja, Nadia melihat kabel televisi yang belum dicolokkan. Seketika membuat mata Nadia membesar karena tidak percaya.

"Kenapa Nad?" Tanya Mia.

"Kabel tv nya...belum dicolokin tapi, tv nya udah nyala" jawab Nadia.

"Teman-teman...kalian yakin, tetap mau tinggal di sini?" Tanya Lia.

"Eee...mungkin, tv nya lagi error jadi, tv nya nyala sendiri" Kata Nadia, untuk menyakinkan dirinya dan yang lain.

Semua lampu di dalam rumah pecah dengan sendirinya dan pintu-pintu kamar, terbuka dan tertutup sendiri. Ada suara teriakan seorang wanita yang menyuruh mereka bertiga pergi. Mereka segera membawa barang-barangnya keluar rumah, mereka pergi ke rumah Bu Susi untuk meminta uangnya kembali. Dan mereka akan kembali ke tempat kos yang lama. Meskipun harga sewanya murah, jika rumahnya berhantu, siapa yang akan betah tinggal di rumah tersebut?.

Terpopuler

Comments

윤승아

윤승아

lanjut kak fighting

2021-03-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!