Setelah makan dan melaksanakan sholat magrib, Ririn dan Nia sudah berada di ruang tengah, membuka laptop dan bersiap mengerjakan tugas, tinggal menunggu Rendi, Ferdi dan Nevan. Ririn sudah mengirim lokasi rumahnya pada Rendi, tidak mungkin mereka salah jalan.
Tok..tok..tok...
Terdengar suara yang mengetuk pintu rumah. Karena mereka sering melihat hal yang tak biasa, Ririn dan Nia sedikit terkejut mendengar suara ketukan tersebut. Sedangkan, Linda dan Yuli berada di dalam kamar, mereka tidak mendengarnya. Ketukan itu terdengar lagi, mereka memutuskan untuk berdiri dari duduknya dan membuka pintu. Setelah membuka pintu rumah, Ririn dan Nia berjalan mundur menjauh dari pintu.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam..."
"Rin, Ni...kenapa ngelihatin kita gitu banget?" Kata Ferdi.
"oh, aku tahu! Apa kalian terpesona dengan wajah kita?" Tanya Nevan.
Ririn mencoba melihat wajah mereka lebih dekat, menarik bajunya dan menarik rambutnya. Membuat mereka bertiga berteriak karena, Ririn menarik rambutnya dengan cukup kuat. Setelah yakin jika, mereka bukan hantu, Ririn mengajak mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
"Kamu kenapa sih, Rin?" Tanya Rendi.
"Ndak, ndak papa. Masuk aja, ini laptopnya udah siap" Kata Ririn.
"Eh, Rin..kamu di sini sama siapa aja?" Tanya Nevan.
"Aku di sini tinggal sama Linda, Nia sama Yuli cuma nginap aja"
"Rumahnya keren, dari luar estetik banget, kaya model eropa"
"Emang ini model eropa. Kata Ibu yang punya, ini rumah ibunya. Udah lama nggak di tempati jadi, disewain deh"
"Rumah tua dong? Ada hantunya nggak di sini?"
"Huss...jangan cari-cari hantu. Udah, kerjakin tugas! Jangan banyak tanya"
Mereka segera duduk di sofa dan mencari bahan-bahan presentasi melalui, buku atau internet. Salah satu dari mereka sudah menemukan, akan mereka catat terlebih dahulu di kertas dan jika sudah terkumpul, mereka akan mengetik sesuai sub materi yang mereka dapat. Tidak lama, terdengar suara adzan yang menandakan hari semakin malam dan saatnya melaksanakan sholat isya'. Mereka memutuskan untuk melaksanakan sholat isya' tapi, Ferdi sedang mengetik bagiannya. Ia menyuruh yang lain untuk sholat isya' terlebih dahulu, nanti ia akan menyusul. Rendi dan Nevan pergi ke kamar mandi yang dekat dengan dapur, Ririn dan Nia pergi ke kamar mandi yang dekat dengan kamarnya. Saat semua orang masuk ke kamar mandi, Linda keluar dari kamarnya. Ia melihat ke sekeliling rumah yang terlihat sepi, ia melihat Ferdi yang sedang mengetik sendirian di ruang tengah. Linda berjalan pelan-pelan menghampiri Ferdi yang serius mengetik. Menyadari ada yang datang, Ferdi melihat ke arah depan.
"Eh, Linda. Dari mana aja? Baru kelihatan?" Tanya Ferdi.
Linda menyentuh rambut Ferdi, pakaiannya dan menyentuh tangannya untuk mengetahui suhu tubuhnya.
"Ada apa?" Tanya Ferdi lagi.
"Tanganmu hangat, hehe... yang lain, mana?"
"Mereka ke kamar mandi, mau sholat isya'. Aku mau lanjutin ini dulu. Kamu nggak sholat?"
"Iya, habis ini. Kan kamar mandinya gantian"
"Oh, iya ya..."
Linda berdiri dari duduknya dan berjalan ke dapur untuk mengambil air minum. Tapi, sebelum pergi ke dapur, ia memeriksa pintu rumah dan menguncinya. Linda takut pintu akan terbuka sendiri dan membuat Ferdi takut.
"Untung yang aku lihat itu orang" Batin Linda.
Setelah mengambil air minum, ia kembali masuk ke dalam kamar. Ferdi selesai mengetik bagiannya, ia segera masuk ke kamar mandi setelah, Rendi dan Nevan keluar kamar mandi. Linda dan Yuli keluar dari kamar lalu, masuk ke kamar mandi, mereka berniat ikut sholat isya' berjamaah. Ada karpet yang disediakan oleh Bu Susi untuk Ririn dan Linda jika mereka membutuhkannya. Tidak memiliki sajadah yang cukup, Ririn mengambil karpet yang ada di dekat televisi lalu, menggelarnya. Saat, mereka menunggu Linda dan Yuli, pintu rumah seperti ada yang mendorongnya. Ririn dan Nia terkejut, Nevan dan Rendi hanya diam saja sambil melihat pintu yang bergerak-gerak.
"Angin paling itu, biarin aja" Kata Nia.
"Tapi, kaya ada yang dorong. Apa ada orang di depan pintu?" Tanya Rendi.
"Nggak ada. Udah, diam aja. Tunggu Linda, Yuli sama Ferdi" Kata Ririn.
"Tapi, aku penasaran. Kalau nggak ada orang, kenapa gerak-gerak?" Tanya Nevan.
"Duh! Anak ini nggak bisa diam sih? Biarin aja" Kata Ririn.
Nevan yang penasaran, mencoba mendekati pintu. Menyentuh kayu pintu yang masih bergerak-gerak, dan sebelum membuka pintu, Nevan membuka tirai jendela. Dan di luar tidak ada siapa pun, terlihat gelap dan sepi. Nevan hanya menggeleng-gelengkan kepala dan ia tidak jadi membuka pintu rumah. Tiba-tiba, ada yang memukul pintu rumah dengan sangat keras, membuat Nevan terjatuh, saking terkejutnya.
"Apaan tuh?" Tanya Rendi.
"Kita sholat duluan aja. Mereka bertiga biar nyusul aja" Kata Ririn.
Nevan menyuruh Rendi untuk menjadi imam. Mereka segera melaksanakan sholat isya', mereka bertiga datang dan segera mengikuti imam. Saat, Linda dan Yuli masih sibuk memakai mukenah, suara ketukan pintu terdengar sangat keras dan membuat mereka ketakutan. Tidak peduli dengan suara ketukan tersebut, Linda dan Yuli segera mengikuti imam. Saat Rendi mulai membaca surat Al-Fatihah, ketukan pintunya semakin keras. Membuat Rendi semakin mengeraskan suaranya agar, suara ketukan tersebut menghilang.
***
Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 21.00. Mereka sudah mengetik bagian sub materi mereka di laptop Ririn dan yang terakhir mengetik adalah Nevan. Mereka semua tertidur karena menunggu Nevan yang tidak kunjung selesai, sambil mengetik ia memakan camilan dan menyalakan televisi agar, tidak terlalu sepi. Tiba-tiba, Nevan merasa angin tertiup yang membuat lehernya menjadi dingin. Saat menoleh ke samping, Linda sudah berada di samping kanan Nevan.
"Astagfirullah, Linda...bikin kaget aja" Kata Nevan.
"Kamu belum selesai ngerjakin tugasnya?" Tanya Linda.
"Belum, tinggal dikit lagi selesai"
"Mau ku bantu? Aku punya bukunya di kamar. Mau ke kamarku?"
"...Hehe, nggak usah. Aku udah dapat e-book nya di internet"
"Nggak perlu, aku ambilkan bukunya di kamar"
Linda berdiri daei duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Ia melihat ke arah Nevan sambil melambaikan tangannya dan memainkan rambutnya.
"Kenapa tuh anak, biasanya nggak gitu?" Batin Nevan.
Saat Linda masuk ke dalam kamarnya, Ririn bangun dan menepuk tangan Nevan pelan. Nevan terkejut karena Ririn terbangun.
"Kenapa bangun? Ke ganggu ya?" Tanya Nevan.
"Ssst...udah selesai belum?" Tanya Ririn berbisik.
"Belum..."
"Sekarang, save tugasmu terus, tutup laptopnya"
"Kenapa sih, ngomong kok bisik-bisik?"
"Ssst..pelan kalau ngomong. Itu bukan Linda. Sekarang, tutup laptopnya terus tidur"
"Maksudmu bukan Linda?"
Ririn segera menarik tangan Nevan untuk tidur di dekat Rendi. Bisa atau tidak, Nevan harus tidur dan jika Linda datang lagi, jangan membuka mata karena itu bukan Linda. Linda bukan tipe orang yang akan keluar dari kamar hanya untuk menggoda temannya. Linda keluar hanya mengambil minum atau ke kamar mandi. Ririn sempat mendengar obrolan Linda dengan Nevan. Itu jelas bukan kalimat yang biasa digunakan Linda saat, berbicara pada teman prianya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
윤승아
lanjutt 😆
2021-03-04
1