Tidak ingin mendengar suara yang aneh lagi, Linda mengeluarkan ponselnya dan earphone untuk mendengarkan lagu. Jadi, pasti ia tidak akan mendengar suara teriakan yang seperti tadi. Mendengarkan lagu cukup kencang dan menutup matanya karena, perjalanan masih jauh. Saat Linda menutup matanya, ia merasa ada seseorang di depannya. Ia merasa hembusan napas tepat di depan wajahnya tapi, hembusan itu berbau sangat wangi. Wanginya seperti aroma bunga melati, sangat wangi. Karena aromanya sangat wangi, Linda menjadi curiga dan tidak berani membuka matanya. Linda mencoba berdo'a dalam hati, agar hantu yang ada di depannya segera pergi. Tiba-tiba, tubuh Linda disentuh dan berusaha membangunkannya. Linda terus menutup matanya, mencoba menjauhkan tangan yang menyentuh tubuhnya.
"Linda...Linda. Ayo bangun!"
Linda terkejut dan langsung membuka matanya. Ada Ririn, Nia dan Yuli yang sedang menatapnya dengan gelisah.
"Akhirnya bangun. Aku pikir kamu bakal... ah, udah lah" Kata Nia.
"Kita di mana?" Tanya Linda.
"Kita udah nyampai tapi, pas aku bangunin kamu...kamu nggak bangun-bangun. Kita semua jadi takut" Kata Ririn.
"Kamu mimpi apa sih?" Tanya Yuli.
"Aku pikir, itu bukan mimpi. Kaya nyata"
"Ya sudah, kita turun aja. Bu Sania udah nunggu tuh" Kata Nia.
Ririn membantu Linda untuk berdiri lalu, mereka turun dari bus untuk menghampiri Bu Sania dan mahasiswa yang lain. Bu Sania menanyakan keadaan Linda yang tidak kunjung bangun. Bu Sania sangat khawatir terjadi sesuatu pada Linda. Linda tidak akan mengatakan bahwa ia melihat hantu, ia tidak ingin semuanya ketakutan jadi, Linda mengatakan pada Bu Sania bahwa ia baik-baik saja. Setelah semua sudah berkumpul, Bu Sania memandu mereka masuk ke dalam villa. Bu Sania melakukan check in dan karyawan villa tersebut memberikan beberapa kunci kamar untuk para mahasiswa dan Bu Sania.
Linda, Ririn, Nia dan Yuli satu kamar dan kamar mereka bersebelahan dengan Rendi, Ferdi dan Nevan. Mereka semua segera masuk ke dalam kamar masing-masing. Setelah sholat dan makan siang, mereka akan mulai masuk ke dalam hutan untuk melihat-lihat suasana. Masuk ke dalam kamar, Linda masih memikirkan sesuatu yang ia lihat di dalam bus.
"Teman-teman, kayanya...hantu itu ngikitun kita deh" Kata Linda.
"Hantu? Hantu apa?" Tanya Ririn.
"Hantu yang ada di rumah kita, Rin. Kayanya dia ngikutin kita. Tadi di bus, aku lihat ada perempuan lagi teriak-teriak"
"Teriak? Tapi, aku nggak dengar"
"Nah, aneh itu. Pas dia teriak tapi, nggak ada yang bangun. Pas itu, aku mulai ngerasa kalau, perempuan itu hantu"
"Masa hantu ngikuti kita sih? Ah, mungkin dia ingin ikut jalan-jalan" Kata Nia.
"Hantu kok hobinya ngikut aja. Nggak ada kerjaan lain apa?" Tanya Yuli.
"Ayo tiduran dulu. Punggungku sakit, duduk terus" Kata Ririn.
Mereka memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak, dan akan bangun saat adzan sholat dhuhur.
***
Meskipun para mahasiswa sedang beristirahat di kamar masing-masing, berbeda dengan Bu Sania. Beliau pergi menuju tempat makan untuk melihat menu yang sudah disiapkan oleh karyawan villa. Bu Sania ingin makanannya disajikan secara prasamanan agar, para mahasiswa lebih nyaman untuk mengambil makanan. Setelah melihat semuanya, saatnya Bu Sania kembali ke kamar untuk beristirahat. Dan saat berjalan menuju kamar, terdengar suara adzan. Bu Sania hanya mengela napas dan beliau hanya bisa beristirahat selama sepuluh menit. Beliau mengatakan pada para mahasiswa untuk berkumpul pada pukul 12.00.
Mendengar suara adzan, Yuli yang bangun lebih dulu. Mencoba meregangkan tubuhnya lalu, pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Saat akan membuka pintu kamar mandi, terdengar suara air kran yang menyala. Yuli berhenti sejenak untuk mendengarkan suara air kran tersebut. Suaranya memang berasal dari dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar, Yuli melihat ke arah teman-temannya dan mereka semua masih tertidur.
"Terus...yang di dalam sini siapa?" Gumam Yuli.
Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Yuli membaca do'a lebih dan ia segera membuka pintu kamar mandi lalu, berteriak dengan keras. Air kran yang ia dengar, sudah tidak terdengar lagi dan krannya tidak terbuka. Yuli semakin bingung, di mana-mana pasti ada kejadian aneh tapi, ia tidak pernah mengalami hal aneh selama di tempat kos nya dan di kampus. Ia merasa aneh saat berada di rumah Ririn dan Linda sekarang, ia merasa aneh di dalam kamar villa yang dipesan oleh Bu Sania. Setelah mengambil wudhu, Yuli keluar dari kamar mandi dan mencoba membangunkan yang lain.
"Nia...Ririn...Linda, ayo bangun. Waktunya sholat dhuhur. habis itu, kita makan siang"
Karena tidak ada yang bangun, Yuli menepuk-nepuk tangan mereka dan menggoyangkan tubuh mereka tapi, tidak ada satupun dari mereka yang terbangun. Terpaksa, Yuli berteriak untuk membangunkan mereka bertiga. Mereka langsung terbangun dengan napas yang tersengal-sengal dan tubuh mereka berkeringat.
"Kita di mana?" Tanya Nia.
"Kalian ini, tidur kaya kebo. Di bangunin nggak bangun-bangun" Kata Yuli.
"Bukannya tadi, kita bertiga ada di dalam hutan?" Kata Ririn.
"Apaan sih? Dari tadi kita di kamar" Kata Yuli.
"Tapi, rasanya nyata banget. Yang di dalam hutan cuma kita bertiga. Aku nggak lihat kamu di sana" Kata Linda.
"Hahah...kalian kebanyakan nonton film horror. Sekarang, kalian wudhu terus sholat. Kitakan kumpul jam 12 buat makan siang" Kata Yuli.
"Mungkin efek belum sholat jadi, mimpi aneh-aneh. Ayo, kita sholat" Kata Nia.
Mereka bertiga segera mengambil wudhu lalu, melaksanakan sholat berjama'ah.
♡♡♡
Kalian pernah nggak mimpi buruk? Pastinya pernah dong, mimpi buruk. Tapi, apa kalian pernah mimpi hal yang sama dengan teman kalian? Kalau di jawa bilangnya tindihan.
Tindihan itu kaya badan kita ada yang dudukin atau ada yang megangin badan kita biar, kita nggak bisa bangun dari mimpi itu. Kelihatannya kita udah teriak-teriakkan tapi, orang di sekitar kita ternyata nggak dengar kalau kita teriak-teriak.
Aku juga pernah ngalamin tindihan sewaktu aku SMA dan tinggal di Pondok Pesantren. Aku mimpi ada yang cekik leherku. Aku teriak minta tolong buat bantu aku lepas dari cekikan itu. Dan pas dicekik itu, sebisa mungkin aku ngeluarin suara buat bentak orang yang cekik aku. Pas aku bentak orang itu, aku langsung bangun dari mimpi. Terus, aku tanya sama teman-temanku yang lagi baca novel di sampingku, katanya mereka nggak dengar aku minta tolong. Padahal aku ngerasa kalau, aku teriak cukup keras tapi, nggak ada yang dengar. Itulah dinamakan mimpi buruk. Karena mimpi buruk, banyak beberapa orang yang nggak bisa bangun dari tidurnya atau meninggal Katanya sih, rohnya dibawa sama jin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
윤승아
lanjut plisss😊😌😁 semangat y 💪
2021-03-12
1