Mereka berlima terus makan tanpa henti, dan mereka juga banyak minum. Entah apa yang telah terjadi sampai-sampai, mereka makan seperti itu. Bu Sania memberikan mereka minuman dingin agar, mereka bisa makan secara perlahan. Ketika mereka mulai meneguk minuman dingin, mereka menjadi diam. Mereka mulai makan dan minum secara perlahan.
"Kalian ini kenapa? Apa yang terjadi semalam? Sampai-sampai kalian makan, kaya orang nggak makan seminggu" Kata Bu Sania.
Nevan yang selesai mengunyah makanannya. Ia segera menghabiskan minumannya lalu, menjawab pertanyaan Bu Sania.
"Semalam, kayanya kita ada di dunia lain" Kata Nevan.
"Dunia lain? Ah, masa iya kalian bisa ke sana"
"Tapi, Bu...semua mahasiswa bisa melewati uji nyali di hutan dengan aman, kan?"
"Iya sih, mereka semua balik tapi, mereka juga nggak lihat kalian"
"Nah, berarti saya benar, Bu. Kita berlima ada di dunia lain dan kita ketemu sama perempuan yang namanya Lola itu..."
"Tapi, gimana caranya kalian bisa masuk ke sana?"
"Kita juga nggak tahu, Bu. Tiba-tiba, semua lampu mati. Terus, kita pakai hp masing-masing buat nambah cahaya. Karena takut, kita lari terus tapi, nggak ketemu jalan keluarnya. Terus, ada Lola itu, mukul bahu saya"
"Malam itu, lampunya memang mati tapi, habis itu dinyalain lagi kok"
"Ya sudah, Bu. Kita nggak mau ikut kalau, ada uji nyala kaya kemarin"
"Memang nggak ada. Acara uji nyali cuma kemarin aja. Nanti malam, acaranya beda lagi"
"Alhamdulillah, kalau begitu..."
"Ya sudah, kalian lanjutin makan. Ibu mau ke kamar dulu"
Bu Sania keluar dari ruang makan, dan Nevan melanjutkan makannya yang masih belum habis. Sambil makan, Yuli terus memikirkan kejadian-kejadian aneh semenjak, Ririn dan Linda pindah ke rumah yang baru. Rumah tua dengan gaya Eropa tapi, dengan sewa yang sangat murah. Apa yang terjadi dengan rumah itu sampai-sampai, harga sewanya bisa semurah itu?. Ponsel Linda berbunyi dari dalam saku celananya. Ia membersihkan tangannya dengan tissu basah lalu, mengambil ponselnya.
"Halo..."
"Lin, ini aku Mona"
Mona adalah teman Linda saat, SMA. Ia pergi ke Kota Malang untuk berlibur tapi, ia ingin menginap di rumah Linda untuk menghemat uangnya. Dan ia juga membawa teman kuliahnya yaitu Ayu.
"Oh, Mona. Ada apa?"
"Aku di Malang, nih. Mau nginap rumah kamu, cuma malam ini aja. Ini aku udah di depan rumah"
"Yah, Mon...maaf. Aku masih ada study tour, pulangnya besok. Gimana dong?"
"Yah...padahal aku cuma mau nginap malam ini aja. Ya udah deh, aku cari penginapan lain aja"
"Kamu sendirian?"
"Ndak. Aku sama teman kuliahku"
"Yo wes, hati-hati ya"
Linda menutup teleponnya dan melanjutkan makannya yang tertunda.
Mona terlihat sedih karena tidak bisa menginap di rumah Linda padahal, ia ingin menginap di rumah yang bergaya Eropa tersebut. Mona juga ingin melihat dalam rumahnya. Tiba-tiba, pintu rumahnya terbuka sendiri. Ayu yang menyadarinya, menepuk-nepuk punggung Mona pelan.
"Apaan, Yu?" Tanya Mona.
"Mon, itu pintunya buka sendiri. Masa nggak dikunci?"
Mona terkejut melihat pintunya yang terbuka sendiri. Mereka berjalan menghampiri pintu yang terbuka dengan sendirinya. Mereka melihat kunci rumah yang masih tergantung diganggang pintu.
"Hadeh...dia lupa bawa apa gimana, sih?" Kata Mona.
"Kalau gitu, kita nginap sini aja. Sekalian jaga rumahnya" Kata Ayu.
"Ya udah, kita masuk aja tapi, kita tidur di kamar Linda aja. Oke?"
"Oke. Kita tetap 1 kamar aja. Kamar lain, kamar teman-temannya Linda"
Mona membuka pintu kamar dengan nama Linda di depannya. Segera membuka pintu kamar dan segera istirahat.
Selesai makan, mereka berlima istirahat sebentar sebelum, mengikuti kegiatan yang lain. Setelah ini, para mahasiswa akan melakukan kunjungan ke museum. Museumnya memakan waktu setenagh jam jadi, mereka harus menaiki kendaraan. Istirahat sudah cukup saatnya, mereka bergabung dengan mahasiswa yang lain.
"Hai, bro. Gimana? Mendingan?" Tanya Rendi.
"Iya. Udah makan, udah istirahat" Jawab Nevan.
Mereka pergi tetap menggunakan jas, sebagai penanda bahwa mereka adalah mahasiswa dan, sebagai penanda juga untuk Bu Sania. Jika ada yang menghilang, Bu Sania bisa segera mencarinya. Linda, Ririn, Nia dan Yuli kembali ke kamar lebih dulu untuk mengambil jas. Sedangkan Nevan, jasnya sudah ada yang membawakan. Setelah lengkap semuanya, para mahasiswa dan Bu Sania masuk ke dalam bus.
***
Tidak terasa hari sudah siang, matahari semakin tinggi dan cuacanya menjadi sangat panas. Mona dan Ayu masih tertidur di dalam kamar Linda. Di dalam rumah Linda dan Ririn terasa sangat sejuk saat, siang hari karena banyak tanaman dan pohon besar di dekat rumahnya. Tidak heran jika, mereka berdua tidak kepanasan. Saat mereka tidur tiba-tiba, ada yang memukul pintu kamar Linda dengan sangat keras, membuat Ayu langsung terbangun dari tidurnya dan memeriksa jam diponselnya. Terlihat pukul 12.30, Ayu segera bangun dari tidurnya dan diam sebentar, agar tidak pusing. Ia mencoba membangunkan Mona untuk segera sholat dhuhur. Mona hanya mengangguk-angguk saja. Sebelum Ayu keluar kamar, ada yang mengetuk pintu kamar lagi dan membuatnya langsung membuka mata lebar-lebar. Karena membuatnya kesal, Ayu segera keluar kamar dan siap untuk memarahi orang tersebut. Saat Ia keluar kamar, tidak ada seorang pun, hanya jendela di ruang tengah yang terbuka mungkin, terkena angin. Ayu segera mengunci jendela tersebut, ia segera pergi ke kamar mandi.
Di dalam kamar, Mona mulai membuka matanya dan meregangkan tubuhnya yang lelah. Saat ia melihat ke arah samping, Mona terkejut melihat Ayu yang menatapnya dengan mata yang sangat lebar.
"Ayu! Matamu itu loh...jangan lebar-lebar. Bikin takut aja"
Ayu hanya diam saja, tidak membalas perkataan Mona.
"Bukannya kamu tadi ke kamar mandi? Cepat banget udah selesai?"
"Aku lagi nggak sholat"
"Oalah...nggak sholat. Ya udah, aku ke kamar mandi dulu"
Mona keluar dari kamar dengan setengah sadar, ia masih mengusap-usap matanya yang terasa lengket. Tiba-tiba, ia menabrak seseorang yang baru keluar dari kamar mandi.
"Aduh, Mona. Lihat-lihat dong! Ada orang segede ini masa, nggak kelihatan?!" Tanya Ayu.
"Loh, Yu...bukane kamu ndak sholat? Ngapain wudhu'?" Tanya Mona balik.
"Kok iso aku ndak sholat? Aku bangunin kamu karena, aku juga sholat"
"Yu...sing nggenah? (Yang benar)"
"Masa aku bohon, Mon"
Mona merasa, ia telah berbicara dengan hantu di kamar Linda. Mona hanya bisa menggenggam tangan Ayu dengan kuat, saking takutnya. Mona tidak mengatakan apa pun, ia hanya menunjuk-nunjuk ke dalam kamar Linda.
"Ada apa sih?" Tanya Ayu.
"Lihat deh, ke dalam" Jawab Mona.
Sebelum masuk ke dalam kamar Linda, Ayu mengucapkan salam agar, ia tidak melihat sesuatu yang dilihat oleh Mona. Saat masuk ke dalam kamar, Ayu tidak melihat apapun. Ia melihat ke arah Mona dan hanya menggeleng. Karena ketakutan, Mona meminta Ayu untuk menunggunya di depan kamar mandi lalu, melaksanakan sholat dhuhur berjama'ah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
윤승아
lanjut plisss 🥺
2021-03-24
1