Bukan Linda

Setelah sholat magrib, mereka semua berada di dalam kamar masing-masing. Linda dan Ririn masih takut karena, kejadian semalam yang dialami. Sedangkan Nia, malah keluar kamar dan melihat ke seluruh rumah. Mengunci pintu depan yang belum terkunci, menutup tirai jendela. Jika tidak ditutup, terasa hawa yang tidak enak. Di depan rumah ini, suasananya terlihat sangat berbeda saat siang hari. Setelah menutup tirai, Nia menyalakan televisi di ruang tengah dengan cukup keras dan menyalakan semua lampu agar terlihat terang. Nia berjalan ke dapur untuk melihat isi kulkas.

"Banyak bahan makanan nih. Ada frozen food juga. Buat apa ya enaknya?" Gumam Nia.

Linda, Ririn dan Yuli yang mendengar suara televisi, mereka membuka pintu kamar dan melihat suasana di luar. Terlihat sangat terang, televisi menyala dan terlihat Nia yang berada di dapur, sedang memotong sesuatu.

"Nia? Nia.." Panggil Ririn.

"Apa sih, Rin? Ini aku, ndak usah takut. Kalau nggak percaya, cek aja di kamarku"

Dari cara Nia berbicara dan berdiri, Ririn percaya jika itu adalah Nia, temannya. Ririn merasa legah dan mendekati Nia.

"Huft...kamu mau masak apa?" Tanya Ririn.

"Nasi goreng kayanya. Kamu ada nasi, kan?"

"Ada. Ada banyak di rice cooker. Oh ya, kenapa jadi terang terus, yang nyalain tv, kamu?"

"Ya iya, siapa lagi? Lampu dinyalain semua, biar mereka takut. Ada suara berisik dari tv juga, biar mereka tambah takut"

Linda dan Yuli memberanikan diri untuk keluar kamar, mendekati Ririn dan Nia yang sedang berbincang-bincang.

"Kalian duduk di ruang tengah aja. Nonton tv, biar nggak tegang" Kata Ririn.

"Semoga aja, malam ini nggak ada yang begituan" Kata Linda.

Linda mengajak Yuli untuk duduk di sofa sambil menonton tv. Ririn sedang membantu Nia untuk membuat nasi goreng. Karena ramai dan bertambah dua orang, Ririn menjadi lebih nyaman dan merasa aman. Tidak lama, nasi goreng pun jadi. Ririn memindahkan ke mangkuk untuk empat orang lalu, ia bawa ke ruang tengah untuk makan bersama-sama sambil menonton acara televisi.

"Ini makan malamnya" Kata Nia.

"Terima kasih, Ni. Akhirnya, makan malam santai" Kata Linda.

"Kemarin kalian nggak jadi makan malam?" Tanya Yuli.

"Ya jadi tapi, masak mie. Nggak berani masak-masak yang lama. Cepat-cepat masak mie, terus ke kamarku...makan" Kata Ririn.

"Ya sudah, ayo makan. Aku lapar banget" Kata Nia.

Mereka makan sambil menonton acara televisi dan mencoba melupakan kejadian yang diceritakan oleh Linda dan Ririn. Tidak terasa, adzan sholat isya' terdengar dan mereka juga selesai makan. Linda dan Yuli yang mencuci mangkuk dan peralatan masak lain yang digunakan untuk memasak. Lalu, mereka melaksanakan sholat isya' dan istirahat. Jika, ada yang memiliki tugas, mereka segera mengerjakan tugas sebelum, mereka mengantuk.

***

Tidak terasa, hari sudah semakin malam. Semakin malam, semakin dingin dan sepi, hanya terdengar suara detak jarum jam dan suara binatang seperti, jangkrik atau katak. Jam dinding di ruang tengah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, saat itu Yuli merasa tenggorokan gatal. Ia terbangun karena terbatuk-batuk lalu, ia mengambil kelas yang ada di kamarnya dan keluar dari kamar untuk mengambil air minum. Saat berjalan keluar kamar menuju dapur, Yuli melihat Linda yang lagi duduk di ruang tengah dengan menyalakan televisi.

"Hah, ngapain tuh anak nonton tv jam segini? Nggak ngantuk apa?" Gumam Yuli.

Yuli mengambil minum yang ada di dapur. Meresa ada yang aneh dengan Linda, ia memanggil Linda untuk menegurnya.

"Linda, nggak tidur? Betah banget nonton tv?"

Linda hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaan Yuli. Yuli melihat ke arah Linda yang matanya terus tertuju pada layar televisi tapi, Yuli merasa ada yang berbeda dengan Linda. Wajah Linda sangat pucat, kantung matanya sangat hitam, rambutnya berantakan dan tersenyum dengan senyuman yang cukup lebar. Merinding melihat wajah Linda, Yuli segera membawa gelasnya dan berjalan masuk ke dalam kamar dengan membaca berbagai do'a agar, sesuatu tidak ikut masuk ke dalam kamarnya. Masuk ke dalam kamar, Yuli segera meminum air yang ada digelasnya dan ia mencoba menenangkan diri.

"Huft... ya allah, itu bukan Linda. Aku yakin! Itu bukan Linda. Dari wajahnya aja udah beda. Terus, nggak mungkin anak itu nonton tv jam segini? Apa lagi dia lagi parno"

Yuli segera menenangkan dirinya dan tidur kembali agar, hantu yang menyerupai Linda, tidak datang ke kamarnya.

Terpopuler

Comments

Edi yuzzardy

Edi yuzzardy

"hawa nya terasa berbeda"...gk d jelasin beda ny gmn....pndeskripsian yg kurang d cerita ini..klo tema isi cerita dh bagus....

2022-02-22

2

Sumiati

Sumiati

mudah2n ada ustad yg nolongin

2021-06-26

1

윤승아

윤승아

lanjut kakkk 😁

2021-03-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!