Setelah sholat dhuhur, mereka semua pergi ke tempat makan, sesuai perintah Bu Sania. Linda, Ririn dan Nia masih terlihat kebingungan, mereka terlihat tidak fokus berjalan dan terus memikirkan yang sepertinya nyata tapi, menurut Yuli mereka bertiga hanya mimpi. Mimpi tiga orang yang menjadi satu, seolah-olah mereka dalam satu petualangan. Karena tidak fokus, mereka bertiga berjalan sangat lambat.
"Hai...ayo cepetan. Jalannya lama banget. Kaki ku jadi pegel nih" Kata Yuli.
Yuli mendorong mereka dari belakang agar mereka segera berjalan karena, Yuli sudah mulai lapar tapi, sepertinya teman-temannya tidak lapar.
Sampai di tempat makan, Yuli segera mengambil makanan tapi, tidak dengan mereka bertiga. Mereka malah mencari meja makan kosong dan membicarakan mimpi mereka. Yuli selesai mengambil makanannya lalu, ia mencari tempat duduk dan menemukan mereka bertiga yang masih serius membicarakan masalah mimpi. Yuli meletakkan makanannya di depan mereka bertiga, dan mereka langsung melihat ke arah piring yang berisi makanan.
"Kenapa? Kalian nggak lapar? Dari tadi ngomongin mimpi aja. Santai aja, jangan tegang-tegang" Kata Yuli.
"Aku jadi lapar. Makan ah..." Kata Nia.
Mereka bertiga langsung berdiri dari kursi dan mulai menganteri untuk mengambil makanan. Yuli yang sudah mengambil makanan, ia makan terlebih dahulu karena, ia sudah sangat kelaparan. Sambil menunggu mahasiswanya selesai makan, Bu Sania pergi menemui para staff yang akan memandu untuk masuk ke dalam hutan. Untuk di siang hari, Bu Sania ingin mereka mengamati mata air yang ada di dalam hutan dan tumbuhan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Selesai makan, mereka berkumpul di depan pintu masuk villa. Sudah ada beberapa staff yang berdiri di dekat Bu Sania. Bu Sania membagi kelompok menjadi empat dan berisi lima anggota. Bu Sania memperbolehkan para mahasiswanya memilih teman untuk dijadikan dalam satu kelompok. Tentu saja Ririn, Linda, Nia dan Yuli masuk dalam satu kelompok tapi, mereka kurang satu anggota tiba-tiba, Nevan ikut bergabung ke dalam kelompok mereka.
"Eh, ngapain?" Tanya Ririn.
"Ya, mau ikut satu kelompok" Jawab Nevan.
"Biasanya kamu sama Rendi...sama Ferdi" Kata Linda.
"Itu, mereka diajak satu kelompok sama Nadia. Terus, aku nggak boleh ikut di kelompoknya" Kata Nevan.
"Heem...kasihan. Ya udah, ikut kelompok kita aja. Lebih asyik!" Kata Ririn.
Setelah mendapatkan lima anggota kelompok, mereka mulai berjalan menuju ke dalam hutan bersama dengan staff penginapan. Karena masih siang, mereka tidak ketakutan sama sekali. Mereka jalan berbaris karena, jalannya yang kecil dan sedikit basah. Staff yang bersama dengan kelompok Linda adalah Pak Tomi. Beliau yang akan memandu untuk masuk ke dalam hutan. Dan beliau memberitahu bunga yang sangat indah, hidup di dalam hutan yang tidak berpenghuni. Terkesima dengan bunga tersebut, mereka semua memfotonya kecuali, Nevan yang tidak suka dengan bunga.
Setelah selesai memfoto bunga tersebut, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke sumber mata air yang dikatakan oleh Bu Sania. Sesampai di sana, mereka segera menyentuh airnya yang sangat dingin. Cuaca di siang hari sangat panas jadi, mereka semua mencoba membasuh wajah mereka dengan menggunakan air dari sumber tersebut.
"Ah, segar banget! Dingin..." Kata Nevan.
"Ini bisa diminum, pak?" Tanya Yuli.
"Bisa. Coba aja diminum. Airnya segar" Kata Pak Tomi.
Mereka mencoba mengambil air dengan menggunakan telapak tangan mereka. Mencoba meminumnya dan rasanya seperti air mineral pada umunya. Yang membedakan air sangat dingin meskipun, tidak memakai es batu.
"Pak Tomi, pernah lihat hantu ndak, di sini?" Tanya Linda.
Pak Tomi terkejut dengan pertanyaan Linda. Beliau hanya diam sambil tersenyum. Ririn mencoba menutup mulut Linda agar, tidak bertanya yang aneh-aneh.
"Namanya juga berdampingan. Ada manusia, pasti ada hantu atau jin. Di mana-mana sebenarnya ada cuma, kita nggak kelihatan. Mereka yang lihat kita" Kata Pak Tomi.
"Apa Bapak pernah lihat?" Tanya Linda lagi.
"Ah, mbaknya ini...jangan tanya aneh-aneh di dalam hutan. Nanti didatangi loh..."
Linda langsung menutup mulutnya, dan berjalan mengikuti yang lain. Sebelum pergi, Pak Tomi meminta mereka untuk memfoto mata air tersebut, sebagai bukti bahwa mereka sudah pernah ke mata air tersebut. Setelah memfoto mereka pergi ke tempat lain.
"Nanti malam, habis sholat isya'...kalian ada uji nyali" Kata Pak Tomi.
"Uji nyali, Pak? Di mana?" Tanya Nevan.
"Saya juga nggak tahu. Bu Sania yang mengkoordinir semuanya"
"Aduh! Kenapa pakai uji nyali segala, sih? Bu Sania nih, ada-ada aja" Kata Nia.
"Mungkin, itu cuma acara buat senang-senang aja. Siapa tahu kita terhibur" Kata Ririn.
"Terhibur gundulmu" Kata Nia
"Loh, aku ndak gundul" Ejek Ririn.
Nia semakin kesal dengan perkataan Ririn. Nia kesal tapi, mereka semua tertawa dengan candaan Ririn. Hari sudah mendekati sore, saatnya mereka pulang ke villa. Jika hari semakin gelap, suhu di dalam hutan semakin dingin. Kebalikan dengan siang hari yang sangat panas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Bernala Siregar
lanjut...semangattt.
2021-04-18
1
윤승아
lanjut kakak 😆😆
2021-03-15
1