Tenangkan Dirimu

Tidak terasa hari sudah semakin malam, Linda dan Ririn masih tertidur di kamar masing-masing. Mulai terdengar suara adzan magrib di beberapa tempat. Samar-samar, Linda mendengar suara adzan. Ia terbangun dari tidurnya, dan cukup terkejut karena bangun dengan suasana kamar yang gelap.

"Ya Allah, kaget aku. Ternyata udah malam, toh?"

Linda menghidupkan senter yang ada di ponselnya untuk mencari tombol lampu. Setelah menemukannya, Linda menekannya dan kamarnya menjadi terang. Lalu, ia keluar kamar mencari tombol lampu untuk ruang tengah, teras depan, teras belakang dan dapur. setelah itu, Linda menutup tirai yang ada di ruang tengah. Tiba-tiba, ada suara seseorang yang berlari di belakang Linda. Ia melihat ke belakang tapi, tidak ada siapa pun. Pintu rumah seperti ada yang mengetuk sebanyak dua kali, Linda segera mengunci pintu depan. Linda berpikir bahwa, ia salah dengar mengenai ketukan pintu tersebut. Linda pergi ke kamar Ririn untuk membangunkannya. Saat membuka pintu kamar Ririn, Linda melihat ada seseorang yang berdiri di dekat jendela kamarnya.

"Eh, Rin..apaan tuh?"

Linda segera menekan saklar lampu kamar Ririn dan bayang orang tersebut sudah menghilang. Linda segera menutup tirai jendela kamar Ririn. Karena suara teriakan Linda, Ririn oun terbangun.

"Ada apa, Lin?" Tanya Ririn yang masih mengantuk.

"Ayo, sholat magrib"

"Loh, sudah adzan?"

"Ya sudah. Makanya, aku bangunin kamu buat sholat magrib. Magrib waktunya pendek loh. Cepetan"

"...Iya ya"

Linda mematikan senter yang ada di ponselnya. Ia segera pergi ke kamar mandi yang di dekat dapur. Menekan saklar lampu dan segera mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat magrib. Ririn mengusap-usap matanya yang masih mengantuk. Samar-samar ia melihat Linda masuk ke kamar mandi yang tidak jauh dari kamar Ririn.

"Loh, Lin. Kamu kok ke kamar mandi itu sih? Kan janjinya itu kamar mandiku" Kata Ririn sambil berjalan.

Pintu kamar mandi di tutup dan terdengar suara air dari dalam. Ririn mengetuk pintu kamar mandi untuk menyuruh Linda keluar dari kamar mandi dan pindah ke kamar mandi lain. Saat, sibuk mengetuk pintu kamar mandi, Linda keluar dari kamar mandi sebelah dapur dan melihat Ririn yang bersandar di pintu sambil mengetuk pintunya.

"Sstt..Ririn"

Ririn terkejut dan melihat ke belakang.

"Ngapain ngetuk pintu? Wong, ndak ada orang di situ" Kata Linda.

"Lah, tapi aku tadi lihat kamu masuk ke dalam sini"

"Perasaanmu aja"

Linda masuk ke dalam kamarnya untuk melaksanakan sholat magrib. Dan Ririn masih terdiam di depan pintu kamar mandi, ia cukup bingung karena ia benar-benar melihat Linda masuk ke dalam kamar mandi tersebut. Ririn mencoba membuka pintu kamar mandi dan benar, kamar mandinya kosong, tidak ada seseorang di dalamnya. Dan tidak ada air yang keluar dari kran.

"Terus, yang aku dengar dari tadi...apa dong?" Batin Ririn.

Ia segera masuk ke dalam kamar mandi, segera mengambil wudhu dan pergi ke kamar untuk sholat.

Daerah rumah kontrakan mereka sangat sepi. Biasanya pada malam hari, akan terdengar suara yang sangat berisik seperti, suara mobil dan sepeda motor yang lewat tapi sekarang, benar-benar sepi. Yang terdengar hanya suara angin, jangkrik, kadang terdengar suara orang yang sedang berjualan. Setelah selesai sholat, Linda membuka laptopnya untuk mengerjakan tugas yang akan dikumpulkan besok. Lalu, terdengar suara seperti memotong sesuatu. Linda membuka pintu kamarnya, ia melihat Ririn sedang memotong bawang. Linda berjalan menghampirinya untuk melihat, apa yang akan dimasak oleh Ririn.

"Rin, masak apa nih?" Tanya Linda.

Ririn hanya diam saja, ia tidak menjawab pertanyaan Linda. Ririn terus memotong bawang putih dengan sangat banyak.

"Banyak banget sih bawang putihnya? Kamu mau masak apa?" Tanya Linda lagi.

Dan Ririn hanya diam saja. Karena kesal, Linda mengambil pisau yang digunakan Ririn untuk memotong bawang. Saat pisau diambil, Ririn menoleh ke arah Linda. Betapa terkejutnya Linda, melihat wajah temannya yang pucat dengan seluruh mata yang menghitam. Linda terkejut sekaligus takut, Ririn terus menatapnya dengan tajam tapi, Linda tidak bisa menggerakkan badannya karena ia takut. Linda hanya memejamkan matanya sambil, menggenggam erat ganggan pisau yang ia bawa.

"Eh, Linda. Kamu ngapain sih?"

Mendengar suara itu, Linda berusaha menggerakkan tubuhnya untuk melihat seseorang yang memanggilnya. Linda membuka matanya perlahan-lahan dan ia melihat Ririn yang keluar dari kamarnya. Linda terlihat kebingungan, ia terus melihat ke arah Ririn.

"Kamu ngapain sih, Lin? Kok bawa pisau? Terus matamu melotot pas lihat aku" Tanya Ririn.

"Ka...kamu, kamu bukannya tadi di sebelahku lagi motong bawang?" Tanya Linda.

"Motong bawang? Dari tadi aku di dalam kamar. Malah ku pikir kamu yang lagi motong bawang"

"Ndak. Aku ndak motong bawang. Aku jelas-jelas lihat kamu di sini tadi"

Ririn segera menghampiri Linda yang terlihat gemetar karena ketakutan. Ririn mengambil pisau tersebut dari tangan Linda lalu, mengajak Linda masuk ke dalam kamarnya. Ririn berusaha menenangkan Linda yang benar-benar ketakutan. Ririn memberinya minyak angin untuk menghangatkan tangan dan telapak kakinya yang sangat dingin.

"Apa karena rumah kosong selama bertahun-tahun jadi, ada hal aneh kaya gini?" Batin Ririn.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!