Bertemu Yang Tidak Seharusnya

Mona dan Ayu berada di ruang tengah sambil menonton acara televisi. Mona sedikit kebingungan dengan kejadian yang ia alami di dalam kamar. Ia ingin menghubungi Linda, untuk mengatakan kejadian yang ia alami tapi, Linda akan tahu jika, ia masuk ke dalam rumah tanpa izin. Sedangkan, Ayu hanya diam saja karena ia tidak mengalami hal yang dialami oleh Mona. Ayu sedang melihat-lihat makanan yang akan ia pesan untuk makan siang. Setelah menemukannya, ia segera memesan makanan tersebut lalu, pergi ke dalam kamar untuk mengambil uang.

"Mau ke mana?" Tanya Mona.

"Ngambil uang di kamar" Jawab Ayu.

"Jangan lama-lama..."

"Ndak"

Karena tempat yang Ayu pesan dekat dengan rumah jadi, pesanannya sudah datang. Ayu segera keluar untuk mengambil makannya tersebut. Pergi ke dapur untuk mengambil piring dan sendok. Wajah Mona benar-benar ketakutan ketika, Ayu pergi meninggalkannya sendiri. Padahal Ayu hanya pergi ke kamar, ke halaman depan dan ke dapur. Ayu memberikan makanan milik Mona dan juga piringnya.

"Kamu kenapa, Mon?" Tanya Ayu.

"AKu takut, Yu. Makanya, jangan tinggal-tinggal aku" Jawab Mona.

"Kan, aku cuma ngambil pesanan sama piring. Kamu jangan takut. Kalau kamu takut, hantunya bakal datang"

"Ssstt...jangan keras-keras, Yu! Nanti dia ke sini lagi"

"Apa Linda tahu ya, masalah ini?"

"Aku juga nggak tahu"

"Ya udah, kita makan aja. Aku udah lapar"

Ayu makan siang dengan tenang sedangkan Mona, makan siang dengan pandangan yang terus melihat ke arah kamar Linda. Ia benar-benar tidak menyangka akan bertemu sesuatu yang seharusnya, tidak ia temui.

***

Setelah masuk ke dalam museum, para mahasiswa masuk ke dalm bus untuk makan siang. Bu Sania sudah menyiapkan makan siang jadi, mereka tidak perlu khawatir akan kelaparan. Saat mereka makan siang, ada yang aneh dengan cara makan Nevan. Ia tidak terlihat seperti biasanya. Cara makannya seperti orang yang kelaparan dan makanannya banyak yang tumpah. Rendi dan Ferdi merasa aneh melihat temannya yang makan seperti itu. Padahal, Nevan tidak pernah makan seperti itu. Dan tadi, Nevan tidak membaca do'a, ia langsung makan dengan sangat cepat.

"Bro, kalau makan pelan-pelan dong. Makanannya jadi tumpah semua" kata Ferdi.

"Van, kamu lapar banget ya?" Tanya Rendi.

Nevan terus makan, ia tidak menanggapi perkataan Ferdi ataupun pertanyaan Rendi. Ia terus makan dengan cara yang aneh. Karena kesal dengan cara makan Nevan yang seperti binatang, Rendi segera menghentikannya.

"Van, kamu makannya bisa pelan nggak? Nggak usah buru-buru, kita makan di dalam bus. Bu Sania nggak bakal ninggalin kita" Kata Rendi.

Tapi, Nevan tidak mendengarkan perkataan Rendi. Rendi langsung mengambil makanan milik Nevan. Seketika, Nevan melihat ke arah Rendi dengan mata yang merah dan wajah yang pucat. Rendi terkejut melihat wajah Nevan yang seperti itu. Ia segera mengembalikan makanan milik Nevan, dan ia langsung mengambilnya. Tiba-tiba, Rendi makan dengan sangat cepat. Ferdi yang melihat Rendi makan dengan cepat, ia juga ikut makan dengan cepat. Sepertinya Ferdi mengerti, apa yang dipikirkan oleh Rendi. Ferdi yang duduk di belakang Nevan dan Rendi, langsung menyuruh yang lain makan dengan cepat atau bawa makanannya dan turun dari bus tapi, jangan sampai Nevan yang sedang makan curiga. Sepertinya Rendi menyadari bahwa, Nevan bukanlah Nevan. Itu adalah sosok yang menyerupai Nevan makanya, cara makannya dan cara pandangnya sangat berbeda. Satu per satu mereka turun dari bus bahkan, mereka menarik Bu Sania untuk keluar dari bus. Bu Sani kebingungan tapi, beliau menurut mahasiswanya.

Semua mahasiswa sudah turun dari bus dan Nevan masih ada di dalam sedang makan. Para mahasiswa berjalan menjauh dari bus jika, ada yang ingin melanjutkan makannya. Bu Sania berjalan mendekati Ferdi dan Rendi.

"Fer, Ren...sebenarnya ada apa sih?" Tanya Bu Sania.

"Nevan yang di dalam itu, bukan Nevan, Bu" Kata Rendi.

"Hah?! Maksudnya?"

"Iya, Bu. Dia bukan Nevan. Dia makhluk yang menyerupai Nevan. Sekarang kita tidak tahu, di mana Nevan yang asli"

"Ferdi! Rendi!..."

Dari kejauhan Nevan berlari dan sambil berteriak. Seluruh mahasiswa terkejut, melihat Nevan berlari dari dalam museum.

"Aduh. kalian ini gimana sih?! Aku kekunci di toilet. Kalian malah pergi nggak nolongin aku" Kata Nevan.

"Ya, maaf Van. Kita kan nggak dengar kalau, kamu teriak-teriak" Kata Ferdi.

"Lah, terus ini kalian lagi ngapain? Kenapa semuanya ngelihatin aku?"

"Van, coba deh lihat yang di dalam bus? Tapi nggak usah masuk, kamu lihat dari sini aja. Keliahatan kok" Kata Rendi.

Nevan yang curiga, melihat ke arah bus. Dan ia melihat satu mahasiswa yang sedang makan di dalam bus. Nevan terus melihat ke arahnya mahasiswa tersebut, karena tidak kelihatan wajahnya, Nevan melambaikan tangannya agar, mahasiswa itu melihat ke arahnya. Mahasiswa itu langsung berhenti makan dan melihat ke arah Nevan. Nevan sangat terkejut melihat mahasiswa yang ada di dalam bus adalah dirinya. Seketika, Nevan memalingkan pandangannya dan menepuk-nepuk wajahnya sendiri.

"Kok, aku ada dua? Gimana caranya?" Tanya Nevan.

"Sosok itu menyerupai wujudmu. Pas kamu kekunci di toilet, dia nyamar jadi kamu" Kata Ferdi.

"Kok bisa sih? Sekarang, aku makan apa? Makananku udah di makan sama dia" kata Nevan.

Bu Sania tertawa mendengar pertanyaan Nevan, yang menanyakan makanannya. Saat semua mahasiswa panik karena, ada yang menyerupai teman sekelasnya, orang yang dikhawatirkan malah menannyakan makananya. Bu Sania mengambil makanannya yang ada di tangga bus lalu, memberikannya pada Nevan.

"Nih, Ibu masih ada nasi lagi. Ibu sengaja siap banyak, buat jaga-jaga" Kata Bu Sania.

"Terima kasih, Bu" Kata Nevan.

"Setelah sholat dhuhur, kita pulang aja ke rumah masing-masing. Selama kita di sini, ada aja kejadian aneh. Ibu takut, terjadi sesuatu yang lebih parah" Kata Bu Sania.

"Baik, Bu" Jawab serentak.

Mereka sudah tidak melihat sosok tersebut di dalam Bus, mereka segera naik dan Nevan, melanjutkan makannya di dalam bus. Ia sangat terkejut melihat banyak nasi yang tumpah di bawah tempat duduknya.

"Ah! jadi kotorkan?! Kurang ajar..." Kata Nevan.

"Ya udah, dibersihin nanti aja" Kata Ferdi.

Bus segera berjalan dan kembali ke villa untuk melaksanakan sholat dhuhu dhuhur dan mengemasi barang-barang mereka.

"Ada-ada aja. Nggak di rumah, nggak di villa, nggak di bus, ketemunya yang gitu-gitu aja" kata Ririn.

"Iya Semenjak kalian pindah, kita bisa lihat yang aneh-aneh" Kata Yuli.

"Apa rumah itu pernah ada pembunuhan?" Tanya Linda.

"Ah, nggak mungkin. Ndak usah mikir yang aneh-aneh" Kata Nia.

***

"AH..."

"Aduh, ada apa sih, Mon?" Tanya Ayu.

"Ndak. Aku kaget aja sama film nya"

"Orang lagi cuci piring, dikagetin. Kalau piringnya pecah gimana?"

"Ya nggak usah bilang sama yang punya rumah"

"Kamu lagi lihat film horror, ya?"

"Kok tahu?"

"Ya tahulah! Wong kamu teriak-teriak"

Saat Mona serius melihat film di telivisi dan Ayu mencuci piring di dapur tiba-tiba, pintu kamar Linda dan Ririn ada yang mengetuk dari dalam. Ayu langsung melihat ke arah pintu tersebut. Ayu terus memandangi kedua pintu tersebut dan, ketukan itu berbunyi lagi. Ayu segera mencuci tangannya lalu, pergi menghampiri Mona yang juga ketakutan.

"Mon, kok jadi gini sih?" Tanya Ayu.

"Aku juga nggak tahu. Berdo'a aja...buat ngusir mereka" Jawab Mona.

Mereka terus membaca ayat kursi sambil memejamkan matanya.

Terpopuler

Comments

Ijah

Ijah

Alur nya loncat loncat gk teratur ya,, ?

2021-07-22

2

Hiatus

Hiatus

Semangat kakak

2021-05-16

1

윤승아

윤승아

lanjuttttt 😭

2021-03-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!