Bab 19 : Mulai suka

"Buahahaha... Dewa, kau pasti akan menjadi milikku bagaimanapun caranya. Aku mencintaimu sayang," ucap Elara sambil mengelus wajah Dewa yang terpampang di tembok kamarnya.

Bara masuk ke kamar Elara, Elara memang memiliki kepribadian yang berbeda dari anak lain. Dia sangat ambisius dalam segala hal termasuk urusan cinta. Elara tersenyum menyeringai lalu terkejut saat sang papa sudah ada dibelakangnya.

"Papa?"

"Ela, papa mohon jangan seperti ini! Dewa sudah menjadi suami Tante Nona," ucap Bara.

Elara meraih vas bunga lalu membanting tepat disamping papanya dan seketika pecah. Dia tersenyum kecut tidak merasa bersalah hampir menyakiti papanya.

"Papa bilang mereka hanya menikah kontrak 'kan? Dengan kekuatan tanganku maka mereka pasti akan segera berpisah. Buahhahaha..."

Elara lalu berlari ke sudut ruangan, dia duduk didepan kanvas lalu mulai menggambar. Bara merasa sedih melihat putrinya seperti ini. Elara menggambar wajah perempuan dengan abstrak menggunakan cat warna merah lalu menuliskan nama seseorang. "Claraquin Nuna Alona . Aku pasti akan menjauhkanmu dari Dewa ku, Buaahahaa."

Bara memandang sendu tingkah putrinya yang semakin hari semakin aneh. Dia lalu memanggil Dokter Logan untuk berkonsultasi mingguan mengenai tingkah laku putrinya. Dokter Logan segera datang setengah jam kemudian.

Konsultasi hari ini hanya berdua saja di kamar gadis labil itu. Dalam sesi tanya jawab, Elara masih melukis abstrak. Dokter Logan tidak merasa terganggu yang terpenting Elara masih mau diajak bicara.

"Ela, jawab dengan jujur! Kau ada masalah?" tanya Dokter Logan.

"Masalah? Huhuhu... pacarku di rebut tanteku sendiri. Itu masalahnya."

Dokter Logan membaca setiap ekspresi wajah Elara mulai dari gerak mata, gerak bibir dan hidungnya yang berkedut ketika berbicara aneh.

"Ela, perasaanmu hari ini bagaimana?" tanya Dokter Logan.

"Sama seperti biasanya. Aku akan senang jika kau pergi dari kamarku."

Dokter Logan tersenyum, dia menggeser kursinya dan mendekati Elara yang semakin menggerakkan tangannya untuk melukis wajah seseorang yang sangat seram.

"Kau mau coklat? dokter akan memberikanmu coklat jika menjawab pertanyaan selanjutnya," ucap Dokter Logan.

Elara tertawa terbahak-bahak lalu menatap tajam Dokter Logan. Dokter tampan itu hanya tersenyum kecil lalu memberikan sebatang coklat untuk Elara. Coklat itu berbentuk lucu dan menarik, Elara langsung merebutnya.

"Nah, sekarang sesi tanya jawab. Jawab yang jujur!" ucap Dokter Logan.

***

Nona sedang duduk disamping ayahnya yang sedang terbaring. Nona adalah anak perempuan satu-satunya yang harus merawat kedua orang tuanya jika sedang sakit. Ibu Nona juga berada disamping begitu sedih. Ayah yang sudah siuman memandang wajah mereka dengan geli.

"Kenapa kalian begitu panik? Aku sangat sehat," ucap Ayah.

"Huh... Dalam situasi ini kau bisa sangat senang," jawab Ibu.

Ayah lalu memandang wajah Nona, dia mengusap wajahnya. Nona tersenyum lalu menggenggam tangan ayahnya.

"Putri ayah sudah hamil 'kah?" tanya Ayah.

Nona menjadi malu bercampur terkejut. Hamil? Malam pertama saja belum melakukan. Nona lalu menggelengkan kepalanya.

"Jangan di tunda! Umurmu juga sudah matang untuk hamil," ucap Ayah.

Ibu yang mendengarnya cukup kesal. Dia tidak bisa membayangkan jika Nona hamil anak Dewa yang miskin dan tidak punya pendidikan tinggi.

"Ayah jangan memikirkan yang aneh-aneh dulu. Ayah harus memikirkan kesehatan ayah!" ucap Nona mengalihkan pembicaraan.

Ayah mengusap pipi Nona, anak tercantiknya selalu membuatnya cemas. Saat teman-teman Nona memutuskan menikah muda dibawah umur 25 tahun Nona malah memilih fokus dengan pekerjaannya dan disaat teman-teman Nona sudah memiliki momongan Nona belum juga menikah. Ayah mencoba menjodohkan secara politik dengan Altaf, Nona tidak keberatan. Tetapi Altaf yang justru mengkhianati Nona. Sampai Nona meminta izin kepada ayahnya untuk menikah dengan pria pilihannya sendiri yaitu Dewa. Dewa adalah cinta pertama Nona. Bocah itu sudah merebut hati Nona yang sedingin es.

"Dewa dimana?" tanya Ayah.

"Dia sedang bekerja. Semalam dia ikut menjaga ayah."

"Dia memang anak yang baik. Semoga hubungan kalian bisa lebih dari sekedar kontrak," ucap Ayah.

Ibu yang mendengarnya langsung protes. "Kontrak tetaplah kontrak, setelah 2 tahun mereka harus bercerai. Itu yang tertulis di surat kontrak. Altaf masih menunggu Nona sampai 2 tahun kedepan," ucap Ibu.

Nona hanya memperhatikan raut wajah sang ibu yang tidak suka dengan pernikahannya. Ya, memang benar ini hanyalah sekedar kontrak pernikahan. Nona memang harus menepati kontrak yang dia buat sendiri.

Disaat bersamaan, Arsel datang. Dia menjemput Nona untuk berangkat bekerja. Ayahnya menyuruhnya untuk berangkat ke kantor. Beliau tidak mau ditunggu. Nona berpamitan dengan ayahnya dan tidak lupa mencium tangannya.

"Ibu, jika keadaan ayah memburuk segera hubungi aku!" pinta Nona.

"Baiklah, hati-hati sayang!"

Nona dan Arsel keluar dari ruangan itu. Arsel juga membawakan baju kantor Nona. Nona harus berganti baju sendiri dan menyisir rambutnya sendiri di kamar mandi. Waktu juga sudah terlalu siang untuk pulang ke rumah.

Setelah berganti pakaian, Nona segera menuju ke mobil sambil diikuti Arsel. Arsel membacakan agenda Nona hari ini. Perusahaan Nona bergerak di bidang properti rumah tangga seperti sofa, lemari, tempat tidur dan barang pecah belah lainnya. Nona juga ikut memantau proses produksi di pabriknya sampai semua barang itu masuk ke distributor dan toko-toko kecil.

Nona memberi nama produknya dengan sebutan Alona, nama produk ini sangat terkenal bahkan sudah di ekspor sampai luar negeri.

"Arsel, jam makan siang aku ingin makan makanan yang dijual di restoran tempat bekerja Dewa dan aku ingin yang mengantar makanan itu adalah Dewa sendiri," pinta Nona sambil masuk ke mobil.

Arsel mengernyitkan dahi, dia menganggukkan kepalanya lalu segera melajukan mobil ke kantor. Dalam perjalanan, Nona dengan iseng mengecek akun medsos milik Dewa dan sebagian besar pengikutnya adalah perempuan. Tidak banyak foto disana, hanya ada 3 foto saja. Dewa memang begitu tampan apalagi saat tersenyum.

Disisi lain,

"Uhuk... uhuk... uhuk...."

Dewa terbatuk-batuk saat minum. Nisa langsung menepuk punggung Dewa.

"Apaan sih? Minum saja sampai keselek," ejek Nisa.

"Biasa, orang tampan banyak yang ngomongin."

Nisa tersenyum kecut lalu duduk diseberang Dewa. Dia menghela nafas panjang membuat Dewa bingung.

"Si Ela upload fotomu dan di komen sama si Sarah. Bakal ada perang besar nih," ejek Nisa.

"Haha... Biarkan mereka bertengkar, aku disini biasa saja," jawab Dewa.

Nisa tertawa, Elara dan Sarah memang tipe orang yang kuat. Mereka sampai menjadi anggota cheersleader supaya bisa menyemangati Dewa saat bertanding basket.

"Tapi kau bakal pilih Elara atau Sarah?"

Dewa tertawa, dia mengatakan sudah ada wanita lain di hatinya dan kini mereka sudah dekat. Nisa semakin yakin jika wanita yang dimaksud Dewa adalah dirinya karena hanya Nisa yang dekat dengan Dewa dan tidak ada wanita lain.

"Dewa, nanti jam 12 antar makanan ini ke kantor pusat Alona. Akan ada tips tambahan juga untukmu," ucap waiters lainnya.

"Aku? Aduh... Jadi jam makan siangku hilang dong?" ucap Dewa.

"Tenang aja, nanti aku akan bilang papa untuk menambah jam makan siangmu," ucap Nisa.

Dewa menganggukkkan kepala. Dia lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.

Terpopuler

Comments

Elisanoor

Elisanoor

akibat terlalu memanjakan anak ya begini

2023-11-20

0

Rusnadi

Rusnadi

ya mungkin nona juga baik

2022-12-05

0

Kinan Rosa

Kinan Rosa

ya si Nisa jadi ke ge'er ran lo

2022-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Prolog
2 Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3 Bab 3 : Catatan kegiatan?
4 Bab 4 : Sakit Perut?
5 Bab 5 : Saling jual mahal?
6 Bab 6 : Pekerjaan
7 Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8 Bab 8 : Restoran
9 Bab 9 : Perkara gas elpiji
10 Bab 10 : Perhatian?
11 Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12 Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13 Bab 13 : First kiss
14 Bab 14 : Nona kecewa
15 Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16 Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17 Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18 Bab 18 : Ambisi
19 Bab 19 : Mulai suka
20 Bab 20 : Siang berkeringat
21 Bab 21 : Terlihat gembel
22 Bab 22 : Perhatian
23 Bab 23 : Romantisnya
24 Bab 24 : Zalina
25 Bab 25 : Gugatan
26 Bab 26 : Keluarga serakah
27 Bab 27 : Pengambilan ijazah
28 Bab 28 : Makan bersama
29 Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30 Bab 30 : Kemesraan
31 Bab 31 : Saling mencintai
32 Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33 Bab 33 : Tertabrak
34 Bab 34 : Terfitnah
35 Bab 35 : Kebijakan Dewa
36 Bab 36 : Berkemas
37 Bab 37 : Sarah marah
38 Bab 38 : Nona cemburu
39 Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40 Bab 40 : Sarah
41 Bab 41 : Pulang ke rumah
42 FIX, ini visualnya
43 Bab 42 : Nona dan Bara
44 Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45 Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46 Bab 45 : Nona mulai was-was
47 Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48 Bab 47 : Sarah
49 Bab 48 : Mandi syahdu
50 Bab 49 : Dekapan Bara
51 Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52 Bab 51 : Penyesalan
53 Bab 52 : Predator
54 Bab 53 : Kesedihan Bara
55 Bab 54 : Proses Revisi
56 Bab 55 : Proses Revisi
57 Bab 56 : Semua mengetahui
58 Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59 Bab 58 : Tetangga
60 Bab 59 : Pingsan
61 Bab 60 : Meninggal
62 Bab 61 : Grup Chat
63 Bab 62 : Lamunan Dewa
64 Bab 63 : Apotek
65 Bab 64 : Kesialan
66 Bab 65 : Akhirnya
67 Bab 66 : Trauma Elara
68 Bab 67 : Isi hati
69 Bab 68 : Ungkapan Bara
70 Bab 69 : Dewa terjebak
71 Bab 70 : Kesedihan Bara
72 Bab 71 : Ternyata
73 Bab 72 : Cuci mobil
74 Bab 73 : Menyesali
75 Bab 74 : Jadian
76 Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77 Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Bab 77 : Kembar
79 Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80 Bab 79 : Skizofrenia
81 Bab 80 : Pingsan dua kali
82 Bab 81 : Jepit rambut
83 Bab 82 : Mengelak
84 Bab 83 : Nagara
85 Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86 Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87 Bab 86 : Malam kelabu
88 Bab 87 : Terfitnah
89 Bab 88 : Cengeng
90 Bab 89 : Kejujuran
91 Bab 90 : Permintaan Nona
92 Bab 91 : Keposesifan
93 Bab 92 : Toko online
94 Bab 93 : Arsel meminta maaf
95 Bab 94 : Detektif Nagara
96 Bab 95 : Keponakan
97 Bab 96 : Alisa
98 Bab 97 : Kebenaran
99 Bab 98 : Maaf
100 Skip
101 Bab 99 : Beberes gudang
102 Bab 100 : Satu ronde saja
103 Bab 101 : Naik helikopter
104 Bab 102 : Nona Dewa
105 Bab 103 : Kesuksesan
106 Bab 104 : Bocah
107 Bab 105 : Menantu tak dianggap
108 Bab 106 : Pertengkaran
109 Bab 107 : Pembalasan
110 Bab 108 : Hamil?
111 Bab 109 : Nikah
112 Bab 110 : Cemburu
113 Bab 111 : Penganiayaan?
114 Bab 112 : Sebenarnya?
115 Bab 113 : Main hujan
116 Bab 114 : Dewa Arga
117 Bab 115 : Menuju akhir
118 Novel baru ZIAN & ELARA
119 Bab 116 : Menuju akhir 2
120 Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121 Bonus Chapter
122 Bonus Chapter
123 Bonus Chapter
124 Bonus Chapter Terakhir
125 SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126 Season 2 - Bab 2
127 Season 2 - Bab 3
128 Season 2 : Bab 4
129 Season 2 : Bab 5
130 Season 2 : Bab 6
131 Season 2 : Bab 7
132 Season 2 : Bab 8
133 Season 2 : Bab 9
134 Season 2 : Bab 10
135 Season 2 : TAMAT
136 Novel Baru
137 Bonus chapter : Arsel & Mona
138 Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139 Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140 Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141 Nih ....
142 Promo novel baru
143 Promosi novel
144 Novel baru
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Bab 1 : Prolog
2
Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3
Bab 3 : Catatan kegiatan?
4
Bab 4 : Sakit Perut?
5
Bab 5 : Saling jual mahal?
6
Bab 6 : Pekerjaan
7
Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8
Bab 8 : Restoran
9
Bab 9 : Perkara gas elpiji
10
Bab 10 : Perhatian?
11
Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12
Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13
Bab 13 : First kiss
14
Bab 14 : Nona kecewa
15
Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16
Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17
Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18
Bab 18 : Ambisi
19
Bab 19 : Mulai suka
20
Bab 20 : Siang berkeringat
21
Bab 21 : Terlihat gembel
22
Bab 22 : Perhatian
23
Bab 23 : Romantisnya
24
Bab 24 : Zalina
25
Bab 25 : Gugatan
26
Bab 26 : Keluarga serakah
27
Bab 27 : Pengambilan ijazah
28
Bab 28 : Makan bersama
29
Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30
Bab 30 : Kemesraan
31
Bab 31 : Saling mencintai
32
Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33
Bab 33 : Tertabrak
34
Bab 34 : Terfitnah
35
Bab 35 : Kebijakan Dewa
36
Bab 36 : Berkemas
37
Bab 37 : Sarah marah
38
Bab 38 : Nona cemburu
39
Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40
Bab 40 : Sarah
41
Bab 41 : Pulang ke rumah
42
FIX, ini visualnya
43
Bab 42 : Nona dan Bara
44
Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45
Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46
Bab 45 : Nona mulai was-was
47
Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48
Bab 47 : Sarah
49
Bab 48 : Mandi syahdu
50
Bab 49 : Dekapan Bara
51
Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52
Bab 51 : Penyesalan
53
Bab 52 : Predator
54
Bab 53 : Kesedihan Bara
55
Bab 54 : Proses Revisi
56
Bab 55 : Proses Revisi
57
Bab 56 : Semua mengetahui
58
Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59
Bab 58 : Tetangga
60
Bab 59 : Pingsan
61
Bab 60 : Meninggal
62
Bab 61 : Grup Chat
63
Bab 62 : Lamunan Dewa
64
Bab 63 : Apotek
65
Bab 64 : Kesialan
66
Bab 65 : Akhirnya
67
Bab 66 : Trauma Elara
68
Bab 67 : Isi hati
69
Bab 68 : Ungkapan Bara
70
Bab 69 : Dewa terjebak
71
Bab 70 : Kesedihan Bara
72
Bab 71 : Ternyata
73
Bab 72 : Cuci mobil
74
Bab 73 : Menyesali
75
Bab 74 : Jadian
76
Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77
Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Bab 77 : Kembar
79
Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80
Bab 79 : Skizofrenia
81
Bab 80 : Pingsan dua kali
82
Bab 81 : Jepit rambut
83
Bab 82 : Mengelak
84
Bab 83 : Nagara
85
Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86
Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87
Bab 86 : Malam kelabu
88
Bab 87 : Terfitnah
89
Bab 88 : Cengeng
90
Bab 89 : Kejujuran
91
Bab 90 : Permintaan Nona
92
Bab 91 : Keposesifan
93
Bab 92 : Toko online
94
Bab 93 : Arsel meminta maaf
95
Bab 94 : Detektif Nagara
96
Bab 95 : Keponakan
97
Bab 96 : Alisa
98
Bab 97 : Kebenaran
99
Bab 98 : Maaf
100
Skip
101
Bab 99 : Beberes gudang
102
Bab 100 : Satu ronde saja
103
Bab 101 : Naik helikopter
104
Bab 102 : Nona Dewa
105
Bab 103 : Kesuksesan
106
Bab 104 : Bocah
107
Bab 105 : Menantu tak dianggap
108
Bab 106 : Pertengkaran
109
Bab 107 : Pembalasan
110
Bab 108 : Hamil?
111
Bab 109 : Nikah
112
Bab 110 : Cemburu
113
Bab 111 : Penganiayaan?
114
Bab 112 : Sebenarnya?
115
Bab 113 : Main hujan
116
Bab 114 : Dewa Arga
117
Bab 115 : Menuju akhir
118
Novel baru ZIAN & ELARA
119
Bab 116 : Menuju akhir 2
120
Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121
Bonus Chapter
122
Bonus Chapter
123
Bonus Chapter
124
Bonus Chapter Terakhir
125
SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126
Season 2 - Bab 2
127
Season 2 - Bab 3
128
Season 2 : Bab 4
129
Season 2 : Bab 5
130
Season 2 : Bab 6
131
Season 2 : Bab 7
132
Season 2 : Bab 8
133
Season 2 : Bab 9
134
Season 2 : Bab 10
135
Season 2 : TAMAT
136
Novel Baru
137
Bonus chapter : Arsel & Mona
138
Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139
Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140
Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141
Nih ....
142
Promo novel baru
143
Promosi novel
144
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!