Bab 12 : Menantu yang diremehkan

"Terus ini yang bayar siapa?" tanya Dewa sambil menunjuk jus jeruk diatas meja.

Arsel hanya mengangkat bahu seolah tidak mau tau. Dewa mengela nafas, ia berjalan menuju ke dapur. Hari ini dia tidak ingin emosi karena di rumahpun dia terus dibuat kesal oleh Nona.

Setelah jus mangga siap, dia mengantarnya ke meja Arsel.

"Oke, kita berangkat," ucap Arsel sambil melihat jam mahalnya.

Dewa meletakkan gelas ke meja itu sampai tumpah, dia merasa dikerjai oleh Arsel. Arsel memandangnya dengan tersenyum sinis.

"Jangan main-main dengan pekerjaan orang!" ucap Dewa.

"Siapa yang main-main? Kau saja yang baper."

Arsel berdiri sambil membenarkan jasnya, ia berjalan keluar dari restoran itu. Dewa kembali ke ruangannya dan meminta izin kepada Papa Nisa untuk istirahat makan siang di luar.

"Jam 1 sudah harus kembali ya, Dewa?" ucap Papa Nisa.

"Siap, om!"

Dewa segera keluar tak lupa memakai jaketnya, dia langsung masuk kedalam mobil yang dikendarai Arsel.

Dalam perjalanan, mereka saling terdiam apalagi Dewa memalingkan wajah.

"Nona akan mengajakmu makan siang dengan keluarga besarnya. Disana terdapat orang tua Nona dan ketika kakak Nona, ku harap kau tidak mempermalukan dirimu sendiri," ucap Arsel.

"Oh."

Jawaban mengesalkan dari Dewa membuat Arsel membanting setir dan seketika Dewa terjedot pintu.

Duaaak...

Arsel tersenyum tipis, Dewa mengelus kepalanya dan tidak tinggal diam. Dia menarik kerah Arsel membuat dirinya tidak fokus menyetir.

"Lepaskan! Kau akan mati jika tidak melepaskan kerah ini," ucap Arsel.

"Yaudah kita mati bersama," ejek Dewa.

Arsel membanting setir lagi, tetapi Dewa tetap kekeuh menarik kerah jas Arsel. Arsel semakin kesal dan emosi sampai dia mengerem mendadak membuat wajah Dewa tidak sengaja terbentur ular Arsel.

Omegat, bukannya yang harus ku cium milik istriku tetapi malah milik pria ini. Batin Dewa.

Apa yang dia lakukan? Batin Arsel.

Arsel lalu menjambak rambut Dewa dan menariknya, bukannya langsung cepat bangkit seakan Dewa ingin terus berada di tempat sakral itu.

"Aduh... Lepaskan!" ucap Dewa.

"Jijik sekali aku."

"Aku yang lebih jijik pe'ak. Huh... bibirku terkontaminasi dengan ular kadut," ucap Dewa sambil mengelap bibirnya.

Mereka lalu bergeser saling menjauhi. Rasa jijik membuat mereka merinding. Apalagi Dewa yang tidak sengaja mencium ular milik Arsel. Setelah itu mereka saling terdiam dan memalingkan wajah.

Setelah sampai, Arsel langsung masuk dan Dewa mengikutinya. Arsel membuka bagasi mobil untuk mengambil papper bag dan melemparnya ke arah Dewa.

"Cepat ganti baju ini! Kau harus terlihat rapi," ucap Arsel berbicara tanpa memandang Dewa.

Dewa langsung menangkapnya, dia ikut masuk dan mencari kamar mandi. Setelah sampai di kamar mandi, ia membuka tas itu dan melihat terdapat setelah jas biru dongker.

Makan siang pun harus memakai jas juga? Dasar orang kaya!

Dewa segera memakainya, dia terlihat tampan dan berwibawa. Setelah itu ia keluar dan melihat Arsel sudah di depan pintu.

"Enjeng... Huh... Ngagetin aja," ucap Dewa melangkah mundur sambil memegangi dadanya.

"Nona sudah menunggu diatas. Cepat!"

Dewa mengikuti langkah Arsel, mereka memasuki lift dan saling terdiam. Dewa bersiul supaya suasana tidak menjadi canggung. Beberapa detik kemudian mereka sampai. Mereka langsung keluar dan masuk ke ruangan VVIP.

Ketika masuk ruangan itu, Dewa sangat terkejut. Banyak pria berjas sudah berada disana. Nona melirik Dewa dan mengisyaratkan untuk duduk disebelahnya.

"Ada apa ini? Aku takut," bisik Dewa.

"Tidak apa-apa, kita hanya makan siang bersama."

Nona melirik dasi Dewa yang berantakan, ia segera membenarkannya. Dia ingin terlihat manis didepan semua orang. Dewa melirik Nona dan Nona tersipu malu sampai tidak sadar jika dasi yang dibenarkannya mencekik leher Dewa.

"Uhuk... uhuk...," Dewa terbatuk.

Nona langsung sadar dan menurunkan dasi itu. Semua orang melihat kearah mereka dan Dewa berdehem.

"Eheeem..."

Nona kembali ke posisi duduknya dengan benar, ia nampak malu.

Dewa langsung menggenggam tangan Nona yang diatas meja membuat Nona terkejut.

"Biar terlihat romantis," bisik Dewa.

Setelah itu acara makan siang dimulai, Dewa heran kenapa satu keluarga besar itu hanya terdiam dan dingin satu sama lain seperti tidak punya roh. Dewa melirik ketiga kakak Nona yang tampan dan berwiibawa tetapi tidak ada diantara mereka yang saling berbicara.

Keluarga aneh.

Makanan mewah dan berkelas di hidangkan, untuk makanan pertama adalah steak sapi dengan daging kualitas terbaik.

Kecil sekali dagingnya? Mana kenyang?

Nona dengan sigap melepas genggaman Dewa dan mulai mengambil pisau dan garpu. Dia memotong dengan perlahan. dan nampak berkelas.

Dewa nampak ragu untuk makan, ia mengambil garpu disamping piringnya tetapi tangannya yang licin membuat garpu itu terjatuh dilantai dan menimbulkan suara yang nyaring.

Semua orang memperhatikannya. Dewa dengan sigap mengambil garpu itu tetapi saat akan menunduk kepalanya terbentur meja.

Duuuuk..

"Aaaw..."

Dewa tidak menghiraukan rasa sakitnya, ia menunduk lagi mengambil garpu itu tetapi saat kepalanya naik keatas dia terbentur meja lagi.

Duuuuk...

Dia menghela nafas lalu melihat disekelilingnya yang memperhatikannya dengan tatapan dingin.

Seketika Nona menarik garpunya dan menggantinya dengan yang baru.

"Makanlah dengan tenang!" ucap Nona.

Dewa mengambil garpu barunya, ia melirik cara makan Nona. Dewa mencobanya tetapi daging itu susah diiris mengunakan pisau. Dewa tidak sabar, ia mengambil daging secuil itu dengan tangan lalu melahapnya sekali kunyah.

"Nona, tidak ada nasi? Aku lapar sekali," ucap Dewa.

"Tidak ada."

Dewa menelan ludah padahal dirinya teramat lapar karena sudah bekerja setengah hari ini. Alamat, dia harus menahan lapar lagi sampai malam.

Dewa hanya melamun saat mereka sedang menikmati secuil daging masing-masing. Dewa heran, apakah cara makan orang kaya seperti itu? Terkesan pelit dam irit.

Kruyuuuuk...

Perut Dewa berbunyi dengan keras, semua orang memandangnya. Arsel yang sedari tadi berdiri dibelakang Nona ingin segera menyeret Dewa di perjamuan makan itu.

"Masih lapar?" tanya Nona pelan.

Dewa menggelengkan kepala, dia malu untuk mengakuinya.

"Pelayan, tolong bawakan nasi untuk suamiku!" ucap Nona.

"Baik, Nona."

Kupikir Nona egois ternyata dia masih perhatian denganku.

Ibu Nona memandang Dewa dengan tidak suka bahkan dia sempat tidak merestui pernikahan mereka.

"Ayahmu masih menjadi tukang kebun rumah Bara?" tanya Ibu seolah ingin menjatuhkan Dewa.

Bara adalah anak pertamanya dan sudah berkeluarga. Dia pria yang hebat karena bisa menaklukkan pasar

"Masih, bu," jawab Dewa sopan.

"Ibumu masih..."

"Cukup, bu! Tidak baik berbicara saat makan," ucap Nona.

Dewa merasa Ibu mertuanya sengaja menanyakan hal itu didepan para anak-anaknya yang sudah sukses. Sedangkan dirinya hanya bocah yang baru lulus sekolah yang belum sukses dan mapan.

"Ibu hanya bertanya kepada menantu kecilku, apakah salah?" tanya Ibu.

"Tidak salah, ibu. Memang ayah saya masih bekerja sebagai tukang kebun di rumah Bara," ucap Dewa.

Ibu tersenyum tetapi senyumannya seakan mengejek. Dewa hanya bisa bersabar dan berusaha untuk membalas senyuman.

Terpopuler

Comments

Izaaz Abyan Akmal

Izaaz Abyan Akmal

ini bisa di jadikan pelajaran buat semua pembaca

2023-03-04

0

U. Boy

U. Boy

nwahahahah

2022-09-08

0

Aya Vivemyangel

Aya Vivemyangel

😂😂😂😂😂 astaghfirullah ngakak 😂😂😂

2022-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Prolog
2 Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3 Bab 3 : Catatan kegiatan?
4 Bab 4 : Sakit Perut?
5 Bab 5 : Saling jual mahal?
6 Bab 6 : Pekerjaan
7 Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8 Bab 8 : Restoran
9 Bab 9 : Perkara gas elpiji
10 Bab 10 : Perhatian?
11 Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12 Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13 Bab 13 : First kiss
14 Bab 14 : Nona kecewa
15 Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16 Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17 Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18 Bab 18 : Ambisi
19 Bab 19 : Mulai suka
20 Bab 20 : Siang berkeringat
21 Bab 21 : Terlihat gembel
22 Bab 22 : Perhatian
23 Bab 23 : Romantisnya
24 Bab 24 : Zalina
25 Bab 25 : Gugatan
26 Bab 26 : Keluarga serakah
27 Bab 27 : Pengambilan ijazah
28 Bab 28 : Makan bersama
29 Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30 Bab 30 : Kemesraan
31 Bab 31 : Saling mencintai
32 Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33 Bab 33 : Tertabrak
34 Bab 34 : Terfitnah
35 Bab 35 : Kebijakan Dewa
36 Bab 36 : Berkemas
37 Bab 37 : Sarah marah
38 Bab 38 : Nona cemburu
39 Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40 Bab 40 : Sarah
41 Bab 41 : Pulang ke rumah
42 FIX, ini visualnya
43 Bab 42 : Nona dan Bara
44 Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45 Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46 Bab 45 : Nona mulai was-was
47 Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48 Bab 47 : Sarah
49 Bab 48 : Mandi syahdu
50 Bab 49 : Dekapan Bara
51 Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52 Bab 51 : Penyesalan
53 Bab 52 : Predator
54 Bab 53 : Kesedihan Bara
55 Bab 54 : Proses Revisi
56 Bab 55 : Proses Revisi
57 Bab 56 : Semua mengetahui
58 Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59 Bab 58 : Tetangga
60 Bab 59 : Pingsan
61 Bab 60 : Meninggal
62 Bab 61 : Grup Chat
63 Bab 62 : Lamunan Dewa
64 Bab 63 : Apotek
65 Bab 64 : Kesialan
66 Bab 65 : Akhirnya
67 Bab 66 : Trauma Elara
68 Bab 67 : Isi hati
69 Bab 68 : Ungkapan Bara
70 Bab 69 : Dewa terjebak
71 Bab 70 : Kesedihan Bara
72 Bab 71 : Ternyata
73 Bab 72 : Cuci mobil
74 Bab 73 : Menyesali
75 Bab 74 : Jadian
76 Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77 Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Bab 77 : Kembar
79 Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80 Bab 79 : Skizofrenia
81 Bab 80 : Pingsan dua kali
82 Bab 81 : Jepit rambut
83 Bab 82 : Mengelak
84 Bab 83 : Nagara
85 Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86 Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87 Bab 86 : Malam kelabu
88 Bab 87 : Terfitnah
89 Bab 88 : Cengeng
90 Bab 89 : Kejujuran
91 Bab 90 : Permintaan Nona
92 Bab 91 : Keposesifan
93 Bab 92 : Toko online
94 Bab 93 : Arsel meminta maaf
95 Bab 94 : Detektif Nagara
96 Bab 95 : Keponakan
97 Bab 96 : Alisa
98 Bab 97 : Kebenaran
99 Bab 98 : Maaf
100 Skip
101 Bab 99 : Beberes gudang
102 Bab 100 : Satu ronde saja
103 Bab 101 : Naik helikopter
104 Bab 102 : Nona Dewa
105 Bab 103 : Kesuksesan
106 Bab 104 : Bocah
107 Bab 105 : Menantu tak dianggap
108 Bab 106 : Pertengkaran
109 Bab 107 : Pembalasan
110 Bab 108 : Hamil?
111 Bab 109 : Nikah
112 Bab 110 : Cemburu
113 Bab 111 : Penganiayaan?
114 Bab 112 : Sebenarnya?
115 Bab 113 : Main hujan
116 Bab 114 : Dewa Arga
117 Bab 115 : Menuju akhir
118 Novel baru ZIAN & ELARA
119 Bab 116 : Menuju akhir 2
120 Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121 Bonus Chapter
122 Bonus Chapter
123 Bonus Chapter
124 Bonus Chapter Terakhir
125 SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126 Season 2 - Bab 2
127 Season 2 - Bab 3
128 Season 2 : Bab 4
129 Season 2 : Bab 5
130 Season 2 : Bab 6
131 Season 2 : Bab 7
132 Season 2 : Bab 8
133 Season 2 : Bab 9
134 Season 2 : Bab 10
135 Season 2 : TAMAT
136 Novel Baru
137 Bonus chapter : Arsel & Mona
138 Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139 Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140 Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141 Nih ....
142 Promo novel baru
143 Promosi novel
144 Novel baru
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Bab 1 : Prolog
2
Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3
Bab 3 : Catatan kegiatan?
4
Bab 4 : Sakit Perut?
5
Bab 5 : Saling jual mahal?
6
Bab 6 : Pekerjaan
7
Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8
Bab 8 : Restoran
9
Bab 9 : Perkara gas elpiji
10
Bab 10 : Perhatian?
11
Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12
Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13
Bab 13 : First kiss
14
Bab 14 : Nona kecewa
15
Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16
Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17
Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18
Bab 18 : Ambisi
19
Bab 19 : Mulai suka
20
Bab 20 : Siang berkeringat
21
Bab 21 : Terlihat gembel
22
Bab 22 : Perhatian
23
Bab 23 : Romantisnya
24
Bab 24 : Zalina
25
Bab 25 : Gugatan
26
Bab 26 : Keluarga serakah
27
Bab 27 : Pengambilan ijazah
28
Bab 28 : Makan bersama
29
Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30
Bab 30 : Kemesraan
31
Bab 31 : Saling mencintai
32
Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33
Bab 33 : Tertabrak
34
Bab 34 : Terfitnah
35
Bab 35 : Kebijakan Dewa
36
Bab 36 : Berkemas
37
Bab 37 : Sarah marah
38
Bab 38 : Nona cemburu
39
Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40
Bab 40 : Sarah
41
Bab 41 : Pulang ke rumah
42
FIX, ini visualnya
43
Bab 42 : Nona dan Bara
44
Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45
Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46
Bab 45 : Nona mulai was-was
47
Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48
Bab 47 : Sarah
49
Bab 48 : Mandi syahdu
50
Bab 49 : Dekapan Bara
51
Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52
Bab 51 : Penyesalan
53
Bab 52 : Predator
54
Bab 53 : Kesedihan Bara
55
Bab 54 : Proses Revisi
56
Bab 55 : Proses Revisi
57
Bab 56 : Semua mengetahui
58
Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59
Bab 58 : Tetangga
60
Bab 59 : Pingsan
61
Bab 60 : Meninggal
62
Bab 61 : Grup Chat
63
Bab 62 : Lamunan Dewa
64
Bab 63 : Apotek
65
Bab 64 : Kesialan
66
Bab 65 : Akhirnya
67
Bab 66 : Trauma Elara
68
Bab 67 : Isi hati
69
Bab 68 : Ungkapan Bara
70
Bab 69 : Dewa terjebak
71
Bab 70 : Kesedihan Bara
72
Bab 71 : Ternyata
73
Bab 72 : Cuci mobil
74
Bab 73 : Menyesali
75
Bab 74 : Jadian
76
Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77
Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Bab 77 : Kembar
79
Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80
Bab 79 : Skizofrenia
81
Bab 80 : Pingsan dua kali
82
Bab 81 : Jepit rambut
83
Bab 82 : Mengelak
84
Bab 83 : Nagara
85
Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86
Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87
Bab 86 : Malam kelabu
88
Bab 87 : Terfitnah
89
Bab 88 : Cengeng
90
Bab 89 : Kejujuran
91
Bab 90 : Permintaan Nona
92
Bab 91 : Keposesifan
93
Bab 92 : Toko online
94
Bab 93 : Arsel meminta maaf
95
Bab 94 : Detektif Nagara
96
Bab 95 : Keponakan
97
Bab 96 : Alisa
98
Bab 97 : Kebenaran
99
Bab 98 : Maaf
100
Skip
101
Bab 99 : Beberes gudang
102
Bab 100 : Satu ronde saja
103
Bab 101 : Naik helikopter
104
Bab 102 : Nona Dewa
105
Bab 103 : Kesuksesan
106
Bab 104 : Bocah
107
Bab 105 : Menantu tak dianggap
108
Bab 106 : Pertengkaran
109
Bab 107 : Pembalasan
110
Bab 108 : Hamil?
111
Bab 109 : Nikah
112
Bab 110 : Cemburu
113
Bab 111 : Penganiayaan?
114
Bab 112 : Sebenarnya?
115
Bab 113 : Main hujan
116
Bab 114 : Dewa Arga
117
Bab 115 : Menuju akhir
118
Novel baru ZIAN & ELARA
119
Bab 116 : Menuju akhir 2
120
Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121
Bonus Chapter
122
Bonus Chapter
123
Bonus Chapter
124
Bonus Chapter Terakhir
125
SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126
Season 2 - Bab 2
127
Season 2 - Bab 3
128
Season 2 : Bab 4
129
Season 2 : Bab 5
130
Season 2 : Bab 6
131
Season 2 : Bab 7
132
Season 2 : Bab 8
133
Season 2 : Bab 9
134
Season 2 : Bab 10
135
Season 2 : TAMAT
136
Novel Baru
137
Bonus chapter : Arsel & Mona
138
Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139
Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140
Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141
Nih ....
142
Promo novel baru
143
Promosi novel
144
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!