Bab 2 : Dipenuhi orang aneh

Aku seorang Dewa tampan dan maco harus memakai piyama pink bermotif hello kitty?

"Apa tidak ada baju lain?" tanya Dewa.

"Tidak ada, jika tidak mau lebih baik telanjang saja."

Dewa melepas handuk yang terlilit dipinggangnya. Nona berteriak keras dan menyuruh Dewa untuk memakainya lagi.

"Kau sungguh gila. Kenapa melepas handukmu didepanku?"

"Nona bilang jika aku telanjang saja jika aku tidak mau memakai baju ini. Ya aku pilih telanjang saja," jawab Dewa santai.

Nona mendengus, ia meraih ponselnya dan menelpon Arsel untuk membawakan beberapa baju dan celana untuk bocah mengesalkan itu.

"Apa kau lihat-lihat?" tanya Nona sambil menutup telponnya.

Dewa berdecih, sedangkan Nona memalingkan wajah karena melihat roti sobek milik Dewa. Walaupun Dewa masih bocah tetapi dia memiliki bentuk tubuh yang bagus dikarenakan dia pemain basket andalan sekolahnya.

Setengah jam kemudian,

Arsel membawa sekantong pakaian untuk Dewa. Dewa langsung memakainya di kamar mandi. Sedangkan Arsel masih menatap Nona.

"Sepertinya bocah itu sangat merepotkan Nona?" tanya Arsel.

"Ya, wajar saja dia masih ABG. Sudah sana keluar!"

"Baik, Nona."

Beberapa menit kemudian, Dewa keluar dari kamar mandi sambil mengelap rambutnya yang masih basah. Nona memalingkan wajah, ia tidak ingin tahu jika ia mengagumi ketampanan Dewa.

Hoaaaam...

Dewa menguap dan langsung merebahkan dirinya diranjang besar itu tetapi Nona yang didepannya langsung menendang pantatnya.

GUBRAAAK...

"Aahhh... Kenapa Nona mendorongku?" tanya Dewa.

"Siapa yang menyuruhmu tidur disini?"

"Lalu?"

"Tempatmu tidur disofa," ucap Nona.

Dewa mendengus kesal lalu segera merebahkan dirinya disofa. Acara seharian ini membuat mereka lelah sampai melewatkan malam pertama uhuy-uhuy.

Keesokan harinya.

Sinar mentari menyerempet mata Dewa, bocah tampan itu mengecek matanya. Dia menyipitkan mata tatkala melihat Nona sedang dipakaikan pakaian dan aksesoris rambut.

Cih... Sungguh Tuan Putri. Jangan-jangan pakai ****** ***** saja dipakaikan pelayannya. Batin Dewa sambil menahan tawa.

Ponsel Dewa berdering, ia mendapat pesan dari temannya.

Jo

Bro, hari ini cap 3 badak. Eh maksudku cap 3 jempol.

Dewa

Cap tiga jari maksudmu?

Jo

Tul,

Dewa

Oke

Dewa bangun dari sofa lalu masuk ke kamar mandi sedangkan kini Nona sedang dipakaikan sepatu oleh pelayannya. Nona menyuruh pelayan pria untuk datang ke kamarnya.

"Panggilkan Mas Supri kemari!"

"Baik, Nona."

Setelah beberapa menit, pelayan yang berkulit sawo matang ini datang ke kamar Nona, dia langsung menunduk hormat.

"Tolong mandikan, Dewa! Buat badan dekilnya menjadi bersih dan kau juga harus melulurinya," ucap Nona.

"Siap, Nona."

Mas Supri lansung masuk ke kamar mandi yang ternyata tidak dikunci. Dia melihat Dewa sedang jongkok di WC duduk.

"Arrgh... Siapa kau? Pergi sana! Menganggu orang setor saja," ucap Dewa panik.

Mas Supri yang berwajah dingin menaikkan alisnya. "Tuan Muda, anda harus duduk bukannya berjongkok di toilet duduk," ucap Mas Supri.

"Siapa yang kau panggil Tuan Muda? Huh... Toilet ini sungguh tidak asyik. Kami orang miskin jika tidak mendengar bunyi pluung dari WC seperti kurang afdol," ucap Dewa.

Dewa menaikkan celananya dan mendorong Mas Supri untuk keluar. "Sepertinya orang-orang disini tidak normal semua," ucap Dewa.

"Saya hanya mengikuti perintah Nona untuk memandikan anda."

"Apa kau bilang? Huh... Menjijikan sekali. Sudah sana keluar, aku bisa mandi sendiri," ucap Dewa sambil mendorong Mas Supri keluar dan menutup pintu dengan kuat.

BRAAAK...

Nona sedikit terkejut, Mas Supri langsung bersujud didepan Nona. Dia merasa gagal memandikan Nona.

"Sudahlah, kau boleh keluar."

"Baik, Nona." Mas Supri merasa terharu dengan kebaikan Nonanya. Dia langsung keluar dari kamar Nona.

15 menit kemudian.

Di meja makan, sudah tersedia sarapan. Nona sangat anggun mengunyah semua makanan itu. Terlihat Arsel berdiri dibelakang Nona seperti patung. Dia adalah sekertaris Nona yang dingin serta kejam.

Disaat bersamaan, Dewa datang sudah menenteng tas dan menggunakan seragam sekolah. Pelayan menarik kursi untuk Dewa.

"Silahkan duduk, tuan."

Dewa sedikit risih dengan sebutan tuan. Dia lalu segera duduk berseberangan dengan istrinya yang sedang makan dalam diam.

Dewa melihat Arsel memasang wajah tidak suka kepadanya. Tatapan Arsel seolah penuh ancaman.

"Kenapa kau memakai seragam sekolah?" tanya Nona.

"Aku harus ke sekolah untuk cap 3 jari. Kenapa Nona memakai pakaian rapi?"

Nona mengambil gelas lalu Arsel menuangkan air putih untuk Nona. "Hari ini aku ke kantor sebentar. Ada sesuatu yang harus kuurus."

Nona meminum air putih, Dewa memandangnya heran. Segitunya cara orang kaya minum segelas air putih? Tampak berkelas dan elegan.

Pelayan meletakkan piring di depan Dewa, mereka menaruh selembar roti dan memberinya selai. Pelayan lain juga memberikan Dewa segelas susu hangat.

Kenapa si Arsel memandangiku seperti itu? Dirumah ini memang tidak ada yang normal.

"Jangan hanya berbicara didalam hati!" ucap Arsel membuat Dewa terkejut lalu tersedak.

Tatapan Arsel semakin tajam. Nona segera mencairkan suasana.

"Arsel, kau harus lebih sopan dengan majikanmu. Dewa adalah majikan barumu," ucap Nona.

Tatapan Arsel melunak, ia langsung memalingkan wajah.

Nona langsung terbangun dari kursinya. Dengan sigap Arsel membawakan tasnya.

"Aku akan berangkat ke kantor sekarang. Aku harap sebelum aku pulang kau sudah berada dirumah," ucap Nona.

Ekor mata Dewa mengikuti setiap langkah istrinya pergi. Dia mendengus dan menyantap roti yang berada di depannya.

Setelah selesai sarapan, ia segera meraih tasnya dan pergi berangkat sekolah.

"Tuan muda, mulai sekarang saya menjadi supir pribadi anda," ucap Mas Supri.

"Jangan memanggilku tuan muda! Aku hanya cowok murahan yang dijual oleh orang tuaku sendiri," ucap Dewa kesal.

"Tapi tuan..."

"Pergi sana! Urusi urusanmu sendiri!" bentak Dewa.

******

Setelah melakukan cap 3 jari. Dia langsung pulang dengan teman dekatnya sebut saja Jojo. Mereka berjalan kaki menuju jalan raya. Sekolah mereka masuk gang cukup jauh membuatnya harus berjalan kaki setiap pulang dan pergi dari sekolahnya.

"Cong, mau kerja dimana?" tanya Jojo kepada Dewa.

"Gak tau."

"Pengangguran nambah lagi," ejek Jojo.

Jojo, anak yang banyak tingkah itu melihat segerombolan mangga muda milik warga. Dia melihat batu didepannya lalu tersenyum menyeringai.

"Jangan aneh-aneh!" ucap Dewa yang bisa menebak pikiran konyol temannya.

"Tenang saja!"

Jojo mengambil batu dan dengan percaya diri melempar ke gerombolan mangga muda itu tetapi meleset.

Dewa mengendus seolah mengejek, ia menepuk dadanya untuk menyombongkan diri jika ia bisa menjatuhkan mangga itu sekali timpuk dengan batu.

Dewa mengambil batu, ia mundur dan dengan percaya diri melempar batu itu dengan kuat lalu.

"Aaaawwwww... Siapa yang melempar batu ini?" tanya bapak-bapak.

Dewa dan Jojo terkejut, disaat bersamaan si bapak yang membawa anjing menyuruh anjingnya mengejar bocah nakal itu. Dewa dan Joko lari terbirit-birit.

GUK.. GUK.. GUK..

Dalam keadaan ngos-ngosan mereka masih saja berdebat dan menyalahkan satu sama lain.

"Bodoh kau, cong!" ucap Jojo.

"Kampret! Itu salahmu," jawab Dewa.

Dewa dan Jojo langsung naik ke angkot yang lewat didepannya. Joko langsung menjulurkan lidah mengejek anjing yang sudah tidak lagi mengejarnya.

Nafas mereka terengah-engah didalam angkot yang sesak itu.

Terpopuler

Comments

Safei

Safei

lemot

2024-06-18

0

Lee yeon seinaa

Lee yeon seinaa

bener bener dewa konyoll

2023-11-26

1

Tuthy Dzaky Syarif

Tuthy Dzaky Syarif

mampir yg K2 kli

2023-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Prolog
2 Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3 Bab 3 : Catatan kegiatan?
4 Bab 4 : Sakit Perut?
5 Bab 5 : Saling jual mahal?
6 Bab 6 : Pekerjaan
7 Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8 Bab 8 : Restoran
9 Bab 9 : Perkara gas elpiji
10 Bab 10 : Perhatian?
11 Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12 Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13 Bab 13 : First kiss
14 Bab 14 : Nona kecewa
15 Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16 Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17 Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18 Bab 18 : Ambisi
19 Bab 19 : Mulai suka
20 Bab 20 : Siang berkeringat
21 Bab 21 : Terlihat gembel
22 Bab 22 : Perhatian
23 Bab 23 : Romantisnya
24 Bab 24 : Zalina
25 Bab 25 : Gugatan
26 Bab 26 : Keluarga serakah
27 Bab 27 : Pengambilan ijazah
28 Bab 28 : Makan bersama
29 Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30 Bab 30 : Kemesraan
31 Bab 31 : Saling mencintai
32 Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33 Bab 33 : Tertabrak
34 Bab 34 : Terfitnah
35 Bab 35 : Kebijakan Dewa
36 Bab 36 : Berkemas
37 Bab 37 : Sarah marah
38 Bab 38 : Nona cemburu
39 Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40 Bab 40 : Sarah
41 Bab 41 : Pulang ke rumah
42 FIX, ini visualnya
43 Bab 42 : Nona dan Bara
44 Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45 Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46 Bab 45 : Nona mulai was-was
47 Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48 Bab 47 : Sarah
49 Bab 48 : Mandi syahdu
50 Bab 49 : Dekapan Bara
51 Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52 Bab 51 : Penyesalan
53 Bab 52 : Predator
54 Bab 53 : Kesedihan Bara
55 Bab 54 : Proses Revisi
56 Bab 55 : Proses Revisi
57 Bab 56 : Semua mengetahui
58 Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59 Bab 58 : Tetangga
60 Bab 59 : Pingsan
61 Bab 60 : Meninggal
62 Bab 61 : Grup Chat
63 Bab 62 : Lamunan Dewa
64 Bab 63 : Apotek
65 Bab 64 : Kesialan
66 Bab 65 : Akhirnya
67 Bab 66 : Trauma Elara
68 Bab 67 : Isi hati
69 Bab 68 : Ungkapan Bara
70 Bab 69 : Dewa terjebak
71 Bab 70 : Kesedihan Bara
72 Bab 71 : Ternyata
73 Bab 72 : Cuci mobil
74 Bab 73 : Menyesali
75 Bab 74 : Jadian
76 Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77 Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Bab 77 : Kembar
79 Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80 Bab 79 : Skizofrenia
81 Bab 80 : Pingsan dua kali
82 Bab 81 : Jepit rambut
83 Bab 82 : Mengelak
84 Bab 83 : Nagara
85 Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86 Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87 Bab 86 : Malam kelabu
88 Bab 87 : Terfitnah
89 Bab 88 : Cengeng
90 Bab 89 : Kejujuran
91 Bab 90 : Permintaan Nona
92 Bab 91 : Keposesifan
93 Bab 92 : Toko online
94 Bab 93 : Arsel meminta maaf
95 Bab 94 : Detektif Nagara
96 Bab 95 : Keponakan
97 Bab 96 : Alisa
98 Bab 97 : Kebenaran
99 Bab 98 : Maaf
100 Skip
101 Bab 99 : Beberes gudang
102 Bab 100 : Satu ronde saja
103 Bab 101 : Naik helikopter
104 Bab 102 : Nona Dewa
105 Bab 103 : Kesuksesan
106 Bab 104 : Bocah
107 Bab 105 : Menantu tak dianggap
108 Bab 106 : Pertengkaran
109 Bab 107 : Pembalasan
110 Bab 108 : Hamil?
111 Bab 109 : Nikah
112 Bab 110 : Cemburu
113 Bab 111 : Penganiayaan?
114 Bab 112 : Sebenarnya?
115 Bab 113 : Main hujan
116 Bab 114 : Dewa Arga
117 Bab 115 : Menuju akhir
118 Novel baru ZIAN & ELARA
119 Bab 116 : Menuju akhir 2
120 Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121 Bonus Chapter
122 Bonus Chapter
123 Bonus Chapter
124 Bonus Chapter Terakhir
125 SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126 Season 2 - Bab 2
127 Season 2 - Bab 3
128 Season 2 : Bab 4
129 Season 2 : Bab 5
130 Season 2 : Bab 6
131 Season 2 : Bab 7
132 Season 2 : Bab 8
133 Season 2 : Bab 9
134 Season 2 : Bab 10
135 Season 2 : TAMAT
136 Novel Baru
137 Bonus chapter : Arsel & Mona
138 Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139 Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140 Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141 Nih ....
142 Promo novel baru
143 Promosi novel
144 Novel baru
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Bab 1 : Prolog
2
Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3
Bab 3 : Catatan kegiatan?
4
Bab 4 : Sakit Perut?
5
Bab 5 : Saling jual mahal?
6
Bab 6 : Pekerjaan
7
Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8
Bab 8 : Restoran
9
Bab 9 : Perkara gas elpiji
10
Bab 10 : Perhatian?
11
Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12
Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13
Bab 13 : First kiss
14
Bab 14 : Nona kecewa
15
Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16
Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17
Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18
Bab 18 : Ambisi
19
Bab 19 : Mulai suka
20
Bab 20 : Siang berkeringat
21
Bab 21 : Terlihat gembel
22
Bab 22 : Perhatian
23
Bab 23 : Romantisnya
24
Bab 24 : Zalina
25
Bab 25 : Gugatan
26
Bab 26 : Keluarga serakah
27
Bab 27 : Pengambilan ijazah
28
Bab 28 : Makan bersama
29
Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30
Bab 30 : Kemesraan
31
Bab 31 : Saling mencintai
32
Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33
Bab 33 : Tertabrak
34
Bab 34 : Terfitnah
35
Bab 35 : Kebijakan Dewa
36
Bab 36 : Berkemas
37
Bab 37 : Sarah marah
38
Bab 38 : Nona cemburu
39
Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40
Bab 40 : Sarah
41
Bab 41 : Pulang ke rumah
42
FIX, ini visualnya
43
Bab 42 : Nona dan Bara
44
Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45
Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46
Bab 45 : Nona mulai was-was
47
Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48
Bab 47 : Sarah
49
Bab 48 : Mandi syahdu
50
Bab 49 : Dekapan Bara
51
Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52
Bab 51 : Penyesalan
53
Bab 52 : Predator
54
Bab 53 : Kesedihan Bara
55
Bab 54 : Proses Revisi
56
Bab 55 : Proses Revisi
57
Bab 56 : Semua mengetahui
58
Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59
Bab 58 : Tetangga
60
Bab 59 : Pingsan
61
Bab 60 : Meninggal
62
Bab 61 : Grup Chat
63
Bab 62 : Lamunan Dewa
64
Bab 63 : Apotek
65
Bab 64 : Kesialan
66
Bab 65 : Akhirnya
67
Bab 66 : Trauma Elara
68
Bab 67 : Isi hati
69
Bab 68 : Ungkapan Bara
70
Bab 69 : Dewa terjebak
71
Bab 70 : Kesedihan Bara
72
Bab 71 : Ternyata
73
Bab 72 : Cuci mobil
74
Bab 73 : Menyesali
75
Bab 74 : Jadian
76
Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77
Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Bab 77 : Kembar
79
Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80
Bab 79 : Skizofrenia
81
Bab 80 : Pingsan dua kali
82
Bab 81 : Jepit rambut
83
Bab 82 : Mengelak
84
Bab 83 : Nagara
85
Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86
Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87
Bab 86 : Malam kelabu
88
Bab 87 : Terfitnah
89
Bab 88 : Cengeng
90
Bab 89 : Kejujuran
91
Bab 90 : Permintaan Nona
92
Bab 91 : Keposesifan
93
Bab 92 : Toko online
94
Bab 93 : Arsel meminta maaf
95
Bab 94 : Detektif Nagara
96
Bab 95 : Keponakan
97
Bab 96 : Alisa
98
Bab 97 : Kebenaran
99
Bab 98 : Maaf
100
Skip
101
Bab 99 : Beberes gudang
102
Bab 100 : Satu ronde saja
103
Bab 101 : Naik helikopter
104
Bab 102 : Nona Dewa
105
Bab 103 : Kesuksesan
106
Bab 104 : Bocah
107
Bab 105 : Menantu tak dianggap
108
Bab 106 : Pertengkaran
109
Bab 107 : Pembalasan
110
Bab 108 : Hamil?
111
Bab 109 : Nikah
112
Bab 110 : Cemburu
113
Bab 111 : Penganiayaan?
114
Bab 112 : Sebenarnya?
115
Bab 113 : Main hujan
116
Bab 114 : Dewa Arga
117
Bab 115 : Menuju akhir
118
Novel baru ZIAN & ELARA
119
Bab 116 : Menuju akhir 2
120
Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121
Bonus Chapter
122
Bonus Chapter
123
Bonus Chapter
124
Bonus Chapter Terakhir
125
SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126
Season 2 - Bab 2
127
Season 2 - Bab 3
128
Season 2 : Bab 4
129
Season 2 : Bab 5
130
Season 2 : Bab 6
131
Season 2 : Bab 7
132
Season 2 : Bab 8
133
Season 2 : Bab 9
134
Season 2 : Bab 10
135
Season 2 : TAMAT
136
Novel Baru
137
Bonus chapter : Arsel & Mona
138
Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139
Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140
Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141
Nih ....
142
Promo novel baru
143
Promosi novel
144
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!