Bab 7 : Pekerjaan Dewa

Dewa terus saja menghela nafas, ia turun dan menaiki lift dan terus-terusan kesal ketika

mengingat ucapan istrinya. Ucapan Nona tadi memang terkesan meremehkan Dewa.

Dia pikir hanya dia saja yang bisa mencari  uang? Dia beruntung karena

keturunan orang kaya.

Dewa keluar dari lift, ia berjalan keluar dengan wajah  ditekuk dan suram.  Dia sampai berjalan tidak memperhatikan langkah dan menabrak pria tidak asing didepannya.

“Kau punya mata atau tidak?” tanya pria itu yang ternyata Tuan Altaf.

“Maaf.”

“Oh aku ingat jika kau anak pembantu di rumah Nona? Benarkan? Aku tidak salah lihat.”

Yang kau anggap anak pembantu ini

sudah menjadi suami sah Nona. Walaupun suami kontrak aku tetap halal untuk Nona.

“Sudahlah, tidak penting juga aku mengurusi debu sepertimu,” ucap Tuan Altaf mengejek.

Tuan Altaf menuju lift dan melewati Dewa tetapi Dewa langsung menyandungnya sehingga Tuan Altaf terjatuh dan menabrak pot bunga besar. Dewa melihatnya sambil terbahak-bahak.

“Wahahhaha... Enakkan nyungsep? Wahahaha...”

Dewa langsung menepuk pantatnya seolah mengejek Tuan Altaf yang begitu geram dan bercampur malu apalagi para pegawai yang ada di kantor itu meliriknya. Dewa berlari sebelum Tuan Altaf membalasnya.

Setelah menjauh dari gedung kantor milik Nona, Dewa mengontrol nafasnya. Dia cukup puas mengerjai pria yang sok itu. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dewa segera mengangkatnya dan ternyata dari Nisa.

“Dewa? Gak jadi melamar?” tanya Nisa.

“Apakah masih bisa, Nis? Maaf aku mendadak ada urusan jadi tidak bisa tepat waktu untuk ke restoranmu,” ucap Dewa melalui panggilan telepon.

“Oke gapapa. Papa ku minta hari ini kau mulai bekerja. Jadi gak usah bawa lamaran dan langsung kerja aja.”

“Papamu gak marah? Aku datang terlambat?” tanya Dewa.

“Iya gak masalah. Yang penting hari ini datang.”

Dewa berterima kasih karena masih diberi kesempatan. Dia berjanjin selama bekerja di restoran Papa Nisa, ia tidak akan mengecewakan. Apalagi dia sudah pernah menjadi pelayan sebelumnya walaupun hanya sebentar. Dewa meraih sakunya dan mencari keberadaan uangnya tetapi ia lupa jika tidak mempunyai uang sama sekali apalagi restoran Papa Nisa cukup jauh dari ia berdiri sekarang.

Aku gak mungkin meminta uang kepada Nona tapi aku juga tidak punya sepeserpun untuk naik angkot kesana. Apa aku pinjam uang Nisa saja ya buat naik ojek kesana? Tapi gak enak juga, Nisa sudah beri aku pekerjaan masak aku suruh bayarin ongkos ojek juga? Walau entar aku ganti tetapi kesannya gak enak juga.

Disaat bersamaan, sebuah mobil hitam berhenti didepannya. Setelah berhenti ia melihat Mas Supri keluar dari mobil dan melepaskan kacamata nya. Dewa mengerutkan kening melihat Mas Supri yang tebar pesona padahal disekitar sana hanya ada dirinya seorang.

“Hallo tuan muda, pasti nungguin saya?” tanya Mas Supri.

“Cih.. kepedean!”

“Hahaha... Anda mau kemana? Biar saya antar.”

“Beneran nih?”

“Yadong, anda majikan saya sekarang. Kemanapun anda pergi akan saya antar,” jawab Mas Supri.

Mas Supri keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Dewa. Dewa masuk tetapi na’as kepalanya terbentur atas pintu.

“Eh... tuan muda, anda tidak apa-apa? Ada yang bocor?” tanya mas Supri.

“Hadeh, palingan bentar lagi hilang ingatan,” jawab Dewa sambil mengusap-usap kepalanya.

Setengah badan Mas Supri masuk mobil, ia memegangi kepala Dewa dengan panik. Nona memang memerintahkan untuk menjaga Dewa dan jangan sampai terluka sedikitpun. Disaat bersamaan, beberapa orang melihat mereka dan mengira sedang melakukan adegan tindakan senonoh di dalam mobil. Dewa langsung mendorong  Mas Supri dan ia juga kesal karena pria itu bertindak berlebihan.

“Mereka mengira kita gay, bikin kesal saja.”

“Maaf, tuan muda. Saya hanya memastikan jika anda jangan sampai terluka,’ jawab Mas Supri.

Dewa duduk didalam mobil sambil menaikkan kaki kanannya ke atas kaki kirinya, dia ingin belajar menjadi orang kaya supaya tidak mempermalukan Nona. Dewa melihat kacamata yang menempel dibaju Mas Supri, ia langsung mengambil lalu memakainya.

“Bagaimana? Sudah seperti tuan muda?” tanya Dewa dengan gayanya yang dilebih-lebihkan.

“Mantab, tuan muda.”  Mas Supri mengacungkan 2 jempolnya.

Dewa langsung menyuruh Mas Supri mengantarnya ke restoran. Mas Supri dengan sigap masuk mobil dan melajukan mobilnya.

“Tuan muda mau ke restoran itu ada perlu apa?” tanya Mas Supri.

“Aku ingin melamar pekerjaan.”

Mas Supri menaikkan alisnya. Dia melihat Dewa yang duduk dengan angkuh bak seorang tuan muda melalui kaca spion atas.

“Jadi direktur?” tanya Mas Supri.

“No.”

“Jadi manajer?

“No.”

“Jadi chef?”

“No.”

“Lalu jadi apa?” tanya Mas Supri heran.

“Pelayan.”

Mas Supri mengerem mendadak, ia begitu kaget. Dewa memasang wajah biasa saja, mereka saling berpandangan.

“Jika Nona tau bagaimana?” tanya Mas Supri.

“Tidak ada hubungannya dengan Nona.”

“Nona pasti tidak akan setuju.”

Dewa mendengus, bahkan Nona tidak berhak melarang suaminya sebagai seorang pelayan. Mas Supri lalu memutar balikan mobilnya membuat Dewa kesal. Dia tidak ingin sang tuan bekerja sebagai pelayan.

“Jika kau gak mau mengantar, cepat turunkan aku disini saja!” ucap Dewa.

Mas Supri tetap tidak mau dan Dewa tidak kehabisan akal, ia akan mengancam akan loncat dari mobil jika Mas Supri tidak mau putar balik atau menurunkannya dan akhirnya

Mas Supri mengalah dan memilih mengantarkan sang tuan sampai restoran.

Setelah sampai restoran, Nisa yang sedang membantu pelanggan mencatat makanan hanya terheran saat Dewa turun dari mobil mewah. Dewa langsung masuk ke restoran lalu dihampiri Nisa.

“Mobil siapa itu?” tanya Nisa.

“Itu taksi online, tadi gak sempat naik ojek jadi naik taksi online saja.”

Alasannya kok gak masuk akal, ya? Batin Nisa.

Nisa lalu menyuruh Dewa mulai bekerja, ia mengajari Dewa tugas apa saja yang harus dikerjakan. Dewa langsung paham karena tugasnya cukup mudah hanya menncatat pesanan lalu mengantarkannya dan sesekali mengelap meja. Sedari bekerja, Nisa

terus saja melirik Dewa. Dewa memang tampan dan tinggi membuat Nisa jatuh hati kepada Dewa tetapi ia takut mengungkapkan perasaannya karena minder, sebab mantan pacar Dewa sangat cantik bahkan primadona sekolahan.

“Eh, Sarah sudah gak ngabarin lagi?” tanya Nisa.

“Kami sudah lost kontak, kenapa?”

“Gakpapa, kau masih suka sama dia? Sarah selalu cerita sama temen-temen jika kau gak bisa move on dari dia,” ucap Nisa.

“Cewek mah gitu, cari sensasi padahal aku biasa saja. Yang mengajak putus kan aku bukan dia,” jawab Dewa.

Disisi lain,

Mas Supri melapor kepada Nona jika Dewa bekerja di sebuah restoran, wajah Nona biasa saja. Dia memang suka pria pekerja keras seperti Dewa.

“Apa saya harus menyeretnya kemari, Nona?” tanya Arsel yang sedari tadi mendengar percakapan mereka.

“Tidak perlu, aku ingin melihat suamiku bekerja keras dan tidak bergantung denganku.”

Nona berdiri lalu menatap jendela luar. Dia melihat hari ini sangat cerah, ia tersenyum tipis lalu membalikkan badan.

“Siapkan mobil! Aku ingin makan siang di restoran tempat Dewa bekerja,” ucap Nona.

****

Baca novel otor yang lain.

- Mendadak Menikahi CEO Somplak ( TAMAT )

- Jatuh Cinta Dengan Mafia Kejam (On Going)

- Mendadak Menikah Juna & Zara (TAMAT)

Semuanya bikin NGAKAK, baper, sedih. nano nano deh pokonya.

Terpopuler

Comments

Amethyst

Amethyst

Wkwk kocak🤣

2023-02-25

1

Amethyst

Amethyst

Suka bgt karakternya dewa gokil abis

2023-02-25

0

Edah J

Edah J

pokoknya ceritanya seruuu👍

2023-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Prolog
2 Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3 Bab 3 : Catatan kegiatan?
4 Bab 4 : Sakit Perut?
5 Bab 5 : Saling jual mahal?
6 Bab 6 : Pekerjaan
7 Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8 Bab 8 : Restoran
9 Bab 9 : Perkara gas elpiji
10 Bab 10 : Perhatian?
11 Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12 Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13 Bab 13 : First kiss
14 Bab 14 : Nona kecewa
15 Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16 Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17 Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18 Bab 18 : Ambisi
19 Bab 19 : Mulai suka
20 Bab 20 : Siang berkeringat
21 Bab 21 : Terlihat gembel
22 Bab 22 : Perhatian
23 Bab 23 : Romantisnya
24 Bab 24 : Zalina
25 Bab 25 : Gugatan
26 Bab 26 : Keluarga serakah
27 Bab 27 : Pengambilan ijazah
28 Bab 28 : Makan bersama
29 Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30 Bab 30 : Kemesraan
31 Bab 31 : Saling mencintai
32 Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33 Bab 33 : Tertabrak
34 Bab 34 : Terfitnah
35 Bab 35 : Kebijakan Dewa
36 Bab 36 : Berkemas
37 Bab 37 : Sarah marah
38 Bab 38 : Nona cemburu
39 Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40 Bab 40 : Sarah
41 Bab 41 : Pulang ke rumah
42 FIX, ini visualnya
43 Bab 42 : Nona dan Bara
44 Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45 Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46 Bab 45 : Nona mulai was-was
47 Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48 Bab 47 : Sarah
49 Bab 48 : Mandi syahdu
50 Bab 49 : Dekapan Bara
51 Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52 Bab 51 : Penyesalan
53 Bab 52 : Predator
54 Bab 53 : Kesedihan Bara
55 Bab 54 : Proses Revisi
56 Bab 55 : Proses Revisi
57 Bab 56 : Semua mengetahui
58 Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59 Bab 58 : Tetangga
60 Bab 59 : Pingsan
61 Bab 60 : Meninggal
62 Bab 61 : Grup Chat
63 Bab 62 : Lamunan Dewa
64 Bab 63 : Apotek
65 Bab 64 : Kesialan
66 Bab 65 : Akhirnya
67 Bab 66 : Trauma Elara
68 Bab 67 : Isi hati
69 Bab 68 : Ungkapan Bara
70 Bab 69 : Dewa terjebak
71 Bab 70 : Kesedihan Bara
72 Bab 71 : Ternyata
73 Bab 72 : Cuci mobil
74 Bab 73 : Menyesali
75 Bab 74 : Jadian
76 Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77 Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Bab 77 : Kembar
79 Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80 Bab 79 : Skizofrenia
81 Bab 80 : Pingsan dua kali
82 Bab 81 : Jepit rambut
83 Bab 82 : Mengelak
84 Bab 83 : Nagara
85 Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86 Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87 Bab 86 : Malam kelabu
88 Bab 87 : Terfitnah
89 Bab 88 : Cengeng
90 Bab 89 : Kejujuran
91 Bab 90 : Permintaan Nona
92 Bab 91 : Keposesifan
93 Bab 92 : Toko online
94 Bab 93 : Arsel meminta maaf
95 Bab 94 : Detektif Nagara
96 Bab 95 : Keponakan
97 Bab 96 : Alisa
98 Bab 97 : Kebenaran
99 Bab 98 : Maaf
100 Skip
101 Bab 99 : Beberes gudang
102 Bab 100 : Satu ronde saja
103 Bab 101 : Naik helikopter
104 Bab 102 : Nona Dewa
105 Bab 103 : Kesuksesan
106 Bab 104 : Bocah
107 Bab 105 : Menantu tak dianggap
108 Bab 106 : Pertengkaran
109 Bab 107 : Pembalasan
110 Bab 108 : Hamil?
111 Bab 109 : Nikah
112 Bab 110 : Cemburu
113 Bab 111 : Penganiayaan?
114 Bab 112 : Sebenarnya?
115 Bab 113 : Main hujan
116 Bab 114 : Dewa Arga
117 Bab 115 : Menuju akhir
118 Novel baru ZIAN & ELARA
119 Bab 116 : Menuju akhir 2
120 Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121 Bonus Chapter
122 Bonus Chapter
123 Bonus Chapter
124 Bonus Chapter Terakhir
125 SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126 Season 2 - Bab 2
127 Season 2 - Bab 3
128 Season 2 : Bab 4
129 Season 2 : Bab 5
130 Season 2 : Bab 6
131 Season 2 : Bab 7
132 Season 2 : Bab 8
133 Season 2 : Bab 9
134 Season 2 : Bab 10
135 Season 2 : TAMAT
136 Novel Baru
137 Bonus chapter : Arsel & Mona
138 Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139 Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140 Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141 Nih ....
142 Promo novel baru
143 Promosi novel
144 Novel baru
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Bab 1 : Prolog
2
Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3
Bab 3 : Catatan kegiatan?
4
Bab 4 : Sakit Perut?
5
Bab 5 : Saling jual mahal?
6
Bab 6 : Pekerjaan
7
Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8
Bab 8 : Restoran
9
Bab 9 : Perkara gas elpiji
10
Bab 10 : Perhatian?
11
Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12
Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13
Bab 13 : First kiss
14
Bab 14 : Nona kecewa
15
Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16
Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17
Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18
Bab 18 : Ambisi
19
Bab 19 : Mulai suka
20
Bab 20 : Siang berkeringat
21
Bab 21 : Terlihat gembel
22
Bab 22 : Perhatian
23
Bab 23 : Romantisnya
24
Bab 24 : Zalina
25
Bab 25 : Gugatan
26
Bab 26 : Keluarga serakah
27
Bab 27 : Pengambilan ijazah
28
Bab 28 : Makan bersama
29
Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30
Bab 30 : Kemesraan
31
Bab 31 : Saling mencintai
32
Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33
Bab 33 : Tertabrak
34
Bab 34 : Terfitnah
35
Bab 35 : Kebijakan Dewa
36
Bab 36 : Berkemas
37
Bab 37 : Sarah marah
38
Bab 38 : Nona cemburu
39
Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40
Bab 40 : Sarah
41
Bab 41 : Pulang ke rumah
42
FIX, ini visualnya
43
Bab 42 : Nona dan Bara
44
Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45
Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46
Bab 45 : Nona mulai was-was
47
Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48
Bab 47 : Sarah
49
Bab 48 : Mandi syahdu
50
Bab 49 : Dekapan Bara
51
Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52
Bab 51 : Penyesalan
53
Bab 52 : Predator
54
Bab 53 : Kesedihan Bara
55
Bab 54 : Proses Revisi
56
Bab 55 : Proses Revisi
57
Bab 56 : Semua mengetahui
58
Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59
Bab 58 : Tetangga
60
Bab 59 : Pingsan
61
Bab 60 : Meninggal
62
Bab 61 : Grup Chat
63
Bab 62 : Lamunan Dewa
64
Bab 63 : Apotek
65
Bab 64 : Kesialan
66
Bab 65 : Akhirnya
67
Bab 66 : Trauma Elara
68
Bab 67 : Isi hati
69
Bab 68 : Ungkapan Bara
70
Bab 69 : Dewa terjebak
71
Bab 70 : Kesedihan Bara
72
Bab 71 : Ternyata
73
Bab 72 : Cuci mobil
74
Bab 73 : Menyesali
75
Bab 74 : Jadian
76
Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77
Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Bab 77 : Kembar
79
Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80
Bab 79 : Skizofrenia
81
Bab 80 : Pingsan dua kali
82
Bab 81 : Jepit rambut
83
Bab 82 : Mengelak
84
Bab 83 : Nagara
85
Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86
Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87
Bab 86 : Malam kelabu
88
Bab 87 : Terfitnah
89
Bab 88 : Cengeng
90
Bab 89 : Kejujuran
91
Bab 90 : Permintaan Nona
92
Bab 91 : Keposesifan
93
Bab 92 : Toko online
94
Bab 93 : Arsel meminta maaf
95
Bab 94 : Detektif Nagara
96
Bab 95 : Keponakan
97
Bab 96 : Alisa
98
Bab 97 : Kebenaran
99
Bab 98 : Maaf
100
Skip
101
Bab 99 : Beberes gudang
102
Bab 100 : Satu ronde saja
103
Bab 101 : Naik helikopter
104
Bab 102 : Nona Dewa
105
Bab 103 : Kesuksesan
106
Bab 104 : Bocah
107
Bab 105 : Menantu tak dianggap
108
Bab 106 : Pertengkaran
109
Bab 107 : Pembalasan
110
Bab 108 : Hamil?
111
Bab 109 : Nikah
112
Bab 110 : Cemburu
113
Bab 111 : Penganiayaan?
114
Bab 112 : Sebenarnya?
115
Bab 113 : Main hujan
116
Bab 114 : Dewa Arga
117
Bab 115 : Menuju akhir
118
Novel baru ZIAN & ELARA
119
Bab 116 : Menuju akhir 2
120
Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121
Bonus Chapter
122
Bonus Chapter
123
Bonus Chapter
124
Bonus Chapter Terakhir
125
SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126
Season 2 - Bab 2
127
Season 2 - Bab 3
128
Season 2 : Bab 4
129
Season 2 : Bab 5
130
Season 2 : Bab 6
131
Season 2 : Bab 7
132
Season 2 : Bab 8
133
Season 2 : Bab 9
134
Season 2 : Bab 10
135
Season 2 : TAMAT
136
Novel Baru
137
Bonus chapter : Arsel & Mona
138
Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139
Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140
Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141
Nih ....
142
Promo novel baru
143
Promosi novel
144
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!