Bab 18 : Ambisi

Bara begitu terkejut, Elara langsung menggenggam tangan Dewa tetapi Dewa menepisnya. Nona yang berada disana cukup cemburu. Rupanya memang benar jika Dewa adalah primadona disekolahnya.

"Dewa mumpung ada papaku disini, ayo kita berkencan!" ucap Elara.

Dewa menepis tangan Elara, Bara langsung menarik tangan Elara supaya mendekatinya.

"Wuih... Playboy rupanya?" ucap Bayu menambah suasana menjadi runyam.

"Pah, Dewa adalah orang yang sering aku ceritain. Papa pernah bilang 'kan untuk menuruti semua keinginanku?" ucap Elara.

Bara mengusap wajahnya dengan kasar. Istrinya mencoba menenangkannya. Sepertinya akan ada pertikaian setelah ini. Elara masih bingung dengan sikap orang tuanya yang selalu mendukungnya akan tetapi sekarang seolah tidak mendukungnya sama sekali.

"Ela, kita hanya teman. Tolong jangan berpikiran lebih dari itu!" ucap Dewa dengan halus.

"Kenapa? Aku menyukaimu dan rasanya ingin sampai mati aku harus mendapatkanmu," ucap Elara ambisius.

Sang mama mencoba memberi pengertian jika Dewa sudah menikah dengan tantenya. Elara sangat terkejut, dia memandang tantenya yang duduk dibangku tetapi tidak menatapnya. Elara langsung mendekati Nona dan menggoyang-goyangkan bahu Nona dengan kesal.

"Tante sengaja ya menikah dengan Dewa? Tante tahu 'kan jika Dewa cowok yang aku taksir? Kenapa tante tega denganku? Dasar pedofil!" ucap Elara.

Bara langsung menarik tubuh Elara. Elara menjadi histeris dan mengamuk. Gadis itu memang dikenal ambisius dalam segala hal, orang tuanya langsung membawa keluar.

Dewa tidak menyangka jika teman sekelas yang termasuk lulusan terbaik bersifat menyeramkan seperti itu. Dewa lalu mencoba mendekati Nona tetapi Bagas mencegahnya.

"Kau pulang saja!" ucap Bagas.

"Tidak bisa, keadaan Nona juga masih syok. Aku suami Nona dan harus menjaganya," ucap Dewa.

Bayu dan Bagas berdecih, dia mendorong tubuh Dewa tetapi Nona langsung menarik tangan Dewa.

"Kakak saja yang pulang! Aku ingin disini bersama suamiku," ucap Nona.

Mendengar itu, Dewa semakin senang. Dia duduk disamping Nona sambil menggenggam tangannya dengan erat. Bayu dan Bagas saling berpandangan, mereka memang harus pulang karena juga memiliki keluarga masing-masing. Mereka juga mengajak sang mama untuk pulang tetapi Mama menolak dan memilih menunggu suaminya bersama Dewa dan Nona.

Setelah Bayu dan Bagas pulang, sang mama memilih menunggu didalam ruangan yang merawat suaminya. Sedangkan Nona dan Dewa menunggu didepan ruangan. Mereka saling terdiam di keheningan malam.

Jam terus saja berdetak menggema di ruangan yang sudah sepi itu. Nona terus saja diam mungkin karena syok mengetahui ayahnya tiba-tiba sakit.

"Nona lapar atau haus? Biar aku belikan di kantin?" tanya Dewa.

Nona menggelengkan kepala. Dewa lalu mencoba merangkul Nona dan menyandarkan kepala Nona di dadanya. Dekapan Dewa membuat Nona menjadi lebih tenang. Belaian tangan Dewa di rambut Nona membuatnya semakin terbuai dengan kenyamanan. Aroma tubuh Dewa yang nyaman membuat Nona menjadi mengantuk lalu terlelap dalam mimpi yang indah di dekapan sang suami.

Nafas Nona terdengar teratur, Dewa mengintip sedikit dan benar saja Nona sudah tertidur. Wajah Nona sangat cantik dan elegan saat tengah tidur. Dewa tersenyum lalu mengecup pucuk kepala Nona lalu ikut tertidur bersamanya.

Disisi lain,

Setelah Elara pulang bersama orang tuanya, dia langsung ke kamar dan membantingi apa yang ada didepannya. Dia menjadi seperti orang gila, mama dan papanya mencoba menenangkannya.

"Ela, ku mohon jangan seperti ini! Dia sudah menikah dengan tantemu," ucap Bara.

"Kenapa bisa? Dewa itu milikku. Papa harus memisahkan mereka!" teriak Elara.

"Elara sayang, tenang! Mama akan mencari pria yang lebih baik dari temanmu itu," ucap Mamanya.

Elara semakin histeris, dia lalu menjambaki rambutnya sendiri seperti orang gila. Papa dan mamanya sangat bingung melihat putri satu-satunya seperti ini.

Bara mencoba memeluk Elara dan mengusap rambutnya. Elara menangis tersedu-sedu.

"Papa harus janji denganku untuk mendapatkan Dewa. Papa harus janji!" ucap Elara.

Bara hanya terdiam, ia melirik istrinya yang sama bingungnya. Setelah beberapa menit Elara terdiam, Bara segera membopong Elara untuk tidur di ranjangnya. Bara sangat menyayangi putrinya dan selalu menuruti setiap keinginannya tetapi kali ini akan jauh berbeda.

***

Pagi hari, Dewa terbangun dari terlelapnya. Bahunya sangat pegal karena harus menyangga kepala Nona. Dia melirik Nona yang masih tertidur begitu nyaman. Tangan Dewa mencoba menepuk pipi Nona dengan lembut. Nona mengerjapkan mata lalu melihat disekelilingnya. Dirinya tersadar berada di dada Dewa lalu langsung berdiri.

"Maaf," ucap Nona.

Dewa tersenyum. "Sana cuci muka! Setelah ini kita sarapan. Aku juga harus berangkat bekerja," ucap Dewa sambil berdiri dan mencari kamar mandi.

Nona menatap punggung Dewa, dia tersenyum tipis. Banyak perempuan yang menyukai Dewa. Nona merasa bersyukur bisa menikah dengannya walau sebatas nikah kontrak.

Setelah mencuci wajah, mereka lalu bertemu di kantin. Dewa memilih sarapan dengan soto dan minum teh hangat. Sedangkan Nona lebih memilih makan nasi kuning yang terbungkus oleh mika. Mereka makan dengan diam dan tenang, Nona sedari tadi melirik Dewa.

"Oh ya, Nona. Ini uang jatahmu 2 hari kemarin. Maaf hanya bisa menjatahmu segini. Aku tahu uang ini tidak bermanfaat untukmu bahkan untuk membeli bedakmu saja kurang," ucap Dewa.

Nona tersenyum, dia menolak dengan halus. Itu adalah uang Dewa, dia tidak pantas menerima hasil jerih payah Dewa saat bekerja.

"Gunakan uang ini untuk keperluanmu saja!" ucap Nona.

"Aku akan sangat sedih jika aku tidak bisa menafkahimu walau hanya sedikit. Jadi terimalah dan kalau bisa uang ini untuk belanja sederhana. Kau bisa memasak 'kan? Aku suka masakan sederhana seperti sayur lodeh dengan ikan asin beserta tempe. Kapan-kapan masakin, ya?" pinta Dewa.

lo**deh? Makanan mana itu? Dari bahasanya seperti makanan Italia? Makanan Perancis atau bahkan Spanyol?

Sambil berpikir, Nona menggaruk kepalanya. Dia bahkan juga baru pertama kali memakan nasi kuning di mika ini. Memang terlihat enak dan gurih. Sepertinya Nona harus melepas makanan bulenya, Nona memang blasteran bule jadi makanan yang dia konsumsi tak jauh dari roti gandum tetapi sesekali dia tetap memakan nasi.

Nona melahap makanannya dengan pelan, dia menyuapkan nasi kuning itu dengan perlahan. Nona mencoba melihat postur tubuh Dewa yang tinggi. Memang begitu tampan.

"Kau berolahraga seperti gym?" tanya Nona.

Dewa mengerutkan dahi. "Untuk apa? Membuang uang saja."

"Tapi bentuk tubuhmu seperti bukan anak SMA."

Dewa tertawa kecil, "Ya kan aku sudah lulus SMA. Kau lupa jika aku pemain basket. Kapan-kapan akan ku ajak menontonku saat bertanding," ucap Dewa.

Nona hanya menganggukan kepala. Mereka lalu menghabiskan makanan habis tak tersisa dan saat akan membayarnya mereka berebut untuk membayar.

"Dewa, biar aku saja yang bayar," ucap Nona.

"Bagaimana jika kita suit saja? Yang kalah yang harus membayar."

Mereka langsung suit dan yang menang adalah Nona jadi Dewa yang harus membayar makanan mereka. Uang Dewa memang tidak banyak tetapi masak sang istri yang membayarinya makan? Dewa tidak mungkin merepotkan istrinya.

****

Jika suka dengan cerita ini mohon untuk meninggalkan komen, vote, beri hadiah dan likenya supaya otor makin semangat buat update cerita ini.

Terpopuler

Comments

Deni Kurniawan

Deni Kurniawan

oke

2024-06-18

0

khanafi

khanafi

lumayan laaah ada lucu' lucu nya

2024-01-08

0

rony

rony

lumayan menghibur .jadi sering2 senyum bacanya.konyol

2023-10-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Prolog
2 Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3 Bab 3 : Catatan kegiatan?
4 Bab 4 : Sakit Perut?
5 Bab 5 : Saling jual mahal?
6 Bab 6 : Pekerjaan
7 Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8 Bab 8 : Restoran
9 Bab 9 : Perkara gas elpiji
10 Bab 10 : Perhatian?
11 Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12 Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13 Bab 13 : First kiss
14 Bab 14 : Nona kecewa
15 Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16 Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17 Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18 Bab 18 : Ambisi
19 Bab 19 : Mulai suka
20 Bab 20 : Siang berkeringat
21 Bab 21 : Terlihat gembel
22 Bab 22 : Perhatian
23 Bab 23 : Romantisnya
24 Bab 24 : Zalina
25 Bab 25 : Gugatan
26 Bab 26 : Keluarga serakah
27 Bab 27 : Pengambilan ijazah
28 Bab 28 : Makan bersama
29 Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30 Bab 30 : Kemesraan
31 Bab 31 : Saling mencintai
32 Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33 Bab 33 : Tertabrak
34 Bab 34 : Terfitnah
35 Bab 35 : Kebijakan Dewa
36 Bab 36 : Berkemas
37 Bab 37 : Sarah marah
38 Bab 38 : Nona cemburu
39 Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40 Bab 40 : Sarah
41 Bab 41 : Pulang ke rumah
42 FIX, ini visualnya
43 Bab 42 : Nona dan Bara
44 Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45 Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46 Bab 45 : Nona mulai was-was
47 Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48 Bab 47 : Sarah
49 Bab 48 : Mandi syahdu
50 Bab 49 : Dekapan Bara
51 Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52 Bab 51 : Penyesalan
53 Bab 52 : Predator
54 Bab 53 : Kesedihan Bara
55 Bab 54 : Proses Revisi
56 Bab 55 : Proses Revisi
57 Bab 56 : Semua mengetahui
58 Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59 Bab 58 : Tetangga
60 Bab 59 : Pingsan
61 Bab 60 : Meninggal
62 Bab 61 : Grup Chat
63 Bab 62 : Lamunan Dewa
64 Bab 63 : Apotek
65 Bab 64 : Kesialan
66 Bab 65 : Akhirnya
67 Bab 66 : Trauma Elara
68 Bab 67 : Isi hati
69 Bab 68 : Ungkapan Bara
70 Bab 69 : Dewa terjebak
71 Bab 70 : Kesedihan Bara
72 Bab 71 : Ternyata
73 Bab 72 : Cuci mobil
74 Bab 73 : Menyesali
75 Bab 74 : Jadian
76 Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77 Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Bab 77 : Kembar
79 Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80 Bab 79 : Skizofrenia
81 Bab 80 : Pingsan dua kali
82 Bab 81 : Jepit rambut
83 Bab 82 : Mengelak
84 Bab 83 : Nagara
85 Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86 Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87 Bab 86 : Malam kelabu
88 Bab 87 : Terfitnah
89 Bab 88 : Cengeng
90 Bab 89 : Kejujuran
91 Bab 90 : Permintaan Nona
92 Bab 91 : Keposesifan
93 Bab 92 : Toko online
94 Bab 93 : Arsel meminta maaf
95 Bab 94 : Detektif Nagara
96 Bab 95 : Keponakan
97 Bab 96 : Alisa
98 Bab 97 : Kebenaran
99 Bab 98 : Maaf
100 Skip
101 Bab 99 : Beberes gudang
102 Bab 100 : Satu ronde saja
103 Bab 101 : Naik helikopter
104 Bab 102 : Nona Dewa
105 Bab 103 : Kesuksesan
106 Bab 104 : Bocah
107 Bab 105 : Menantu tak dianggap
108 Bab 106 : Pertengkaran
109 Bab 107 : Pembalasan
110 Bab 108 : Hamil?
111 Bab 109 : Nikah
112 Bab 110 : Cemburu
113 Bab 111 : Penganiayaan?
114 Bab 112 : Sebenarnya?
115 Bab 113 : Main hujan
116 Bab 114 : Dewa Arga
117 Bab 115 : Menuju akhir
118 Novel baru ZIAN & ELARA
119 Bab 116 : Menuju akhir 2
120 Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121 Bonus Chapter
122 Bonus Chapter
123 Bonus Chapter
124 Bonus Chapter Terakhir
125 SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126 Season 2 - Bab 2
127 Season 2 - Bab 3
128 Season 2 : Bab 4
129 Season 2 : Bab 5
130 Season 2 : Bab 6
131 Season 2 : Bab 7
132 Season 2 : Bab 8
133 Season 2 : Bab 9
134 Season 2 : Bab 10
135 Season 2 : TAMAT
136 Novel Baru
137 Bonus chapter : Arsel & Mona
138 Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139 Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140 Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141 Nih ....
142 Promo novel baru
143 Promosi novel
144 Novel baru
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Bab 1 : Prolog
2
Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3
Bab 3 : Catatan kegiatan?
4
Bab 4 : Sakit Perut?
5
Bab 5 : Saling jual mahal?
6
Bab 6 : Pekerjaan
7
Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8
Bab 8 : Restoran
9
Bab 9 : Perkara gas elpiji
10
Bab 10 : Perhatian?
11
Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12
Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13
Bab 13 : First kiss
14
Bab 14 : Nona kecewa
15
Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16
Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17
Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18
Bab 18 : Ambisi
19
Bab 19 : Mulai suka
20
Bab 20 : Siang berkeringat
21
Bab 21 : Terlihat gembel
22
Bab 22 : Perhatian
23
Bab 23 : Romantisnya
24
Bab 24 : Zalina
25
Bab 25 : Gugatan
26
Bab 26 : Keluarga serakah
27
Bab 27 : Pengambilan ijazah
28
Bab 28 : Makan bersama
29
Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30
Bab 30 : Kemesraan
31
Bab 31 : Saling mencintai
32
Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33
Bab 33 : Tertabrak
34
Bab 34 : Terfitnah
35
Bab 35 : Kebijakan Dewa
36
Bab 36 : Berkemas
37
Bab 37 : Sarah marah
38
Bab 38 : Nona cemburu
39
Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40
Bab 40 : Sarah
41
Bab 41 : Pulang ke rumah
42
FIX, ini visualnya
43
Bab 42 : Nona dan Bara
44
Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45
Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46
Bab 45 : Nona mulai was-was
47
Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48
Bab 47 : Sarah
49
Bab 48 : Mandi syahdu
50
Bab 49 : Dekapan Bara
51
Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52
Bab 51 : Penyesalan
53
Bab 52 : Predator
54
Bab 53 : Kesedihan Bara
55
Bab 54 : Proses Revisi
56
Bab 55 : Proses Revisi
57
Bab 56 : Semua mengetahui
58
Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59
Bab 58 : Tetangga
60
Bab 59 : Pingsan
61
Bab 60 : Meninggal
62
Bab 61 : Grup Chat
63
Bab 62 : Lamunan Dewa
64
Bab 63 : Apotek
65
Bab 64 : Kesialan
66
Bab 65 : Akhirnya
67
Bab 66 : Trauma Elara
68
Bab 67 : Isi hati
69
Bab 68 : Ungkapan Bara
70
Bab 69 : Dewa terjebak
71
Bab 70 : Kesedihan Bara
72
Bab 71 : Ternyata
73
Bab 72 : Cuci mobil
74
Bab 73 : Menyesali
75
Bab 74 : Jadian
76
Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77
Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Bab 77 : Kembar
79
Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80
Bab 79 : Skizofrenia
81
Bab 80 : Pingsan dua kali
82
Bab 81 : Jepit rambut
83
Bab 82 : Mengelak
84
Bab 83 : Nagara
85
Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86
Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87
Bab 86 : Malam kelabu
88
Bab 87 : Terfitnah
89
Bab 88 : Cengeng
90
Bab 89 : Kejujuran
91
Bab 90 : Permintaan Nona
92
Bab 91 : Keposesifan
93
Bab 92 : Toko online
94
Bab 93 : Arsel meminta maaf
95
Bab 94 : Detektif Nagara
96
Bab 95 : Keponakan
97
Bab 96 : Alisa
98
Bab 97 : Kebenaran
99
Bab 98 : Maaf
100
Skip
101
Bab 99 : Beberes gudang
102
Bab 100 : Satu ronde saja
103
Bab 101 : Naik helikopter
104
Bab 102 : Nona Dewa
105
Bab 103 : Kesuksesan
106
Bab 104 : Bocah
107
Bab 105 : Menantu tak dianggap
108
Bab 106 : Pertengkaran
109
Bab 107 : Pembalasan
110
Bab 108 : Hamil?
111
Bab 109 : Nikah
112
Bab 110 : Cemburu
113
Bab 111 : Penganiayaan?
114
Bab 112 : Sebenarnya?
115
Bab 113 : Main hujan
116
Bab 114 : Dewa Arga
117
Bab 115 : Menuju akhir
118
Novel baru ZIAN & ELARA
119
Bab 116 : Menuju akhir 2
120
Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121
Bonus Chapter
122
Bonus Chapter
123
Bonus Chapter
124
Bonus Chapter Terakhir
125
SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126
Season 2 - Bab 2
127
Season 2 - Bab 3
128
Season 2 : Bab 4
129
Season 2 : Bab 5
130
Season 2 : Bab 6
131
Season 2 : Bab 7
132
Season 2 : Bab 8
133
Season 2 : Bab 9
134
Season 2 : Bab 10
135
Season 2 : TAMAT
136
Novel Baru
137
Bonus chapter : Arsel & Mona
138
Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139
Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140
Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141
Nih ....
142
Promo novel baru
143
Promosi novel
144
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!