Bab 8 : Restoran

Para pengunjung restoran terkesima dengan ketampanan Dewa. Dewa yang mempunyai senyum manis serta kulit yang tidak terlalu putih membuat dia sangat tampan ala orang Indonesia.

Apalagi dia sangat ramah dengan para pengunjung.

"Cieee... Di gombalin mbak-mbak," ejek Nisa.

Percayalah dibalik kata ciee terdapat rasa sesak dan cemburu di hati. Dia berpura-pura baik saja.

"Apaan, Nis? Kita cuman ngobrol biasa kok."

Dewa lalu kembali melayani pelanggan lain. Nisa diam-diam mengabadikan Dewa dengan memotretnya. Andai saja ia bisa berpacaran dengan Dewa, pasti dia akan memberi jabatan tinggi kepada Dewa di restoran papanya.

Disaat bersamaan, seorang yang cantik keluar dari mobil mewah dengan pria yang tampan dan memakai jas rapi.

Arsel membukakan pintu dan menarik kursi untuk sang Nona.

Nisa menghampiri mereka dan memberikan daftar menu.

"Bisakah pria itu yang melayaniku?" tanya Nona sambil membuka kacamatanya.

Nisa langsung melihat Dewa.

"Kenapa? Dengan saya juga sama saja," ucap Nisa.

"Aku ingin pria itu yang melayaniku. Semoga saja kau tidak membuatku berkata untuk ketiga kalinya," ucap Nona.

Nisa kesal tetapi ia meredam emosinya dan segera menyuruh Dewa untuk melayani wanita aneh itu. Dewa belum mengetahui yang akan ia layani adalah istrinya sendiri. Ketika membalikkan badan, ia menatap meja nomor 3.

Nona? Kenapa dia ada disini?

Dewa melangkah pelan seolah tidak yakin, dia melangkahkan kakinya perlahan demi perlahan. Nona melihatnya dan Dewa refleks tersenyum dan langsung berjalan cepat.

"Tolong bawakan kami makanan spesial di restoran ini!" ucap Nona.

"Baik."

Dewa membalikkan badan, ia melangkah baru 2 langkah tetapi langsung terhenti dan membalikan badan kearah Nona lagi.

"Nona, masakan disini sangat pedas, kau yakin masih mau memesan?" tanya Dewa.

"Bawakan saja! Makan atau tidak kumakan itu bukan urusanmu," ucap Non ketus.

"Tapi Nona, jika perutmu sakit aku tidak bertanggung jawab. Tapi jika perutmu mual karena hamil pasti aku bertanggung jawab," ucap Dewa menggoda Nona.

Mendengar kata hamil, Nona langsung memerah. Bahkan bocah laknat itu belum berani menyentuhnya. Arsel yang berdiri dibelakang Nona memasang tatapan tajam kearah Dewa. Dewa hanya menjulurkan lidah seolah mengejek Arsel.

"Sudah sana! Kau membuatku kesal saja," ucap Nona sambil mengibaskan tangannya.

Dewa tersenyum, ia bertanya lagi kepada Nona untuk memastikan pesanan Nona.

"Jadi pilih makan pedas terus sakit perut atau pilih mual-mual karena hamil?" tanya Dewa membuat Nona semakin memerah.

"A--apa y--yang kau katakan? Aku lebih pilih sakit perut karena makan pedas," jawab Nona terbata-bata.

"Wow... Pilihan yang tepat. Siapa juga yang mau menghamili Nona jutek sepertimu? Sekali sentuh, kau langsung meraung seperti singa. Raoooorrr... Raoooorrr..." Dewa menirukan suara singa.

Arsel sudah tidak sabar lagi, ia mendekati Dewa tetapi dicegah oleh Nona.

"Nona, bocah itu mengesalkan," ucap Dewa.

Nona menggelengkan kepala. Dia menyuruh Arsel kembali ke belakangnya. Dewa menatapnya seolah penuh ejekan dan dia senang jika Nona selalu melindunginya.

"Cepat bawakan makanannya!" ucap Nona.

"Oke."

Dewa membalikan badan tetapi ia terhenti dan ingin bertanya lagi tetapi Nona sepertinya sudah tidak tahan dengan tingkah bocah itu.

"Cepat bawakan saja!" ucap Nona mulai hilang kesabaran.

"Wuiiih... Udah gak nahan, ya?" tanya Dewa.

Nona menatap tajam Dewa. Dewa hanya tersenyum manis membuat Nona tidak tega memarahi bocah itu.

"Satu atau dua?" tanya Dewa.

"Apanya?"

"Pesananmu," ucap Dewa.

"Satu."

"Sekertarismu?" tanya Dewa lagi.

"Ku bilang hanya satu." Nona semakin kesal.

"Cieee... tidak dianggap," ejek Dewa kepada Arsel lalu berlari meninggalkan mereka.

Nona menghela nafas dan menghirup udara disekitarnya kuat-kuat. Semakin hari bocah itu semakin mengesalkan saja seperti disengaja.

Dewa memberikan kertas pesanannya ke dapur lalu keluar lagi untuk melayani pelanggan lain. Baru saja keluar, ia sudah dipanggil oleh orang yang ia kenal yaitu Sarah. Si mantan pacar yang sangat cantik jelita ulala ulala. Entah itu kebetulan atau bagaimana yang jelas Dewa tidak ada pilihan lain lagi.

"Eh, kau tidak bisa move on denganku sampai mengekorku?" tanya Sarah.

"Mengekor? Kau punya ekor?" jawab Dewa ngasal.

"What?!"

"Kau perempuan mana punya ekor. Aku laki-laki jelas punya ekor," ucap Dewa.

Sarah dan teman gengnya hanya mengerutkan dahi mendengar ucapan Dewa.

"Mana ekormu?" tanya teman Sarah seolah mengejek.

"Ekorku bukan dibelakang tapi di depan," jawab Dewa.

Para gadis cantik itu langsung memerah karena mengerti maksud ucapan Dewa. Sarah hanya memalingkan wajah. Dia juga nampak malu.

"Jadi mau pesan apa?" tanya Dewa sambil akan menulis dikertas.

Arsel sedari tadi menatap tajam Dewa, ia merasa tidak suka jika Dewa terlalu dekat dengan perempuan lain. Nona hanya meliriknya dan seolah tidak terjadi apa-apa.

Setelah para gadis itu memesan, Dewa segera menulisnya dan langsung ke dapur. Dia bertemu dengan Nisa yang sedang duduk.

"Nis, kau tidak apa-apa?" tanya Dewa.

"Iya, hanya istirahat bentar. Aku disini hanya sekedar bantu-bantu saja."

Dewa tersenyum lalu menepuk bahu Nisa membuat jantung gadis itu berdegup kencang.

"Makanan meja No 3 sudah siap," ucap seorang koki.

Dewa langsung mengambilnya dan mengantarkannya kepada Nona. Dewa meletakan hati-hati makanan itu diatas meja.

"Selamat menikmati makanannya," ucap Dewa ramah.

Dewa berjalan meninggalkan Nona.

"Tunggu!" ucap Nona menghentikan langkah Nona.

"Makanlah bersamaku!" pinta Nona.

"Maaf, tidak bisa. Aku harus kembali bekerja. Kau minta saja sekertarismu untuk menemanimu makan," ucap Dewa.

"Aku kenal dengan pemilik restoran ini," ucap Nona seolah mengancam Dewa.

"Ah, aku malah kenal sama anak pemilik restoran ini," ucap Dewa tidak mau kalah.

Nona menatap kesal. Bocah itu selalu ingin menang dalam setiap pembicaraan.

"Jika Nona menyuruh, kau harus mematuhinya. Apa kau tidak membaca panji-panji kontrak pernikahan?" tanya Arsel ikut geram.

"Tidak, bagiku itu tidak penting. Aku seorang suami harus mengikuti aturan aneh itu? Aku punya harga diri."

Nona bersedekap, ia menyipitkan mata melihat Dewa yang semakin hari semakin tidak patuh kepadanya.

"Ayahmu akan ku pecat." Nona tersenyum menyeringai.

Dewa langsung menarik kursinya dan duduk diseberang Nona. Dia langsung tunduk kepada Nona jika mengenai pekerjaan ayahnya.

"Nona, aku menemanimu makan sebentar saja, disini aku bekerja bukan main-main." Dewa memohon dengan wajah memelas.

Nona menganggukan kepala. Dia segera menyantap makanan itu dengan lahap, Nona melirik Dewa yang memperhatikannya.

"Kenapa diam saja?" tanya Nona.

"Melihat Nona makan saja aku sudah kenyang."

Disisi lain, Sarah dan teman-temannya melihat Dewa. Sarah sangat kesal melihat Dewa memodusi wanita yang terlihat lebih tua dari mereka.

"Seleranya jadi mbak-mbak?" tanya teman Sarah.

"Pantas saja dia mutusin aku, dia suka gaya perempuan seperti itu. Tidak keren, hanya memakai blazer dan celana kain?" ucap Sarah.

Sarah tidak tau jika pakaian yang dikenakan Nona seharga puluhan juta. Sarah berdiri lalu menghampiri Dewa, ia mengambil air dan menyiramkan ke wajah Dewa.

"Dasar cowok centil!" ucap Sarah.

Terpopuler

Comments

Gokhan Ilkay

Gokhan Ilkay

mantapppp🤣🤣🤣

2023-08-11

1

viral maning

viral maning

nice dewa

2023-05-12

0

Edah J

Edah J

Ke PD an banget tuh si Sarah 🤦🤦

2023-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Prolog
2 Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3 Bab 3 : Catatan kegiatan?
4 Bab 4 : Sakit Perut?
5 Bab 5 : Saling jual mahal?
6 Bab 6 : Pekerjaan
7 Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8 Bab 8 : Restoran
9 Bab 9 : Perkara gas elpiji
10 Bab 10 : Perhatian?
11 Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12 Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13 Bab 13 : First kiss
14 Bab 14 : Nona kecewa
15 Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16 Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17 Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18 Bab 18 : Ambisi
19 Bab 19 : Mulai suka
20 Bab 20 : Siang berkeringat
21 Bab 21 : Terlihat gembel
22 Bab 22 : Perhatian
23 Bab 23 : Romantisnya
24 Bab 24 : Zalina
25 Bab 25 : Gugatan
26 Bab 26 : Keluarga serakah
27 Bab 27 : Pengambilan ijazah
28 Bab 28 : Makan bersama
29 Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30 Bab 30 : Kemesraan
31 Bab 31 : Saling mencintai
32 Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33 Bab 33 : Tertabrak
34 Bab 34 : Terfitnah
35 Bab 35 : Kebijakan Dewa
36 Bab 36 : Berkemas
37 Bab 37 : Sarah marah
38 Bab 38 : Nona cemburu
39 Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40 Bab 40 : Sarah
41 Bab 41 : Pulang ke rumah
42 FIX, ini visualnya
43 Bab 42 : Nona dan Bara
44 Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45 Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46 Bab 45 : Nona mulai was-was
47 Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48 Bab 47 : Sarah
49 Bab 48 : Mandi syahdu
50 Bab 49 : Dekapan Bara
51 Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52 Bab 51 : Penyesalan
53 Bab 52 : Predator
54 Bab 53 : Kesedihan Bara
55 Bab 54 : Proses Revisi
56 Bab 55 : Proses Revisi
57 Bab 56 : Semua mengetahui
58 Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59 Bab 58 : Tetangga
60 Bab 59 : Pingsan
61 Bab 60 : Meninggal
62 Bab 61 : Grup Chat
63 Bab 62 : Lamunan Dewa
64 Bab 63 : Apotek
65 Bab 64 : Kesialan
66 Bab 65 : Akhirnya
67 Bab 66 : Trauma Elara
68 Bab 67 : Isi hati
69 Bab 68 : Ungkapan Bara
70 Bab 69 : Dewa terjebak
71 Bab 70 : Kesedihan Bara
72 Bab 71 : Ternyata
73 Bab 72 : Cuci mobil
74 Bab 73 : Menyesali
75 Bab 74 : Jadian
76 Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77 Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Bab 77 : Kembar
79 Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80 Bab 79 : Skizofrenia
81 Bab 80 : Pingsan dua kali
82 Bab 81 : Jepit rambut
83 Bab 82 : Mengelak
84 Bab 83 : Nagara
85 Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86 Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87 Bab 86 : Malam kelabu
88 Bab 87 : Terfitnah
89 Bab 88 : Cengeng
90 Bab 89 : Kejujuran
91 Bab 90 : Permintaan Nona
92 Bab 91 : Keposesifan
93 Bab 92 : Toko online
94 Bab 93 : Arsel meminta maaf
95 Bab 94 : Detektif Nagara
96 Bab 95 : Keponakan
97 Bab 96 : Alisa
98 Bab 97 : Kebenaran
99 Bab 98 : Maaf
100 Skip
101 Bab 99 : Beberes gudang
102 Bab 100 : Satu ronde saja
103 Bab 101 : Naik helikopter
104 Bab 102 : Nona Dewa
105 Bab 103 : Kesuksesan
106 Bab 104 : Bocah
107 Bab 105 : Menantu tak dianggap
108 Bab 106 : Pertengkaran
109 Bab 107 : Pembalasan
110 Bab 108 : Hamil?
111 Bab 109 : Nikah
112 Bab 110 : Cemburu
113 Bab 111 : Penganiayaan?
114 Bab 112 : Sebenarnya?
115 Bab 113 : Main hujan
116 Bab 114 : Dewa Arga
117 Bab 115 : Menuju akhir
118 Novel baru ZIAN & ELARA
119 Bab 116 : Menuju akhir 2
120 Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121 Bonus Chapter
122 Bonus Chapter
123 Bonus Chapter
124 Bonus Chapter Terakhir
125 SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126 Season 2 - Bab 2
127 Season 2 - Bab 3
128 Season 2 : Bab 4
129 Season 2 : Bab 5
130 Season 2 : Bab 6
131 Season 2 : Bab 7
132 Season 2 : Bab 8
133 Season 2 : Bab 9
134 Season 2 : Bab 10
135 Season 2 : TAMAT
136 Novel Baru
137 Bonus chapter : Arsel & Mona
138 Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139 Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140 Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141 Nih ....
142 Promo novel baru
143 Promosi novel
144 Novel baru
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Bab 1 : Prolog
2
Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3
Bab 3 : Catatan kegiatan?
4
Bab 4 : Sakit Perut?
5
Bab 5 : Saling jual mahal?
6
Bab 6 : Pekerjaan
7
Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8
Bab 8 : Restoran
9
Bab 9 : Perkara gas elpiji
10
Bab 10 : Perhatian?
11
Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12
Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13
Bab 13 : First kiss
14
Bab 14 : Nona kecewa
15
Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16
Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17
Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18
Bab 18 : Ambisi
19
Bab 19 : Mulai suka
20
Bab 20 : Siang berkeringat
21
Bab 21 : Terlihat gembel
22
Bab 22 : Perhatian
23
Bab 23 : Romantisnya
24
Bab 24 : Zalina
25
Bab 25 : Gugatan
26
Bab 26 : Keluarga serakah
27
Bab 27 : Pengambilan ijazah
28
Bab 28 : Makan bersama
29
Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30
Bab 30 : Kemesraan
31
Bab 31 : Saling mencintai
32
Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33
Bab 33 : Tertabrak
34
Bab 34 : Terfitnah
35
Bab 35 : Kebijakan Dewa
36
Bab 36 : Berkemas
37
Bab 37 : Sarah marah
38
Bab 38 : Nona cemburu
39
Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40
Bab 40 : Sarah
41
Bab 41 : Pulang ke rumah
42
FIX, ini visualnya
43
Bab 42 : Nona dan Bara
44
Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45
Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46
Bab 45 : Nona mulai was-was
47
Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48
Bab 47 : Sarah
49
Bab 48 : Mandi syahdu
50
Bab 49 : Dekapan Bara
51
Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52
Bab 51 : Penyesalan
53
Bab 52 : Predator
54
Bab 53 : Kesedihan Bara
55
Bab 54 : Proses Revisi
56
Bab 55 : Proses Revisi
57
Bab 56 : Semua mengetahui
58
Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59
Bab 58 : Tetangga
60
Bab 59 : Pingsan
61
Bab 60 : Meninggal
62
Bab 61 : Grup Chat
63
Bab 62 : Lamunan Dewa
64
Bab 63 : Apotek
65
Bab 64 : Kesialan
66
Bab 65 : Akhirnya
67
Bab 66 : Trauma Elara
68
Bab 67 : Isi hati
69
Bab 68 : Ungkapan Bara
70
Bab 69 : Dewa terjebak
71
Bab 70 : Kesedihan Bara
72
Bab 71 : Ternyata
73
Bab 72 : Cuci mobil
74
Bab 73 : Menyesali
75
Bab 74 : Jadian
76
Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77
Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Bab 77 : Kembar
79
Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80
Bab 79 : Skizofrenia
81
Bab 80 : Pingsan dua kali
82
Bab 81 : Jepit rambut
83
Bab 82 : Mengelak
84
Bab 83 : Nagara
85
Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86
Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87
Bab 86 : Malam kelabu
88
Bab 87 : Terfitnah
89
Bab 88 : Cengeng
90
Bab 89 : Kejujuran
91
Bab 90 : Permintaan Nona
92
Bab 91 : Keposesifan
93
Bab 92 : Toko online
94
Bab 93 : Arsel meminta maaf
95
Bab 94 : Detektif Nagara
96
Bab 95 : Keponakan
97
Bab 96 : Alisa
98
Bab 97 : Kebenaran
99
Bab 98 : Maaf
100
Skip
101
Bab 99 : Beberes gudang
102
Bab 100 : Satu ronde saja
103
Bab 101 : Naik helikopter
104
Bab 102 : Nona Dewa
105
Bab 103 : Kesuksesan
106
Bab 104 : Bocah
107
Bab 105 : Menantu tak dianggap
108
Bab 106 : Pertengkaran
109
Bab 107 : Pembalasan
110
Bab 108 : Hamil?
111
Bab 109 : Nikah
112
Bab 110 : Cemburu
113
Bab 111 : Penganiayaan?
114
Bab 112 : Sebenarnya?
115
Bab 113 : Main hujan
116
Bab 114 : Dewa Arga
117
Bab 115 : Menuju akhir
118
Novel baru ZIAN & ELARA
119
Bab 116 : Menuju akhir 2
120
Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121
Bonus Chapter
122
Bonus Chapter
123
Bonus Chapter
124
Bonus Chapter Terakhir
125
SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126
Season 2 - Bab 2
127
Season 2 - Bab 3
128
Season 2 : Bab 4
129
Season 2 : Bab 5
130
Season 2 : Bab 6
131
Season 2 : Bab 7
132
Season 2 : Bab 8
133
Season 2 : Bab 9
134
Season 2 : Bab 10
135
Season 2 : TAMAT
136
Novel Baru
137
Bonus chapter : Arsel & Mona
138
Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139
Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140
Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141
Nih ....
142
Promo novel baru
143
Promosi novel
144
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!