Bab 5 : Saling jual mahal?

Dewa dipapah oleh Arsel menuju ke kamar. Dia lalu dibaringkan di ranjang. Perutnya terasa melilit membuatnya meraung kesakitan.

"Dewa, kau makan apa saja?" tanya Nona.

"Makan apa lagi jika bukan makanan yang kau sediakan," jawab Dewa.

Dewa memeluk perutnya sendiri membuat Nona semakin panik apalagi Dokter Lia belum juga datang.

"Ini salah Nona yang tidak memberiku makan tepat waktu," ucap Dewa.

Arsel menatap kesal. Dia langsung menarik Dewa untuk bangun. "Kau jangan pura-pura kesakitan! Kau begitu hanya untuk mendapat perhatian dari Nona 'kan?" tanya Arsel.

Dewa mendorong Arsel. Dia langsung merebahkan dirinya di ranjang lagi. Memeluk perutnya dengan erat.

"Arsel, kenapa Lia lama sekali?" tanya Nona.

"Saya akan mencoba menelponnya."

Arsel menjauh dari mereka lalu menelpon Dokter Lia. Dokter cantik itu mengatakan jika dirinya terjebak dalam kemacetan membuatnya akan datang terlambat. Arsel menutup telponnya lalu menghampiri sang Nona.

"Nona, Dokter Lia terjebak di kemacetan."

"Jadi bagaimana ini?" tanya Nona masih bingung.

"Kita bawa ke rumah sakit saja," jawab Arsel.

Dewa tidak mau, ia memiringkan badan dan memeluk guling membelakangi Nona. Dia tidak ingin ke rumah sakit.

"Lalu aku harus melakukan apa, Dewa? Jangan buat aku khawatir!" ucap Nona.

"Pertama-tama, suruh Arsel keluar dari kamar ini!" ucap Dewa.

Nona langsung mengkode Arsel untuk pergi. Arsel tidak mau tetapi Nona terus saja memaksanya sehingga tidak ada pilihan lain.

Setelah Arsel keluar, Dewa membalikkan badan kearah Nona lalu membuka perutnya yang terlihat sispack karena keseringan berolahraga.

"Nona, jika perutku sakit maka ibuku akan mengoleskan minyak kayu putih pada perutku," ucap Dewa.

"Lalu kau menyuruhku untuk melakukannya?" tanya Nona ragu.

"Seorang istri harus berbakti kepada suaminya."

Mendengar ucapan Dewa, Nona terdiam sejenak. Dia memandang perut Bima sekilas. Dia nampak ragu untuk melakukannya.

Melihat Nona yang nampak ragu membuat Dewa membalikkan badannya lagi karena marah.

"Jika tidak mau tidak apa-apa. Aku tidak memaksamu," ucap Dewa.

"Kau marah?"

"Tidak."

Nona bingung dengan sikap bocah itu. Dia menarik tubuh Dewa untuk menghadapnya. Mereka saling berpandangan dan terpaku beberapa detik sampai salah satu dari mereka mengalihkan pandangan.

"Jika tidak mau ya sudah," ucap Nona berdiri lalu meninggalkan Dewa dikamar sendirian.

Ya beginilah pernikahan kontrak. Kita memang tidak bisa mengerti satu sama lain. Aku hanya ingin Nona peduli denganku karena aku tetap suaminya.

Dewa duduk sambil bersandar di tembok. Dia meraih ponselnya dan menelpon ibunya. Jika dia sakit perut maka ibunya yang selalu merawatnya sepanjang malam karena Dewa adalah anak satu-satunya yang pasti sangat dimanja.

"Ibu sedang apa?" tanya Dewa melalui panggilan telepon.

"Ini sedang mau tidur. Kau tidak apa-apa, Dewa?" tanya Ibu.

"Aku tidak apa-apa, bu. Aku hanya merindukan suara ibu saja."

Mereka lalu melanjutkan mengobrol, bersenda gurau layaknya ibu dan anak. Dewa sangat dekat sekali dengan ibunya tetapi nasibnya begitu sial. Saat menghadiri pesta pertunangan antara Tuan Altaf dan Nona tiba-tiba saja Tuan Altaf tidak hadir padahal tamu-tamu besar sudah hadir. Nasib baik Nona jika para tamunya belum tau jika calon tunangannya adalah Tuan Altaf. Nona sangat panik begitupun dengan keluarganya tetapi pandangan Nona langsung tertuju pada seorang laki-laki tampan dan tinggi sedang membantu ibunya membawa baki minuman.

"Arsel, siapa laki-laki itu? tanya Nona.

Mereka yang berada dilantai 2 langsung tertuju kepada Dewa.

"Dia anak dari salah satu seorang pembantu disini."

"Panggilkan anak itu dan suruh dia ke ruang make up!" perintah Nona membuat Arsel terkejut.

"Jangan bilang?"

"Tidak ada pilihan lain, tamu sudah berdatangan. Aku tidak ingin ayah dan ketiga kakakku marah jika Altaf tidak hadir dalam pertunangan ini," ucap Nona.

Arsel menuruti perintah sang Nona dengan terpaksa. Dia mengajak Dewa untuk ke ruang make up.

"Pakailah jas ini! Nona memintamu untuk menjadi tunangannya," ucap Arsel.

"Apa? Aku hanya bocah SMA. Aku tidak mau."

"Aku melihat catatan orang tuamu memiliki hutang dengan ayah dari Nona. Hutang kalian akan dianggap lunas jika kau mau menjadi tunangan Nona."

Dewa berpikir sejenak. Hutang lunas? Jadi ibunya tidak perlu capek-capek lagi bekerja tanpa digaji di rumah Nona? Ini kesempatan emas. Toh, ini hanya pertunangan layaknya pacaran yang bisa sewaktu-waktu berakhir.

"Setuju," ucap Dewa sambil mengulurkan tangan kepada Arsel.

Arsel tersenyum kecut, apakah semudah ini membujuk Dewa? Arsel mengira jika Dewa adakah pria murahan.

"Kau segera berganti jas ini. Dengan tubuhmu yang tinggi tidak akan ada seorang yang tahu jika kau masih bocah," ucap Arsel.

Flasback selesai.

Nona berada diruang kerjanya. Apa dia begitu jahat kepada suaminya sendiri? Walau begitu Nona sendiri yang memilih Dewa untuk menjadi suaminya.

Arsel yang minat Nona melamun mengajaknya mengobrol.

"Anda khawatir dengan bocah itu?"

"Kenapa kau belum pulang?" tanya Nona mengalihkan pembicaraan.

"Sebentar lagi saya akan pulang jika anda sudah merasa baikkan."

"Apakah aku terkesan jahat kepada Dewa?" tanya Nona.

"Yang anda lakukan sudah benar. Jangan membuat bocah itu percaya diri jika anda menyukainya!"

Nona mengibaskan tangannya menyuruh Arsel pergi. Arsel membungkukkan badan lalu segera pergi dari ruangan Nona. Nona sekarang bisa lebih berpikir jika ia memang salah membiarkan Dewa yang sedang sakit sendirian.

Nona beranjak dan menuju ke dapur mencari minuman yang bisa menghentikan nyeri pada perut.

"Nona sedang apa?" tanya kepala pelayan.

"Minuman apa yang bisa meringankan sakit perut?"

"Nona sakit perut?"

"Bukan, tapi suamiku."

Kepala pelayan memberikan minuman jahe kepada Nona lalu menyuruh meminumkannya kepada Dewa. Dengan langkah pelan, ia masuk ke kamarnya. Dia melihat Dewa sudah berbaring disofa sambil berselimut.

"Dewa, kau sudah tidur?" tanya Nona.

"Hem."

"Aku membawakanmu jahe hangat."

"Minumlah sendiri! Aku tidak suka jahe," ucap Dewa.

Nona langsung terhenti dari langkahnya. Sepertinya usaha perhatian dengan Dewa tidak ada gunanya. Nona membalikkan badan lalu kembali lagi ke dapur sambil membuang jahe itu ke wastafel.

Maafkan aku, Nona. Aku memang tidak pantas mendapat semua perhatiannmu. Aku tidak mau serakah. Aku hanya suami kontrakmu.

***

Keesokan harinya,

Dewa bangun lebih awal, ia ingin melamar pekerjaan di restoran papa dari Nisa. Nona ternyata juga sudah bangun duluan dan menggunakan kamar mandinya.

Dewa menunggu sejenak sampai melamun.

Beberapa menit kemudian Nona keluar bersama pelayan-pelayannya. Dewa mengerutkan dahi.

Dasar! Kenapa tidak menyuruh untuk mandiin dia?

Eh pikiran kotorku. Huh... otakku sudah tidak waras.

"Kenapa masih disini? Cepat keluar!" ucap Nona dengan nada angkuh.

Terpopuler

Comments

ossy Novica

ossy Novica

Arsel kayaknya ada hati sama Nona

2023-09-14

0

IG: _anipri

IG: _anipri

mau manja nih si Dewa

2023-02-18

1

IG: _anipri

IG: _anipri

mau ngapain tuh

2023-02-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Prolog
2 Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3 Bab 3 : Catatan kegiatan?
4 Bab 4 : Sakit Perut?
5 Bab 5 : Saling jual mahal?
6 Bab 6 : Pekerjaan
7 Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8 Bab 8 : Restoran
9 Bab 9 : Perkara gas elpiji
10 Bab 10 : Perhatian?
11 Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12 Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13 Bab 13 : First kiss
14 Bab 14 : Nona kecewa
15 Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16 Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17 Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18 Bab 18 : Ambisi
19 Bab 19 : Mulai suka
20 Bab 20 : Siang berkeringat
21 Bab 21 : Terlihat gembel
22 Bab 22 : Perhatian
23 Bab 23 : Romantisnya
24 Bab 24 : Zalina
25 Bab 25 : Gugatan
26 Bab 26 : Keluarga serakah
27 Bab 27 : Pengambilan ijazah
28 Bab 28 : Makan bersama
29 Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30 Bab 30 : Kemesraan
31 Bab 31 : Saling mencintai
32 Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33 Bab 33 : Tertabrak
34 Bab 34 : Terfitnah
35 Bab 35 : Kebijakan Dewa
36 Bab 36 : Berkemas
37 Bab 37 : Sarah marah
38 Bab 38 : Nona cemburu
39 Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40 Bab 40 : Sarah
41 Bab 41 : Pulang ke rumah
42 FIX, ini visualnya
43 Bab 42 : Nona dan Bara
44 Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45 Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46 Bab 45 : Nona mulai was-was
47 Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48 Bab 47 : Sarah
49 Bab 48 : Mandi syahdu
50 Bab 49 : Dekapan Bara
51 Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52 Bab 51 : Penyesalan
53 Bab 52 : Predator
54 Bab 53 : Kesedihan Bara
55 Bab 54 : Proses Revisi
56 Bab 55 : Proses Revisi
57 Bab 56 : Semua mengetahui
58 Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59 Bab 58 : Tetangga
60 Bab 59 : Pingsan
61 Bab 60 : Meninggal
62 Bab 61 : Grup Chat
63 Bab 62 : Lamunan Dewa
64 Bab 63 : Apotek
65 Bab 64 : Kesialan
66 Bab 65 : Akhirnya
67 Bab 66 : Trauma Elara
68 Bab 67 : Isi hati
69 Bab 68 : Ungkapan Bara
70 Bab 69 : Dewa terjebak
71 Bab 70 : Kesedihan Bara
72 Bab 71 : Ternyata
73 Bab 72 : Cuci mobil
74 Bab 73 : Menyesali
75 Bab 74 : Jadian
76 Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77 Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Bab 77 : Kembar
79 Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80 Bab 79 : Skizofrenia
81 Bab 80 : Pingsan dua kali
82 Bab 81 : Jepit rambut
83 Bab 82 : Mengelak
84 Bab 83 : Nagara
85 Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86 Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87 Bab 86 : Malam kelabu
88 Bab 87 : Terfitnah
89 Bab 88 : Cengeng
90 Bab 89 : Kejujuran
91 Bab 90 : Permintaan Nona
92 Bab 91 : Keposesifan
93 Bab 92 : Toko online
94 Bab 93 : Arsel meminta maaf
95 Bab 94 : Detektif Nagara
96 Bab 95 : Keponakan
97 Bab 96 : Alisa
98 Bab 97 : Kebenaran
99 Bab 98 : Maaf
100 Skip
101 Bab 99 : Beberes gudang
102 Bab 100 : Satu ronde saja
103 Bab 101 : Naik helikopter
104 Bab 102 : Nona Dewa
105 Bab 103 : Kesuksesan
106 Bab 104 : Bocah
107 Bab 105 : Menantu tak dianggap
108 Bab 106 : Pertengkaran
109 Bab 107 : Pembalasan
110 Bab 108 : Hamil?
111 Bab 109 : Nikah
112 Bab 110 : Cemburu
113 Bab 111 : Penganiayaan?
114 Bab 112 : Sebenarnya?
115 Bab 113 : Main hujan
116 Bab 114 : Dewa Arga
117 Bab 115 : Menuju akhir
118 Novel baru ZIAN & ELARA
119 Bab 116 : Menuju akhir 2
120 Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121 Bonus Chapter
122 Bonus Chapter
123 Bonus Chapter
124 Bonus Chapter Terakhir
125 SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126 Season 2 - Bab 2
127 Season 2 - Bab 3
128 Season 2 : Bab 4
129 Season 2 : Bab 5
130 Season 2 : Bab 6
131 Season 2 : Bab 7
132 Season 2 : Bab 8
133 Season 2 : Bab 9
134 Season 2 : Bab 10
135 Season 2 : TAMAT
136 Novel Baru
137 Bonus chapter : Arsel & Mona
138 Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139 Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140 Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141 Nih ....
142 Promo novel baru
143 Promosi novel
144 Novel baru
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Bab 1 : Prolog
2
Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3
Bab 3 : Catatan kegiatan?
4
Bab 4 : Sakit Perut?
5
Bab 5 : Saling jual mahal?
6
Bab 6 : Pekerjaan
7
Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8
Bab 8 : Restoran
9
Bab 9 : Perkara gas elpiji
10
Bab 10 : Perhatian?
11
Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12
Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13
Bab 13 : First kiss
14
Bab 14 : Nona kecewa
15
Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16
Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17
Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18
Bab 18 : Ambisi
19
Bab 19 : Mulai suka
20
Bab 20 : Siang berkeringat
21
Bab 21 : Terlihat gembel
22
Bab 22 : Perhatian
23
Bab 23 : Romantisnya
24
Bab 24 : Zalina
25
Bab 25 : Gugatan
26
Bab 26 : Keluarga serakah
27
Bab 27 : Pengambilan ijazah
28
Bab 28 : Makan bersama
29
Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30
Bab 30 : Kemesraan
31
Bab 31 : Saling mencintai
32
Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33
Bab 33 : Tertabrak
34
Bab 34 : Terfitnah
35
Bab 35 : Kebijakan Dewa
36
Bab 36 : Berkemas
37
Bab 37 : Sarah marah
38
Bab 38 : Nona cemburu
39
Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40
Bab 40 : Sarah
41
Bab 41 : Pulang ke rumah
42
FIX, ini visualnya
43
Bab 42 : Nona dan Bara
44
Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45
Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46
Bab 45 : Nona mulai was-was
47
Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48
Bab 47 : Sarah
49
Bab 48 : Mandi syahdu
50
Bab 49 : Dekapan Bara
51
Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52
Bab 51 : Penyesalan
53
Bab 52 : Predator
54
Bab 53 : Kesedihan Bara
55
Bab 54 : Proses Revisi
56
Bab 55 : Proses Revisi
57
Bab 56 : Semua mengetahui
58
Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59
Bab 58 : Tetangga
60
Bab 59 : Pingsan
61
Bab 60 : Meninggal
62
Bab 61 : Grup Chat
63
Bab 62 : Lamunan Dewa
64
Bab 63 : Apotek
65
Bab 64 : Kesialan
66
Bab 65 : Akhirnya
67
Bab 66 : Trauma Elara
68
Bab 67 : Isi hati
69
Bab 68 : Ungkapan Bara
70
Bab 69 : Dewa terjebak
71
Bab 70 : Kesedihan Bara
72
Bab 71 : Ternyata
73
Bab 72 : Cuci mobil
74
Bab 73 : Menyesali
75
Bab 74 : Jadian
76
Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77
Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Bab 77 : Kembar
79
Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80
Bab 79 : Skizofrenia
81
Bab 80 : Pingsan dua kali
82
Bab 81 : Jepit rambut
83
Bab 82 : Mengelak
84
Bab 83 : Nagara
85
Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86
Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87
Bab 86 : Malam kelabu
88
Bab 87 : Terfitnah
89
Bab 88 : Cengeng
90
Bab 89 : Kejujuran
91
Bab 90 : Permintaan Nona
92
Bab 91 : Keposesifan
93
Bab 92 : Toko online
94
Bab 93 : Arsel meminta maaf
95
Bab 94 : Detektif Nagara
96
Bab 95 : Keponakan
97
Bab 96 : Alisa
98
Bab 97 : Kebenaran
99
Bab 98 : Maaf
100
Skip
101
Bab 99 : Beberes gudang
102
Bab 100 : Satu ronde saja
103
Bab 101 : Naik helikopter
104
Bab 102 : Nona Dewa
105
Bab 103 : Kesuksesan
106
Bab 104 : Bocah
107
Bab 105 : Menantu tak dianggap
108
Bab 106 : Pertengkaran
109
Bab 107 : Pembalasan
110
Bab 108 : Hamil?
111
Bab 109 : Nikah
112
Bab 110 : Cemburu
113
Bab 111 : Penganiayaan?
114
Bab 112 : Sebenarnya?
115
Bab 113 : Main hujan
116
Bab 114 : Dewa Arga
117
Bab 115 : Menuju akhir
118
Novel baru ZIAN & ELARA
119
Bab 116 : Menuju akhir 2
120
Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121
Bonus Chapter
122
Bonus Chapter
123
Bonus Chapter
124
Bonus Chapter Terakhir
125
SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126
Season 2 - Bab 2
127
Season 2 - Bab 3
128
Season 2 : Bab 4
129
Season 2 : Bab 5
130
Season 2 : Bab 6
131
Season 2 : Bab 7
132
Season 2 : Bab 8
133
Season 2 : Bab 9
134
Season 2 : Bab 10
135
Season 2 : TAMAT
136
Novel Baru
137
Bonus chapter : Arsel & Mona
138
Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139
Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140
Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141
Nih ....
142
Promo novel baru
143
Promosi novel
144
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!