Bab 4 : Sakit Perut?

Cacing-cacing diperut terasa berdemo. Dewa merasakan lapar yang ekstrim. Sudah pukul 7 malam dia menahan lapar.

"Istri kurangajar. Suaminya kelaparan malah dia asyik makan sendiri," gumam Dewa.

Dewa bangun dari sofa lalu ke kamar mandi untuk minum dari air keran. Dia sangat malu jika harus memohon kepada Nona untuk diberi makan.

"Ibu, anakmu kelaparan. Kau tega sekali, bu." Dewa berbicara sendiri didepan cermin kamar mandi.

"Dewa, bersabarlah! Ingat kau laki-laki jadi harus kuat!" ucap Dewa menirukan suara ibunya.

"Huh.... Gak makan sehari gak akan mati," ucap Dewa sambil keluar dari kamar mandi setelah minum.

Dewa langsung merebahkan diri dirajang. Dia berguling-guling seperti anak kecil. Dewa begitu kelaparan dan ingin makan walau sedikit. Perutnya sudah merasa kembung akibat meminum air dikeran.

^^^Ceklek...^^^

Pintu kamar terbuka, Arsel melihat Dewa yang berguling di ranjang hanya menatap kesal.

"Kau..." Arsel membuat Dewa terkejut.

Dewa berguling sampai jatuh dilantai. Dia malu ketahuan berguling seperti anak kecil oleh Arsel.

"Apa?" tanya Dewa.

"Nona memanggilmu di ruang makan."

"Huh... Dia mengkhawatirkan ku? Bilang kepada Nona mu itu jika aku tidak butuh makan darinya," ucap Dewa sombong.

"Jangan percaya diri dulu! Nona tidak mungkin mengkasihanimu," jawab Arsel sambil menutup pintu dengan kuat.

Dewa mendengus, ia segera menemui Nona diruang makan. Dia melihat sang istri makan dengan anggunnya. Dewa berdiri disampingnya tetapi tidak sedikitpun memperhatikan Nona.

"Sudah kau buat daftarnya?" tanya Nona.

"Untuk apa aku membuatnya?" ucap Dewa dengan angkuh.

Nona mengambil ayam goreng lalu memakannya membuat Dewa menelan ludah. Nona juga memakan daging sapi membuat air liur Dewa menetes disudut bibirnya.

"Semua koki sudah susah payah membuat makanan ini tetapi sayang sekali jika semua makanan ini akan dimakan oleh Doggy," ucap Nona.

"Doggy?" tanya Dewa.

"Doggy adalah anjing kesayanganku."

Dewa memutar bola matanya jengah. Dia berjalan meninggalkan Nona tetapi ucapan Nona membuatnya terhenti.

"Jangan sampai orang tuamu ku pecat hanya gara-gara kau tidak mau membuat daftar itu," ucap Nona.

Dewa membalikkan badan, ia menarik kursi lalu duduk disebelah Nona. Dia meminta kertas dan bolpoin untuk segera menulisnya. Nona menyuruh Arsel untuk mengambil kertas dan bolpoin untuk Bima.

Berselang menit kemudian, Arsel datang dan dengan sigap Dewa menulis agendanya selama 3 jam yang membuat ia lambat pulang kerumah Nona.

Agenda Terlambat Pulang.

- Jam 10 : Aku pulang dari sekolah karena perutku sakit aku langsung balik lagi ke sekolah untuk e'ek di WC.

-Jam 10. 15 : Aku keluar dari kamar mandi dan langsung bertemu Jojo. Jojo mengajak nongkrong di kantin sekolah.

-Jam 11 : Kami selesai nongkrong dikantin dan memutuskan pulang tetapi saat akan keluar dari gerbang, Jojo dipanggil oleh wali kelas. Aku menunggunya. Dengan rasa kepo aku mengintipnya, kulihat Jojo menangis.

-Jam 11. 20 : Jojo keluar. Aku tanya kenapa kau menangis Jo? Dia menjawab, tidak apa-apa.

-Jam 11. 30 : Aku dan Jojo melihat mangga dipohon lalu kami melempari dengan batu.

-Jam 11. 31 : Batu yang kami lempar mengenai pemilik pohon.

-Jam 11. 32 : Kami dikejar anjing pemilik pohon lalu berlari dan langsung masuk angkot.

-Jam 12.00 : Aku datang ke rumah ibuku.

-Jam 12.10 : Aku diusir ibuku.

-Jam 13.00 : Aku sampai di rumah Nona.

Dewa segera menyerahkan daftar itu kepada Nona. Nona membacanya sekilas lalu berdiri dari kursinya.

"Makanlah!" ucap Nona.

Nona berjalan meninggalkan Dewa lalu masuk ke ruang kerjanya dengan diikuti Arsel. Dewa ingin sekali mengumpati sang istri yang seenak jidat mempermainkannya. "Berdosa kau Nona telah mengerjai suamimu sendiri."

Dewa langsung melahap makanan yang ada didepannya. Jarang sekali dia makan makanan seenak ini. Saat sedang makan, ia dikejutkan dengan kedatangan Mas Supri.

"Tuan muda?"

"Astaga... Huh... Mengagetkan saja."

"Maaf, tuan muda. Ada yang ingin tuan muda inginkan lagi?" tanya Mas Supri.

"Jangan memanggilku tuan muda!" Dewa mendengus. "Eh... Selama 2 hari aku disini tidak melihat orang tua Nona. Terakhir aku melihat saat ijab qobul saja," sambung Dewa penasaran.

Mas Supri menarik kursi dan duduk sangat dekat dengan Dewa. "Jangan dekat-dekat! Aku masih normal," ucap Dewa sambil menggeser kursinya.

"Tuan muda, anda sangat beruntung bisa mendapat restu dari ayah Nona. Laki-laki lain sudah pasti dipenggal oleh ayahanda ucap Mas Supri.

" Busyeeet... Matilah aku," ucap Dewa sambil memegangi lehernya.

"Anda beruntung, ayahanda adalah mantan komandan tentara. Bahkan sangat disegani dikota ini. Jadi jika anda menyakiti Nona maka sekali dor... anda akan terkapar," ucap Mas Supri.

Dewa menggigit jarinya seolah ketakutan. Dia lalu menatap Mas Supri seolah ingin mencari informasi lain.

"Kau tahu alasan Nona mau menikahiku?" tanya Dewa.

Mas Supri langsung berdiri. Dia seolah tidak ingin menjawab pertanyaan dari Dewa. "Itu harusnya anda yang menanyakan sendiri ke Nona."

Mas Supri langsung berpamitan untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya. Dewa seolah tidak peduli dan melanjutkan makannya dengan lahap.

Diruangan Nona.

Nona menatap layar komputernya. Dia tidak menduga jika Tuan Altaf akan bertindak seperti ini. Terlihat di layar komputer Tuan Altaf berada di depan gerbang sambil membawa seikat bunga mawar merah.

"Apa saya perlu mengusirnya, Nona?" tanya Arsel.

"Tidak perlu. Biar aku saja yang menemuinya."

Nona berdiri dari kursi kerjanya. Dia berjalan dengan anggun keluar dari ruang kerjanya. Ekor matanya melirik Dewa yang asyik makan tanpa mengetahui keberadaannya.

Pengawal membukaKan pintu utama untuk Nona. Dia langsung keluar menemui Tuan Altaf.

"Selamat malam, Nona." Tuan Altaf mencoba mencium tangan Nona tetapi ditepisnya.

"Apa tujuanmu kemari?" tanya Nona dingin.

"Sekertarismu tidak memberitahukan jika saya mengajakmu makan malam?" tanya Tuan Altaf.

Arsel maju menghampiri Tuan Altaf, mereka saling menatap tajam. Arsel tidak menyukai Tuan Altaf dan begitu pula sebaliknya. Tetapi suasana yang menegangkan mendadak heboh tatkala Dewa langsung menghampiri istrinya.

"Nona, kau meracuni makanannya? Perutku sakit," ucap Dewa sambil memegangi perutnya.

"Kenapa bisa? Aku juga memakan makananan yang sama denganmu," ucap Nona panik.

Dewa terjongkok, ia semakin meraung-meraung membuat Nona kian panik. Tuan Altaf masih heran siapakah laki-laki itu? Apa itu adik Nona? Kenapa sedari dulu dia tidak mengetahuinya?

"Kenapa kau diam saja Arsel? Cepat panggil Dokter Lia!" ucap Nona.

"Baik, Nona."

"Tuan Altaf lebih baik anda pulang. Jika ada hal penting yang ingin anda sampaikan maka beritahu lewat sekertaris saya saja," ucap Nona meminta Tuan Altaf pergi.

Nona membantu Dewa berdiri, ia membawa Dewa ke kamarnya dan lalu menidurkan Dewa diranjang besar dan empuknya.

Asyik bisa tidur nyenyak di ranjang empuk. Batin Dewa bocah kampret itu.

Terpopuler

Comments

Dwi apri

Dwi apri

dewa..dewa.. kelakuan mu bikin ngakak

2023-10-14

1

ossy Novica

ossy Novica

busyet ,emang gokil si Dewa

2023-09-14

1

Mamik Mulyono

Mamik Mulyono

🤗🤗🤗🤗

2023-03-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Prolog
2 Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3 Bab 3 : Catatan kegiatan?
4 Bab 4 : Sakit Perut?
5 Bab 5 : Saling jual mahal?
6 Bab 6 : Pekerjaan
7 Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8 Bab 8 : Restoran
9 Bab 9 : Perkara gas elpiji
10 Bab 10 : Perhatian?
11 Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12 Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13 Bab 13 : First kiss
14 Bab 14 : Nona kecewa
15 Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16 Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17 Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18 Bab 18 : Ambisi
19 Bab 19 : Mulai suka
20 Bab 20 : Siang berkeringat
21 Bab 21 : Terlihat gembel
22 Bab 22 : Perhatian
23 Bab 23 : Romantisnya
24 Bab 24 : Zalina
25 Bab 25 : Gugatan
26 Bab 26 : Keluarga serakah
27 Bab 27 : Pengambilan ijazah
28 Bab 28 : Makan bersama
29 Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30 Bab 30 : Kemesraan
31 Bab 31 : Saling mencintai
32 Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33 Bab 33 : Tertabrak
34 Bab 34 : Terfitnah
35 Bab 35 : Kebijakan Dewa
36 Bab 36 : Berkemas
37 Bab 37 : Sarah marah
38 Bab 38 : Nona cemburu
39 Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40 Bab 40 : Sarah
41 Bab 41 : Pulang ke rumah
42 FIX, ini visualnya
43 Bab 42 : Nona dan Bara
44 Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45 Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46 Bab 45 : Nona mulai was-was
47 Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48 Bab 47 : Sarah
49 Bab 48 : Mandi syahdu
50 Bab 49 : Dekapan Bara
51 Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52 Bab 51 : Penyesalan
53 Bab 52 : Predator
54 Bab 53 : Kesedihan Bara
55 Bab 54 : Proses Revisi
56 Bab 55 : Proses Revisi
57 Bab 56 : Semua mengetahui
58 Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59 Bab 58 : Tetangga
60 Bab 59 : Pingsan
61 Bab 60 : Meninggal
62 Bab 61 : Grup Chat
63 Bab 62 : Lamunan Dewa
64 Bab 63 : Apotek
65 Bab 64 : Kesialan
66 Bab 65 : Akhirnya
67 Bab 66 : Trauma Elara
68 Bab 67 : Isi hati
69 Bab 68 : Ungkapan Bara
70 Bab 69 : Dewa terjebak
71 Bab 70 : Kesedihan Bara
72 Bab 71 : Ternyata
73 Bab 72 : Cuci mobil
74 Bab 73 : Menyesali
75 Bab 74 : Jadian
76 Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77 Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78 Bab 77 : Kembar
79 Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80 Bab 79 : Skizofrenia
81 Bab 80 : Pingsan dua kali
82 Bab 81 : Jepit rambut
83 Bab 82 : Mengelak
84 Bab 83 : Nagara
85 Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86 Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87 Bab 86 : Malam kelabu
88 Bab 87 : Terfitnah
89 Bab 88 : Cengeng
90 Bab 89 : Kejujuran
91 Bab 90 : Permintaan Nona
92 Bab 91 : Keposesifan
93 Bab 92 : Toko online
94 Bab 93 : Arsel meminta maaf
95 Bab 94 : Detektif Nagara
96 Bab 95 : Keponakan
97 Bab 96 : Alisa
98 Bab 97 : Kebenaran
99 Bab 98 : Maaf
100 Skip
101 Bab 99 : Beberes gudang
102 Bab 100 : Satu ronde saja
103 Bab 101 : Naik helikopter
104 Bab 102 : Nona Dewa
105 Bab 103 : Kesuksesan
106 Bab 104 : Bocah
107 Bab 105 : Menantu tak dianggap
108 Bab 106 : Pertengkaran
109 Bab 107 : Pembalasan
110 Bab 108 : Hamil?
111 Bab 109 : Nikah
112 Bab 110 : Cemburu
113 Bab 111 : Penganiayaan?
114 Bab 112 : Sebenarnya?
115 Bab 113 : Main hujan
116 Bab 114 : Dewa Arga
117 Bab 115 : Menuju akhir
118 Novel baru ZIAN & ELARA
119 Bab 116 : Menuju akhir 2
120 Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121 Bonus Chapter
122 Bonus Chapter
123 Bonus Chapter
124 Bonus Chapter Terakhir
125 SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126 Season 2 - Bab 2
127 Season 2 - Bab 3
128 Season 2 : Bab 4
129 Season 2 : Bab 5
130 Season 2 : Bab 6
131 Season 2 : Bab 7
132 Season 2 : Bab 8
133 Season 2 : Bab 9
134 Season 2 : Bab 10
135 Season 2 : TAMAT
136 Novel Baru
137 Bonus chapter : Arsel & Mona
138 Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139 Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140 Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141 Nih ....
142 Promo novel baru
143 Promosi novel
144 Novel baru
Episodes

Updated 144 Episodes

1
Bab 1 : Prolog
2
Bab 2 : Dipenuhi orang aneh
3
Bab 3 : Catatan kegiatan?
4
Bab 4 : Sakit Perut?
5
Bab 5 : Saling jual mahal?
6
Bab 6 : Pekerjaan
7
Bab 7 : Pekerjaan Dewa
8
Bab 8 : Restoran
9
Bab 9 : Perkara gas elpiji
10
Bab 10 : Perhatian?
11
Bab 11 : Arsel tidak suka Dewa?
12
Bab 12 : Menantu yang diremehkan
13
Bab 13 : First kiss
14
Bab 14 : Nona kecewa
15
Bab 15 : Permintaan maaf Nona
16
Bab 16 : Permintaan maaf Nona
17
Bab 17 : Sesuatu yang tak terduga
18
Bab 18 : Ambisi
19
Bab 19 : Mulai suka
20
Bab 20 : Siang berkeringat
21
Bab 21 : Terlihat gembel
22
Bab 22 : Perhatian
23
Bab 23 : Romantisnya
24
Bab 24 : Zalina
25
Bab 25 : Gugatan
26
Bab 26 : Keluarga serakah
27
Bab 27 : Pengambilan ijazah
28
Bab 28 : Makan bersama
29
Bab 29 : Jalan-jalan ke mall
30
Bab 30 : Kemesraan
31
Bab 31 : Saling mencintai
32
Bab 32 : Jangan hina pekerjaan orang tuaku!
33
Bab 33 : Tertabrak
34
Bab 34 : Terfitnah
35
Bab 35 : Kebijakan Dewa
36
Bab 36 : Berkemas
37
Bab 37 : Sarah marah
38
Bab 38 : Nona cemburu
39
Bab 39 : Ke-uwu-an pasangan DeNo
40
Bab 40 : Sarah
41
Bab 41 : Pulang ke rumah
42
FIX, ini visualnya
43
Bab 42 : Nona dan Bara
44
Bab 43 : Bagaimana mau mempunyai bayi jika makan saja masih ikut Nona?
45
Bab 44 : Maafkan aku, Dewa!
46
Bab 45 : Nona mulai was-was
47
Bab 46 : Motivasi untuk Dewa
48
Bab 47 : Sarah
49
Bab 48 : Mandi syahdu
50
Bab 49 : Dekapan Bara
51
Bab 50 : Tambahan pekerjaan
52
Bab 51 : Penyesalan
53
Bab 52 : Predator
54
Bab 53 : Kesedihan Bara
55
Bab 54 : Proses Revisi
56
Bab 55 : Proses Revisi
57
Bab 56 : Semua mengetahui
58
Bab 57 : Ibu kandung Sarah
59
Bab 58 : Tetangga
60
Bab 59 : Pingsan
61
Bab 60 : Meninggal
62
Bab 61 : Grup Chat
63
Bab 62 : Lamunan Dewa
64
Bab 63 : Apotek
65
Bab 64 : Kesialan
66
Bab 65 : Akhirnya
67
Bab 66 : Trauma Elara
68
Bab 67 : Isi hati
69
Bab 68 : Ungkapan Bara
70
Bab 69 : Dewa terjebak
71
Bab 70 : Kesedihan Bara
72
Bab 71 : Ternyata
73
Bab 72 : Cuci mobil
74
Bab 73 : Menyesali
75
Bab 74 : Jadian
76
Bab 75 : Wiratmaja yang aneh
77
Bab 76 : Apa yang sebenarnya terjadi?
78
Bab 77 : Kembar
79
Bab 78 : Puzzle mulai terkumpul
80
Bab 79 : Skizofrenia
81
Bab 80 : Pingsan dua kali
82
Bab 81 : Jepit rambut
83
Bab 82 : Mengelak
84
Bab 83 : Nagara
85
Bab 84 : Kaya tapi bodoh
86
Bab 85 : Perasaan ibu hamil
87
Bab 86 : Malam kelabu
88
Bab 87 : Terfitnah
89
Bab 88 : Cengeng
90
Bab 89 : Kejujuran
91
Bab 90 : Permintaan Nona
92
Bab 91 : Keposesifan
93
Bab 92 : Toko online
94
Bab 93 : Arsel meminta maaf
95
Bab 94 : Detektif Nagara
96
Bab 95 : Keponakan
97
Bab 96 : Alisa
98
Bab 97 : Kebenaran
99
Bab 98 : Maaf
100
Skip
101
Bab 99 : Beberes gudang
102
Bab 100 : Satu ronde saja
103
Bab 101 : Naik helikopter
104
Bab 102 : Nona Dewa
105
Bab 103 : Kesuksesan
106
Bab 104 : Bocah
107
Bab 105 : Menantu tak dianggap
108
Bab 106 : Pertengkaran
109
Bab 107 : Pembalasan
110
Bab 108 : Hamil?
111
Bab 109 : Nikah
112
Bab 110 : Cemburu
113
Bab 111 : Penganiayaan?
114
Bab 112 : Sebenarnya?
115
Bab 113 : Main hujan
116
Bab 114 : Dewa Arga
117
Bab 115 : Menuju akhir
118
Novel baru ZIAN & ELARA
119
Bab 116 : Menuju akhir 2
120
Bab 117 : SEASON 1 TAMAT
121
Bonus Chapter
122
Bonus Chapter
123
Bonus Chapter
124
Bonus Chapter Terakhir
125
SEASON 2 DIMULAI - Bab 1
126
Season 2 - Bab 2
127
Season 2 - Bab 3
128
Season 2 : Bab 4
129
Season 2 : Bab 5
130
Season 2 : Bab 6
131
Season 2 : Bab 7
132
Season 2 : Bab 8
133
Season 2 : Bab 9
134
Season 2 : Bab 10
135
Season 2 : TAMAT
136
Novel Baru
137
Bonus chapter : Arsel & Mona
138
Bonus chapter : Arsel & Mona 2
139
Bonus Chapter : Arsel & Mona 3
140
Bonus chapter : Arsel & Mona 4
141
Nih ....
142
Promo novel baru
143
Promosi novel
144
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!