Nona sedari tadi mondar-mandir di ruangan kantornya. Wajahnya sangat panik ketika membaca pesan dari Dewa. Dewa mengatakan jika dirinya tidak mau pulang. Nona merasa bersalah, dia harus membuat Dewa pulang ke rumah. Arsel memandangnya dari balik ruangan kesal melihat Nona yang takut jika Dewa tidak pulang, apakah Nona menyukai Dewa? Nona terus menelpon Dewa tetapi bocah itu tidak mengangkatnya dan justru hanya membalas pesan.
“Arsel, tolong siapkan mobil untuk ke tempat kerja Dewa!” pinta Nona.
Arsel menganggukkan kepala, Nona mengikutinya dari belakang dan menuju ke lobi. Sedari tadi dia memang sangat takut jika Dewa tidak mau pulang.
“Nona, mobil sudah siap.”
Nona dengan cepat masuk ke mobil dan Arsel mengemudikan mobilnya menuju restoran tempat Dewa bekerja. Setelah menempuh waktu setengah jam mereka sampai direstoran itu dan Nona segera turun. Dia berjalan
cepat, Arsel hanya heran karena baru pertama kali Nona bersikap seperti itu. Manik mata Nona mencari setiap keberadaan Dewa sampai ia melihat Dewa sedang mengobrol asyik dengan Nisa. Hati Nona merasa sakit, dia mencoba mendekati mereka dengan wajah tenang.
“Dewa?” ucap Nona.
Dewa membalikkan badan, ia terkejut melihat Nona sudah ada dibelakangnya. “Nona, kenapa kau ada disini?”
Nisa melihatnya terheran, wanita yang pernah datang kesini sekarang berkunjung lagi dan menemui Dewa.
“Bisakah kita mengobrol?” tanya Nona.
Dewa memandang Nisa seolah meminta izin, karena restoran tidak banyak pengunjung akhirnya mau tidak mau Nisa mengizinkannya. Dewa berterima kasih lalu mengajak Nona untuk duduk. Mereka duduk berhadapan, Dewa menatap Nona sambil tersenyum Nona seolah salah tingkah dan tidak bisa berkata apa-apa.
“Mau bicara apa? Aku harus segera bekerja,” ucap Dewa.
“Ehm... Maafkan aku telah mengusirmu.”
Dewa tersenyum tipis. “Hari ini sudah meminta maaf berapa kali?”
“Aku tidak bercanda, aku sungguh meminta maaf. Mau kah kau pulang ke rumah?”
Dewa menggelengkan kepala membuat Nona semakin merasa bersalah. Nona mencoba menggenggam tangan Dewa tetapi Dewa menepisnya karena dia tahu sedang diperhatikan Nisa dari jauh.
“Dewa, pulang ya? Aku menyesal.”
“Tidak mau.”
Hati Nona semakin sedih, matanya mulai memerah. Sepertinya Dewa sudah tidak menyukainya lagi. Akankah setelah ini pernikahan mereka akan berjalan dengan baik? Dewa bisa membaca kesedihan Nona, dia tidak tega lalu menepuk bahu Nona.
“Jangan menangis! Jika menangis wajah cantikmu akan luntur,” ucap Dewa.
“Jangan bergurau, Dewa! Kau masih bisa tersenyum saat aku sedang sedih?”
Dewa semakin menertawai Nona, bulir air mata Nona langsung menetes dan ini pertama kali Dewa
melihat Nona menangis.
“Jangan menangis, Nona! Aku bercanda, aku akan pulang tapi tidak sekarang karena aku harus bekerja. Nanti malam aku akan pulang ke rumah.”
Nona mengusap airmatanya, matanya kini mulai berbinar. Dewa senang memandangnya. “Kau harus pulang, aku tunggu nanti malam,” ucap Nona.
Nona berdiri, ia mengulurkan tangan untuk menyepakati jika nanti malam Dewa harus pulang. Dewa berdiri lalu menerima uluran tangan Nona. Dia berjanji akan pulang tetapi dengan syarat jika Nona tidak boleh bersedih lagi. Disisi lain, Nisa memandang mereka dengan cemburu. Dia penasaran apa hubungan Dewa dengan wanita itu.
Apa itu pacar Dewa? Tapi tidak mungkin sepertinya wanita itu jauh lebih tua dari kami.
**
Sepulang kerja, Dewa pulang ke rumah Nona. Dia sedikit membeli camilan dipinggir jalan untuk dibawa pulang, rasa lelahnya tergantikan dengan gaji yang cukup lumayan untuk menjatah Nona dan membeli jajan dirinya sendiri.
Dewa melihat diseberang jalan berjualan sempolan ayam, camilan favoritnya saat masih sekolah. Dewa lalu menuju ke seberang dan
membeli 15 tusuk. Sambil menunggu sempolan ayam itu matang, dia membuka pesan
di ponselnya dan membaca pesan digrup jika akan ada makan bersama setelah
menerima ijazah nanti. Teman-temannya akan membawa pacar masing-masing dan Dewa
tidak mungkin membawa Nona ikut dengannya nanti dikira malah kakaknya sendiri.
Dewa juga
membuka pesan dari mantan pacarnya yaitu Sarah, gadis labil itu mengirimkan kata-kata
permintaan maaf saat semasa pacaran dulu dia belum bisa menjadi seorang pacar
yang baik.
Basi. Aku tidak mau berhubungan
dengan Sarah lagi. Dia yang mutusin, dia juga yang ngejar-ngejar lagi.
“Mas,
sempolannya sudah siap,” ucap si penjual.
Dewa segera
membayarnya lalu mencari angkot, andai saja sepeda motornya tidak dijual pasti
dia tidak akan naik angkot yang jauh lebih membuang ongkos. Tetapi tiba-tiba
sebuah mobil mewah berhenti didepannya, kaca mobil itu terbuka yang didalamnya
adalah Mas Supri.
“Hallo,Dewa.
Ayo cepat naik! Nona sudah menunggu dirumah.”
Dewa
langsung naik dan duduk disamping kemudi, Mas Supri melirik makanan yang dibawa
oleh Dewa.
“Kau mau
bawa makanan itu ke rumah?” tanya Mas Supri.
“Iya, emang
kenapa?”
“Nona anti
sekali makanan di pinggir jalan. Bahkan pelayan dan pembantu pun tidak berani
membeli dan makan didalam rumah Nona,” jelas Mas Supri.
Dewa
mengernyitkan dahi lalu membuang pikiran negatifnya. “Semoga Nona tidak
memarahiku.”
Mas Supri
tersenyum, jika Nona tidak memarahi Dewa
pertanda Nona sudah menyukai Dewa. Memang saat Nona sedang jatuh cinta sangat
menggemaskan dan aroma-aroma cinta akan tersebar dipenjuru rumah.
“Nona hari
ini sudah wangi dan berdandan cantik,” ucap Mas Supri.
“Memangnya
Nona mau kemana?” tanya Dewa.
“Haduh...
Pura-pura bodoh rupanya, untuk menyambutmu lah.”
Dewa tertawa
kecil, sampai segitunya kah? Apakah ini hanya akting Nona? Setelah menempuh
waktu selama setengah jam akhirnya sampai juga. Dewa segera turun dan membawa
makanannya. Mas Supri membuka pintu utama untuk Dewa, Dewa langsung memandang
Nona yang berdiri 5 meter darinya seolah menyambut kedatangannya. Nona melirik makanan yang ditenteng Dewa
tetapi ia seolah tidak mempermaslahkan itu.
“Dewa, mandi
dulu! Setelah itu kita makan malam bersama.”
Dewa
menganggukkan kepala lalu menyerahkan makanan itu ke Nona, Nona menerimanya
walau sedikit tidak nyaman. Nona melihat Dewa naik ke kamarnya sedangkan dia
menuju ke ruang makan dan meletakkan sempolan itu diatas meja. Nona menunggu
sendirian, dia tersenyum sendiri saat melihat wajah tampan Dewa saat sepulang
kerja tadi.
“Nona
membeli makanan itu?” tanya Bibi yang datang dari arah dapur dan menunjuk
seplastik sempolan ayam.
“Dewa yang
membelinya.”
“Nona tidak
marah?”
Nona
tersenyum. “Saya tidak ingin merusak suasana malam ini.”
Bibi tertawa
kecil, dia lalu berpamitan beberes didapur sedangkan Nona tersenyum sendiri
tidak jelas.
Setelah 15
menit, akhirnya Dewa muncul juga. Rambutnya yang basah dan badannya yang wangi
sabun membuat Nona menjadi tenang. Nona lalu menarik kursi dan menyuruh Dewa
untuk duduk. Nona melayani Dewa dengan baik seperti mengambil minuman, piring
serta lauk pauknya. Mereka lalu makan dengan tenang dan sesekali Nona melirik
Dewa.
“Oh ya, kau
tidak marah aku membawa makanan pinggir jalan ini?” tanya Dewa.
“Sekali-kali
tidak papa.”
Dewa melihat
bulir nasi disudut bibir Nona lalu mengambilnya, Nona cukup terkejut dan
menjadi salah tingkah. “Maaf membuatmu kaget,” ucap Dewa.
Nona
menggelengkan kepala, entah kenapa hatinya seolah berbunga-bunga. Setelah makan
malam selesai, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar. Dewa membawa
makanannya ke kamar dan Nona tidak mempermasalahkan itu.
“Nona harus
coba makanan ini, ini makanan jaman sekolah,” ucap Dewa sambil menyerahkan satu
tusuk sempolan yang didalamnya berisi telur puyuh.
Nona
menggelengkan kepala, dia takut tenggorokkannya akan sakit jika makan makanan
seperti itu. Dewa langsung menyuapkan ke mulut Nona, mau tidak mau Nona harus
mengunyahnya. “Rasanya lumayan,” ucap Nona.
Mereka lalu
makan bersama sampai habis tidak tersisa, Dewa segera menuangkan minuman dan
menyerahkannya kepada Nona. Nona sedari tadi melihat bibir Dewa yang menggoda,
ia ingin memagutnya. Tanpa berpikir panjang, Nona mencium bibir Dewa dengan
mesra, memagutnya dengan penuh kenikmatan tiada tara. Dewa langsung membalas
ciuman itu, lidahnya sudah bermain-main didalam mulut Nona.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
Heros
bela duren nh kyax sh dewa
2022-07-28
0
Pia Palinrungi
udh dewa jgn ragu2 lagi lgsng unboxing aja
2022-07-20
0
Jamilah
deg deg deg an akuuuh tuh sama kamu dewa ahhhh
2022-07-04
0