Chapter 20

Yi Feng keluar dari bilik mandi dengan baju yang berbeda, namun rambutnya masih meneteskan air yang membuat bajunya sedikit basah. Mengambil handuk dari ruang dimensi, ia melilitkan handuk pada rambutnya seperti yang sering dilakukan oleh para gadis di era modern.

Dengan baju sederhana, ia keluar dari dalam kamarnya. Menatap Yu Chen yang kini telah kembali dari dapur kerajaan, Yi Feng sebelumnya meminta pelayannya itu untuk mengambilkan bahan-bahan yang ia perlukan dalam masakannya.

Matanya tertuju pada keranjang yang terlihat hampir penuh dan menumpahkan isinya, Yi Feng terkekeh geli melihat apa yang dilakukan oleh pelayannya itu.

"Apakah itu berat?" tanya Yi Feng.

"Tidak, Yang Mulia. Ini ringan," balas Yu Chen.

Yi Feng mengangguk, "Bawa masuk. Kau istirahat sebentar, aku akan membersihkan kelinci itu dulu."

"Tidak, Yang Mulia. Biarkan pelayan yang melakukan nya, anda tak perlu melakukan nya." Cegah Yu Chen.

"Tak apa, aku ingin melakukan nya." balas Yi Feng tersenyum pada pelayannya, meskipun kini topengnya telah kembali ia kenakan, namun tak menutupi seluruh wajahnya dan menyusahkan mulut dan dagunya.

Yu Chen memalingkan wajahnya, jika saja junjungannya melepaskan topengnya, entah apa yang akan terjadi. Karena topeng itu tak sedikitpun menyembunyikan kesempurnaan dibaliknya.

Yi Feng berjalan ke belakang kediamannya, disana ia menyuruh beberapa pelayan membantunya membersihkan kelinci-kelinci hasil buruan tadi siang.

Setelah membilasnya dengan air dan memastikan jika telah bersih, ia membawanya untuk diolah.

Yi Feng meminta salah satu pelayan untuk membawa masuk gading itu kedalam, lebih khususnya ruang makan miliknya. Sedangkan dia sendiri membersihkan kentang yang telah dikupas kulitnya dan beberapa bahan lagi, setelah itu membawa semuanya masuk kedalam sana.

Didalam ruang makan, disudut ruangan terdapat dua tungku yang berisi bara api yang sudah dinyalakan.

Yi Feng menyuruh mereka untuk kembali bekerja, sedangkan dia sendiri akan memasak.

Ingat, dia sangat suka memasak. Dan memasak adalah hal yang sangat menyenangkan baginya.

Yu Chen dan dua pelayan lainnya tetap diposisi mereka, hanya diam dan mengamati.

Yi Feng mengeluarkan satu buku resep makanan, membacanya sebentar lalu mulai mengambil bumbu-bumbu yang sudah ia siapkan sebelumnya.

Ada beberapa bumbu yang tak bisa didapatkan dari dapur, namun bukan berarti tak ada didalam ruang dimensi. Dalam dapur rumah itu (ruang dimensi) banyak hal yang bisa dia dapatkan, bahkan bumbu-bumbu makanan yang menambah cita rasa dalam makanan. Semuanya lengkap seperti didalam super market. Jadi, untuk apa Yi Feng khawatir? Dia bisa makan makanan enak setia saat.

Yi Feng akan membuat rica-rica kelinci terlebih dahulu, ia membuat bumbu halusnya, bawang merah, bawang putih, cabe, jahe, kemiri dan beberapa bumbu lainnya. Memang sulit karena ia harus melakukan dengan manual, untung saja salah satu pelayan mengambil alih untuk menghaluskan bumbu-bumbu itu, jika tidak Yi Feng sangat kerepotan.

Tak lupa Yi Feng memanaskan wajan diatas tungku, lalu tumis bumbu yang sudah halus, lengkuas, serai hingga harum. Kemudian ia masukkan potongan daging kelinci yang sudah dipisahkan, aduk lalu tambahkan air, setelah mendidih masukkan garam dan kaldu bubuk instan, aduk sebentar dan menunggu matang.

Sambil menunggu matang, Yi Feng membuat sup daging kelinci.

Sama seperti sebelumnya, Yi Feng kembali meminta pelayan untuk membantunya menghaluskan bumbu-bumbu yang akan ia gunakan.

buah bawang merah, buah bawang putih, sedikit jahe, kemiri, lengkuas dan sedikit lada.

Haluskan semua bumbu kecuali lengkuas, daun salam, daun jeruk, sereh

Yi Feng meletakkan panci diatas tungku, menuangkan sedikit minyak lalu tumis bumbu yang telah halus. Ditambah beberapa bumbu lainnya hingga harum.

setelah itu menambahkan dua mangkuk air, lalu masak hingga mendidih. Tak lupa daging kelinci dan juga menambahkan garam, dan penyedap rasa.

Menunggu kedua masakannya matang, Yi Feng kembali membuat olahan lainnya yang berada dari Eropa, seperti Coniglio alla cacciatora yang adalah salah satu hidangan dari Italia yang dibuat dengan daging kelinci tanpa tulang yang dipotong kecil-kecil. Daging kelinci tadi direndam dalam bumbu dan dihidangkan dengan saus tomat.

Dan juga, Conejo al ajillo yang berasal dari Spanyol dibuat dengan daging kelinci yang sudah dipotong kecil lalu digoreng dan ditumis dengan kentang, bawang putih, cuka, garam, serta minyak zaitun.

Karena asik memasak, dia bahkan tak tahu jika ada mata yang menatapnya, bukan hanya dari satu orang melainkan tiga orang pria.

Bahkan dia tak sadar jika hari sudah malam, dan sudah waktunya makan malam.

Yu Chen yang menyadari kedatangan tiga pria berkuasa itu segera menunduk memberikan hormat bersama dua pelayan lainnya, namun malah dihentikan oleh Kaisar Xian yang menyuruh mereka untuk menutup mulut. Ia ingin melihat bagaimana Putranya itu melakukan sesuatu yang sepertinya sangat dinikmati olehnya.

Sedangkan Yi Fang, dia tak mengeluarkan sedikitpun suara sama seperti ayah dan kakeknya. Bahkan mereka sudah duduk didepan meja makan sambil mengamati Yi Feng yang membelakangi mereka, ah... anak itu benar-benar sibuk dengan dunianya sendiri.

Dalam hati, Kaisar Xian bertanya-tanya. Bagaimana putranya itu bisa memiliki kemampuan memasak yang sangat spesial. Memangnya hanya satu yang pernah ia rasakan, apa lagi selain puding?

Namun kini dia menyaksikan lagi bagaimana putranya itu memasak makanan berat yang sepertinya sangat enak, terbukti dari harumnya makanan itu.

Menyadari kesunyian yang ada, Yi Feng mengalihkan pandangannya.

"Astaga!" keterkejutan mendatangi nya dengan tiba-tiba, bahkan dia memegang dadanya karena terkejut.

"Sejak kapan kalian disana? Bisakah buat suara sebentar? Jangan membuatku terkejut! Bagaimana jika aku memiliki riwayat penyakit jantung, bisa mati mendadak tahu!" Lihatlah, bahkan dia mengomel saat ini.

"Tidak sopan!" Suara Kasim yang tak berada jauh dari sana membentak Yi Feng, namun langsung dihentikan oleh Kaisar Xian yang mengangkat tangannya menyuruh Kasim itu diam.

"Feng'er, apa kau sadar dengan yang kau ucapkan?" tegur Yi Fang.

"Tidak-" seketika matanya terbelalak, "Ah.. maafkan aku, Ayah, Kakek, Kakak Putra Mahkota. Aku tak sadar dengan apa yang aku ucapkan," dia segera menundukkan kepalanya.

"Ya-yang Mulia.... Masakan anda-" ucap seorang pelayan yang sejak tadi menemani Yi Feng memasak.

"Astaga.... makanan ku!" pekiknya tanpa mau menatap ketiga orang yang kini ikut terkejut.

"Ah... hampir saja gosong!" Tatapan mata Yi Feng sangat tajam pada ketiga orang itu, seakan mengatakan "Ini salah kalian, makanan ku hampir saja gosong!"

Ketiga orang yang ditatap langsung terdiam, mereka bergelidik ngeri dengan tatapan itu.

Menggeleng seakan mengatakan "Itu bukan salah kami!"

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

he...he...he....

2024-06-23

0

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Itu bukan salah kamu Yi Feng 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lucu

2022-06-12

0

A.0122

A.0122

lucu jd seolah bkn dunia kultivator karna sibuk masak mulu

2022-06-05

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bertemu Louis
3 Dimulai
4 Makan malam
5 Menyembuhkan Putra Mahkota
6 Sarapan
7 Prajurit elite rahasia
8 Puding
9 Puding 2
10 Chapter 10
11 Ajakan keluar kediaman
12 Buah Cokelat?
13 Pasar malam- I
14 Chapter 14
15 Nasi Goreng
16 Berburu
17 Anak malang
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Mulai Update lagi
25 Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26 Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27 Pie Rose Apple
28 Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29 Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30 Yi Feng-Azka
31 Bangun Di dunia lain
32 Dua orang asing, keluarga?
33 Tiba di Desa Lin
34 Perkara kentang goreng
35 Produk Apel
36 Chapter 36
37 Melihat hantu Bandara
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Perkara ponsel
41 Ni De Da An
42 Pembukaan Cafe
43 Desa Lin, akhir
44 Ada hantu di rumah
45 Azka Indigo?
46 Hantu menyebalkan!
47 Bermalas-malasan
48 Alergi [1]
49 Alergi [2]
50 Alergi [Akhir]
51 Obat sirup
52 Membuat Cokelat
53 Foodie
54 Membuat Cokelat [2]
55 Membuat Cokelat [Akhir]
56 Chapter 56
57 Hantu [Reza]
58 Chapter 58
59 Siaran langsung
60 Dilarang keluar
61 Khawatir
62 Chapter 62
63 Es-krim dicuri!
64 Tawaran drama baru
65 Beradu akting
66 Membantu memecahkan kasus [1]
67 Membantu memecahkan kasus [2]
68 Otopsi?
69 Note kecil----
70 Otopsi [2]
71 Kejelasan kasus
72 Serigala yang aneh
73 Chapter 72
74 Swalayan?
75 Pertengkaran wanita
76 Sekilas sama
77 Penangkapan pelaku
78 Sudah direncanakan
79 Akting lagi
80 Membantu Reza
81 Membantu Reza [2]
82 Azka memiliki kekuatan?
83 Membuat curiga
84 Makan malam dengan Kru
85 Familiar?
86 Pergi piknik
87 Chapter 85
88 Chapter 88
89 Sisi timur dermaga
90 Sisi timur dermaga [2]
91 Menyelam
92 Menyelam [2]
93 Menyelam [3]
94 Bertemu paus Orca
95 Bertemu Paus Orca [2]
96 Paus orca [End]
97 Chapter 96
98 Pesta Seafood
99 Pesta Seafood [2]
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Berburu
103 Berburu [2]
104 Berburu [End]
105 Chapter 103
106 Chapter 104
107 Makan daging
108 Beruang
109 Beruang [2]
110 Chapter 109
111 Chapter 110
112 Menjadi lebih rumit
113 Menjadi lebih rumit [2]
114 Hukuman yang pantas
115 Chapter 114
116 Kecemburuan
117 Tunangan?
118 Chapter 117
119 Telah tiba
120 Dj Daddy
121 Supermarket
122 Tindakan Joan
123 Namaku Cai Ni
124 124
125 Chapter 124
126 Chapter
127 Membuat Es Buah
128 Gara-gara Es Buah
129 Ada yang salah
130 Chapter 129
131 Perkembangan desa Lin
132 Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133 Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134 Chapter 132
135 Menemukan hal menarik
136 Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137 Burger
138 Chapter 136
139 Chapter 137
140 Chapter 138
141 Perkara Tang Jingmi
142 Chapter 140
143 Chapter 141
144 Chapter 142
145 Melatih training
146 Kepulangan Reyna
147 Bosan
148 Belajar hukum
149 Mike merepon
150 Chapter 148
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Awal
2
Bertemu Louis
3
Dimulai
4
Makan malam
5
Menyembuhkan Putra Mahkota
6
Sarapan
7
Prajurit elite rahasia
8
Puding
9
Puding 2
10
Chapter 10
11
Ajakan keluar kediaman
12
Buah Cokelat?
13
Pasar malam- I
14
Chapter 14
15
Nasi Goreng
16
Berburu
17
Anak malang
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Mulai Update lagi
25
Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26
Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27
Pie Rose Apple
28
Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29
Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30
Yi Feng-Azka
31
Bangun Di dunia lain
32
Dua orang asing, keluarga?
33
Tiba di Desa Lin
34
Perkara kentang goreng
35
Produk Apel
36
Chapter 36
37
Melihat hantu Bandara
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Perkara ponsel
41
Ni De Da An
42
Pembukaan Cafe
43
Desa Lin, akhir
44
Ada hantu di rumah
45
Azka Indigo?
46
Hantu menyebalkan!
47
Bermalas-malasan
48
Alergi [1]
49
Alergi [2]
50
Alergi [Akhir]
51
Obat sirup
52
Membuat Cokelat
53
Foodie
54
Membuat Cokelat [2]
55
Membuat Cokelat [Akhir]
56
Chapter 56
57
Hantu [Reza]
58
Chapter 58
59
Siaran langsung
60
Dilarang keluar
61
Khawatir
62
Chapter 62
63
Es-krim dicuri!
64
Tawaran drama baru
65
Beradu akting
66
Membantu memecahkan kasus [1]
67
Membantu memecahkan kasus [2]
68
Otopsi?
69
Note kecil----
70
Otopsi [2]
71
Kejelasan kasus
72
Serigala yang aneh
73
Chapter 72
74
Swalayan?
75
Pertengkaran wanita
76
Sekilas sama
77
Penangkapan pelaku
78
Sudah direncanakan
79
Akting lagi
80
Membantu Reza
81
Membantu Reza [2]
82
Azka memiliki kekuatan?
83
Membuat curiga
84
Makan malam dengan Kru
85
Familiar?
86
Pergi piknik
87
Chapter 85
88
Chapter 88
89
Sisi timur dermaga
90
Sisi timur dermaga [2]
91
Menyelam
92
Menyelam [2]
93
Menyelam [3]
94
Bertemu paus Orca
95
Bertemu Paus Orca [2]
96
Paus orca [End]
97
Chapter 96
98
Pesta Seafood
99
Pesta Seafood [2]
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Berburu
103
Berburu [2]
104
Berburu [End]
105
Chapter 103
106
Chapter 104
107
Makan daging
108
Beruang
109
Beruang [2]
110
Chapter 109
111
Chapter 110
112
Menjadi lebih rumit
113
Menjadi lebih rumit [2]
114
Hukuman yang pantas
115
Chapter 114
116
Kecemburuan
117
Tunangan?
118
Chapter 117
119
Telah tiba
120
Dj Daddy
121
Supermarket
122
Tindakan Joan
123
Namaku Cai Ni
124
124
125
Chapter 124
126
Chapter
127
Membuat Es Buah
128
Gara-gara Es Buah
129
Ada yang salah
130
Chapter 129
131
Perkembangan desa Lin
132
Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133
Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134
Chapter 132
135
Menemukan hal menarik
136
Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137
Burger
138
Chapter 136
139
Chapter 137
140
Chapter 138
141
Perkara Tang Jingmi
142
Chapter 140
143
Chapter 141
144
Chapter 142
145
Melatih training
146
Kepulangan Reyna
147
Bosan
148
Belajar hukum
149
Mike merepon
150
Chapter 148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!