Yi Feng keluar dari bilik mandi dengan baju yang berbeda, namun rambutnya masih meneteskan air yang membuat bajunya sedikit basah. Mengambil handuk dari ruang dimensi, ia melilitkan handuk pada rambutnya seperti yang sering dilakukan oleh para gadis di era modern.
Dengan baju sederhana, ia keluar dari dalam kamarnya. Menatap Yu Chen yang kini telah kembali dari dapur kerajaan, Yi Feng sebelumnya meminta pelayannya itu untuk mengambilkan bahan-bahan yang ia perlukan dalam masakannya.
Matanya tertuju pada keranjang yang terlihat hampir penuh dan menumpahkan isinya, Yi Feng terkekeh geli melihat apa yang dilakukan oleh pelayannya itu.
"Apakah itu berat?" tanya Yi Feng.
"Tidak, Yang Mulia. Ini ringan," balas Yu Chen.
Yi Feng mengangguk, "Bawa masuk. Kau istirahat sebentar, aku akan membersihkan kelinci itu dulu."
"Tidak, Yang Mulia. Biarkan pelayan yang melakukan nya, anda tak perlu melakukan nya." Cegah Yu Chen.
"Tak apa, aku ingin melakukan nya." balas Yi Feng tersenyum pada pelayannya, meskipun kini topengnya telah kembali ia kenakan, namun tak menutupi seluruh wajahnya dan menyusahkan mulut dan dagunya.
Yu Chen memalingkan wajahnya, jika saja junjungannya melepaskan topengnya, entah apa yang akan terjadi. Karena topeng itu tak sedikitpun menyembunyikan kesempurnaan dibaliknya.
Yi Feng berjalan ke belakang kediamannya, disana ia menyuruh beberapa pelayan membantunya membersihkan kelinci-kelinci hasil buruan tadi siang.
Setelah membilasnya dengan air dan memastikan jika telah bersih, ia membawanya untuk diolah.
Yi Feng meminta salah satu pelayan untuk membawa masuk gading itu kedalam, lebih khususnya ruang makan miliknya. Sedangkan dia sendiri membersihkan kentang yang telah dikupas kulitnya dan beberapa bahan lagi, setelah itu membawa semuanya masuk kedalam sana.
Didalam ruang makan, disudut ruangan terdapat dua tungku yang berisi bara api yang sudah dinyalakan.
Yi Feng menyuruh mereka untuk kembali bekerja, sedangkan dia sendiri akan memasak.
Ingat, dia sangat suka memasak. Dan memasak adalah hal yang sangat menyenangkan baginya.
Yu Chen dan dua pelayan lainnya tetap diposisi mereka, hanya diam dan mengamati.
Yi Feng mengeluarkan satu buku resep makanan, membacanya sebentar lalu mulai mengambil bumbu-bumbu yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Ada beberapa bumbu yang tak bisa didapatkan dari dapur, namun bukan berarti tak ada didalam ruang dimensi. Dalam dapur rumah itu (ruang dimensi) banyak hal yang bisa dia dapatkan, bahkan bumbu-bumbu makanan yang menambah cita rasa dalam makanan. Semuanya lengkap seperti didalam super market. Jadi, untuk apa Yi Feng khawatir? Dia bisa makan makanan enak setia saat.
Yi Feng akan membuat rica-rica kelinci terlebih dahulu, ia membuat bumbu halusnya, bawang merah, bawang putih, cabe, jahe, kemiri dan beberapa bumbu lainnya. Memang sulit karena ia harus melakukan dengan manual, untung saja salah satu pelayan mengambil alih untuk menghaluskan bumbu-bumbu itu, jika tidak Yi Feng sangat kerepotan.
Tak lupa Yi Feng memanaskan wajan diatas tungku, lalu tumis bumbu yang sudah halus, lengkuas, serai hingga harum. Kemudian ia masukkan potongan daging kelinci yang sudah dipisahkan, aduk lalu tambahkan air, setelah mendidih masukkan garam dan kaldu bubuk instan, aduk sebentar dan menunggu matang.
Sambil menunggu matang, Yi Feng membuat sup daging kelinci.
Sama seperti sebelumnya, Yi Feng kembali meminta pelayan untuk membantunya menghaluskan bumbu-bumbu yang akan ia gunakan.
buah bawang merah, buah bawang putih, sedikit jahe, kemiri, lengkuas dan sedikit lada.
Haluskan semua bumbu kecuali lengkuas, daun salam, daun jeruk, sereh
Yi Feng meletakkan panci diatas tungku, menuangkan sedikit minyak lalu tumis bumbu yang telah halus. Ditambah beberapa bumbu lainnya hingga harum.
setelah itu menambahkan dua mangkuk air, lalu masak hingga mendidih. Tak lupa daging kelinci dan juga menambahkan garam, dan penyedap rasa.
Menunggu kedua masakannya matang, Yi Feng kembali membuat olahan lainnya yang berada dari Eropa, seperti Coniglio alla cacciatora yang adalah salah satu hidangan dari Italia yang dibuat dengan daging kelinci tanpa tulang yang dipotong kecil-kecil. Daging kelinci tadi direndam dalam bumbu dan dihidangkan dengan saus tomat.
Dan juga, Conejo al ajillo yang berasal dari Spanyol dibuat dengan daging kelinci yang sudah dipotong kecil lalu digoreng dan ditumis dengan kentang, bawang putih, cuka, garam, serta minyak zaitun.
Karena asik memasak, dia bahkan tak tahu jika ada mata yang menatapnya, bukan hanya dari satu orang melainkan tiga orang pria.
Bahkan dia tak sadar jika hari sudah malam, dan sudah waktunya makan malam.
Yu Chen yang menyadari kedatangan tiga pria berkuasa itu segera menunduk memberikan hormat bersama dua pelayan lainnya, namun malah dihentikan oleh Kaisar Xian yang menyuruh mereka untuk menutup mulut. Ia ingin melihat bagaimana Putranya itu melakukan sesuatu yang sepertinya sangat dinikmati olehnya.
Sedangkan Yi Fang, dia tak mengeluarkan sedikitpun suara sama seperti ayah dan kakeknya. Bahkan mereka sudah duduk didepan meja makan sambil mengamati Yi Feng yang membelakangi mereka, ah... anak itu benar-benar sibuk dengan dunianya sendiri.
Dalam hati, Kaisar Xian bertanya-tanya. Bagaimana putranya itu bisa memiliki kemampuan memasak yang sangat spesial. Memangnya hanya satu yang pernah ia rasakan, apa lagi selain puding?
Namun kini dia menyaksikan lagi bagaimana putranya itu memasak makanan berat yang sepertinya sangat enak, terbukti dari harumnya makanan itu.
Menyadari kesunyian yang ada, Yi Feng mengalihkan pandangannya.
"Astaga!" keterkejutan mendatangi nya dengan tiba-tiba, bahkan dia memegang dadanya karena terkejut.
"Sejak kapan kalian disana? Bisakah buat suara sebentar? Jangan membuatku terkejut! Bagaimana jika aku memiliki riwayat penyakit jantung, bisa mati mendadak tahu!" Lihatlah, bahkan dia mengomel saat ini.
"Tidak sopan!" Suara Kasim yang tak berada jauh dari sana membentak Yi Feng, namun langsung dihentikan oleh Kaisar Xian yang mengangkat tangannya menyuruh Kasim itu diam.
"Feng'er, apa kau sadar dengan yang kau ucapkan?" tegur Yi Fang.
"Tidak-" seketika matanya terbelalak, "Ah.. maafkan aku, Ayah, Kakek, Kakak Putra Mahkota. Aku tak sadar dengan apa yang aku ucapkan," dia segera menundukkan kepalanya.
"Ya-yang Mulia.... Masakan anda-" ucap seorang pelayan yang sejak tadi menemani Yi Feng memasak.
"Astaga.... makanan ku!" pekiknya tanpa mau menatap ketiga orang yang kini ikut terkejut.
"Ah... hampir saja gosong!" Tatapan mata Yi Feng sangat tajam pada ketiga orang itu, seakan mengatakan "Ini salah kalian, makanan ku hampir saja gosong!"
Ketiga orang yang ditatap langsung terdiam, mereka bergelidik ngeri dengan tatapan itu.
Menggeleng seakan mengatakan "Itu bukan salah kami!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
he...he...he....
2024-06-23
0
Dewi Ansyari
Itu bukan salah kamu Yi Feng 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lucu
2022-06-12
0
A.0122
lucu jd seolah bkn dunia kultivator karna sibuk masak mulu
2022-06-05
0