Yi Feng melangkahkan kakinya kedalam bilik yang merupakan kamar mandinya, para pelayannya baru saja menyiapkan air hangat untuk pemuda itu.
Pemuda tampan itu melepaskan topengnya, menampilkan wajah tampan dan cantik yang sangat memanjakan mata. Kemudian beralih pada pakaiannya, ia melepaskan semua pakaiannya dan masuk kedalam bak mandi yang terbuat dari kayu itu.
Sentuhan air hangat membuat pikirannya tenang.
"Fasilitas seorang pangeran memang tak diragukan lagi, namun mengapa aku harus terdampar ke zaman kuno ini?" Gumam Yi Feng.
Ia melupakannya satu hal, alat mandi nya.
Ia segera mengeluarkan sabun cair, sampo dan kondisioner.
Jangan lupa jika dia adalah Azka, adik emasnya Axila Remanov. Pemuda yang Jiwanya berasal dari Zaman modern.
Bagaimana mungkin dia mandi tanpa semua ini?
Ia menenggelamkan tubuhnya didalam bak mandi itu, lalu kembali muncul setelah 30 detik kemudian.
Membiarkan rambutnya basah agar mempermudah ia mengenakan sampo dirambut panjangnya.
Tangannya memencet botol sampo, sehingga mengeluarkan isinya ditangan itu. Tangannya terangkat lalu meratakan sampo dirambut nya.
"Aiss.... Ini merepotkan, bagaimana bisa aku mempunyai rambut yang panjang nya seperti seorang gadis?" Keluh nya.
"Lihat saja, sampai kapan kau akan bertahan disitu,"
Ia memegang rambutnya yang terasa lembut, sepertinya pria ini mengurus tubuhnya dengan sangat baik.
Rambutnya saja sangat lembut, wajahnya juga tampan dicampur cantik.
Aiss... Azka yang berada pada titik nih itu tak tega membuat wajah itu tergores walau sedikit saja.
Jangan-jangan pangeran ini selalu mengenakan topeng karena alasan ini?
Salah satu alasan kenapa ia selalu mengenakan topeng karena tak ingin membuat wajahnya hancur, bahkan jika itu hanyalah satu goresan kecil saja.
Lihat bagaimana mulusnya kulit pangeran ini.
Azka yang berada dalam tubuh ini merasa sangat minder dengan pria ini. Dia akui, jika pangeran ini sangat tampan dan mengurus dirinya dengan sangat baik.
Karena Azka juga melakukan hal yang sama, ia selalu melakukan perawatan seperti para gadis lakukan.
Ingatlah jika dia adalah seorang aktor. Dimana akan menjadi perhatian semua orang, terlebih para fans nya.
Mana mungkin ia berpenampilan buruk? Ataupun menunjukkan wajahnya yang kusam.
Jika hal itu terjadi saat di lokasi syuting, yakinlah jika saat itu juga kakak dan kakak iparnya akan turun tangan.
Wajah Azka akan terlihat lebih cerah lagi setelah mengenakan masker wajah yang diberikan oleh sang kakak tersayang itu.
Entahlah, tapi itulah kenyataannya.
Bahkan kakak iparnya itu juga ikut-ikutan menjadi posesif padanya, sama seperti sikapnya terhadap istrinya itu.
Ahhkkk... Dasar pasangan aneh!
Tapi sangat menyayangi mereka juga.
Ouhhh... mengapa dia harus merindukan kedua kakak nya itu disaat seperti ini?
"Wajah tak boleh, namun rambut boleh 'kan?" gumam Yi Feng.
Merasa rambut dan kepalanya sudah bersih, ia bilas dengan air, lalu diberikannya kondisioner.
Saat hampir selesai mandi, ia mengeluarkan gunting dari dalam ruang dimensi tak lupa menyimpan kembali semua kebutuhan mandinya.
Tangannya memegang gunting, membagi rambu menjadi dua bagian, separuh ke keri dan sisanya lagi ke kanan.
Tangannya mulai menggunting rambut itu, membiarkan rambut itu hanya sebatas pinggang saja.
Tentunya masih panjang bukan? Karena rambut itu panjangnya sampai ke pahanya.
Dia sendiri heran, mengapa para pria di Zaman seperti ini suka sekali mempunyai rambut panjang seperti seorang gadis.
Setidaknya, panjang segini sudah cukup lah yah.
Ritual mandinya telah selesai, memakai topeng nya lalu melangkah kakinya memasuki kamar. Pelayan setianya Yu Chen sudah menunggu sejak tadi, pria itu juga telah menyiapkan pakaian ganti untuk tuannya.
"Yang Mulia," panggilnya, Yi Feng mendekat lalu membiarkan pelayannya itu membantunya mengenakan pakaian kuno itu.
Yah, tentu saja pakaian dengan kain berkualitas tinggi.
Dan sudah pasti sedikit ribet jika mengenakan nya sendirian, dan Yi Feng akui hal itu.
Tatapan Yu Chen tertuju pada rambut Yi Feng yang sedikit lebih pendek, padahal menurut Yi Feng rambutnya masih sangat panjang.
"Yang Mulia, rambut Anda?"
"Ahh... Rambut menyebalkan ini? Aku memotongnya, dia mengganggu ku saat mandi tadi," balas Yi Feng dengan santai.
Yu Chen merasa sayang, entah mengapa Tuannya terkesan aneh untuk dua hari ini.
Mau keluar dari kediamannya, memasak di dapur dan memotong rambut yang adalah kesayangannya itu.
Bahkan Yu Chen saja harus membantu pangeran itu mengurus rambutnya setiap hari layaknya rambut seorang gadis.
Tubuh pangeran itu sangat terawat dengan baik, namun sayang. Pelayan nya itu tak dapat melihat wajah Yi Feng tanpa topeng, wajah yang selalu bersembunyi dibalik topeng itu tak bisa ia lihat.
Seorang pelayan mengetuk pintu, lalu setelah itu barulah ia masuk setelah dipersilahkan oleh Yu Chen.
"Ada apa?" tanya Yu Chen pada pelayan itu.
"Yang Mulia Kaisar terdahulu sedang menunggu Pangeran Yi Feng di ruang tamu, Yang Mulia," pelayan itu memberitahu apa yang ia sampaikan.
"Baiklah, aku akan menemui kakekku," balas Yi Feng. Kebetulan ia juga telah selesai mengganti pakaiannya, melangkah keluar dari kamarnya dan menjumpai lelaki tua itu.
Langkah kaki menggema ketika Yi Feng hampir sampai, seorang Kasim ingin mengumumkan kedatangan nya namun ditahan oleh pemuda itu.
"Tak perlu," ujarnya dan membiarkan dua kesatria membuka pintu.
Terlihat lelaki tua yang sedang menyesap teh dari cangkirnya, matanya tertuju pada Yi Feng yang baru saja memasuki ruangan itu.
"Kakek, semoga panjang umur," salam Yi Feng.
"Kemarilah, aku sudah membawakan hadiah sesuai dengan yang kukatakan tadi," ujar lelaki tua itu.
Yi Feng mendekati lelaki tua itu dengan sangat bersemangat, "hadiah nya apa kakek? Mana hadiahnya? Ayo cepat tunjukkan,,"
"Hahahaaa.....
Kau ini, tidak sabaran yah," ejek Kaisar terdahulu, ia senang melihat cucunya bersemangat seperti ini. Karena apa? Tentu saja karena cucunya yang ini adalah orang yang sangat tertutup sehingga tak mudah melihatnya seperti sekarang ini, bersemangat.
Lelaki tua itu mengeluarkan cincin, lalu memberikan nya pada Yi Feng.
"Itu hadiahnya,"
"Cincin? Untuk apa kakek? Aku tak membutuhkan nya" tolak Yi Feng dengan wajah yang lesu, meskipun tak terlihat tapi tentu saja lelaki tua itu merasakan nya.
"Anak bodoh! Ini bukan cincin biasa seperti yang kau pikirkan, ini adalah cincin ruang, kau bisa menyimpan apapun yang kau mau didalamnya," jelas Kaisar terdahulu.
"Cincin ruang?" ulang Yi Feng, dia seperti pernah mendengarnya.
Apakah dari Drama Cina? Sepertinya memang benar.
Wajahnya yang tadi lesi kembali bersemangat, ia mengambil cincin itu lalu mengenakan nya.
"Apa saja yang didalamnya, Kakek?" tanya Yi Feng.
"Ada 10.000 koin emas, dan 30.000 koin perak didalamnya.
Dan beberapa barang yang mungkin saja kau butuhkan nantinya," jelas Kaisar terdahulu, ia bisa melihat cucunya yang sangat bersemangat saat mendengar hal yang baru saja ia katakan.
"Woooh...
Kakek yang terbaik, aku menyayangimu," dengan refleks Yi Feng memeluk lelaki tua itu, tentu saja ini adalah kebiasaannya ketika berhadapan dengan kedua kakaknya di Zaman modern.
Kaisar terdahulu sangat terkejut, pasalnya ini pertama kali cucunya memeluknya, bahkan memeluknya dengan hangat.
"Hahahahaa....
Aku suka kau yang seperti ini, jangan mengurung dirimu lagi."
"Baiklah Kakek, aku akan keluar bersama Kakakku dan adik kecilku itu nanti," balas Yi Feng.
Sedangkan para pelayan yang mendengar hal itu merasa senang, akhirnya Pangeran mereka mau keluar lagi dari kediaman untuk melihat dunia luar.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
nadira ST
ntar kalo pabgeran kembali ke zaman kuno, rambutnya tinggal separo ngamuk gk tuk
2024-07-13
0
A.0122
memang hrus keluar menjelajah
2022-06-05
3
lien
kl di Dunia modern rambut nya Azka sepanjang itu pasti Azka udah jadi gadis Sunsilk hahaha
2021-09-28
1