Berburu

Beberapa ksatria sedang menunggangi kuda mengikuti kedua Pangeran yang saat ini sedang keluar Istana.

Mereka mengarah ke hutan, dimana tempat tujuan kedua Pangeran tersebut.

Yi Feng memacu kecepatan kuda dengan sangat cepat, diikuti oleh Yi Fang yang berada di belakangnya.

Lebih tepatnya saat ini mereka sedang balapan, bersaing agar tiba lebih dahulu. Siapa yang kalah akan mengikuti kemauan sang pemenang selama seminggu penuh.

Yi Fang tentu sangat percaya diri jika dia yang akan memenangkan lomba mereka, karena ia sering keluar istana untuk melakukan tugas dari Ayahnya. Sedangkan Adiknya itu selalu mengurung diri dengan tumpukan buku di kediaman ternyaman nya.

Namun tak terduga, adik nya sangat mahir dalam pacuan kuda. Bahkan beberapa langkah lebih cepat darinya, ia sangat lincah seperti seorang profesional.

Mereka hampir tiba di tempat tujuan, dan Yi Feng masih terus memimpin jalan, di susul Yi Fang dan para ksatria yang mengawal mereka.

Kedua pangeran itu seimbang, mereka tiba bersamaan sehingga tak ada yang menang ataupun kalah.

Brakkk...!

Brakkk...!

Semua orang turun dari kuda yang mereka tunggangi, begitu juga dengan Yi Fang dan Yi Feng.

"Huh.. kau curang, Kak!" keluh Yi Feng

"Curang? Di mana aku berbuat curang? aku tak melakukannya." balas Yi Fang

"Tentu saja, aku hampir menang namun kau malah berada di samping ku." wajahnya cemberut, ia bahkan membuang wajahnya karena kesal.

"Kau yang lambat, aku bahkan berada tepat dibelakang mu," balas Yi Fang.

"Tetap saja, kau harusnya mengalah denganku." gumam Yi Feng.

Yi Fang terkekeh, ia merangkul pundak Adiknya sambil memegang pedang di tangan yang lain.

"Lain kali, kita lomba lagi. Kita lihat, siapa yang lambat dan siapa yang cepat," ujar Yi Fang, ia membiarkan pengawalnya yang memegang tali kuda mereka disalah lebih tepatnya yang membawa kuda mereka.

"Baiklah, siapa takut!" balas Yi Feng semangat.

Kini, pandangan mereka tertuju pada hutan didepan mereka.

"Siap berburu?" tanya Yi Fang.

"Tentu saja, aku akan menangkap banyak buruan nantinya." balas Yi Feng semangat, tentu ia akan sangat bersemangat karena ini adalah pengalaman pertamanya. Tak akan pernah ia lupakan.

Mereka melangkah memasuki kawasan hutan yang menjadi tempat perburuan keduanya kali ini.

Sekaligus beberapa ksatria akan mencari tanaman herbal yang mereka inginkan.

Mereka dibuat pusing oleh pangeran kedua yang tiba-tiba meminta Putra Mahkota agar menemaninya berburu setelah sarapan, dengan alasan ingin merasakan bagaimana rasanya berburu hewan dihutan agar ia tak terus berada didalam kediamannya. Ia sangat bosan di dalam kediamannya karena hanya berhadapan dengan tumpukan buku setiap hari.

Mereka terus berjalan mencari hewan buruan, tak terburu-buru karena ini adalah waktu santai keduanya.

"Hewan apa yang ingin kau buru?" tanya Yi Fang.

Yi Feng menatap kakaknya dengan bersemangat, "Aku menginginkan beberapa kelinci, dan juga beberapa hewan lainnya untuk ku masak."

Tentu saja perkataan Yi Feng membuat beberapa orang sangat terkejut.

Menatap Adiknya dengan serius, "Yi Feng, jangan main-main!"

"Tidak, aku memang ingin berburu dan menambah pengalaman ku di dunia luar, itu saja," balas Yi Feng

Mendesah pelan, "Baiklah, kita mulai." sambung Yi Fang.

...........

Syuttt...!

Krakkk....!

"Aku dapat lagi," ujar Yi Fang, untuk kesekian kalinya Yi Fang berhasil menangkap buruannya.

Sudah dua rusa berukuran sedang dan beberapa ekor kelinci yang sudah mereka dapatkan, dan semua nya adalah hasil dari bisikan Yi Fang, sementara Yi Feng hanya mendapatkan dua ekor kelinci saja.

Bukan karena Yi Feng tak bisa memanah, namun ia ragu saat menarik busurnya. Tentu saja karena tak tega bertindak kejam pada hewan berbulu yang sangat menggemaskan itu.

"Kau lambat," ejek Yi Fang.

Membuang pandangan, "Aku tak lambat, hanya saja-"

"Apa?.. ragu untuk menyakiti kelinci yang kau katakan menggemaskan itu?" potong Yi Fang.

Menundukkan kepalanya tanpa membantah, "Aku hanya... Baiklah, aku akan menangkap satu kelinci lagi. Jangan menggangguku, mengerti?" ujar Yi Feng

Mengangguk, " Baiklah... Aku akan melihatmu," balas Yi Fang.

Yi Feng turun dari kudanya, ia melangkah mencari kelinci yang menjadi target nya saat ini.

Beberapa saat kemudian, matanya menatap pada hewan berbulu putih yang sedang mengais tanah.

Berjalan dengan sangat hati, menarik busur lalu membidik pada kelinci putih tersebut.

Namun saat ia akan melepas tali itu, terdengar bunyi benturan keras yang membuat kelinci itu melarikan diri.

"Sial!" umpat Yi Feng.

Siapa yang berani mengganggu nya? Apa dia ingin mati? Ahhkkk.. Yi Feng benar-benar kesal.

Namun bunyi itu juga membuatnya penasaran, ia berjalan mendekat ke arah datangnya bunyi tersebut.

Dari kejauhan ia mendengar seseorang berteriak, memohon sambil menangis.

Lebih dekat lagi....

di depan sana, terlihat sekumpulan orang berbaju hitam yang sedang mengerubungi sesuatu. Lebih tepatnya tiga orang pria dewasa yang mengerubungi seorang gadis kecil dengan pakaian yang lusuh.

"Mau lari kemana lagi kau gadis kecil?"

"Sudah kubilang, jangan lari lagi. Kau tak bisa pergi dari kami."

seorang anak kecil yang di halangi oleh ketiga pria tersebut, ia meraung saat di pukuli dengan sangat kejam oleh mereka.

"Dasar sampah! Anak tak berguna seperti mu memang harus mati!" Umpat salah satu.

"Apakah kita harus membunuhnya?" Tanya yang satu pada lain.

"Tentu saja, sesuai perintah wanita itu."

Anak kecil yang adalah perempuan, ia meringkuk di tanah, membuat tubuhnya seperti bola, tubuhnya di penuhi luka yang terlihat menyedihkan. Tanpa perasaan, salah satu dari mereka menendangnya tanpa perasaan, membuat tubuh kecil itu terlempar beberapa meter lalu berguling.

Bruggg....!

"Hari ini kau harus mati!"

"Sampah! Hari ini, penderitaan mu akan berakhir. Kau bisa bergabung dengan kedua orang tuamu tanpa mengganggu keluarga Su lagi!"

"Hanya menjadi beban saja!"

Anak itu memuntahkan seteguk darah, mengangkat wajahnya. Menatap mereka dengan penuh harap, "Ku mohon, jangan bunuh aku. Aku masih ingin hidup, aku mohon," ucapan dengan penuh permohonan.

Yi Feng yang mendengar hal itu tak bisa menahan diri lagi, hatinya benar-benar sangat sakit.

Jangan lupa, jika dia pernah mengalami hal ini. Semua orang memperlakukan nya seperti sampah, namun pada akhirnya ia bisa hidup bahagia bersama kakak dan keluarganya. Dia adalah Azka, bukan Yi Feng yang anti sosial.

Saat salah satu dari mereka mengangkat pedang lalu mendekati anak itu, tiba-tiba satu anak panah mengarah padanya, menembus dada kirinya.

Hal ini membuat dua temannya sangat terkejut, mereka mengangkat kepala mereka dan mencari siapa yang menyerang mereka.

"Siapa disana?!"

Mereka berteriak, namun Yi Feng sama sekali tak menjawab. Ia malah kembali menarik busurnya lagi, menumbangkan seorang lagi.

Bruggg....!

Satu terjatuh lagi, dengan mata yang terbelalak dan diperutnya terdapat anak panah.

"Sial! Jangan menyerang dari belakang, hadapi aku jika kau berani." Umpat pria yang tersisa.

Yi Feng keluar dari tempat persembunyiannya, menatap tajam pada pria yang sepertinya pembunuh bayaran tersebut.

Suhu di sekitar Yi Feng terasa sangat dingin.

"Cih... Hanya seorang saja?" Ia menatap Yi Feng dengan penuh ejekan.

'Kultifasinya dua tingkat di bawah mu.' tiba-tiba suara Louis terdengar di pikiran Yi Feng.

Pemuda itu tersenyum simpul dibalik topeng nya. Saat tangannya terangkat, tiba-tiba bola api menyerang pembunuh bayaran itu.

Menoleh ke belakang, ia melihat kakak Kembarnya disana. "Kakak?"

Yi Fang menatap Adiknya dengan santai, "biar aku bereskan dia. Kau selamatkan gadis kecil itu, bukankah itu ya g ingin kau lakukan?" Ujar Yi Fang santai.

Yi Feng mengangguk, "Baiklah."

Para kesatria segera berhadapan dengan pembunuh bayaran itu, salah satu segera membunuh yang terkena panah di perutnya, sedangkan yang lain berhadapan dengan pembunuh lainnya.

Yi Feng mendekati gadis kecil itu, melihat bagaimana keadaannya saat ini yang sangat memperihatinkan.

"Dia mengalami luka yang cukup serius, kepalanya berdarah, siku dan lutut nya juga robek. Itu sangatlah menyakitkan," gumam Yi Feng. Ia segera mengangkat tubuh kecil itu, menggendongnya lalu berbalik.

Sedangkan para pembunuh tersebut telah menjadi mayat, para kesatria membunuh mereka tanpa takut.

Yi Fang kemudian membakar tubuh mereka hingga menjadi abu, pada akhirnya mereka meninggalkan hutan dan kembali ke istana.

Hewan buruan berada di tangan para kesatria, sedangkan kedua bersaudara itu memacu kuda mereka dengan kecepatan tinggi. Mereka harus segera tiba di istana untuk mengobati gadis kecil tersebut.

Terpopuler

Comments

Kristal Din Aminudin Baki

Kristal Din Aminudin Baki

Heeeer

2024-06-02

0

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Kasihan gadis kecil itu di siksa dan ingin di bunuh menyedihkan😔😭😭😭😭

2022-06-12

0

lien

lien

calon nih

2021-09-28

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Bertemu Louis
3 Dimulai
4 Makan malam
5 Menyembuhkan Putra Mahkota
6 Sarapan
7 Prajurit elite rahasia
8 Puding
9 Puding 2
10 Chapter 10
11 Ajakan keluar kediaman
12 Buah Cokelat?
13 Pasar malam- I
14 Chapter 14
15 Nasi Goreng
16 Berburu
17 Anak malang
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Mulai Update lagi
25 Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26 Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27 Pie Rose Apple
28 Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29 Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30 Yi Feng-Azka
31 Bangun Di dunia lain
32 Dua orang asing, keluarga?
33 Tiba di Desa Lin
34 Perkara kentang goreng
35 Produk Apel
36 Chapter 36
37 Melihat hantu Bandara
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Perkara ponsel
41 Ni De Da An
42 Pembukaan Cafe
43 Desa Lin, akhir
44 Ada hantu di rumah
45 Azka Indigo?
46 Hantu menyebalkan!
47 Bermalas-malasan
48 Alergi [1]
49 Alergi [2]
50 Alergi [Akhir]
51 Obat sirup
52 Membuat Cokelat
53 Foodie
54 Membuat Cokelat [2]
55 Membuat Cokelat [Akhir]
56 Chapter 56
57 Hantu [Reza]
58 Chapter 58
59 Siaran langsung
60 Dilarang keluar
61 Khawatir
62 Chapter 62
63 Es-krim dicuri!
64 Tawaran drama baru
65 Beradu akting
66 Membantu memecahkan kasus [1]
67 Membantu memecahkan kasus [2]
68 Otopsi?
69 Note kecil----
70 Otopsi [2]
71 Kejelasan kasus
72 Serigala yang aneh
73 Chapter 72
74 Swalayan?
75 Pertengkaran wanita
76 Sekilas sama
77 Penangkapan pelaku
78 Sudah direncanakan
79 Akting lagi
80 Membantu Reza
81 Membantu Reza [2]
82 Azka memiliki kekuatan?
83 Membuat curiga
84 Makan malam dengan Kru
85 Familiar?
86 Pergi piknik
87 Chapter 85
88 Chapter 88
89 Sisi timur dermaga
90 Sisi timur dermaga [2]
91 Menyelam
92 Menyelam [2]
93 Menyelam [3]
94 Bertemu paus Orca
95 Bertemu Paus Orca [2]
96 Paus orca [End]
97 Chapter 96
98 Pesta Seafood
99 Pesta Seafood [2]
100 Chapter 99
101 Chapter 100
102 Berburu
103 Berburu [2]
104 Berburu [End]
105 Chapter 103
106 Chapter 104
107 Makan daging
108 Beruang
109 Beruang [2]
110 Chapter 109
111 Chapter 110
112 Menjadi lebih rumit
113 Menjadi lebih rumit [2]
114 Hukuman yang pantas
115 Chapter 114
116 Kecemburuan
117 Tunangan?
118 Chapter 117
119 Telah tiba
120 Dj Daddy
121 Supermarket
122 Tindakan Joan
123 Namaku Cai Ni
124 124
125 Chapter 124
126 Chapter
127 Membuat Es Buah
128 Gara-gara Es Buah
129 Ada yang salah
130 Chapter 129
131 Perkembangan desa Lin
132 Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133 Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134 Chapter 132
135 Menemukan hal menarik
136 Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137 Burger
138 Chapter 136
139 Chapter 137
140 Chapter 138
141 Perkara Tang Jingmi
142 Chapter 140
143 Chapter 141
144 Chapter 142
145 Melatih training
146 Kepulangan Reyna
147 Bosan
148 Belajar hukum
149 Mike merepon
150 Chapter 148
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Awal
2
Bertemu Louis
3
Dimulai
4
Makan malam
5
Menyembuhkan Putra Mahkota
6
Sarapan
7
Prajurit elite rahasia
8
Puding
9
Puding 2
10
Chapter 10
11
Ajakan keluar kediaman
12
Buah Cokelat?
13
Pasar malam- I
14
Chapter 14
15
Nasi Goreng
16
Berburu
17
Anak malang
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Mulai Update lagi
25
Membuat takjub dengan rasa baru [1]
26
Membuat takjub dengan rasa baru [2]
27
Pie Rose Apple
28
Ledakan amarah Yi-Feng [1]
29
Ledakan amarah Yi-Feng [2]
30
Yi Feng-Azka
31
Bangun Di dunia lain
32
Dua orang asing, keluarga?
33
Tiba di Desa Lin
34
Perkara kentang goreng
35
Produk Apel
36
Chapter 36
37
Melihat hantu Bandara
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Perkara ponsel
41
Ni De Da An
42
Pembukaan Cafe
43
Desa Lin, akhir
44
Ada hantu di rumah
45
Azka Indigo?
46
Hantu menyebalkan!
47
Bermalas-malasan
48
Alergi [1]
49
Alergi [2]
50
Alergi [Akhir]
51
Obat sirup
52
Membuat Cokelat
53
Foodie
54
Membuat Cokelat [2]
55
Membuat Cokelat [Akhir]
56
Chapter 56
57
Hantu [Reza]
58
Chapter 58
59
Siaran langsung
60
Dilarang keluar
61
Khawatir
62
Chapter 62
63
Es-krim dicuri!
64
Tawaran drama baru
65
Beradu akting
66
Membantu memecahkan kasus [1]
67
Membantu memecahkan kasus [2]
68
Otopsi?
69
Note kecil----
70
Otopsi [2]
71
Kejelasan kasus
72
Serigala yang aneh
73
Chapter 72
74
Swalayan?
75
Pertengkaran wanita
76
Sekilas sama
77
Penangkapan pelaku
78
Sudah direncanakan
79
Akting lagi
80
Membantu Reza
81
Membantu Reza [2]
82
Azka memiliki kekuatan?
83
Membuat curiga
84
Makan malam dengan Kru
85
Familiar?
86
Pergi piknik
87
Chapter 85
88
Chapter 88
89
Sisi timur dermaga
90
Sisi timur dermaga [2]
91
Menyelam
92
Menyelam [2]
93
Menyelam [3]
94
Bertemu paus Orca
95
Bertemu Paus Orca [2]
96
Paus orca [End]
97
Chapter 96
98
Pesta Seafood
99
Pesta Seafood [2]
100
Chapter 99
101
Chapter 100
102
Berburu
103
Berburu [2]
104
Berburu [End]
105
Chapter 103
106
Chapter 104
107
Makan daging
108
Beruang
109
Beruang [2]
110
Chapter 109
111
Chapter 110
112
Menjadi lebih rumit
113
Menjadi lebih rumit [2]
114
Hukuman yang pantas
115
Chapter 114
116
Kecemburuan
117
Tunangan?
118
Chapter 117
119
Telah tiba
120
Dj Daddy
121
Supermarket
122
Tindakan Joan
123
Namaku Cai Ni
124
124
125
Chapter 124
126
Chapter
127
Membuat Es Buah
128
Gara-gara Es Buah
129
Ada yang salah
130
Chapter 129
131
Perkembangan desa Lin
132
Tomat tidak ada? Peluang bisnis!
133
Membeli kedai teh. Memulai bisnis!
134
Chapter 132
135
Menemukan hal menarik
136
Diary Nenek Buyut Kekaisaran
137
Burger
138
Chapter 136
139
Chapter 137
140
Chapter 138
141
Perkara Tang Jingmi
142
Chapter 140
143
Chapter 141
144
Chapter 142
145
Melatih training
146
Kepulangan Reyna
147
Bosan
148
Belajar hukum
149
Mike merepon
150
Chapter 148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!